NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Twis G

Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.

Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"

Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 26

Yin Yin menarik napas dalam, matanya sedikit menyipit penuh perhitungan.

"Kalau semuanya berjalan lancar, kehidupan keluarga ku akan benar-benar berubah," gumamnya pelan.

Namun sebelum itu, Yin Yin tahu satu hal penting dirinya harus menjadi lebih kuat.

Pagi itu, setelah sarapan sederhana, Yin Yin tidak langsung berangkat, Dia justru berjalan ke halaman belakang rumah yang masih dipenuhi embuh tipis.

udara dingin menusuk kulit, tapi Yin Yin berdiri tegak.

"Sistem, aktifkan pelatihan bela diri tingkat master."

DING!

[Mode latihan dasar di aktifkan]

[Silahkan mulai dari teknik pernapasan dan kuda-kuda]

Yin Yin menutup matanya sejenak, lalu perlahan membuka matanya, tubuhnya mulai bergerak, langkah kaki ringan namun stabil. Tangan terangkat lalu menusuk ke depan dengan presisi, setiap gerakan terasa aneh di awal, namun perlahan tubuhnya seperti mengingat sesuatu, ini bukan sekedar latihan biasa, ini refleks kemampuan bela diri tingkat master yang diberikan sistem, bukan hanya itu Dia bahkan bisa merasakan aura energi spiritual dari jarak jauh, dan pendengaran yang tajam.

[Teman-teman di bab 15, Yin Yin diberikan hadiah sistem berupa bela diri tingkat master yaa]

"Huuh, cukup melelahkan juga."

Napasnya keluar perlahan, gerakan demi gerakan mulai semakin halus, dari kuda-kuda dasar, pukulan lurus, hingga tendangan ringan. Waktu berlalu tanpa terasa keringat mulai membasahi dahinya, tapi mata Yin Yin justru semakin bersinar semangat.

"Kalau aku terus latihan setiap pagi, tubuh ini akan benar-benar menyatu dengan kemampuan bela diri tingkat master, aku harus ajak ketiga adikku latihan."

Dari kejauhan, Yin Guo Shan yang sedang menyiapkan keranjang belanja, sempat memperhatikan, Ia sedikit tertegun melihat Yin Yin latihan bela diri.

"Gerakan anak ini, bukan seperti orang yang baru belajar bela diri."

Namun Yin Guo Shan tidak menegurnya, Ia hanya tersenyum tipis,

"Sepertinya Yin Yin memang sudah berubah..."

Setelah latihan selesai, Yin Yin dan ayahnya pun berangkat ke kota Qinghe. Perjalanan memakan waktu cukup lama, jalanan berbatu dan udara dingin membuat perjalanan terasa berat. Namun setibanya di kota, suasana langsung berbeda, mereka langsung ke pasar yang penuh aktivitas jualan tawar menawar pedagang.

"Sayur segar! Satu ikat 3 koin tembaga, ayo-ayo sebelum kehabisan."

"Mie daging cincang halus! masih panas, mampir ke sini!"

"Ayo, jepitan rambut murah!".

Yin Guo Shan mengajak Yin Yin ke beberapa toko bahan bangunan, mereka bertanya harga kayu, batu bata dan genteng. Namun setiap kali mendengar harganya Yin Guo Shan hanya bisa menghela nafas.

"Mahal sekali."

Yin Yin berpura-pura berpikir, lalu berkata pelan.

"Ayah, sebenarnya kemarin aku sudah menghubungi manager Lu Jianhong di Paviliun Anggrek, dan kata paman Lu ada kenalan yang jual bahan bangunan murah."

Yin Guo Shan menoleh, "Kenalan?"

"Iya Ayah, mereka punya jalur pemasok bahan bangunan juga, aku sudah memesan lewat mereka harganya lumayan murah, barangnya mungkin akan dikirim langsung ke desa dalam beberapa hari."

Yin Guo Shan terdiam sejenak, lalu mengangguk perlahan, dalam hatinya, ia merasa sedikit lega.

"Syukurlah kalau kamu sudah memesannya di Manager Lu, Ayah tadi sempat bingung dengan harga di pasar ini sangat mahal."

Setelah urusan membeli bahan bangunan tidak jadi, mereka kembali ke desa Shanyin, di perjalanan pulang, Yin Yin membuka pembicaraan.

"Ayah, aku mau ceritakan sesuatu."

"Apa itu, Nak?"

Yin Yin menatap jalan di depan, suaranya tenang tapi penuh keyakinan.

"Bagaimana kalau kita ajak kepala desa untuk menggerakkan warga membuat roti gandum madu yang seperti kita jual di pasar."

"Aku akan membimbing penduduk desa untuk membuat rotinya." lanjut Yin Yin semangat.

Yin Guo Shan sedikit terkejut.

"Kamu mau membantu penduduk desa?"

"Iya Ayah, apalagi gandum di desa kita cukup banyak, selama ini cuma dimasak bubur pasti lama-lama bosan."

Yin Guo Shan mengangguk pelan.

"Itu benar, kalau kita bantu mereka membuat roti madu pasti laku, apalagi di pasar desa sudah banyak yang mengenal roti gandum madu buatanmu nak."

"Iya ayah, aku juga akan bicarakan ini dengan manager Lu di Paviliun Anggrek, semoga mereka mau menerima roti gandum madu untuk menu tambahan di restoran."

Yin Guo Shan mulai berpikir serius.

"Kalau begitu, ini bukan hanya kita yang menghasilkan uang, tapi penduduk desa juga."

Yin Yin tersenyum.

"Betul Ayah, dan kalau pancake sayur telur kita semakin laris di restoran Paviliun Anggrek, kita juga bisa ajarkan warga membuatnya, dengan begitu desa Shanyin bisa berkembang bersama."

"Benar Nak, Ayah bangga dengan mu masih memikirkan penduduk desa Shanyin." kata Yin Guo Shan tersenyum bangga.

"Ah, Ayah bisa aja." ucap Yin Yin tersenyum malu.

Langkah kereta terasa semakin ringan, untuk pertama kalinya Yin Guo Shan merasa masa depan desa Shanyin benar-benar bisa berubah.

Sesampainya di rumah, Yin Yin langsung memanggil sistem.

"Sistem, keluarkan sebagian gandum hasil panen musim dingin dari ruang penyimpanan."

DING!

[Permintaan diterima]

[Gandum dikeluarkan sebagian]

Beberapa karung gandum muncul rapi di sudut gudang kecil mereka, Yin Yin mengangguk puas.

"Nanti ini akan aku gunakan untuk membantu para pekerja saat pembangunan rumah, aku berikan sedikit sembako dan uang."

Tak lama, Yin Guo Shan datang bersama Paman Luo, "Yin Yin, Paman Luo sudah datang."

"Iya ayah, Yin Yin siap-siap dulu." ucap Yin Yin dengan suara keras dari dalam kamarnya.

Yin Yin segera menghampiri ayahnya dan paman Luo, Dia berdiri sopan,

"Paman Luo,"

Paman Luo tersenyum, "Ayahmu bilang kamu punya rencana besar?"

Yin Yin mengangguk, lalu menjelaskan semuanya, tentang pembangunan rumah mereka, lalu upah untuk pekerja berupa sedikit sembako dan uang. Lalu untuk membantu penduduk desa Shanyin membuat roti gandum madu di jual di pasar desa dan peluang kerja sama dengan Paviliun Anggrek di kota Qinghe.

Paman Luo mendengarkan dengan serius, semakin lama ekspresinya berubah dari tenang menjadi kagum dengan ide Yin Yin.

"Anak ini, pikirannya jauh sekali, bahkan aku tidak memikirkan ide sejauh itu."

Paman Luo lalu tertawa kecil.

"Bagus, sangat bagus! Paman dukung ide ini Yin Yin, kita harus segera berbicara dengan kepala desa."

Yin Guo Shan mengangguk mantap, "Besok pagi kita ke rumah kepala desa."

Yin Yin mengepalkan tangan kecilnya, seolah semangat membara melihat paman Luo akan membicarakan hal ini pada kepala desa, senyum tipis muncul di wajahnya.

"Tahap kedua dimulai, ayoo Yin Yin semangat".

Dimatanya, desa Shanyin ini bukan lagi tempat bertahan hidup, tapi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Bersambung...

1
Ai
semangat yin yin
@Mita🥰
lanjut seru banget 😍😍
Ai
crazy Up donk thor
@Mita🥰
bagus ceritanya thor 🥰🥰
Ai
aku suka cerita spt ini ada kehangatan dlm keluarga wlaupun tdk hidup bergelimang harta tp ttp bahagia😍
Twis G
siap, sebentar 2 bab yaa
Dewiendahsetiowati
panen besar
Dewiendahsetiowati
hadir thor,ini MC nya gak ada jari emas kah
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble dnk kak
Ani Ashari
bagus bngt,fiks lanjut Thor jangan berhenti di tengah jalan
yani nys nys
njut thoor.. kereeen...👏👏💪💪
Twis G: siap ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!