"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.
Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"
..
Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.
Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.
Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Namun, ketika Seana bertemu dengan tatapan tajam Mike, tubuhnya menggigil ketakutan. Segala pikiran yang ingin melarikan diri langsung terlupakan.
"Katanya kamu baik-baik aja. Kok malah diam aja?." Saat Seana masih tetap berdiri tegak, tatapan Mike menajam.
Membuat Seana tersadar dari lamunannya.
"Iya, aku baik-baik aja." katanya sembari berjalan mendekati meja Mike.
Mike mengangguk, memutar laptopnya agar Seana juga bisa melihat layarnya. Video yang mereka putar saat ini menunjukkan momen ketika Seana sedang membantu Sanzio berjalan menuju kamarnya. Pikiran Seana kembali kosong. Untungnya, sebelum dia bisa memikirkan bagaimana harus beraksi, rekaman itu tiba tiba berubah menjadi sekumpulan titik-titik hitam dan putih. Jelas, rekaman cctv itu sudah rusak.
Seana menghela nafas lega saat melihatnya.
Sembari menganggukkan kepalanya, Seana menoleh kearah Mike. "Iya mas, rekaman ini nih aku liat sama Velia. Kami udah coba nonton berkali-kali, tapi kami tetap ngga liat siapa pun masuk." Seana tahu itu karena dirinya memang ada didalam kamar Sanzio malam itu, jika ada orang yang masuk, Seana tentu sudah tahu siapa orangnya.
Karena rekaman cctv itu sudah benar-benar rusak, tidak ada seorang pun kecuali Seana, Velia dan kedua petugas keamanan yang mereka suap yang tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.
Saat Seana sudah merasa lega. Mike tiba tiba menghubungi seseorang dan tak lama kemudian seorang pria masuk ke kantor Mike.
"Pak Mike, ada apa?."
"Rekaman ini rusak. Tolong bantu saya untuk memperbaikinya."
Perasaan lega Seana langsung sirna saat itu juga, ia kembali terdiam membeku. Dengan pikiran bingung, Seana menatap Mike, lalu beralih ke pria yang baru datang itu. "Mas Mike, dia siapa?."
"Dia Bryan. Direktur IT dari cabang yang ada kota Red."
Bryan? Apa dia itu Bryan Wijaya?! Seana mengenal nama itu. Dia adalah teknik IT terbaik yang bekerja diperusahaan Sanzio. Seana tidak menyangka, Mike sudah mempersiapkan hal ini.
Bryan mengambil laptop milik Mike dan bersiul santai. "Ini bukan masalah yang serius. Saya bisa menyelesaikan ini dengan cepat."
Keringat dingin membasahi punggung Seana. Ia benar-benar sudah lelah untuk saat ini. Dan udara di sekitarnya terasa menipis saat ia berusaha untuk tidak terlihat panik. Seana mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menenangkan diri. "Apa, apa masih ada hal lain yang perlu aku bantu disini?." Seana tergagap, masih dalam keadaan syok.
"Karena ini masih di perbaiki, kamu bisa kembali bekerja."
Seana mengangguk. "Oke." jawabannya dengan berpura-pura tenang. Seana berbalik, meninggalkan kantor Mike. Tetapi Seana tidak pergi ke ruangannya sendiri, dia memilih pergi ke tangga darurat. Setelah menutup pintu, Seana mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Velia.
Sementara itu, Velia sedang melakukan rapat bersama dengan klien penting di luar perusahaan, ketika Seana tiba tiba menghubunginya. Setelah izin ke kamar mandi, Velia segera mengangkat panggilan telepon itu dan berkata dengan tergesa-gesa. "Seana, ada apa sih? Gue lagi rapat sama klien. Ada pak Bayu juga tadi."
"Velia, kita riwayat kita benaran udah tamat!."
"Ck, gue tau. Kita dari tadi bahas masalah ini, kan? Nanti lagi ya, gue masih sibuk. Tadi di jam makan siang aja kita belum punya solusi." Velia sudah muak dengan kepanikan Seana yang tanpa batas dan sudah tidak masuk akal.
Seana justru menangis. "Mike minta bantuan ke Bryan buat mulihin data rekaman yang kita rusak hari itu!."
"Apa lo bilang? Lo lagi ngga bercanda, kan Seana?!" Velia langsung berdiri.
Sedangkan Seana berjalan mondar mandir dengan cemas di tangga. "Vel, kita harus gimana ini? Kita harus gimana?." Seana panik.
Begitu Bryan berhasil memulihkan rekaman cctv itu, Sanzio akan mengetahui bahwa Seana tidak keluar dari kamarnya, malam itu. Dan merayu CEO adalah salah satu kejahatan yang paling serius, yang dilakukan seorang karyawan Kaivandra Internasional Group.
"Gue juga bingung kita harus gimana!." Velia sama paniknya seperti Seana. Setelah rekaman itu dipulihkan, Sanzio mungkin akan mengetahui bahwa Velia telah membantu Seana menghancurkan rekaman itu dan menyuap petugas keamanan. Untuk sesaat, Velia merasa bahwa ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi padanya.
Mendengar jawaban Velia, Seana menangis lebih keras.
"Pergi ke kantor Pak Zio sekarang dan minta izin cuti selama beberapa hari." Kata Velia buru-buru. "Setelah selesai rapat, gue langsung ke apartemen lo."
Situasinya semakin di luar kendali. Ini bukan sesuatu yang bisa mereka selesaikan dengan berbohong.