NovelToon NovelToon
Hati Yang Selalu Dijauhkan

Hati Yang Selalu Dijauhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Angst / Perjodohan
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Lolitta telah melewati begitu banyak penderitaan hidup. Berbagai masalah bahkan menyeretnya hingga ke penjara, menempa dirinya menjadi seorang gadis yang tangguh dan mandiri. Ia selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Meski bertunangan dengan pria kaya dan tampan, Lolitta tak pernah menjadi manja atau bergantung pada tunangannya.Di
balik ketegarannya, ia menyimpan luka yang hanya bisa ia tangisi dalam diam.

Dev Zhang, seorang konglomerat berpengaruh, menerima pertunangan itu hanya demi memenuhi permintaan sang kakek. Ia tak pernah menyadari bahwa gadis yang berdiri di sisinya telah mencintainya selama sepuluh tahun. Kedekatan Dev dengan cinta pertamanya membuat Lolitta memilih menjauh dan selalu menjaga jarak, mengubur perasaannya dalam diam.

Akankah Lolitta akhirnya berani mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam pada Dev Zhang?
Dan di antara Lolitta dan cinta pertamanya, siapakah yang benar-benar dicintai Dev?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Malam itu apartemen Lolitta terasa tenang. Lampu ruang tamu menyala redup, sementara di atas meja kaca tersusun beberapa dokumen yang baru saja dibawa Ken.

Lolitta duduk di sofa dengan satu kaki disilangkan. Tangannya memegang beberapa lembar berkas sambil membacanya dengan teliti.

Ken berdiri di depan meja dengan sikap hormat.

"Semua informasi yang saya dapatkan sudah lengkap," kata Ken serius. "Semua perbuatan Carmen Hong di luar negeri sudah tercatat di sini."

Lolitta berhenti membaca sejenak.

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya sebelum ia meletakkan dokumen itu kembali ke atas meja.

"Kalau Dev Zhang mengetahui wanita yang pernah dia cintai ternyata tidak bersih…" gumam Lolitta pelan. "Apakah dia masih akan menggunakan jasanya?"

Ken langsung menimpali.

"Nona, kita bisa menggunakan informasi ini untuk membuatnya dikeluarkan dari perusahaan."

Ia menatap dokumen di atas meja.

"Dengan begitu Tuan Zhang juga akan mengetahui sifat asli artis yang selama ini dia kenal."

Namun Lolitta justru menggeleng pelan.

"Tidak perlu. Aku ingin menguji kesetiaan Dev."

Lolitta menatap Ken dengan senyum yang sulit ditebak.

"Antara aku dan mantannya… siapa yang paling dia pedulikan. Informasi ini bisa menjadi senjata. Aku bisa menggunakannya untuk menantang wanita itu."

Lolitta tersenyum tipis.

"Menarik bukan? Wanita itu akan aku pastikan… berlutut di depanku."

Ken sedikit terdiam sebelum bertanya lagi.

"Nona sudah tahu kalau dia yang menyebarkan berita itu… Kenapa tidak memberitahu Tuan Zhang?"

Lolitta menggeleng pelan.

"Tidak ada bukti."

Ia lalu mengambil gelas minum di meja dan meneguknya perlahan.

"Dev tidak akan percaya. Kalau aku memberitahunya tanpa bukti… Dia akan mengira aku hanya sedang cemburu."

Ken mengangguk pelan, mulai memahami maksud majikannya.

Lolitta kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih tenang namun tegas.

"Aku hanya membutuhkan kesetiaannya."

Ia menatap dokumen Carmen sekali lagi.

"Jika dia tidak setia… dan justru membela wanita itu…"

Lolitta tersenyum tipis.

"Maka namanya akan aku hapus dari hidupku. Pria hanyalah seperti baju. Kalau tidak cocok… buang saja."

"Sekelas Dev Zhang saja tidak bisa meluluhkan hati Nona… sebenarnya apa yang telah Dev Zhang lakukan… sehingga Nona tidak pernah percaya padanya?" batin Ken.

Keesokan harinya.

Pagi di pabrik perusahaan terlihat sibuk seperti biasa. Truk-truk pengangkut barang berhenti di halaman, sementara para pekerja hilir mudik membawa kotak dan karung berisi bahan produksi.

Beberapa pekerja di bagian gudang terlihat sedang membongkar muatan dari truk, sementara yang lain sibuk menyusun barang-barang itu ke rak penyimpanan.

Di dalam area produksi, para pekerja tampak fokus menghitung stok barang yang baru masuk. Suara percakapan, langkah kaki, dan bunyi kotak yang dipindahkan memenuhi ruangan besar itu.

Di sisi lain ruangan—

Lolitta berdiri di dekat meja kerja sambil memeriksa data di tablet dan beberapa berkas. Sesekali ia mencatat sesuatu dengan cepat, memastikan semua barang yang masuk tercatat dengan benar.

Meski ia seorang manager, Lolitta sering turun langsung ke lapangan seperti ini.

Para pekerja sudah terbiasa melihatnya bekerja bersama mereka.

Tidak lama kemudian—

Pengurus Chen berdiri di tengah area kerja sambil menepuk tangannya beberapa kali.

"Semuanya, berhenti dulu sebentar!" serunya.

Para pekerja yang sedang sibuk membongkar dan menyusun barang langsung menghentikan pekerjaan mereka. Beberapa orang saling memandang dengan wajah penasaran sebelum akhirnya berkumpul di depan pria paruh baya itu.

"Ada sesuatu yang perlu saya sampaikan kepada kalian semua," kata Chen dengan nada sedikit serius.

Ia sempat melirik ke arah Lolitta yang masih berdiri di dekat meja pendataan.

"Hari ini perusahaan akan mengirimkan manager baru untuk menggantikan posisi Manager Fang."

Ucapan itu langsung membuat suasana menjadi riuh.

Beberapa pekerja terlihat terkejut, bahkan ada yang langsung menoleh ke arah Lolitta.

Salah satu pekerja laki-laki tidak bisa menahan rasa herannya.

"Pengurus Chen, kenapa tiba-tiba posisi Manager Fang diganti?" tanyanya.

Ia mengerutkan kening.

"Selama ini Manager Fang bekerja dengan sangat baik. Kenapa perusahaan membuat keputusan mendadak seperti ini?"

Beberapa pekerja lain ikut mengangguk setuju.

Pengurus Chen menghela napas pelan.

"Itu adalah keputusan dari perusahaan pusat," jawabnya.

Ia mengangkat bahunya seolah tidak bisa berbuat apa-apa."Saya juga hanya menyampaikan apa yang diperintahkan."

Seorang pekerja lain kemudian bertanya lagi dengan penasaran.

"Kalau begitu… siapa manager yang akan datang?"

Chen menatap mereka sebentar sebelum menjawab. "Namanya Carmen Hong."

Beberapa pekerja langsung saling berpandangan karena mereka mengenal nama itu.

Sementara itu—

Lolitta tetap berdiri di tempatnya dengan wajah tenang, seolah berita itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Namun di balik ketenangan itu, sorot matanya terlihat dingin.

Ia sudah menduga…

bahwa seseorang sedang mencoba menyingkirkannya dari posisi itu.

Semua pekerja menoleh ke arah Lolitta, menunggu reaksinya.

Lolitta yang sejak tadi berdiri di dekat meja pendataan akhirnya melangkah mendekat. Tatapannya tenang, tetapi suaranya terdengar tegas.

"Pengurus Chen," katanya dingin. "Siapa yang memutuskan seorang artis yang tidak memiliki pengalaman bisa menggantikan posisi saya?"

Ia menatap Chen lurus-lurus.

"Kalau ingin menggantikan saya, mereka harus memberikan alasan yang kuat."

Pengurus Chen terlihat sedikit canggung menghadapi pertanyaan itu.

"Manager Fang," jawabnya hati-hati, "saya juga hanya menerima perintah dari kantor pusat."

Ia menghela napas sebelum melanjutkan.

"Dan untuk posisi Anda… Anda akan dipindahkan menjadi seperti mereka."

Chen menunjuk ke arah para pekerja yang sedang membongkar barang.

"Anda akan bekerja di bagian pembongkaran barang."

Beberapa pekerja langsung saling berpandangan dengan wajah tidak percaya.

Namun Lolitta tidak terlihat marah. Ia hanya tersenyum tipis.

"Kalau aku melakukan kesalahan, aku akan menerima penggantian itu," katanya tenang.

"Tapi selama ini pekerjaanku tidak pernah bermasalah."

Ia melipat kedua tangannya di dada.

"Walaupun keputusan datang dari pusat, mereka tetap harus memberikan alasan yang jelas."

Pengurus Chen akhirnya menjawab dengan suara lebih pelan.

"Manager Fang… alasannya adalah berita yang tersebar itu."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Bagi mereka, seorang mantan narapidana tidak pantas menjabat sebagai manager."

Namun Lolitta hanya tertawa kecil.

"Aku memang mantan narapidana," katanya tanpa menyangkal.

"Tapi apakah Carmen memiliki pengalaman? Ingin menggantikan posisiku?"

Ia menatap Chen dengan dingin.

"Suruh dia datang menemuiku."

Chen segera menjawab, "Dia sedang dalam perjalanan ke sini. Sebentar lagi akan tiba."

Lolitta mendengus pelan.

"Kalau begitu suruh dia datang ke kantor menemuiku."

Ia berbalik dengan langkah tegas.

"Aku penasaran… apakah dia benar-benar mampu menyingkirkanku."

1
Ridwani
👍
Ridwani
👍👍
kitty ❤
min, kok bab 23 ada dua?
Pikachu: Iya, kak. jaringan author ngelag, klik dua kali baru bisa malah jadi doubel bab. terima kasih mengingatkan🙏🙏
total 1 replies
Dini Anggraini
Carmen hong semakin kamu mengusik hidup lollita semakin lollita bisa pisah dengan Dave kak karena kasihan lollita selama ini mencintai Dave sendirian sedangkan Dave meskipun cinta lollita tapi apa yang dia lakukan ke mantannya semua orang pasti berpikir Dave akan kembali dengan mantannya ( Carmen hong) daripada lollita sakit hati mendingan di lepaskan saja Dave lollitanya. 🙏😍😍
JasmineA
lo pikir lolita peduli soal dirinya mantan narapidana...dia aja kerja dipelabuhan awalnya karna ngak mau bergantung sama pria...lo pikir lolita bakalan nangis dipojokan gitu...maaf lolita fang bukan gadis menye2 kek lu
falea sezi
q suka cwek g manja siipp dah
JasmineA
kita liat aja...emang benar dikejar atau lebih prioritaskan mantan dgn alasan kerjasama...
JasmineA
kek gak ada model lain aja yg bisa di perkerjakan...emang harus gitu ambil mantan?kalo pun terpaksa...bisa kok suruh yg lain aja yg jemput ke bandara...emang harus CEO sndri yg jemputnya?
🤩😘wiexelsvan😘🤩
semangattt berkarya dan semangattt up yaach thorrr😍😘
Dame Manalu
apakah Dev punya pacar apa tunangan !..
Maria Mariati
berterus terang saja Lolita apa yang menjadi rasa di hatimu,daripada menyesal kemudian hari
Permata_tanty
knpa jd namanya cowoknya calvin thor ??? bukannya dav zang ya
Pikachu: Maaf kak, salah masuk nama 🤣🤣
total 1 replies
Maria Mariati
pasti ada seseorang yang datang padanya kalo Dev kekasih nya,mangkanya Lolita tidak mau ketemu Dev,kasihan jadi salah paham kali yakk
M Karyawanti
lanjut dong ceritanya 🙏
Maria Mariati
balas dendam di mulai 💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!