NovelToon NovelToon
A WINTER OF MY HEART

A WINTER OF MY HEART

Status: tamat
Genre:Karir / Angst / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sinopsis
Aruna Rembulan Maharani
Gadis dengan kata-kata yang membelenggu.
Ia adalah editor handal yang hidup di balik tirai kata-kata puitis namun kosong. Di permukaan, Aruna terlihat tenang dan terkendali, seorang gadis yang pandai memoles keburukan dunia menjadi narasi yang indah.
Biru Laksmana Langit
Laki-laki dengan lensa yang memburu kebenaran.
Lahir di tengah gelimang harta keluarga Laksmana, Biru justru memilih menjadi anomali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Catatan penulis : Tentang fajar yang terbit di tengah musim dingin

​Setiap cerita memiliki suhunya sendiri, dan bagiku, menulis kisah Aruna Rembulan Maharani adalah perjalanan paling dingin yang pernah kutempuh. Terima kasih telah bersedia mengenakan jubah hangat, menembus badai salju, dan berjalan di atas hamparan es yang rapuh untuk menemani Aruna—saat ia memutuskan bahwa membekukan hati adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

​Menulis A Winter of My Heart bukan sekadar menyusun kata di atas kertas, melainkan sebuah refleksi tentang bagaimana seseorang berdamai dengan kehancuran. Melalui Aruna, aku ingin bercerita bahwa pengkhianatan yang dilakukan oleh Abhimana Semesta bukan hanya tentang janji pernikahan yang diingkari. Ini tentang hilangnya kepercayaan pada datangnya musim semi.

​Saat seseorang yang kita anggap sebagai "semesta" justru memberikan mataharinya kepada orang lain, wajar jika kita memilih untuk menutup diri dalam sunyi. Aku tahu rasanya, karena Aruna adalah bagian dari jiwaku yang pernah dipaksa berdiri tegak di tengah badai yang tak pernah ia minta.

​Namun, narasi ini tidak akan pernah lengkap tanpa kehadiran Biru Laksmana Langit. Melalui sosoknya, aku ingin menitipkan pesan: bahwa cinta yang tulus tidak datang sebagai api yang menghanguskan, melainkan sebagai kehangatan yang sabar. Keputusan Biru untuk melepas segala kemewahan, menanggalkan takhta Laksmana, dan merelakan kenyamanan hidup demi menjaga "Rembulan"-nya, adalah pembuktian bahwa kekayaan sejati bukanlah pada apa yang kita miliki, melainkan pada siapa yang tetap kita genggam saat dunia memaksa kita untuk melepaskannya.

​Hingga akhirnya, musim dingin itu benar-benar menyerah pada takdirnya. Kehadiran Fajar Samudra Langit dalam hidup Aruna dan Biru bukan sekadar sebuah akhir bahagia yang klise, melainkan awal dari bab yang paling terang. Fajar adalah bukti bahwa dari hati yang pernah membeku, masih bisa tumbuh cinta yang paling hangat. Dia adalah pengingat bahwa sesakit apa pun pengkhianatan yang pernah kita lalui, hidup akan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memeluk kebahagiaan yang jauh lebih murni. Melihat Biru mendekap Fajar, aku menyadari bahwa luka lama itu tidak benar-benar hilang—ia hanya berubah menjadi kekuatan untuk menjaga cahaya baru ini agar tak pernah padam.

​Kepada para pembaca, terima kasih karena telah menjadi saksi bisu atas setiap luka dan kesembuhan di buku ini. Terima kasih telah ikut merasakan sesak saat Aruna harus melihat Abhimana memilih tanggung jawab lain, dan ikut merasakan hangat saat Biru akhirnya menangkap potret kebahagiaan Aruna di balik lensa kameranya. Kehadiran kalian adalah matahari yang menjaga jemariku agar tidak ikut membeku saat merangkai bab demi bab yang menyakitkan ini.

​Sampai jumpa di cerita luka selanjutnya. Lewat buku ini, aku ingin menyuarakan setiap luka yang mungkin selama ini hanya tersimpan sunyi di dalam hati. Semoga kisah Aruna bisa menjadi teman bagi kalian yang merasakan hal serupa, dan menjadi pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian dalam menghadapi dinginnya luka.

​Terima kasih telah membaca hingga lembar terakhir, hingga rintik salju terakhir mereda. Terima kasih telah menghargai kejujuran dalam setiap luka yang kutuliskan. Sampai bertemu di cerita-cerita selanjutnya—di mana mungkin kita akan menemukan musim yang lebih bersahabat, dengan hati yang telah jauh lebih kuat.

​Di bawah langit yang tetap biru, menyambut fajar yang baru,

​(istimariellaahmad)

​Sebab pada akhirnya, kita bukan ditentukan oleh siapa yang meninggalkan kita, melainkan oleh siapa yang memilih untuk tetap tinggal dan menemani kita menjemput fajar.

1
Wiwik Darwasih
bagus👍
deepey
bikin meleleh..
deepey
salam kenal kk.
Isti Mariella Ahmad: Salam kenal 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!