Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.
Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ancaman Erga
“Bagus,” sahut Erga cepat. “Karena dunia kamu sama dunia dia beda.”
Kalimat itu menusuk bukan karena baru, tapi karena terlalu sering Mandala mendengarnya dalam hidup.
Ia menatap Erga, kali ini lebih tajam. “Itu bukan hak kamu buat nentuin.”
Erga terdiam sesaat, jelas tak menyangka jawaban itu.
Mandala melanjutkan, suaranya tetap tenang. “Keyla bisa jaga dirinya sendiri. Dan aku tahu batas.”
Erga menatapnya lama, seolah mencoba mencari celah. Lalu ia tertawa kecil, miring.
“Kita lihat aja nanti,” katanya pelan. “Biasanya orang kayak kamu… cepat atau lambat kelihatan maunya apa.”
Mandala tak membalas.
Erga berbalik pergi, meninggalkan kalimat itu menggantung seperti ancaman yang dibungkus senyum.
Langkah Erga menjauh, tapi kata-katanya tertinggal.
Mandala berdiri beberapa detik lebih lama di lorong itu, menatap punggung Erga hingga menghilang di balik kerumunan mahasiswa. Suara langkah kaki, tawa kecil, dan obrolan ringan kembali memenuhi udara seolah percakapan barusan tak pernah terjadi.
Namun di dalam dada Mandala, ada sesuatu yang bergeser.
Ia menghembuskan napas pelan, mencoba menenangkan denyut yang tak perlu. Ancaman terselubung seperti itu bukan hal baru baginya. Ia tumbuh dengan tatapan merendahkan, dengan kalimat-kalimat yang selalu mengingatkannya tentang tempat atau lebih tepatnya, bukan tempatnya.
“Terlalu cepat,” gumamnya lirih.
Ia seharusnya tak menarik perhatian. Seharusnya tetap jadi bayangan. Tapi sejak pagi tadi, sejak Keyla menarik tangannya di depan semua orang, garis yang ia jaga mulai kabur.
Mandala melangkah kembali ke dalam kelas.
Keyla sudah duduk, menatap layar ponselnya tapi jelas tak fokus. Begitu Mandala masuk, matanya terangkat. Mereka saling berpandangan sepersekian detik cukup lama untuk saling membaca, cukup singkat untuk berpura-pura tak terjadi apa-apa.
“Kamu nggak apa-apa?” bisik Keyla ketika Mandala duduk di bangkunya.
Mandala mengangguk kecil. “Aman.”
Keyla ragu. “Dia ngomong apa?”
“Cuma hal yang nggak penting,” jawab Mandala ringan.
Keyla menatapnya sejenak, seperti ingin memaksa kebenaran keluar, tapi akhirnya memilih diam. Ia kembali menatap ke depan, rahangnya sedikit mengeras. Ada kemarahan yang tak ia suarakan.
Mandala menyadarinya.
Dan untuk pertama kalinya, ia merasa bersalah bukan karena rencananya, tapi karena orang lain mulai ikut terseret ke dalamnya.
Kelas berlanjut. Materi berganti. Waktu berjalan.
Namun di belakang mereka, Erga duduk dengan tubuh condong ke depan, siku bertumpu di meja. Matanya sesekali tertuju pada punggung Mandala, lalu beralih ke Keyla. Tatapan itu tak lagi terbuka penuh emosi lebih dingin, lebih berhitung.
Itu justru yang membuat Mandala waspada.
Bel akhir kelas berbunyi.
Mahasiswa kembali berhamburan keluar. Keyla berkemas cepat, berdiri tanpa menunggu Erga.
“Man,” katanya pelan, “kamu balik duluan aja. Aku ada urusan.”
Mandala mengangguk. “Aku tunggu di mobil.”
Keyla tersenyum tipis senyum yang tak sepenuhnya sampai ke mata. “Makasih.”
Mandala melangkah pergi, tapi sebelum benar-benar keluar gedung, ia mendengar suara Erga memanggil nama Keyla dari belakang. Nada yang dibuat lembut, seolah kejadian tadi tak pernah ada.
Mandala tidak menoleh.
...
Di halaman kampus, ia duduk di balik kemudi, menatap lurus ke depan. Tangannya menggenggam setir lebih lama dari perlu.
Bayu Pratama. Keyla. Erga.
Tiga nama itu kini terhubung dalam satu garis yang tak ia rencanakan sejauh ini.
Ia menunggu Keyla di mobil.
“Pelan,” katanya lagi pada dirinya sendiri.
***
Tak lama kemudian, pintu gedung kampus terbuka lagi.
Erga melangkah keluar, kali ini sendirian. Matanya langsung menemukan Mandala di dalam mobil. Ia tidak ragu. Langkahnya cepat, lurus, penuh niat.
Mandala melihatnya lewat kaca spion. Ia mematikan mesin, turun dari mobil sebelum Erga sampai di sisinya.
“Kamu nunggu Keyla?” tanya Erga tanpa basa-basi. Suaranya rendah, tapi tegang.
“Iya,” jawab Mandala singkat.
Erga berhenti tepat di depannya. Jarak mereka terlalu dekat, sengaja dibuat begitu. “Dengerin gue sekali lagi,” katanya pelan, tapi tajam. “Gue nggak suka kamu ada di sekitar dia. Terlalu sering. Terlalu dekat.”
Mandala menatapnya datar. Tidak mundur, tidak menantang. “Itu urusan kamu sama Keyla.”
Rahang Erga mengeras. “Jangan sok tenang. Gue bisa bikin hidup kamu ribet kalau mau.”
Ancaman itu meluncur begitu saja, ringan, seolah hal biasa.
Mandala hanya menghela napas. “Kalau cuma itu, gue mau nunggu.”
Sikap acuh itu jelas tak sesuai harapan Erga. Ia terdiam sesaat, lalu tertawa kecil, tanpa humor. “Percaya deh. Orang kayak kamu biasanya lupa diri kalau udah ngerasa aman.”
Mandala mengangkat bahu tipis. “Atau kamu aja yang kebanyakan mikir.”
Wajah Erga menegang. Tapi alih-alih meledak, ia justru mundur selangkah. Senyum tipis kembali terpasang senyum yang sama seperti di lorong tadi.
“Kita lihat aja,” katanya. “Inget omongan gue.”
Erga berbalik dan pergi, meninggalkan udara yang terasa lebih berat dari sebelumnya.
Mandala tidak mengejarnya. Ia juga tidak membalas dengan kata-kata. Ancaman Erga tak lagi membuatnya gentar yang membuatnya gelisah justru kenyataan bahwa semua ini semakin terbuka, semakin sulit disembunyikan.
Waktu berlalu.
Keyla belum juga muncul.
Mandala melirik jam di dashboard, lalu ke arah gedung. Ia turun dari mobil, berjalan beberapa langkah, lalu memilih duduk di bawah pohon besar di tepi area parkir. Angin sore bergerak pelan, daun-daun bergesekan di atas kepalanya.
Ia menunggu.
Beberapa mahasiswa lewat berpasangan, tertawa, sibuk dengan dunianya masing-masing. Mandala nyaris kembali menunduk ketika satu pemandangan membuatnya berhenti bernapas sejenak.
Erga.
Beberapa meter dari sana, Erga berjalan keluar dari sisi lain gedung bersama seorang perempuan. Rambut perempuan itu terurai, tangannya melingkar santai di lengan Erga. Mereka tertawa. Terlalu dekat. Terlalu akrab untuk disebut kebetulan.
Dan yang paling mencolok Erga merangkul pinggangnya.
Mandala menatap lurus, jantungnya berdetak lebih cepat, bukan karena marah, tapi karena satu kesadaran dingin.
Dengan gerakan cepat dan refleks, Mandala merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel. Ia mengatur sudut, memastikan wajah Erga terlihat jelas, lalu menekan layar.
Klik.
Satu foto.
Lalu satu lagi.
Ia tidak berniat menjadi pahlawan. Tidak juga berniat ikut campur. Tapi nalurinya berkata, suatu hari nanti, kebenaran kecil seperti ini bisa berarti besar.
Erga dan perempuan itu terus berjalan, tak menyadari apa pun.
Mandala menurunkan ponselnya, menatap layar sebentar, lalu menguncinya kembali. Wajahnya tetap tenang, tapi pikirannya mulai bekerja.
Tak lama kemudian, dari arah gedung utama, Keyla akhirnya muncul.
Mandala menunggunya di samping Mobil, membukakan pintu belakang untuk Keyla setelah Keyla sampai di dekatnya. Namun' Keyla menolak duduk di belakang, ia tersenyum pada Mandala lantas,
"Man, Aku di depan saja."
Mandala menatap lama, " Tapi kamu. Aku kan sopir kamu."
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰🤗💪
rasain tuh Keyla bela Mandala 😡😡
Erga stresss tuhh dia yg selingkuh dia yg gk Terima Keyla dg Mandala 😡😡
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetp semangat sayyy quuu🥰🤗💪
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy 💪💪
padahal dia yg salah selingkuh dg sahabat Keyla 😡😡
Bayu bukan ayah mu Mandala 😌😌
duhh Erga yg pura-pura siapa coba? qm yg pura-pura bukan Mandala pakai suruh Mandala jaga jarak dg Keyla, lalu perselingkuhan mu dg sahabat nya Keyla??
greget sama Erga 😌😌😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪🐱
kau harus cari tau kebenarannya Mandala 😌😌
waduhhhh Erga cemburu gk tuh Keyla jalan dg Mandala 😆😆
Erga gk tau malu dia yg selingkuh dg Sahabat nya Keyla, dia pula cemburu Keyla dg Mandala 😌😌
penasaran...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
duhhh jangan² Mandala jatuh cinta dg Keyla tapi blm sadar 😄😄
qm bukan anak nya Bayu Pratama gk pantas qm panggil Ayah 😁😁
seandainya Mandala tau yg sebenarnya pst kecewa sama Alira. tapi jgn dulu tau yaa, nnt cepat tamat pula 😄😄
duhh ternyata Pak Arifal itu tetangga rumah nya sama Bayu Pratama.. ?? kebetulan sekali.
Mandala pun bertemu dg Pak Arifal di bengkel....
duhh akhirnya Mandala tinggal dg Pak Hermawan...
gmn yaa selanjutnya..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy quuu🤗🥰💪
gmn yaa reaksi Bayu nnnt jika tau siapa Mandala 🤔🤔
duhhh jgn² Bengkel yg Pak Arifal maksud sama dg bengkel nya Keyla dongg...
gmn yaa reaksi Pak Arifal jika tau siapa Mandala 🤔🤔
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
akhirnya Mandala di Terima kerja jadi sopir nya Keyla...
duhhh Keyla ada² saja Mandala tinggal sama Pak Hermawan dekat rumah nya.
gmn klo Bayu dan Sekar tau siapa Mandala?
penasaran....
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quuu🐱🤗🥰💪
duhh dalam perjalanan, Keyla curhat ke Mandala dong 🤗
waduhhh Mandala mau jadi sopir nya Keyla?? duhh gmn nnt jika Mandala ketemu Bayu Pratama🤔🤔
Keyla chat Mandala dan blg Ayahnya mau ketemu dg Mandala dong...
penasaran gmn nnt nya Mandala ketemu dg Bayu 🤔🤔
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🤗 tetap semangat sayyy quuu🐱🥰💪