NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberontakan Melawan Mata Langit!

Waktu di dunia pelangi ini berjalan dengan cara yang aneh, seperti aliran sungai yang terkadang deras, terkadang tenang. Saat Xu Hao bermeditasi, dia tidak menghitung hari. Namun, berdasarkan siklus napas dan denyut energinya sendiri, dia memperkirakan telah melewati sekitar sebulan.

Dalam sebulan itu, fokusnya bukan hanya pada penyerapan Kristal Inti Monster, tapi pada pendalaman pemahaman terhadap hukum-hukum yang dia kuasai. Hukum Asal, fondasi segala sesuatu, kini terasa lebih hidup di dalam dirinya. Dia bisa merasakan benang-benang halus penciptaan dan pembubaran yang membentuk realitas di sekelilingnya. Dao Ruang bukan lagi sekadar alat untuk berpindah atau menyerang, tapi sebuah lanskap yang bisa dia baca dan pengaruhi dengan kehalusan yang sebelumnya tidak terbayangkan. Dao Pembunuhan, meski dia berusaha tidak terlalu tenggelam di dalamnya, telah terasah menjadi lebih tajam dan terfokus, seperti pisau bedah yang dingin.

Semua ini, ditambah dengan pengalaman pertarungan hidup-mati melawan Borong yang telah memaksa dirinya untuk beradaptasi dan mengeluarkan potensinya, membuat fondasi Dao Awakening tahap menengahnya menjadi sangat kokoh. Seperti batu karang yang tak tergoyahkan oleh amukan gelombang.

Pada suatu titik, tanpa paksaan, tanpa usaha keras, sebuah penghalang halus di dalam dirinya pecah.

Kreek.

Suara yang hanya bisa didengar di dalam jiwa. Samudera Qi-nya meluas, inti Dao-nya bersinar lebih terang dan padat. Pikirannya menjadi lebih jernih, inderanya lebih tajam. Dia telah memasuki Dao Awakening tahap akhir.

Xu Hao membuka mata. Tidak ada ledakan energi, tidak ada fenomena langit. Di dunia yang terisolasi ini, mungkin bahkan Langit itu sendiri tidak sepenuhnya bisa memantau. Dia hanya merasa dirinya lebih... utuh. Lebih kuat. Lebih dekat dengan kebenaran jalan kultivasinya sendiri.

Dia berdiri, meregangkan tubuh. Setiap otot, setiap sel, dipenuhi oleh kekuatan yang meluap. Dia melihat ke sekeliling taman yang masih sunyi, lalu memandang ke kejauhan, ke pelangi-pelangi padat yang melengkung di antara kabut cahaya. Dia melihat sekelompok kelinci berbulu perak yang sedang meluncur turun di salah satu pelangi, terkekeh dengan suara kecil seperti gemerincing bel.

Pemandangan itu indah, damai. Tapi Xu Hao tahu, di balik keindahan itu, dunia ini menyimpan misteri dan bahaya yang dalam. Dan dia butuh lebih banyak kekuatan. Kekuatan untuk menghadapi semua yang akan datang.

Dia mencari pelangi yang kosong, yang tidak digunakan oleh makhluk-makhluk dunia ini sebagai jalur bermain. Matanya yang tajam akhirnya menemukan satu, di sebelah timur, melengkung tinggi ke suatu tempat di dalam kabut yang lebih tebal. Pelangi itu tampak lebih tua, warnanya lebih pudar, dan tidak ada aktivitas di atasnya.

Dia melayang ke atas, mendarat dengan lembut di tengah lengkungan pelangi itu. Di sini, di titik tertinggi, ada sebuah cekungan alami seperti mangkuk raksasa, seolah-olah pelangi itu pernah digunakan sebagai tempat berkumpul atau meditasi oleh seseorang di masa lalu.

Xu Hao duduk di dalam cekungan itu. Aromanya sangat manis dan nyaman di sini, seperti campuran madu, bunga-bunga langka, dan udara gunung setelah hujan. Energi spiritual bahkan lebih padat daripada di taman, berpusat di sini seperti mata air yang tak terlihat.

"Ini tempat yang sempurna," gumamnya.

Dia mengeluarkan Kristal Inti Monster terakhir dari cincin penyimpanannya.

Dia menatap kristal itu. Langkah berikutnya adalah Heaven Ascension. Sebuah tingkat yang benar-benar berbeda. Tingkat di mana seorang kultivator mulai benar-benar menyentuh hukum langit dan bumi, dan diuji oleh Langit itu sendiri.

Di dunia luar, terobosan ke Heaven Ascension biasanya memicu Tribulasi Langit yang dahsyat. Di dunia yang terisolasi ini, dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi dia harus mencoba.

Dengan tekad yang membara, Kali ini Xu Hao tidak memurnikan, tapi memasukkan Kristal Inti Monster langsung ke dalam mulutnya. Kristal itu tidak keras seperti batu, tapi meleleh menjadi aliran energi dingin dan manis yang langsung mengalir ke tenggorokannya, membanjiri tubuhnya.

Dia segera menutup matanya, memusatkan seluruh perhatian pada proses terobosan.

Energi dari kristal itu sangat besar, tapi juga sangat murni. Dengan bimbingan Hukum Asal-nya, energi itu dengan cepat diubah dan diintegrasikan ke dalam sistemnya. Inti Dao-nya mulai berdenyut lebih kuat, seolah-olah mempersiapkan sebuah transformasi besar.

Prosesnya memakan waktu. Sepuluh hari? Lima belas hari? Xu Hao tidak lagi peduli dengan waktu. Seluruh keberadaannya fokus pada peleburan, pemadatan, dan peningkatan.

Kemudian, tiba saatnya.

Di dalam dirinya, sebuah titik cahaya keemasan muncul di pusat inti Dao. Titik itu membesar, menyebar, mengubah warna Qi-nya dari biru baja menjadi keemasan cerah. Samudera Qi-nya menguap dan terkondensasi kembali menjadi zat yang lebih halus, lebih berwibawa.

Dia mulai merasakan hubungan baru dengan dunia di sekelilingnya. Bukan hanya mengendalikan energi, tapi merasakan kehendak dari bumi, udara, dan cahaya di sekitarnya.

Itulah tanda: Heaven Ascension.

Tapi di dunia yang terisolasi ini, Langit sepertinya masih bisa merasakan terobosannya.

Di atas kepalanya, di langit dunia pelangi yang biasanya dipenuhi kabut cahaya berwarna-warni, sebuah kegelapan mulai berkumpul. Bukan awan biasa, tapi sesuatu yang lebih padat, lebih menakutkan. Kegelapan itu berputar, membentuk sebuah pusaran raksasa.

Dan dari pusat pusaran itu, sebuah Mata terbuka.

Mata itu sangat besar, menutupi separuh langit. Irisnya berwarna abu-abu berputar-putar seperti badai, dan pupilnya adalah kegelapan murni yang menatap langsung ke arah Xu Hao. Tidak ada ekspresi, hanya pengadilan dingin dan absolut.

Sebuah suara menggema di seluruh dunia, bukan melalui udara, tapi langsung di dalam jiwa setiap makhluk yang hidup.

"MANUSIA INI... MEMILIKI BIBIT SUMBER BENCANA. TUBUH, HATI, DAN DAO-NYA HARUS DIMUSNAHKAN."

Tekanan yang datang bersama kata-kata itu luar biasa. Xu Hao, yang masih duduk bersila, merasa seperti seluruh gunung dunia menindih tubuhnya. Tulang-tulangnya berderak, darahnya mendidih, dan inti Dao-nya yang baru saja terbentuk terasa seperti akan pecah.

Dia langsung terbaring telentang di permukaan pelangi, tidak bisa bergerak, napasnya tercekat. Setiap sel dalam tubuhnya berteriak kesakitan. Tubuhnya menunjukkan tanda tanda kehancuran, bisa menjadi daging bubur kapan pun.

Xu Hao sangat heran dengan fanomena ini, seharusnya hal seperti ini tidak terjadi, dari apa yang pernah ia baca, dan juga informasi dari rubah tua. Hal ini tidak pernah ada dalam informasi itu, sekarang langit bersuara seperti saat terobosan Nascent Soul nya di dunia kecil, tapi ini ribuan kali lebih mengerikan.

"Ini... kah ranah Heaven Ascension itu?" erangnya melalui gigi yang gemeretak. "Langit sendiri... datang untuk menghancurkanku?"

Kemarahan, yang telah lama tertanam dalam hatinya sejak kematian orang tuanya, semua ketidakadilan yang dia alami, tiba-tiba meledak.

Dia menatap Mata Langit itu, matanya memancarkan cahaya keemasan bercampur kilatan merah kegilaan.

"LANGIT!" teriaknya, suaranya parau namun dipenuhi dengan kekuatan tekad yang tak terbendung.

"KAU INGIN MENGHANCURKAN TUBUHKU? MENGHANCURKAN DAO-KU?"

Dengan usaha yang luar biasa, dengan mengerahkan setiap tetes kekuatan dari terobosan barunya, dari hukum-hukum yang dia pahami, dari dendam dan harapannya, dia mendorong tangannya ke pelangi yang retak dan BANGKIT.

"MUSTAHIL!!!"

Tubuhnya berdiri tegak, meski lututnya gemetar, meski darah mengalir dari sudut mata dan mulutnya. Dia menatap langit, menantang.

"KAU TIDAK PERNAH MENGASIHANIKU!!"

"TIDAK PERNAH MEMBERIKAN KEADILAN UNTUKKU!! ORANG TUAKU DIHANCURKAN! BAKATKU DICURI!

"SEKARANG... KAU DATANG INGIN MENGHANCURKANKU LAGI?"

Xu Hao melesat ke atas, meninggalkan pelangi, terbang langsung menuju Mata Langit yang mengerikan itu. Energi Heaven Ascension-nya yang baru membara di sekelilingnya seperti mantel api emas.

"ITU TIDAK MUNGKIN!!!"

Teriaknya lagi, suaranya menggema di seluruh ruang.

"AKU XU HAO TIDAK AKAN PERNAH LAGI DIBUNGKAM! TIDAK AKAN PERNAH LAGI DIPATAHKAN!"

Saat dia terbang, tangannya bergerak cepat, membentuk serangkaian segel tangan yang rumit. Setiap segel adalah perwujudan dari pemahaman hukumnya. Hukum Asal, Dao Ruang, Dao Pembunuhan, semuanya bersatu dalam sebuah ritual pemberontakan.

Di dalam dantiannya, Pedang Pemutus Dao yang dia dapatkan dari Dunia Pedang dahulu, yang selalu diam, tiba-tiba bergetar keras. Pedang itu seakan merasakan kemarahan tuannya, merasakan tantangan terhadap otoritas tertinggi.

WUUNGGG!!!

Suara keras yang memekakkan jiwa, pedang itu keluar dari tubuhnya, menembus perutnya tanpa melukai, dan muncul di udara, berputar di depan Xu Hao.

Xu Hao meraihnya. Gagang pedang itu terasa hangat, seperti jantung yang berdetak.

"KAU SANGAT BERANI!!!"

Suara Langit itu bergema lagi, dingin dan tak berperasaan. Lalu, dari pusat Mata itu, sebuah Telapak Tangan Raksasa terbentuk dari awan petir dan kegelapan, ukurannya menutupi langit, dan menghantam ke bawah untuk menghancurkan Xu Hao seperti menghancurkan serangga.

Tekanan dari telapak tangan itu membuat udara berubah menjadi padat seperti baja. Dunia pelangi di bawahnya berguncang, retakan-retakan muncul di pelangi-pelangi yang indah.

Wajah Xu Hao dipenuhi oleh kemarahan murni yang tak terbendung. Dia tidak melihat ketakutan di matanya. Hanya tekad untuk melawan, atau mati.

"KAU BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUHKU!!?"

Gumamnya, suaranya tiba-tiba tenang, dan terasa sangat berbahaya.

"HMP... JIKA KAU INGIN MEMBUNUHKU..."

Dia mengangkat Pedang Pemutus Dao tinggi-tinggi. Pedang itu bersinar dengan cahaya keperakan yang dingin, memotong kegelapan di sekitarnya. Seluruh kekuatannya, seluruh hukumnya, seluruh emosinya, dia curahkan ke dalam satu tebasan.

"AKU DULU YANG AKAN MEMBUNUHMU!!!"

Teriakan itu adalah deklarasi perang terhadap takdir, terhadap ketidakadilan, terhadap Langit yang kejam pada ayah ibunya, juga dirinya.

"DAO PEMBERONTAKAN!!!!"

Dia mengayunkan pedangnya.

Bukan sebuah tebasan fisik biasa. Itu adalah perwujudan dari jiwa pemberontaknya. Sebuah garis cahaya keperakan tipis melesat dari ujung pedang. Garis itu tidak besar, tidak gemerlap. Tapi di dalamnya, terkandung Hukum Asal yang membubarkan, Dao Ruang yang menembus segalanya, Dao Pembunuhan yang mengakhiri, dan yang terpenting, Kehendak Bebas Xu Hao sendiri yang menolak untuk dihakimi, ditakdirkan, atau dimusnahkan.

Garis cahaya keperakan itu bertemu dengan Telapak Tangan Raksasa dari Langit.

Tidak ada ledakan besar seperti yang diduga.

Garis cahaya itu hanya... menembus telapak tangan itu, seperti jarum panas menembus mentega. Di mana pun garis itu melewati, telapak tangan yang terbuat dari petir dan kegelapan itu membubar, kehilangan bentuknya, kembali menjadi energi kacau yang kemudian diserap oleh garis cahaya itu sendiri.

Garis itu terus melaju, tak terbendung, langsung menuju pusat Mata Langit di langit.

Mata itu, untuk pertama kalinya, menunjukkan emosi: KEHERANAN, lalu KEMARAHAN, dan akhirnya... SEDIKIT KETAKUTAN.

"TIDAK MUNGKIN! MAHLUK RENDAH! KAU—"

Suara Langit terputus.

Garis cahaya keperakan itu menembus tepat di tengah pupil Mata Langit.

KREEAAAAAKKKK!!!

Suara seperti kaca raksasa pecah. Mata Langit itu retak, retakan-retakan cahaya keperakan menyebar dari titik tusukan. Lalu, Mata itu hancur berkeping-keping, berubah menjadi hujan cahaya keemasan dan hitam yang berjatuhan ke dunia di bawah.

Pusaran kegelapan di langit mulai bubar. Langit dunia pelangi perlahan-lahan kembali ke keadaan semula, dengan kabut cahaya berwarna-warni, meski sekarang terlihat agak kacau dan bergetar.

Xu Hao melayang di udara, napasnya terengah-engah. Pedang Pemutus Dao di tangannya masih bersinar redup. Tubuhnya penuh luka, darah mengalir dari setiap pori-pori. Tapi dia hidup. Dia menang.

Dia... telah memberontak terhadap Langit, dan menang.

Dia memandang langit yang kini kosong, lalu ke bawah, ke dunia pelangi yang masih terguncang.

"Heaven Ascension..." gumamnya, suaranya penuh kelegaan dan kekuatan baru. "Bukan tentang tunduk pada Langit. Tapi tentang memiliki kekuatan untuk menghadapinya. Bahkan... menghancurkan eksistensinya."

Dia tahu, ini bukan akhir. Langit tidak akan melupakan ini. Mungkin di luar dunia ini, Tribulasi Langit yang sesungguhnya menunggunya. Tapi untuk sekarang, dia telah melewati ujiannya.

Dengan sisa tenaga, dia melayang turun, kembali ke cekungan di pelangi. Dia duduk bersila lagi, kali ini untuk memperkuat fondasi Heaven Ascension-nya yang baru saja diperoleh dengan cara yang sangat tidak biasa. Karena sesungguhnya tribulasi (Kesengsaraan Surgawi atau Petaka Langit) Tingkat Heaven Ascension seharusnya tidak seperti itu, apa yang terjadi? mengapa tribulasi itu ingin menghancurkan Xu Hao? Tidak ada yang tau alasan pastinya.

Dia menutup matanya, memasuki meditasi lagi. Sekarang, energi di sekelilingnya mengalir ke dalam tubuhnya dengan lebih lancar, seolah-olah dunia ini sendiri mengakuinya. Bahkan sisa-sisa cahaya keemasan dan hitam dari Mata Langit yang hancur berjatuhan diserap olehnya, memberikan pemahaman baru tentang hukum langit dan bumi.

Xu Hao, kini seorang Heaven Ascension, telah mengambil langkah besar menuju tujuannya. Dan dia melakukannya bukan dengan tunduk, tapi dengan mengangkat pedang melawan langit. Sebuah pertanda untuk masa depannya, dan sebuah peringatan bagi musuh-musuhnya.

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!