Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Temui Anak-anak mu
Nurmala memilih untuk tidak ambil pusing dengan tingkah laku Anya, toh Mereka juga tidak saling mengenal kan?
Nurmala pun melanjutkan aktifitasnya me Menyiapkan peralatannya kemudian pergi ke ruang poliklinik sebelum jam operasional mulai. Nurmala tidak suka membuat pasiennya menunggu lama, lebih baik Ia yang menunggu.
Saat sedang berjalan menuju poliklinik dan berbalas sapa dengan para nakes yang berpapasan dengannya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada panggilan masuk.
Nurmala meraih ponsel di dalam kantong jas dokternya dan melihat siapa yang meneleponnya di jam sibuk begini.
Nomor baru.
Nurmala tidak pernah mau mengangkat panggilan dari nomor baru, jadi Dia mengabaikannya.
Panggilan itu berdering beberapa kali sampai akhirnya benar-benar berhenti. Namun tak lama kemudian, nomor itu mengiriminya pesan.
[Anak-anak ingin bertemu denganmu. Biarpun Kita sudah bercerai, tolong jangan abaikan tanggung jawabmu sebagai seorang Ibu]
Cih! Yusuf ternyata.
Tanggung jawab katanya? 12 tahun Nurmala begitu bertanggung jawab atas suami dan anak-anaknya malah dibully! Di ejek secara fisik, bahkan sampai di sebut pembantu! Sampai Mereka mencari anggota baru yang menurut Mereka lebih layak untuk dipamerkan?
Sekarang Yusuf menuntut tanggung jawab setelah apa yang Pria itu lakukan pada rumah tangga Mereka?
Nurma tiba-tiba merasa sangat kesal. Tapi Nurmala bukanlah orang yang sangat egois, kalau memang Anak-anaknya mau bertemu, tentu saja Dia akan menemui Mereka.
[Ok. Weekend ini Aku ke Jakarta, nanti Aku jemput anak-anak] Balasnya cepat.
Kemudian Yusuf membalas dengan emote jempol dan senyum.
Nurmala mengabaikannya kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya karena jam operasional sudah hampir mulai.
*
*
*
"Kenapa Kamu senyum-senyum sendiri mas?" Niken menatap Yusuf dengan penuh kecurigaan, melihat Pria itu memandangi ponselnya begitu lama sambil senyam-senyum sendiri.
Niken mulai menebak, jangan-jangan Yusuf menghubungi mantan istrinya lagi? Mengingat tatapan Yusuf yang terlihat membara saat memperhatikan Nurmala waktu reuni kemarin.
"Bukan urusanmu" Jawab Yusuf. Ekspresi senangnya langsung berubah dingin begitu bertatap muka dengan Niken.
Niken sakit hati melihatnya. Yusuf dulu sangat baik dan lembut padanya, bahkan saat Niken masih anak-anak. Kenapa Pria ini tiba-tiba berubah seperti ini? Padahal Mereka baru saja melangsungkan akad pernikahan beberapa bulan lalu.
Apakah Yusuf sudah bosan dengannya? Atau Yusuf ilfeel melihat penampilannya yang melebar saat ini?
"Tentu saja itu jadi urusanku mas, Aku istrimu sekarang, Aku berhak tahu apa yang Kamu lakukan dengan ponselmu itu"
Yusuf tetap bergeming. Pria itu menyantap sarapannya dengan tenang, tidak menghiraukan Niken, dan itu semakin membuat Niken jengkel karena tidak dianggap!
"Mas!"
"Cukup!!! Kamu kenapa sih berisik banget! Hahh Aku jadi nggak nafsu makan, sialan!"
Prang!!!Yusuf melempar sendok dan garpu keatas meja, hingga membuat Niken tersentak dan secara refleks menutupi wajahnya.
Yusuf masuk kembali ke kamarnya, meninggalkan Niken yang menangis di meja makan hotel itu seorang diri.
Entah kenapa, setelah Nurma menggugat cerai dirinya, Yusuf kehilangan minatnya pada Niken. Apalagi setelah bertemu Nurmala yang makin cantik saat reuni kemarin.
Lagipula, Niken tidak gesit dan rajin seperti Nurmala, malah sangat rewel dan manja, boros pula! Yusuf jadi semakin tidak menyukainya.
Makannya, Yusuf sudah membuat keputusan, setelah anak yang di kandung Niken lahir, Yusuf akan langsung mengusir wanita itu dari hidupnya!
Yusuf yakin, kalau Dia sendiri, Nurma akan bersedia kembali padanya. Bagaimanapun, dulu Nurmala sangat tergila-gila padanya sampai rela melepaskan karir untuk menikah dengannya.
Dewangga? Kheh! Dia tidak akan bisa mendapatkan hati Nurmala yang sudah terpenuhi olehnya, Oleh Yusuf Kaliandra.
Sementara itu, Niken yang sudah berhasil menenangkan diri dan berhenti menangis, akhirnya memutuskan untuk menghubungi orang itu.
Perempuan cantik yang menawarkan untuk bekerja sama menghancurkan Nurmala.
Jika Nurmala tidak ada, Yusuf mau tidak mau akan tetap bersamanya kan?
Niken pun tersenyum puas, kemudian mulai mencari nama itu, Anya Calista.
"Halo..." Niken sedikit gelisah, panggilannya dijawab dengan begitu cepat. Apa wanita bernama Anya ini sudah menunggunya?
"Senang, akhirnya Kamu menghubungiku. Jadi, Kamu sudah ambil keputusan?" Suara ceria di seberang sana membuat bulu kuduk Niken merinding. Dia bisa merasakan bahwa Anya bukanlah perempuan biasa. Bagaimanapun, Mereka berdua akan merencanakan kejahatan, tapi suara Anya sama sekali tidak ada beban.
Bukankah itu artinya Anya sering melakukan hal seperti ini?
Tapi, Niken tidak punya cara lain. Yusuf akan membuangnya dan Dia mungkin akan jadi gelandangan karena namanya saat ini sudah di blacklist dari berbagai rumah sakit bahkan puskesmas gara-gara Nurmala yang melaporkan skandal perselingkuhan antara dirinya dan Yusuf!
"Aku setuju. Aku mau bekerjasama denganmu"
"Bagus. Kamu yang paling tahu tentang janda tua itu. Aku tidak hanya akan membantumu membalas dendam padanya, tapi juga akan memberikan bayaran yang memuaskan asal Kamu bisa membantuku melakukan sesuatu pada janda tua itu... Jadi, berikan Aku sedikit informasi tentangnya"
Niken mengangguk. Itu artinya Ia yang akan melakukan eksekusinya. Niken akan di bayar, tapi kalau rencanaku ketahuan, maka Niken lah yang akan menjadi satu-satunya tersangka.
Tidak masalah. Yang penting Niken bisa melihat Nurma hancur dan menderita, kalau perlu sekalian lenyap dari dunia ini. Setelah selesai, Niken bisa melarikan diri entah keluar negeri atau kemanapun kan? Asal Dia bisa pintar menghilangkan bukti, maka semuanya akan baik-baik saja kan?
Setelah berfikir sejenak, Niken pun mulai memberikan informasi tentang Nurmala mulai dari keadaan Bu Aminah, anak-anak Nurmala, tempat tinggal dan juga pekerjaannya saat ini, terutama klinik amal yang dijalankan Nurmala sekarang.
Anya terdengar senang di seberang telepon dan tertawa sesekali, sebelum wanita itu berkata dengan nada serius.
"Aku tidak suka mengusik orang tua, jadi... Bagaimana kalau Kita mulai dengan klinik amalnya dulu?Aku punya rencana yang bagus untuk itu"
Niken mendengarnya dan tiba-tiba Dia merasa senang. Niken juga tidak menyukai keberadaan klinik yang membuat Nurmala jadi terkenal itu. Mendengar Anya berniat untuk mengganggu klinik itu, Niken jadi bersemangat.
"Bagus, Aku setuju. Jadi, apa yang harus Aku lakukan?"
Anya terkekeh mendengar Niken yang tiba-tiba bersemangat. Dia pun berkata,
"Jadi...."
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸