Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Ana terkejut melihat Nathan yang masih berada disini, ia pun langsung menghampiri Nathan.
" Pak Nathan, ngapain bapa disini ? "
" Nunggu kamu, ayo masuk kita ngobrol didalem aja "
Ana mengangguk, ia juga tak mau ada yang melihat dirinya dan Nathan.
" Bapa ngapain nunggu saya ? "
" Ya saya mau antar kamu pulang Na "
" Pak, lain kali engga usah ya. Saya sudah biasa pulang sendiri, lagian juga udah malam pasti bapa butuh istirahat"
" Na, saya ga keberatan buat nunggu kamu pulang dan saya juga ingin memastikan kalau kamu baik baik saja Na "
" Saya baik baik aja Pak "
" Engga ada yang tau Na, kalau dia Dateng lagi terus saya ga ada gimana ? "
" Ya nanti saya bisa minta tolong sama temen saya pak "
" Siapa ? Temen kamu yang tadi ngobrol sama kamu ? Kayaknya kamu dekat sekali dengan dia "
" Mas Bayu ? Ya dia kan emang teman saya pak, ya dekat karena temen kerja "
" Oohh "
Nathan merasa sedikit kesal entah kenapa rasanya kesal, Nathan merasa jika bukan hanya dia yang menginginkan Ana.
" Suara bapa bagus tadi " puji Ana membuat Nathan langsung menoleh dan tersenyum
" Lagu itu untuk kamu Na "
" Yaahh saya ga punya recehan pak, gimana dong "
" Saya ga butuh uang kamu, saya butuhnya hati kamu aja Na "
" Yaampun Pak, bapa mah mutilasi saya.. "
" Anaa kamu nih yah "
Nathan dan Ana sama sama tertawa, Ana berhasil mencairkan suasana saat itu.
Bukan Ana terlalu pede, tapi Ana merasa Nathan cemburu melihat dirinya dan Bayu.
" Makan dulu ya, kamu pasti belum makan kan Na ? "
" Boleh Pak "
" Mau makan apa Na ? "
" Hmm, Nasi goreng sih enak ya pak "
" Oke saya ikut"
Ana hanya mengangguk, dalam batinnya ia menolak perasaannya kepada Nathan.
Ana tak mau jika ia mudah percaya dan mudah jatuh hati kepada Nathan, bagaimana juga Ana belum mengenal Nathan seutuhnya.
Mobil Nathan berhenti dipinggir jalan, keduanya turun untuk makan nasi goreng yang sudah mereka tentukan tadi
" Dua nasi goreng makan disini ya Bang, yang satu pedes banget" ucap Ana
" Sama saya juga " ucap Nathan
" Oke, ditunggu ya "
Ana dan Nathan duduk sambil menunggu makanan, Nathan mantap lekat wajah Ana yang sedang memperhatikan ponselnya.
" Ana... " panggil Nathan
" Iya, kenapa Pak ? "
" Kamu cantik"
" Ya kalau ganteng mah bapa atuh "
Jawaban Ana berhasil membuat Nathan salah tingkah, Nathan pun hanya bisa tersenyum usai mendapat pujian Ana.
Tak lama dua piring nasi goreng sudah berada dihadapannya, Nathan sengaja memilih seperti pedas.
Sepanjang makan keringat Nathan terus bercucuran, entah sudah berapa kali ia meneguk minumannya.
Ana yang memperhatikan hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia mengambil sebuah tissue dan menghapus keringat Nathan.
" Lain kali kalau ga bisa makan pedes ga usah so soan deh " ucap Ana sambil menghapus keringat dikening Nathan.
" Saya bisa makan pedes ko, cuma ini kayaknya pedes banget Na "
" Mau saya pesenin lagi yang ga pedes pak ? "
" Engga engga, ga apa apa Ana "
Ana kembali melanjutkan makannya, begitu juga dengan Nathan.
Setelah selesai makan Ana dan Nathan segera pergi, Nathan merasa mulutnya yang masih terbakar karena pedasnya nasi goreng miliknya.
" Makanya lain kali jangan so soan deh " ucap Ana sambil tertawa kecil.
" Kayaknya emang punya saya itu lebih pedas aja Na daripada punya kamu "
" Mana ada sih Pak, ya pasti sama dong. Alesan aja deh "
Nathan menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia tak bisa menjawab ucapan Ana.
Disaat lampu yang menunjukkan warna merah, Nathan mencoba memanfaatkan waktu untuk berbicara dengan Ana
" Na.. " panggil Nathan
" Iya pak, kenapa ? "
" Kalau ada hal yang bikin kamu ga nyaman, kamu bilang ya biar saya perbaiki. Saya engga mau kalau kamu ga nyaman, saya ingin membuat kamu nyaman bersama dengan saya " ucap Nathan sambil menggenggam tangan Ana
" Saya boleh tanya ke Pak Nathan ? "
" Boleh, kamu boleh bertanya apapun ke saya "
" Kenapa bapa milih saya ? itu pertanyaan yang saya belum tau jawabannya Pak, pasti banyak kan perempuan yang suka sama bapa "
" Hati saya Na yang milih kamu, saat pertama kali malam itu entah kenapa saya langsung menaruh hati sama kamu. Entah karena semesta yang memang merestui, hingga akhirnya saya bisa kembali bertemu sama kamu "
" Lalu kalau misalkan setelah 2 bulan ini saya tetap ga punya perasaan sama Pak Nathan gimana ? "
" Ya saya terima Na, saya ga mau ingkar janji. Ya berarti memang saya tidak bisa memaksa perasaan kamu, walaupun saya ingin memiliki kamu tapi bukan berarti saya harus memaksa kamu untuk suka sama saya "
" Bagaimanapun, saya sudah berusaha semaksimal dan semampu saya. Selebihnya biar rencana Tuhan yang memutuskan. "
Umur Nathan sangat jauh diatas umur Ana, mungkin cara pikir Nathan pun berbeda dengan cara pikir Ana.
Saat lampu kembali hijau, Nathan kembali melajukan mobilnya dengan satu tangan yang masih menggenggam tangan Ana .
Hingga akhirnya mereka pun sampai dirumah Ana.
" Besok kamu ada acara Na ? " tanya Nathan sebelum Ana turun
" Ya biasa sih pak, sore saya harus kerja "
" Hmm gitu "
" Kenapa Pak ? "
" Engga apa apa Na, yaudah kamu istirahat ya pasti kamu cape "
" Bapa juga ya, hati hati pulangnya dan langsung istirahat "
" Iyah Na, pasti "
" Yaudah saya turun dulu ya pak, malam pak Nathan "
" Malam Ana "
Ana turun dari mobil Nathan, wanita itu melambaikan tangannya kepada Nathan
Ingin sekali Nathan tetap bersama dengan Ana, Nathan harus berjuang ia harus bisa mendapatkan Ana.