Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.
AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Bisikan Yasmin dan Kecurigaan yang Tumbuh
Suasana setelah insiden di tebing tidak lagi sama. Meski Kinara sudah tenang dalam dekapan Danis, ketegangan baru mulai merayap di bawah kulit para anggota ALVEGAR. Arazka berdiri diam di pinggir jalur setapak, matanya masih terpaku pada bekas sayatan di akar pohon yang hampir mencelakai mereka.
🕵️ Analisis Tajam Yasmin
Yasmin mendekati Maura yang sedang membantu Kinara meminum air. Dengan gerakan elegan namun waspada, Yasmin menarik Maura sedikit menjauh dari kerumunan.
"Maur, loe liat kan tadi?" bisik Yasmin, matanya melirik ke arah Rangga yang sedang sibuk membantu Asean membereskan tali tambang.
"Liat apa, Yas? Arazka nyelamatin Kinara?" jawab Maura pelan.
"Bukan itu. Gue liat Rangga. Pas Kinara kepeleset, dia nggak kaget sama sekali. Ekspresinya... datar banget, Maur. Baru pas Arazka berhasil nangkep Kinara, dia pura-pura panik," Yasmin menyipitkan mata. "Dan soal tas medis gue yang ilang isinya... gue curiga itu dipake buat sesuatu yang berhubungan sama kejadian ini."
Maura terdiam. Dia menghormati intuisi Yasmin yang biasanya sangat tajam soal gerak-gerik orang. "Tapi Rangga itu pilar ALVEGAR, Yas. Dia yang bikin Arazka dan Danis baikan."
"Justru itu yang aneh. Terlalu sempurna, kan?" Yasmin memberikan botol parfum kecilnya pada Maura. "Simpen ini. Kalau ada apa-apa, semprot ke mata siapa pun yang nyerang loe. Gue bakal terus awasi Rangga."
🌑 Konfrontasi Tersembunyi
Arazka menghampiri Rangga yang sedang menggulung tali. "Rang, loe tadi cek jalur ini kan sebelum kita lewat?"
Rangga mendongak, tenang seperti biasa. "Iya, Zka. Gue dan Asean lewat sini sejam yang lalu. Semuanya aman. Mungkin karena hujan tadi, tanahnya jadi labil."
"Tapi akarnya... kayak dipotong, Rang," ujar Arazka teliti.
Rangga terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. "Mungkin itu bekas gesekan tali pendaki lain sebelumnya. Hutan ini nggak cuma kita yang pake, Zka. Jangan terlalu paranoid, itu bisa ngerusak fokus loe buat jagain Maura."
Lagi-lagi, Rangga menggunakan "Maura" sebagai pengalih perhatian. Dan itu berhasil. Arazka mengangguk, meski keraguan kecil mulai tumbuh di benaknya.
🤺 Latihan Rahasia Keysha
Malam harinya, di saat yang lain sudah terlelap karena kelelahan, Keysha tidak bisa tidur. Dia keluar dari tenda tanpa suara, bergerak seperti bayangan di antara pohon pinus. Dia menuju ke arah di mana dia melihat jejak sepatu militer tadi pagi.
Di sebuah area yang agak jauh dari perkemahan, Keysha menemukan sesuatu yang mengejutkan: sebuah puntung rokok yang masih baru dan bungkus makanan yang bukan milik ALVEGAR.
"Ada tamu tak diundang," gumam Keysha.
Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki di atas daun kering. Dengan refleks kilat, Keysha berbalik dan melancarkan tendangan rendah.
Brak!
Serangannya ditangkis. Ternyata itu Asean.
"Woi! Ini gue! Selow, Key!" bisik Asean sambil menahan napas.
"Loe ngapain ngikutin gue?" tanya Keysha tajam.
"Gue nggak bisa tidur mikirin omongan loe soal jejak itu. Dan liat ini..." Asean menunjukkan sebuah benda yang dia temukan di bawah semak: sebuah kamera pengintai kecil (action cam) yang dipasang tersembunyi menghadap ke arah tenda Arazka.
Keysha dan Asean saling lirik. "Kita diawasi," ujar Keysha dingin. "Dan orang yang masang ini pasti orang yang tahu persis di mana Arazka bakal tidur."
🧨 Bom Waktu Bab 30
Mereka kembali ke perkemahan dengan membawa kamera itu secara sembunyi-sembunyi. Mereka memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa pun dulu, termasuk Arazka, sampai mereka punya bukti kuat.
Namun, tanpa mereka sadari, Rangga sedang berdiri di kegelapan tendanya, melihat mereka kembali lewat celah ritsleting. Dia memegang ponselnya yang menyala, menampilkan live feed dari kamera lain yang belum ditemukan Keysha.
"Dua pilar mulai curiga," gumam Rangga. "Artinya, gue harus mempercepat jadwal. Besok... kita bikin adu domba yang sesungguhnya."
Rangga kemudian mengirim pesan singkat ke sebuah nomor: "Besok jam 10 pagi. Mulai skenario 'Cemburu Buta'. Pastikan Danis dan Maura terlihat sangat intim di depan Arazka."
TO BE CONTINUED