NovelToon NovelToon
PAH, AKU TIDAK BERNAFSU LAGI

PAH, AKU TIDAK BERNAFSU LAGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Dokter / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Hamil di luar nikah
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ada Rasaku

Tiga tahun yang penuh perjuangan, Cathrine Haryono, seorang gadis desa yang memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang Manager Penjualan Perusahaan Top Global dan memimpin puluhan orang dalam timnya menuju kesuksesan, harus menerima kenyataan pahit yang enggan dia terima, bahkan sampai saat ini.

Ketika kesempatan menuju mimpinya di depan mata, tak sabar menanti kehidupan kampus. Hari itu, seorang pria berusia 29 tahun, melakukan sesuatu yang menghancurkan segalanya.

Indra Abraham Nugraha, seorang dokter spesialis penyakit dalam, memaksa gadis berusia 18 tahun itu, menjalani takdir yang tidak pernah dia pikirkan sama sekali dalam hidupnya.

Pria yang berstatus suaminya sekarang, membuatnya kehilangan banyak hal penting dalam hidupnya, termasuk dirinya sendiri. Catherine tidak menyerah, dia terus berjuang walaupun berkali-kali tumbang.

Indra, seseorang yang juga mengenyam pendidikan psikolog, justru menjadi penyebab, Cathrine menderita gangguan jiwa, PTSD dengan Skizofrenia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ada Rasaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 | Hayo, Mau Ngapain?

Rabu, pukul 09.00 WIB, di sebuah pusat perbelanjaan yang senantiasa ramai, Plaza S. Ketika Cathrine sedang memegang dua produk sembari mengamati satu per satu komposisi serbuk puding instan merk A dan C, kemudian membandingkannya. Sepasang mata wanita itu awalnya melirik sekilas ke rombongan bocil, yang mayoritas mengenakan sarung kotak-kotak dan berpeci atau setelan pendek yang agak kumal.

Namun, saat dirinya kembali memperhatikan, wanita berusia 35 tahun tersebut menemukan gelagat mencurigakan mereka ketika berada tepat di depan gondola display, baris deretan per-susu-an kotak. Keningnya berkerut, kepalanya miring penuh tanda tanya terhadap gerak-gerik bocah yang rata-rata berusia 7-9 tahunan itu.

 Dengan kedua tangan yang masih memegang pouch serbuk puding instan, dia berjalan, memperpendek jarak pandang antara dirinya dan mereka. Berdiri di samping rak end gondola, khusus produk per-pudingan, agar-agar dan jeli, di mana terdapat label harga lengkap, dibawahnya ada beberapa informasi promo dan teks marketing.

"Apa, sih, yang mereka lakuin di sana sekarang? Aneh banget, bocil-bocil itu. Mana engga ada Mas atau Mbak pramu yang jaga line sana lagi ... " gumamnya, masih memantau mereka.

Dua-tiga bocah berulangkali mereka celingak-celinguk, berhati-hati memperhatikan sekitar mereka yang lenggang. Tidak ada siapa pun. Catherine menggigit bibir bawahnya, menunduk ke lantai dan otaknya bergerak cepat seperti sebuah komputer yang menjalankan perintah pemrograman. Dia berbalik arah, meletakkan kembali pouch serbuk puding instan pada tempat semula.

 Dia berjalan mengendap-endap, mendekati mereka. Tanpa suara ketukan sepatu sneaker putihnya, dan masih memantau, mengonfirmasi 'prasangka' buruknya kepada kumpulan bocah itu. Tadinya gesture tubuh agak membungkuk, Cathrine lantas berdiri tegak dan sudut bibir kanan tertarik.

 Dia tersenyum yakin dan berseru, "Tuhkan, bener!"

"Peng, cepetlah, ga ada orang ini, ambil yang rasa cokelatnya banyakan."

"Ayolah ... Mid, itu nyembunyiinnya yang bener, njay! Ntar ketauan Mbak kasir, bisa-bisa kena cegat security kita!" gelisah si ketua, mengarahkan anggota komplotannya.

Tangan-tangan nakal para bocah itu mengambil susu kotak dengan deret paling dalam, biasanya merupakan barang baru datang dan expired-nya lebih lama daripada yang paling depan. Dalam dunia ritel, istilahnya dikenal dengan FIFO, First In First Out, yang paling awal dipajang (lama) yang mesti diambil (keluar atau terjual) oleh konsumen. Di mana yang pertama, harus cepat laku, mengejar masa expired, ketimbang produk yang baru dipajang pada rak. Apalagi, susu, minuman yang cepat basi atau asam.

Ada yang mencomot susu kotak merk ultra milk cokelat dan stroberi, ada yang mengambil macam-macam varian rasa susu Cimory, bahkan ada yang nekad menyembunyikan susu kotak besar 1 liter varian cokelat, lalu menyembunyikan ke tas dibalik kemeja Koko salah satu bocah kurang ajar ini.

Jemari Cathrine disamping badan mengepal erat, seperti seorang petinju yang full power dan siap melayangkan bogem kepada lawannya di depan, dalam ring. Dia, si wanita mantan Manager Penjualan yang sampai dijuluki 'Lampir Galak'. Dia yang mengawali kariernya di dunia penjualan sebagai 'Sales Sikat Gigi'. Dia yang juga pernah bekerja sebagai pramuniaga toserba, menjaga line cemilan dan susu kotak, sewaktu masih duduk dibangku SMA, tepatnya ketika libur semester. Mengetahui dengan betul, apa yang bocah biadab itu tengah lakukan.

Dia menghampiri. Sorot mata tajam, mirip seorang ayah yang mencintai putrinya setengah mati, lalu mengetahui kabar ternyata ada bajingan yang merudapaksa buah hatinya yang masih belia. Persis, seperti itu.

Terlebih, saat berjalan, matanya menangkap siluet sosok perempuan bertubuh kecil kurus, seorang pramuniaga, yang tengah membetulkan jam tangannya dan sesekali batuk serta menaikkan ingusnya, pilek, sedang berjalan tergesa-gesa dengan kedua paha yang bergesekan, seperti menahan sesuatu. Ke arah lain, menjauh. Dari gelagatnya, Catherine dapat menyimpulkan gadis itu tengah kebelet buang hajat dan mules, menuju ke toilet. Pada tangan kiri, memegang kanebo yang agak menghitam, di sana rak-rak per-susu-an pun tampak mengkilap. Lalu, sosok mungilnya hilang.

"HEH, PARA SETAN BIADAB!"

Mereka, bibit-bibit maling, gerombolan bocil berjumlah tujuh orang itu, tersentak kaget. Bahkan, seorang bocah lelaki dengan rambut jabrik bersemir Jingga, yang kini beradu tatapan tajam dengan Cathrine, sembari pergelangan tangan yang masih memegang Dancow FortiGro 110 ml varian rasa vanilla, begitu erat Cathrine mencengkeramnya, sampai akhirnya susu kotak itu kemudian terjatuh ke lantai mengenai ujung sandal selop triline berwarna merah dan tiga garis putih.

"Buk ..." Setelah keterkejutan, seperti jantung mau copot, empat dari mereka, berujar tidak berdaya, serempak.

***

Rak End Gondola

1
Ada Rasaku
Buat pembaca, yang hepi sewaktu baca ceritanya, bahkan beberapa, ada yg nungguin 'Up' Bab dari otor, terima kasih, ya. Silakan, like untuk meninggalkan jejak, dan komen untuk mengungkap apa yg ada di isi kepala, bebas tapi bertanggungjawab.

See ya, pada bab-bab berikutnya~
Ada Rasaku: ngirim gift, vote atau share kemana-mana, boleh banget, diharepin malah, hehe ...
total 1 replies
Ada Rasaku
Ga usah plagiat/ATM, gunain otakmu sendiri.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!