NovelToon NovelToon
Forensik Adalah Seorang Antagonis

Forensik Adalah Seorang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Psikopat / Antagonis / Balas Dendam / Bad girl
Popularitas:953
Nilai: 5
Nama Author: Gdc Hb vl

Zielga Nadine adalah seorang forensik kepolisian yang terkenal karena kecerdasannya dalam memecahkan kasus-kasus tersulit. Kemampuannya membawa banyak penghargaan dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu ahli forensik terbaik.

Namun di balik sosoknya yang brilian, Zielga menyimpan masa lalu yang kelam. Semasa SMP, ia mengalami perundungan brutal dan kehilangan harga dirinya berkali-kali. Luka itu tak pernah sembuh—dan menjadi api yang membakar seluruh hidupnya.

Bagaimana jika forensik jenius yang dipercaya semua orang ternyata menyimpan agenda gelap?

Inilah kisah benturan antara dendam yang membara dalam diri Zielga dan upaya polisi mengungkap kebenaran.
Siapa yang akan menang: Zielga, yang bertekad membalas semua rasa sakitnya, atau aparat kepolisian yang tanpa sadar sedang memburu rekan mereka yang paling mereka hormati?

Di atas kertas bertuliskan “Keadilan”, sebuah pertempuran dimulai.

cerita ini hanya fiksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gdc Hb vl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

Seminggu kemudian

seorang wanita yang berpenampilan rapi dengan wajahnya yang cantik sedang masuk ke kantor polisi.

meskipun penampilannya rapi dan menawan raut ketakutan tergambar jelas di wajahnya.dia terus menoleh ke berbagai arah seolah merasa di ikuti.

setelah wanita tersebut melewati pintu utama kantor polisi, dia segera berlari menuju ruang bagian dalam polisi.

''polisi!...polisi!'' teriak wanita tersebut.

sontak semua polisi yang sedang bekerja segera menatapnya dengan heran.

mika yang kebetulan ada di dekat wanita tersebut segera menghampirinya dan bertanya " nona kau baik-baik saja"

wanita itu segera menoleh ke arah mika,dia langsung menghampiri mika dan memegang kedua bahunya ''polisi,apa anda polisi''.

mika langsung terkejut ketika dua bahunya di pegangan dengan kencang oleh wanita itu ''ia saya polisi'' jawab mika sambil mengangguk.

mika segera menenangkan wanita tersebut dan membawanya ke ruangan laporan negosiasi.

Setelah wanita itu di suruh duduk dan di berikan air putih oleh mika wanita tersebut tak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya duduk menunduk diam.

Mika, davis dan azri memandang wanita itu dengan heran, "mbak, apa mbak ada masalah" tanya davis pelan takut ada hal aneh terjadi jika dia menyinggung wanita tersebut.

Ziel yang baru keluar dari ruangan otopsi tak, sengaja melihat apa yang tengah di lakukan mika dan lainnnya di ruangan negosiasi.

Dia langsung menghampiri mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Saat dia setengah jalan, wajah wanita yang dia kenal sedang ter tunduk di kursi membuat ziel menghentikan langkah nya.

'Wow cepat sekali!' Batin ziel dia tak menyangka apa yang di katakan oleh sam benar, bahwa wanita ini akan datang seminggu lagi.

Raut senang tergambar jelas di wajah ziel namun langsung ziel netral kan kembali karena takut ada yang melihat nya, dia melangkah mendekati rombongan mika.

Pintu ruangan negosiasi terbuka, ruangan yang terbuat dari kaca agak buram itu kini ziel masuki.

"Ada apa ini!?" Tanya ziel sambil menampilkan raut bingung.

"Kak ziel, wanita ini datang dan bertingkah aneh" ucap azri sambil mengarahkan tangannya ke arah wanita tadi.

Ziel menoleh menatap wanita tersebut, dia dengan langkah pelang menghampirinya dan duduk di samping wanita itu.

Ziel mengangkat tangan kanannya menepuk pelan bahu wanita itu "Mbak, gak papa, ada masalah?" Tanya ziel.

Wanita tersebut awalnya diam, namun setelah elusan lembut dari tangan ziel di bahunya, dia perlahan-lahan menegakan kepalanya.

Saat dia menegakan kepalanya terlihat jelas wajahnya yang cantik sedang menangis dengan raut ketakutan.

Semua yang melihat wajah wanita tersebut dengan terkejut.

"Mbak ada masalah" tanya ziel dengan nada lembut.

"Aku...di teror oleh seseorang" ucap wanita tersebut dengan gugup.

Ziel dan lainnya saling pandang dengan raut wajah bingung, ziel kemudian memberi kode pada azri untuk mencatat.

Mika yang duduk di sisi satunya menyodorkan segelas air putih"Okey mbak, tenang dulu ya mbak, mbak minum dulu"

Wanita tersebut meneguk air putih itu setengah gelas lalu meletakkan gelasnya di meja.

Ziel masih mengusap bahu wanita itu dengan pelan lalu bertanya "Kalo boleh tau nama mbak siapa"

"Wanita itu menenangkan dirinya sebentar lalu menjawab "nama saya keysa rosaline" ucap keysa dengan gugup.

Ziel mengangguk pelan tanda mengerti, sedangkan azri mencatat perkataan wanita itu, mika dan davis hanya diam tak mau menganggu ketenangan.

"Apa anda tau siapa yang melakukan itu pada anda" tanya Ziel dengan lembut.

Keysa menggeleng pelan "saya tidak tau" ucapnya.

Dia menaikan kakinya ke sofa, memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya.

"Saya ta..kut!" Lirih keysa.

Ziel dan lainnya saling pandangan, saat mereka saling pandang ziel kemudian memberi kode pada mika, azri dan davis untuk pergi dari ruangan.

Mereka mengangguk, dan berjalan pergi dari ruangan, sebe pergi azri menyerahkan catatan nya dulu pada ziel.

Setelah mereka pergi ziel dengan lembut memeluk wanita tersebut, di balik pelukannya yang lembut wajah ziel menampakan seringai yang mengerikan dalam waktu singkat.

"Apa anda sudah tenang sekarang" Ujar ziel masih memeluk wanita tersebut.

Keysa mengangguk pelan membuat ziel melepaskan pelukannya.

Keysa menegakan kepalanya sambil mengusap kedua matanya dengan tangannya, menghapus air matanya yang jatuh

Melihat wanita itu tenang,ziel segera catatan azri di meja "Bisa anda jelaskan lebih detail apa yang sebenarnya terjadi" ujar ziel penuh tanda tanya.

Keysa mengangguk "satu minggu lalu___

***

Di malam yang dingin seorang wanita yang bernama keysa rosaline dia baru saja pulang dari belanja di mini market.

Setelah belanja dia pulang ke apartemen nya di gedung aluna nomor 87.

Saat keysa pulang, ada sebuah paket kecil di rumah nya, yang tak memiliki nama pengirim.

Keysa membawa paket tersebut ke dalam rumah dan membukanya, saat dia membuka paket tersebut matanya terbelalak kaget.

Di sana terdapat foto-foto dirinya dan tunangannya dengan hiasan bercak merah, di dalam paket tersebut ada juga sebuah tulisan 'kalian pantas mati'.

Keysa yang melihat itu sontak mundur perlahan-lahan, dia segera menelepon tunangannya untuk mengatakan apa yang telah menimpa dirinya.

" zadit aku dalam masalah "

"Halo ini dengan mbak keysa tunangannya saudara zadit artagri" mendengar jawaban orang asing dari nomor zadit, keysa langsung merasakan perasaan yang tak enak.

"Ya itu saya, dimana zadit, kenapa kau punya ponselnya"

"Kami mohon maaf saudari keysa, kami dari kepolisian kota roves mengabarkan bahwa tunangan anda telah meninggal!"

Duk

Ponsel keysa langsung jatuh menghantam lantai saat mendengar kabar dari polisi tersebut, mata keysa berkaca-kaca seakan tak percaya apa yang baru saja ia dengar.

Dia langsung memungut kembali ponsel tersebut "pak tolong kirim alamatnya pada saya!" Teriak keysa di telepon.

Dia langsung memutuskan dan pergi dari rumah.

Skip

Setelah pemakaman zadit keysa pulang ke rumahnya dengan wajah kusam serta matanya yang bengkak karena menangis.

Dia berbaring di kasur untuk menenangkan dirinya.

Saat dia merasakan sesuatu yang aneh dia menoleh ke kiri dan melihat sebuh paket asing di tempat tidurnya.

Keysa sontak kaget dan melihat ke kanan dan ke kiri, tak ada siapapun di sekitar nya.

Dia dengan gugup membuka paket tersebut untuk melihat apa isinya.

Saat keysa membuka paket tersebut, dia langsung melemparkan paket itu ke lantai.

Nafasnya tak beraturan, keysa merasakan dadanya sesak "siapa!....siapa kau..." Teriak keysa.

Perasaan marah sedih dan takut bercampur jadi satu di dada keysa, di dalam paket tersebut dia melihat "foto-foto tunangannya yang telah di lumuri darah serta foto tunangan nya yang meninggal di mobil kemarin.

" siapa...kau!!!!" Teriak keysa dengan frustasi.

Dua hari setelah kejadian tersebut keysa berjalan di gang sempit sendirian pada malam hari pukul 9 malam.

Saat dia berjalan tiba-tiba ada sosok misterius yang mengenakan topeng putih menyekapnya dengan kain dari belakang.

Keysa segera meronta-ronta ingin di lepas dari genggaman sosok tersebut, namun sayang semua usaha keysa sia-sia tenaganya tak mampu menyeimbangi tenaga sosok tersebut.

Setelah beberapa saat keysa pingsan dalam dekapan sosok misterius tersebut.

Saat keysa bangun hal yang dia lihat adalah dia berbaring di belakang gedung tempat tinggalnya dengan beberapa foto di samping keysa.

Foto tersebut berisi gambar keysa yang pingsan, di seret, serta di letakkan di belakang gedung oleh sosok misterius itu.

Nafas keysa terengah-engah saat melihat foto tersebut, dia tak merasakan adanya pelecehan di tubuhnya atau di foto tersebut, namun rasa takut menghantui dirinya saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!