Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengakuan Bastian.
"tok! Tok! Tok!."
"Cla, ada Bastian di bawah, cepat turun." panggil Edy setelah mengetuk pintu kamar anaknya.
"bentar pa." ada sahut Clara yang baru saja selesai mandi setelah seharian bekerja.
"ya sudah jangan lama lama, kasihan dia."
"iya iya! suruh tunggu." sahut Clara lagi tanpa membukanya pintu karena dia sedang sibuk berganti pakaian.
"lagian ngapain juga datang kesini!." gerutu Clara sembari menyambar sisir di atas meja rias.
Gadis itu memoles wajahnya dengan make up tipis seperti biasa, Clara tidak pernah berdandan mencolok, make up tipis, pakaian casual jika sedang tidak ke kantor atau acara resmi.
Tak ada yang namanya baju kurang bahan di lemarinya, sedari kecil dia selalu diajarkan berpakaian sopan oleh sang mama.
Setelah selesai dengan ritual bersih bersih badan gadis itu bergegas turun, di punggungnya menempel tas punggung kecil warna maroon.
"loh, kalian mau pergi?." Edy yang tengah duduk di ruang tengah bersama Bastian langsung menatap sang anak yang baru saja turun.
"iya pa, ada yang perlu kita cari untuk perlengkapan pernikahan nanti." jawab Clara yang langsung membuat Bastian mengernyitkan dahinya.
"oh ya sudah pulangnya jangan terlalu malam."
(bukankah semua sudah beres.) batin Bastian sembari memperhatikan Clara yang sedang tersenyum ke papanya.
Setelah berpacaran mereka langsung keluar rumah, ternyata Bastian datang menggunakan mobil, Clara bergegas masuk ke dalam mobil tersebut.
"Cla....
"cepat jalan! Jangan sampai papa tahu kalau kita sedang ada masalah!." Clara memotong ucapan Bastian yang masih bingung.
Niatnya hanya ingin mengajak Clara berdamai, ternyata calon istrinya justru mengajaknya keluar, daripada Clara makin emosi, Bastian pun lekas membawa mobilnya menjauh dari kediaman Edy.
"jadi kita mau kemana?." tanya Bastian setelah mobilnya melaju di jalan raya.
"ke rumah kamu saja, ortu mu nggak ada kan?." balas Clara dengan nada datar.
"oke, papa sama mama sudah pulang." jawab Bastian menyetujui permintaan calon istrinya.
"Cla kenapa nggak bicara di rumah kamu saja?. Kok kamu beralasan seperti tadi ke papamu?."
Clara mendengus lalu melirik Bastian sekilas, gadis cantik itu tampak kesal.
"aku tidak mau masalah kita akan menjadi beban pikiran untuk papa!." jawabnya.
"oke, aku minta maaf."
Tak ada lagi percakapan, Clara memilih diam karena hatinya masih dongkol, Bastian sendiri fokus menyetir hingga mobil miliknya berbelok ke sebuah halaman rumah.
Seorang wanita yang tak lain adalah pembantu rumah tangga di rumah tersebut, bergegas membukakan pintu untuk majikannya.
"tolong buatkan minum ya bi." pinta Bastian seraya masuk ke ruang tamu rumahnya.
"baik den." jawab pembantunya dengan sopan.
"mau bicara dimana?." Bastian berkata sembari menatap kekasihnya.
"ya disini lah, masak di kamar mu."
oke silahkan duduk." Bastian tersenyum tipis mendengar jawaban ketus dari Clara.
Setelah Clara duduk di sofa panjang, Bastian pun menyusul duduk di sebelahnya, Clara melepaskan tas kecil yang sedari tadi menempel di punggungnya lalu meletakkan diatas meja.
"Cla aku minta maaf soal Hellen, aku benar benar sudah tidak ada hubungan lagi sama dia, dia yang terus menerus mengejar ku!." jelas Bastian yang tak mau berlama lama memendam perasaan was was nya, takut Clara menuruti ucapan ria waktu itu.
"minimal hargai perasaanku, Tian, aku juga manusia! Kamu pikir sikap lembek mu itu tidak membuatku berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan kita ini!."
"ma-maksud kamu Cla?." Bastian langsung terlihat tegang.
"bagaimana nanti setelah kita menikah dan si Hellen masih saja ngejar ngejar kamu? Kamu pikir aku akan terima begitu saja di injak injak oleh wanita ular itu?."
"aku cuma minta satu hal sama kamu sebelum kita benar benar meresmikan hubungan kita! tolong yang tegas terhadapnya! Jika kamu keberatan dengan permintaan ku ini, lebih baik kita sudahi perjodohan ini!." imbuh Clara tegas hingga membuat Bastian terperanjat.
"tidak Cla, aku tidak mau menyudahi hubungan kita, a-aku... a-aku gak mau!."
Sebenarnya bibir Bastian ingin sekali mengucapkan kata cinta, tapi lidahnya terasa keluh dan gengsi, mengingat Clara belum tentu suka sama dirinya.
"oke! Tapi kamu harus bisa memenuhi syarat dariku tadi, jika kamu masih lembek, terpaksa aku akan bilang sama papa supaya berbicara dengan kedua orangtuamu."
"oke oke! Aku janji tidak akan mengulangi lagi, aku akan berusaha tega sama Hellen." balas Bastian yakin.
"kamu masih ada rasa sama dia?." selidik clara seraya menoleh ke Bastian yang dari tadi memandanginya.
"nggak! nggak ada! Aku sudah jelaskan sama kamu berkali kali bukan?."
"haahh... nggak ada rasa tapi pw banget pas di gelayutin! Jujur aku yang seorang wanita saja jijik melihat kamu sama dia!." cibir Clara seraya tersenyum masam.
"itulah kelemahanku Cla, aku nggak bisa kasar sama wanita dan....
"ngomong apa? kamu sama aku saja kayak tikus sama kucing, kamu loh kok bisa aku ini mau kamu makan hidup hidup dari dulu! alasan yang sangat klasik dan gak masuk akal!." potong Clara yang sudah jengah dengan alasan Bastian.
"Cla, sebenarnya aku sama kamu juga.....
"kamu tau nggak? Awal sebuah perselingkuhan itu dari kata AKU NGGAK TEGA! Setelah sama sama merasa nyaman aku jamin langsung ngamar bedua!." lagi lagi Clara memotong ucapan Bastian.
"aku tidak seperti itu cla!." Bastian mulai kehabisan akal untuk meyakinkan calon istrinya.
"lalu?." mata Clara memicing.
"ya aku maunya cuma sama kamu."
"maaf aku sudah hilang kepercayaan sama kamu, sepertinya kita harus membuat perjanjian pra nikah."
"apa? Kenapa harus begitu?." Bastian terkejut mendengar ucapan Clara.
"kenapa? kamu keberatan?."
"bu-bukan be-begitu Cla, tapi untuk apa perjanjian itu?."
"tentu saja untuk memastikan bahwa kamu tidak akan lagi mengecewakan aku, dan yang paling penting, aku tidak mau rugi hanya gara gara si ondel ondel itu!." jawab Clara ketus.
"oke oke aku kan buat surat itu nanti!."
"bukan kamu yang buat,.tapi aku!."
"kok kamu, bagaimana kalau kita buat bersama sama?." tawar Bastian.
"no!." tolak Clara tegas.
"seandainya ini bukan keinginan papaku, aku pastikan kamu dan si ondel ondel itu sudah ku tendang ke antartika!." imbuh Clara.
"Cla bisakah kamu membuka sedikit hatimu untukku? Kita akan menikah, coba buang jauh jauh dendam kita di masa lalu, dulu aku memang sering ngusilin kamu, aku minta maaf."
"sebenarnya aku sudah mencoba berdamai, gara gara kemunculan kekasihmu itu aku jadi ragu."
Percakapan terjedah saat ada pelayan datang membawa minuman serta Makanan ringan ke ruang tamu, setelah pembantunya kembali ke dalam, Bastian merubah posisi duduknya, dia menghadap ke Clara.
"cla dia bukan siapa siapa lagi, aku janji akan menjagamu, melindungi kamu dan akan selalu membuatmu tersenyum bahagia."
"manis sekali."
"lupakan soal Hellen, aku ingin kita berdua fokus sama hubungan kita dan pernikahan yang sudah di depan mata Cla."
"Lalu bagaimana kalau ternyata cintamu masih nyangkut ke si Halloween itu? Apa kamu ada rencana untuk selingkuh dariku? Mengingat dia itu tipe cewek yang kamu inginkan!."
Setelah berkata demikian Clara langsung membuang muka, malas sekali rasanya di pandangi terus menerus oleh Bastian.
"hahahaha.... Cewek seperti itu sudah lama pergi dari pikiranku, seiring berjalannya waktu dan seringnya kita bertemu, kini aku berubah haluan, aku menyukai cewek mini seperti kamu, aku telah jatuh cinta sama kamu Cla, eh!." Bastian spontan menutup mulutnya.
"apa?." mata Clara melotot tajam.
"mini kamu bilang! Tinggi badanku 160 kamu bilang mini!." imbuh Clara tak terima dengan ucapan Bastian.
"maaf Cla." ucap pria yang tinggi badannya 173 tersebut.
"tadi kamu juga bilang kalau kamu jatuh cinta sama aku?." Clara membalas tatapan mata Bastian penuh selidik.
"i-iya." balas Bastian gugup.
"omong kosong!." cibir Clara.
"sungguh Cla, aku pikir ini juga aneh, tapi akhir akhir ini aku merasa dadaku panas saat kamu jalan sama si kuku Bima itu, setelah aku konsultasi ternyata aku sedang jatuh cinta sama kamu."
"konsultasi? Sama siapa?." selidik Clara.
"Mbah G**gle." jawab Bastian pasti.
"stress!."
"Beneran cla, kata kata darinya itu sama persis dengan apa yang aku rasakan saat ini." jelas Bastian."
"aneh." gumam Clara sembari menunduk sambil memainkan ponselnya.
"cla, taruh ponselmu." Bastian mengambil ponsel di tangan Clara lalu meletakkan di dekat tas gadis itu.
Bastian lalu menggeser posisi duduknya lebih dekat lalu tangan kanannya menyentuh pundak Clara.
"Jangan dekat dekat!."
"sreett." pipi Clara bergesekan dengan hidung mancung Bastian sat menoleh, Bastian yang sedang mendekatkan wajahnya ke Clara langsung tersenyum.
"ka-kamu mau apa?." Clara gugup lalu mencondongkan tubuhnya ke belakang.
"cla." Bastian memegangi dagu Clara.
"aku ketagihan bibir kamu." ucapnya pelan dengan nafas memburu yang menerpa wajah Clara.
"ja-jangan macam macam." tepis Clara seraya mendorong dada bidang Bastian.
"hap!."
Bastian tak mau menyia nyiakan kesempatan itu, dia menarik tengkuk Clara lalu bermain main dengan bibir yang sudah membuatnya tergila gila tersebut.
"eehmphh!." Clara mencoba mendorong tubuh Bastian namun kalah tenaga.
dengan lembut Bastian terus bermain, lagi lagi pria tampan itu menutup bab dengan hal yang cukup membuat Clara tersentak kaget.
jangan lupa tinggalkan like and komentar ya, biar author makin bersemangat nulisnya.