NovelToon NovelToon
Khodam Leluhur

Khodam Leluhur

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Mata Batin
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Seorang gadis yang terlahir di malam istimewa (malam satu suro)di warisi sebuah khodam dari leluhurnya tetapi terpaksa tersegel karena sebuah peristiwa. Tepat di usianya yang ke tujuh belas segel kembali dibuka.
Mampukah gadis itu menjalani hari-hari nya dengan kemampuan yang baru dimilikinya...
Sinopsis yang sangat singkat ya,...tapi cukuplah buat yang baca jadi penasaran 🤭
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita. Sebab cerita ini aku buat murni dari imajinasi ku sendiri alias karangan bebas. Jadi jika ada kesamaan itu merupakan suatu ketidak sengajaan🙏🏼
Soo... ikuti cerita ku, dan jangan lupa tinggalkan jejak jempol dan komentar ya☺️
Jangan lupa juga bintang lima jika cerita ku bisa bikin baper 😁🤭🙏🏼

Yuk dukung karya terbaru ku ...!
Selamat membaca ...! 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat

Audi, Claudia, dan juga Dimas masih mematung di depan rumah kayu. Angin berhembus pelan menggoyangkan api kecil yang menyala di lampu teplok. Suasana malam itu begitu sunyi dan sepi, bahkan suara jangkrik dan hewan malam lain nya pun tak terdengar sama sekali.

Sunyi... benar-benar sunyi.

"Gimana ? Apa kita ketuk pintu nya dan meminta bantuan ?" Tanya Audi melirik Dimas

"Kita pergi saja yuk...! Aku takut" Bisik Claudia sambil memegangi lengan Audi

"Gak apa-apa,kita coba dulu. Siapa tahu yang punya rumah itu bersedia membantu kita" Ucap Audi

"Tapi perasaan aku gak enak,kita balik saja yuk !" Ucap Claudia lagi

"Tanggung. Kita sudah di sini, lagi pula apa salah nya kita mencoba" Ucap Dimas

"Tapi...." Claudia seketika terhenti saat melihat pintu rumah itu terbuka perlahan.

"Eh, pintunya kebuka !" Tunjuk Audi

"Kita masuk !" Ucap Dimas

"Jangan...! Main masuk-masuk saja ! Gak sopan tahu !" Seru Audi

"Yee... maksud aku kita masuk kalau yang punya rumah ngizinin" Terang Dimas

"Oh,gitu. Kiarin " Gumam Audi pelan

"Ya udah yuk !" Dikas berjalan di depan ,Audi dan Claudia di belakangnya.

"Permisi.... Assalamualaikum...." Ucap Dimas

"Kok gak ada yang nyahut ?" Tanya Audi

"Gak ada orang kali" Ucap Claudia

"Kita tunggu sebentar,siapa tahu suara kita gak kedengeran " Ucap Dimas,ia pun kembali mengucap salam

"Assalamualaikum ......tuuk...ooo...atuk !" Ceplos Dimas kelepasan

Audi dan Claudia terkesiap.

Plak'

"Aduh !" Dimas mengaduh saat lengannya digeplak Audi

"Iiihhh...malah bercanda !" Gemas Audi

"Hehehe...maaf,kelepasan " Ucap Dimas sambil cengengesan

Audi dan Claudia menggelengkan kepala, tiba-tiba seorang kakek datang mengejutkan mereka.

"Kalian cari siapa ? Dan kenapa kalian bisa sampai di sini ?" Tanya kakek itu

Audi, Claudia , dan Dimas lantas menoleh. Kakek itu sudah berdiri di belakang mereka.

"Maaf kek, kaki tersesat dan kami juga terpisah dari teman kami yang lain " Ucap Dimas

Kakek itu nampak mengangguk kecil," Begitu rupanya, baiklah lebih baik kalian masuk dulu, kalian pasti capek kakek ambilkan minum dulu" Ucap kakek itu setelah mempersilahkan ketiga tamu nya masuk dan duduk di kursi kayu yang sudah usang. Rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu itu berlantai tanah dengan alat penerangan berupa lampu teplok di setiap sudut ruangan. Udara yang masuk dari celah-celah kayu membuat suasana terasa dingin. Tak ada barang apapun di rumah itu, hanya lemari kayu tua yang jadi pembatas antara dapur dan ruang tamu.

Tak lama kakek itu kembali dengan membawa tiga gelas yang terbuat dari batok kelapa berisi air minum. Asap tipis nampak mengepul dari dalam gelas batok.

"Silahkan diminum, air nirah kelapa ini sangat bagus buat stamina tubuh,apalagi kalian yang habis berjalan jauh, kakek sudah menghangat kan nya biar lebih enak saat diminum. Silahkan ! " Kakek itu meletakkan tiga gelas batok di meja yang terbuat dari bambu.

"Makasih kek, maaf jadi merepotkan" Ucap Audi sementara Claudia menatap isi gelas itu dengan ragu.

"Alhamdulillah... Akhirnya ketemu air juga , mana manis banget, enak.Makasih ya kek..." Ucap Dimas nampak menikmati minuman nya

Kakek itu hanya tersenyum , namun tatapan nya berbeda ketika melihat Claudia.

"Pada dasar nya hati manusia itu begitu rentan,dan rawan. Tinggal bagaimana kita bisa mengelola nya dengan baik "Ucap kakek itu begitu ambigu

"Maksud kakek ?" Tanya Audi bingung

"Bukan apa-apa "Jawab kakek itu sambil tersenyum

"Jangan takut , itu hanya air nirah yang sudah dipanaskan " Ucap nya lagi sambil menatap ke arah Claudia

Claudia nampak terkesiap, gadis itu pun tersenyum kikuk." I... Iya kek " ucapnya gugup , Claudia pun segera meminum air nirah tersebut.

Sluuurrrppphhh....

"Hmm... manis, kek " Ucap nya lirih

"Jadi, kalian terpisah dengan teman-teman kalian yang lain ?" Tanya kakek itu sambil menatap ketiga nya

"Iya kek ... " Jawab Audi

"Panggil kakek Lim, nama ku Limus. Ki Limus " Ucap kakek Lim

"Kalian tunggu saja di sini, biar teman kalian kakek yang akan mencari. Di luar sangat gelap akan sangat bahaya jika kalian berada di luar sana " Ucap kakek Lim seraya berdiri dari duduk nya

"Kalian bisa beristirahat, kakek pergi dulu" Kakek Lim lalu pergi meninggalkan rumah kayu itu.

"Kalian percaya kakek Lim ?" Tanya Claudia

"Sepertinya kakek Lim baik, sudah jangan berprasangka buruk. Aku yakin kakek Lim gak ada niat jahat lada kita" Ucap Dimas

"Setuju. Kalau kakek Lim berniat jahat gak mungkin kan dia ngasih kita tempat istirahat dan ngasih kita minum " Sambung Audi

Sementara itu, Pandu dan Tio tengah mencari teman-teman nya. Dengan berbekal cahaya senter dari ponsel ,mereka terus berjalan menembus gelapnya malam. Rimbun nya ilalang tak menghalangi langkah mereka. Tak sadar kini mereka sudah masuk jauh ke dalam hutan.

Tiba-tiba terdengar sayup bunyi gamelan Jawa dari kejauhan. Pandu dan Tio menghentikan langkah, dan saling bertukar pandang.

"Kak denger gak ? " Tanya Tio

"Iya. Sepertinya kita sudah dekat dengan pemukiman, dan sepertinya ada warga yang tengah mengadakan hajatan " Sahut Pandu

"Semoga saja warga bisa membantu kita mencari Dimas dan yang lain " Ucap Tio

Pandu mengangguk" Seperti nya suaranya dari arah sana " tunjuk nya

Mereka pun berjalan menuju arah suara gamelan terdengar.

Beberapa saat kemudian mereka melihat sebuah panggung sederhana terbuat dari kayu dan bambu. Di atas panggung nampak beberapa orang tengah memainkan gamelan sementara seorang penari tengah menari dengan mengikuti irama kendang bersama beberapa pria yang mengerubuti nya.

Orang-orang begitu menikmati pertunjukan, suara riuh tepukan tangan dan sorak soray menyemarakan acara. Pandu dan Tio terpaku, sebab baru pertama kali mereka melihat pertunjukkan seperti itu. Seorang penari lain datang dan mengalungkan selendang nya pada leher Tio, seketika pria itu mulai menggerakkan tangan dan bagian tubuh lain nya. Seakan tak sadar pria itu mengikuti si penari menari dengan gerakan tak biasa.

"Tio ...!" Teriak Pandu

Pria itu mencoba menarik Tio, akan tetapi dihalangi orang-orang yang tengah menari. Pandu berusaha kembali mendekat tetapi tubuh nya segera ditarik dan dijauhkan dari Tio.

Saat itu sebuah akar tiba-tiba menjalar melilit kedua kaki nya. Pandu terkejut dan terjatuh saat akar itu menarik tubuh nya hingga beberapa meter. Di sana Tio masih menari, Pandu mencoba memanggil tetapi mulut nya seakan terkunci tak mampu mengeluarkan suara.

"Ya Allah ... apakah ini mimpi ?" Gumam Pandu membatin

Saat itu, Pandu melihat sebuah cahaya melesat ke arah nya, cahayanya begitu menyilaukan hingga ia harus menutup mata karena tak tahan dengan silau nya.

"Lepaskan mereka !"

Pandu membuka mata saat mendengar suara seorang perempuan, akak tetapi ia tak bisa melihat siapapun di sana.

Seketika alunan musik gamelan terhenti, begitu pun penari dan orang-orang yang tengah menari ikut menghentikan tarian nya. Semua nya menatap ke arah seorang wanita cantik yang berdiri tepat di depan Pandu.

"Jangan ikut campur! Mereka telah lancang memasuki kawasan ku, jadi mereka harus menjadi bagian dari kami" Ucap seorang penari cantik yang merupakan pemimpin nya.

"Mereka tak sengaja datang ke tempat ini. Lepaskan mereka !" Ucap wanita cantik itu lagi

"Tidak akan " Ucap penari itu dengan tegas

"Kalau begitu, akan ku buat luluh lantak tempat mu !" Tunjuk wanita cantik itu seraya melepaskan cahaya kemerahan dari telapak tangan nya.

DUARR

DUARR

DUARR

Suara ledakan dimana-mana, orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Penari cantik itu murka dan menyerang wanita cantik itu dengan kedua tangan nya yang memajang mencekik wanita cantik itu.

Namun wanita cantik itu berhasil menangkis dan memotong lengan si penari dengan pedang emas nya.

Si penari meraung kesakitan, tiba-tiba di belakang nya muncul seorang pria tampan langsung menghantam punggung si penari hingga jatuh ke tanah.

"Berani kau macam-macam dengan cucu ku, tak akan ku ampuni..!" ucap pria itu

Tio segera tersadar, ia merasa bingung mengapa dirinya berada di tengah-tengah panggung. Sementara Pandu sudah terlepas dari jeratan akar segera berdiri.

"TIO....! Ayo kita pergi !" Teriak nya

Meski kebingungan masih melanda nya,Tio melakukan apa yang diucapkan Pandu.

Di saat itu, kakek Lim datang dan segera membungkuk pada pasangan yang telah menolong Pandu dan Tio.

"Dalem ngaturaken hormat ..." Ucap Kakek Lim menunduk

"Antarkan cucu ku dan teman-teman nya pergi dari tempat ini !" Ucap wanita cantik itu

"Sendiko dawuh nyai ... " Kakek Lim segera mendekat pada Pandu dan Tio

"Ikut kakek , teman-teman kalian sudah menunggu !" Ucap nya

Pandu dan Tio saling tatap, " Kakek siapa ? Kakek tahu teman-teman kami?" Tanya Pandu

Kakek Lim tersenyum, dan mengangguk, " Ayo kita segera pergi dari tempat ini !" Ajak kakek Lim

Sebelum pergi kakek Lim menoleh dan menunduk pada pasangan yang merupakan kakek dan nenek buyut Pandu ( Mika dan Fahmi ). Pandu dan Tio ikut menoleh dengan kening berkerut, karena mereka tak melihat kedua sosok itu.

"Mari ikut aki ! " Ajak kakek Lim

Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Kakek Lim.

Keesokan harinya warga di kejutkan dengan penemuan sebuah mobil yang terparkir di tengah-tengah kuburan. Warga juga menemukan empat remaja dan satu dewasa di bawah pohon beringin tua beberapa meter dari mobil.

"Sepertinya mereka pingsan. Cepat bawa mereka ke klinik !"

....

1
Sekti Ibue'BilFa
selamat tahun baru juga kak
Sekti Ibue'BilFa
pasti yg mengganggu keluarga alam itu jg yg membunuh anak 2 alam dan arsshy?
Asri
Iya belum kak, 🤭
Saha Weh
😱😱jd merinding disko 🤔🤔
Sekti Ibue'BilFa
semoga cepat sembuh bapak mertuanya, sehat sehat kk othor🤲
Asri: Amin, makasih kak🙏
total 1 replies
Saha Weh
oh jd si evan bisa liat hantu juga 🤔💪
Saha Weh
emang ya si taehyung belum jd jin muslim ya klw om uwo kan udah jd walow pun pinaya beeribadah dia gk kepanasan🤔🙏
Sekti Ibue'BilFa
hati2 Saras sama itu cow🤭🤭
semangat kk othor💪💪
Khoirun Nisa
lanjut ka ceritanya makin menarik
Sekti Ibue'BilFa
ko blm up?
Asri: iya kak makasih 😊🙏
total 4 replies
Sekti Ibue'BilFa
keluarga Dimas pemuja setan kah atau guna2?

lanjut....
Asri
Takut kena sawan,yang serem mulu 😅 🙏
Asri
Hehe... takut aku kalau visual tokoh nya,takut ada yang protes 😅
Sekti Ibue'BilFa
tumben hantunya cantik 🤭
Saha Weh
kenapa gambarnya hantu mulu sih ka coba pisual ya saras dan teman,, nya kan jd kaget 😁🙏🙏
Saha Weh
kira,, siapa ya apa,, itu musuh ya Vinaya kenapa anak,, ya arsi meninggal terus makin penasaran ini dan keman om wowo 🤔
Asri: Makanya ikutin terus ya ceritanya biar gak bikin penasaran 😁
total 1 replies
Saha Weh
👏👏👏lama banget kk muncul ya padahal aku udah gk sabar pingin liat keluarga ya Vinaya kangen aku 🥰🥰
Asri: hehe... iya maaf kak 🙏
total 1 replies
Sekti Ibue'BilFa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sekti Ibue'BilFa
kalo bacanya malam, pasti takut plus kaget ini/Sob//Sob/
Sekti Ibue'BilFa
kasihan banget si arsyi/Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!