NovelToon NovelToon
SARANG

SARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Single Mom / Janda / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Shikacikiri

"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.

Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.

Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Sarah duduk, saat Ki Yong duduk.

Mata Jim Hyuk menatap terpana pada wajahnya yang kini tirus.

"Apa yang mereka lakukan padamu? Kenapa kamu jadi sekurus ini? " tanya Jin Hyuk hendak meraih wajahnya.

Sarah mundur karena takut, hendak bersembunyi lagi pada bahu Ki Yong.

"Eits! Hentikan drama ini, kami ingin dengar cerita mu, bukan meminta mu mengomentari wajahnya yang sekarang kurus" He Jin kesal.

Jin Hyuk melirik sinis, tapi kembali menatap Sarah yang masih menghindari tatapannya.

"Aku mau melihat matanya yang berwarna coklat itu" ucap Jin Hyuk.

He Jin menghela kesal.

"Hei Sarah, perlihatkan matamu! " He Jin geram dengan drama pria yang terpesona ini.

"Tidak bisa! " Ki Yong menahannya.

He Jin menatapnya heran, kemudian beralih pada Sarah yang masih tak mau menatap Jin hyuk.

"Cerita saja, jangan banyak syarat. Kami juga membayar setiap cerita yang keluar dari mulutmu" Ki Yong menunjukkan emosinya.

Sarah merasa dilindungi, dia tetap memegangi ujung jaket Ki Yong.

"Ok, aku cerita. Lagipula aku sudah melihatnya, aku bisa membayangkan mengapa aku jadi tergila-gila padanya hari itu" ucap Jin Hyuk yang tatapannya meraba tubuh Sarah.

Ki Yong kesal dengan caranya memperhatikan Sarah.

Tapi, pada akhirnya Jin Hyuk cerita panjang lebar. Menceritakan emosi yang terluapkan saat menyentuh dan hendak merudapaksa Sarah.

Semakin lama, cerita semakin panas, Jin hyuk benar-benar menggambarkan Sarah seperti hasratnya. Memuji setiap lekukan dan bekas luka ditubuhnya.

He Jin merasa Jin Hyuk punya kelainan mental saat mengatakan menyukai bekas luka di tubuh Sarah.

Ki Yong tak tahan, dia mulai meremas tangannya sendiri.

Sementara itu, Sarah semakin takut, semakin malu dan semakin gemetar. Tak lama, tubuhnya tumbang, dia pingsan.

Ki Yong meraih tubuhnya dan langsung menggendongnya ke ruangan kesehatan yang ada di sana.

"Tolong panggilkan dokter! " seru Ki Yong yang panik.

He Jin tak bergeming, dia menunggu kelanjutan cerita Jin Hyuk dengan ekspresi wajahnya yang datar.

Jin Hyuk melirik padanya.

"Kau tidak mengkhawatirkan dia" tanyanya.

"Kepala Polisi Kim sudah bilang padaku kalau dia pasti akan pingsan, pengawas lapas juga sudah tau, jadi mereka tau apa yang harus dilakukan, silahkan lanjutkan cerita mu" He Jin mempersilahkan.

Jin Hyuk menyeringai kemudian lanjut bercerita.

Sementara itu, Ki Yong panik, dia sangat mencemaskan Sarah dan terus memegangi tangannya.

Perawat penjara menatapnya heran.

"Dia terlalu memaksakan diri" ucap Jun Ki, perawat.

Ki Yong menatapnya seolah perawat itu sudah tahu akan begini.

"Kau tau dia akan pingsan? " tanyanya.

"Hmm, kepala Polisi Kim mengatakan dia akan datang, waktu itu, di pengadilan juga begini, entah bagaimana cara mengobati traumanya" jelasnya.

Ki Yong berpikir dan bergumam.

"Kita baru mulai, bahkan belum bicara dengan Jun Mo"

Perawat itu mendengar.

"Kalau Jun Mo, dia tak pingsan. Malah berani berdebat dan memarahinya" timpalnya.

Ki Yong terheran kemudian tersenyum.

"Syukurlah kalau begitu" ucap Ki Yong kemudian menatap wajah Sarah yang berkeringat.

Dengan lembut, dia menyapu dahinya dengan sapu tangan.

"Nanti kalau dia bangun, kau bisa berikan obat ini. Nanti gemetarnya bisa hilang dengan ini" ucap perawat itu kemudian pergi.

Ki Yong menyapu keringatnya lagi.

"Maaah... " Sarah mengigau.

Ki Yong mengerti Sarah memanggil ibunya. Tangannya bergerak perlahan ingin membelainya. Tapi dia mengurungkan niatnya , dia melipat kedu tangannya di perut sambil menunggu.

Tak lama, Sarah langsung terbangun sambil berseru.

"Tolong! " ucapnya.

Dia bangun langsung duduk dan menatap Ki Yong yang juga menatapnya.

"Kamu ga apa apa kan? " Ki Yong cemas.

Nafas Sarah terengah seolah sudah berlari jauh. Dia menelan salivanya dan hendak bangun.

"Minum" Ki Yong menyodorkan gelas dan memegang piring kecil berisi obat.

Sarah melirik ke arah obat itu, dia ingat.

"Aku tidak mau minum obat itu" ucap Sarah.

Ki Yong heran.

"Tapi, perawat tadi bilang..... "

"Tidak mau, tidak usah" Sarah bangun kemudian merapikan rambutnya.

Ki Yong bangkit dari kursinya dan mengikuti langkah Sarah.

"Apa sudah selesai? " tanya Sarah.

"Belum, kita baru saja masuk dan kamu langsung bangun" jawab Ki Yong seraya berhati-hati melihat langkah tergapahnya Sarah.

"Maaf ya, aku merepotkan " ucap Sarah.

"Tidak apa apa.... perhatikan saja langkah mu! " Ki Yong cemas karena dia terus tersandung kecil seperti mau terus jatuh.

Kemudian seseorang berlari dari arah pintu masuk.

"SARAH! "

Ji Min datang setelah Jae Suk memberitahu bahwa mereka akan ke penjara. Dia langsung memeluk Sarah dan mengusap rambutnya.

"Kamu pingsan lagi ya? " Ji Min mengusap wajahnya.

Kali ini Ki Yong kesal melihat pemandangan itu. Meskipun sudah tau hanya dianggap sebagai adik, tapi perhatian Ji Min membuatnya kepanasan.

Sarah masih lemas, dia membiarkan Ji Min melakukan apapun padanya. Ji Min mengarahkannya untuk duduk. Mereka duduk di kursi tunggu.

"Kamu pasti ngantuk berat, sini tidur di sini" Ji Min membersihkan pahanya untuk Sarah tidur.

"Tidak usah, aku tidak minum obatnya" ucap Sarah menolak dengan lemah.

Ki Yong melirik, mengerti kenapa Sarah menolak untuk minum obat.

"Kenapa tidak minum... nanti terus panik" Ji Min sangat cemas.

"Entahlah, tapi kali ini aku merasa lebih tenang. Mungkin karena sudah lebih ku luapkan semuanya dalam tulisan" ucap Sarah.

Mata Ki Yong melirik lagi, teringat dengan ucapan seseorang yang dia kenal, yang sama dengan ucapan Sarah.

"Luapkan semuanya dalam tulisan, kamu pasti akan merasa sedikit lebih tenang" gumam Ki Yong.

Sarah mendengar, tapi tak jelas, dia hanya menoleh pada Ki Yong.

"Ayo pulang! " He Jin keluar dari ruang jenguk dengan santai.

"Jun Mo? " tanya Ki Yong.

"Sudah, aku katakan Sarah di sini hendak menemuinya tapi setelah ku beritahu keadaannya, dia jadi melow dan begitu saja cerita, jadi aku dapat ceritanya" jawab He Jin.

Sarah menghela, dia bangkit kemudian mengambil nafas dalam.

"Syukurlah" ucap Sarah.

Dia berjalan, He Jin dan Ki Yong pun berjalan keluar. Ji Min terus memapah Sarah yang terus menepis tangannya yang ingin membantu.

Sampai di mobil, He Jin menatap Ji Min. Sarah mengerti, dia langsung memeluk lengannya.

"Dia ikut aku" ucap Sarah.

"Baiklah! " ucap He Jin kemudian masuk ke kursi kemudi.

"Kenapa ikut kamu? " tanya Ki Yong.

"Dia tidak bisa langsung pulang ke Jeju, jauh" keluh Sarah.

"Lalu kamu mau dia tidur bersama mu di dapur Da Jin? " Ki Yong kesal.

"Kalau begitu dia tinggal dengan mu saja semalam! " Sarah ikut kesal.

"Setuju! " seru Ji Min seraya mengajak Sarah duduk di belakang bersamanya.

Ki Yong terpaksa duduk di samping He Jin dan mendengarkan semua perhatian Ji Min yang berlebihan pada Sarah.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!