Nayla seorang gadis kota cantik dan periang telah jatuh cinta pada seorang lelaki desa yang tampan.
Namun cinta yang pertama kali di rasakan Nayla harus di lepaskannya karena status sosial diantara mereka.
"Aku akan selalu mencintaimu" lirih Nayla saat dia harus pergi meninggalkan Hamdi.
"Terima kasih atas cintamu, kamu akan selalu ada di hatiku" bisik Hamdi sebelum melepaskan pelukannya.
Kesetiaan cinta tak sanggup membuat cinta mereka bersatu. Cinta yang mereka pertahankan kandas di tengah jalan. Bagaimanakah perjalanan cinta yang mereka jalani. Yuk simak di novel perdanaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketua Pemuda
Walaupun Nayla lumayan sibuk dengan kegiatan perkemahan akbar, di sela sela istirahat Nayla menyempatkan menelpon Hamdi.
"Assalamualaikum..." ucap Hamdi saat mengangkat ponselnya yang berdering.
"waalaikumsalam..." sapa Nayla
"kamu lagi apa??"
"biasa masih kegiatan...Cin lagi apa???"
"Ini lagi ngobrol sama teman...rencana besok ada kerjaan...ngambil kayu di hutan..."
"mhm...kami besok mau hiking cin... Tp Nayla gak tau daerahnya dimana"
"owh...kamu hati hati ya besok..."
"iya cin..."
"dek..."
"apa...??"
"miss u..."
"hehehe...miss u too.."
"nanti tungguin aku ya...."
"emangnya cin mau kesini???"
" cuma lewat...mau ke desa tetangga...ada acara"
"nich lagi duduk tempat biasa" Nayla biasa menelpon Hamdi di bangku santai di bawah pohon rindang di pinggir jalan...
"bentar lagi aku lewat" ucap Hamdi.
"iya....aku tungguin disini"
Tak berapa lama Hamdi melintas dengan Hp masih di telinganya.
"kamu tambah cantik..." goda Hamdi kemudian berlalu.
Nayla tersenyum "kamu tambah ganteng..."
"udah dulu ya dek..."
"iya cin...Nayla juga mau mandi nich...
assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Nayla menutup Hp nya kemudian beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Bersiap dengan acara api unggun malam ini.
***
Malam ini cuaca sangat bersahabat, langit berbintang menambah semarak acara api unggun malam ini. Sebelum api di nyalakan ada berbagai rentetan acara.
Para siswa disuruh berbaris mengelilingi tumpukan kayu yang akan menjadi api unggun Nantinya. Acara dimulai dan beberapa sambutan di lontarkan pemimpin sekolah, dan ketua panitia serta sambutan yang selalu di tunggu tunggu para siswa yaitu sambutan dari ketua pemuda desa yang menjadi idola merekaa karena ketampanan dan sifat bijaksana serta keramahannya.
" ini lho Nay...yang selalu di tunggu tunggu..." ucap Rani yang duduk di samping Nayla
" kenapa?? seolah istimewa banget..." ucap Nayla yang masih menunggu ketua pemuda yang di bilang Rani untuk maju ke depan karena dia sendiri belum kenal siapa ketua pemuda yang di idolakan para siswa.
"biasanya dia bakal kasih hadiah sama anak anak atau guru guru..." ucap Rani.
Semua siswa terutama para siswi sangat histeris menunggu ketua pemuda tersebut berdiri. Telah tampak seseorang berdiri dengan pakaian yang rapi. Namun wajahnya masih samar samar bagi Nayla. Saat ketua pemuda yang di nanti nanti telah berdiri di podium sederhana yang telah di sediakan Nayla dapat melihat wajah tampan pria tersebut, saat dia menaiki podium tatapannya tertuju pada Nayla dan tersenyum. Nayla kaget ternyata ketua pemuda itu adalah Hamdi.
" gimana Nay????" goda Rani saat Nayla tersipu malu melihat sosok yang kini sedang berbicara di podium.
"jadi bg Hamdi pujaan disini ya Ran???"
"ya gitu....hampir semua gadis di desa ini ingin bersanding menjadi istrinya..."
"truss...kok dia gak mau...???"
"dia maunya sama kamu..." ucap Rani membuat Nayla malu
Hubungan Hamdi dan Nayla belum terlalu menyebar di desa, walaupun menang ada beberapa orang yang sudah tahu.
Hamdi masih memberi sambutan, dalam sambutan yang di berikannya sesekali dia memberikan interaksi pada para siswa yang membuat para siswa menikmati setiap kata yang di lontarkannya.
Nayla tersenyum terpukau menatap Hamdi yang telah mengisi hatinya. Rani menyadari tatapan Nayla lalu menggodanya
"kenapa Nay...?? naksir ya....? "
"udah disini kali Ran..." ucap Nayla menunjuk ke hatinya.
"Baiklah...sekarang kita masuk ke sesi Hadiah...siapa yang mau hadiah...?" ucap Hamdi dari podium yang menghentikan perdebatan mereka.
Para siswa mengangkat tangan berebutan untuk di panggil ke depan. Hamdi menunjuk seorang siswa kelas satu lalu memberikan hadiah pada anak tersebut setelah memberikan pertanyaan tentang isi sambutannya tadi.
"mhm...hadiah kedua...untuk salah satu guru..." ucap Hamdi.
Rani menarik lengan Nayla dan mengankatnya ke atas. Nayla malu mendapati sorotan dari para siswa serta guru guru yang lainnya.
"boleh...silahkan berdiri..."ucap Hamdi dengan nada yang penuh wibawa.
Nayla berdiri mendekati podium tempat Hamdi berdiri
"perkenalan dulu buk" ucap Hamdi dengan senyumnya sambil memberikan mikrofon ke tangan Nayla, ada rasa kesal di hati Nayla karena godaan Hamdi yang pura pura tidak mengenalinya.
salam dari ke dinginan
done like komen fav dan rate 5 ya
Saling dukung ya..🙏😍
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER