NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ramdan menjadi kasar

Malam itu, Azalea tak bisa tidur, rasa sakit yang kerap di idap di perut bawahnya semakin menggila, membuat Aza bangun jam 3 malam.

Ia lirik ke samping, Ramdan tidak ada disana. Aza merunduk lesu, tanpa bisa di tahan air matanya kembali luruh. Ia peluk lututnya yang gemetar.

Kini semakin jelas sikap Ramdan yang berubah padanya. Awal-awal masih perhatian, hanya pulangnya sering telat. Sampai puncaknya insiden kehilangan uang. Aza sudah mengaku dengan jujur bahwa dia tidak tau kenapa uang itu bisa hilang. Padahal ia ingat betul ia selalu menyimpannya di kotak yang sama.

Semenjak hari itu, Ramdan mulai sering pulang larut. Setiap ditanya pria itu lebih sering mengelak. Sampai akhirnya satu Minggu semenjak insiden kehilangan uang itu. Kini, Ramdan terang-terangan mengabaikan dirinya.

Azalea benar-benar tak mengerti, sebenarnya apa yang salah dengannya. Hanya karena dia berucap lewat sekali, reaksi Ramdan langsung defensif. Membuat Aza semakin takut menanyai ini itu padanya.

Ia turunkan kedua kakinya dari ranjang, hendak berdiri, namun tiba-tiba nyeri hebat bak pukulan telak di perut bagian bawahnya. Membuat Aza refleks memeganginya, mengaduh kesakitan.

"Awss, sakit sekali."

Tidak biasanya ia mengalami sakit perut sehebat ini. Sebelum-sebelumnya ia hanya nyeri biasa, akan sembuh setelah meminum obat. Namun kali ini rasa sakitnya lain. Ia berjalan tertatih keluar kamar, menahan rasa sakit yang menggila.

Sesampainya di dapur, Aza langsung menuangkan air ke dalam gelas. Lalu menenggaknya hingga tandas.

"Mas Ramdan kemana yah, apa dia pulang ke rumah ibu?"

Aza ingin menelefon, tapi rasanya tak enak menelfon keluarga Ramdan di jam-jam segini. Alhasil ia hanya menunggu di sofa ruang tamu, berharap Ramdan melihat kepeduliannya.

Sekitar pukul 5 pagi, Aza terbangun saat mendengar suara ceklekan pintu. Dan saat melihat ke arah pintu. Benar saja, Ramdan pulang. Hanya saja, kondisinya berbeda dari biasanya.

"Mas...kamu kenapa? Kamu abis darimana?"

Aza langsung meraih tubuh Ramdan yang oyong. Dan saat meraih tubuhnya, bau parfum wanita serta alkohol yang kuat menyeruak menembus hidungnya, membuat Aza nyaris mual.

"Mas...kamu mabuk?!"

Namun Ramdan tak merespon, pria itu kerap merancau dan oyong. Membuat Aza memilih urung dengan pertanyaannya. Merebahkan Ramdan lebih dulu di sofa.

Ia tatap miris suaminya yang mulai berani melakukan hal-hal tak benar itu. Dulu Ramdan sudah berjanji tidak akan mabuk-mabukan, tapi sekarang seolah janji pernikahan mereka hanyalah semu. Bahkan tubuh Ramdan dipenuhi bau parfum wanita.

"Mass bangun!" kesal Aza, menepuk lengan Ramdan kesal.

Rasa curiga dan overthinking mulai menyeruak di dalam dadanya. Mabuk, bau parfum perempuan. Wanita yang polos pun bisa menebak dengan apa yang mereka lihat dari kondisi Ramdan sekarang.

"Mass....kamu abis darimana?! Kenapa bajumu bau parfum perempuan?!" pekik Aza panik.

Wanita itu lantas menarik tangan Ramdan, lalu menghirup telapak tangannya. Dan disitulah, tubuh Aza mematung. Tatapannya langsung berubah kosong, tangan Ramdan yang ia pegang luruh dari genggamannya.

"Bau—cairan sperma."

Tubuh Aza langsung ambruk disitu juga, ia terduduk di depan sofa dengan tatapan tak percaya. Air mata mengalir dari sorot mata kosong itu.

"Ga mungkin..." lirih Azalea, langsung menutup telinganya, menjerit kuat.

Ramdan yang terlelap itu, mendengar raungan dan jeritan Aza tentu terusik. Dengan tega ia mendorong bahu Aza yang terduduk di bawahnya dengan kaki. Hingga tubuh Aza terguling ke samping.

"Brisik!" teriaknya emosi, setengah teler karena mabuk. Tanpa ia sadari, ia sedang memarahi wanita yang paling ia sayang dan tak tega ia kasari.

Aza gemetar ketakutan. Ia tatap Ramdan di depan sana yang seperti bukan Ramdan. Pria yang ia kenal di depannya dulu paling anti menyakiti tubuhnya, apalagi berlaku fisik sepelan apapun. Namun sekarang, pria itu berani menendang tubuhnya. Namun bodohnya Aza, ia mengira Ramdan melakukannya karena mabuk. Dan memilih menyingkir dari hadapan pria itu.

Aza lantas bangkit, berlari masuk ke dalam kamar. Sementara Ramdan dibiarkan tidur di sofa ruang tamu sambil merancau lirih, sesekali terkekeh dengan mata terpejam.

"Sial, tubuh Mia enak sekali."

Azalea berlari ke pojokan kamar, meringkuk di sana sembari menutupi mulutnya, menahan tangis yang semakin menyiksa tenggorokan.

Ia tidak menyangka, suaminya akan melakukan hal tidak benar. Mabuk, main wanita, meski ia tak punya bukti, bau parfum di tubuh Ramdan, serta tangannya yang agak lengket dan bau sperma bercampur cairan vagina. Sialnya, logika Aza berjalan sekarang.

"Kenapa mas tega ngelakuin ini padaku, hiks!"

Aza semakin merasa bodoh. Ia bodoh karena membiarkan Ramdan keluar malam ini, jika ia menahannya sekali saja, dan memohon lebih dibawah kaki pria itu. Mungkin Ramdan tidak akan pergi dan mabuk-mabukan. Namun sekarang semua sudah menjadi bubur. Mau menyesal pun, Ramdan sudah menyentuh tubuh wanita lain.

Sekitar jam 10 pagi, Ramdan terbangun dari tidurnya. Ia meringis ngilu saat sakit pinggangnya kembali menyiksa.

"Aws, sial. Apa sebenarnya yang terjadi?"

Ia bangkit perlahan, dan saat melihat sekeliling, ia sudah berada di dalam rumahnya. Keningnya mengerut, "kapan aku pulang?"

Ia spontan melotot, sadar akan kejahatan yang sudah ia lakukan. Pria itu lantas bangkit, mencari-cari keberadaan Aza di kamar serta ruangan yang lain. Namun nihil, Aza tidak ada lagi di rumah.

Ramdan menepuk kepalanya kuat, membodohi dirinya sendiri yang dengan tololnya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.

"Bagaimana ini, jangan-jangan Aza tau aku mabuk?" lirih pria itu, langsung panik.

"Aza! Kamu dimana?!" seru Ramdan, kelabakan mencari keberadaan Aza kesana kemari, namun tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu.

"Sial! Gara-gara Gian bangsat itu. Aku jadi mabuk kaya gini. Aza pasti tidak akan memaafkan ku sekarang." desisnya kesal. Lantas berjalan keluar dari rumah, mencoba mencari keberadaan istrinya.

Sementara Aza, wanita itu kini sedang berada di rumah sakit. Ia sedang mengkonsultasikan rasa sakit di perutnya yang semakin tak wajar.

"Jadi gimana dok? Apa badan saya ada penyakit serius?"

Dasarnya Aza. Wanita itu kerap parno dengan apapun. Sakit sedikit di area vital saja, ia langsung menghubungkannya ke hal yang tidak-tidak.

Sang dokter tersenyum menggeleng, "Anda tidak mengidap sakit kronis, mba. Tadi sudah saya cek, semua aman. Mungkin masalahnya di cara konsumsi obat anda yang salah."

Kening Aza mengerut, "Maksudnya dok?"

"Anda terlalu over meminum obat penyubur."

Aza tertegun. Ia tidak mengira dokter di depannya bisa tahu, padahal tidak ada tindak USG di pemeriksaan kali ini.

"Ko dokter bisa tau?"

Dokter Edward tersenyum tipis, "Saya sudah sering menemukan pasien seperti anda. Ibu rumah tangga yang ingin memiliki momongan pasti akan melakukan apapun demi hal tersebut. Hanya saja, terlalu banyak mengkonsumsi pil kesuburan justru akan memperlemah rahim. Ovarium yang dipaksa untuk membuat sel telur terus menerus justru akan berbahaya, bisa menimbulkan penyakit serius seperti kista ovarium."

Aza merunduk, melotot menatap perut bawahnya. Ia tak mengira, tindakan yang berniat baik justru bisa pelan-pelan menggerogoti tubuhnya sendiri.

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!