NovelToon NovelToon
Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir / Anak Lelaki/Pria Miskin / Dokter Ajaib
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Remake dari karya berjudul Emas yang belum lama di rilis dan karya teman penguasa berlengan satu yang sudah di drop.

Kisah seorang pria yang selalu di hina akibat dia hanya memiliki satu lengan. Dia di khianati istri yang sewaktu smp di tolongnya sampai mengorbankan lengannya. Mertua dan iparnya menganggap dia sampah karena dia sering di pecat karena kondisi nya.

Dia sempat berpikir mengakhiri hidupnya dan di tolong, dia mendapat lengan bionik karena kebetulan dan sempat mau di bunuh oleh selingkuhan istrinya, namun di saat kondisinya sudah kritis, lengan bionik nya malah menolongnya dan memberinya kekuatan untuk mengubah nasib. Bagaimanakah kisah perjalanan hidup baru nya ?

Genre : Fiksi, fantasi, drama, komedi, supranatural, psikologi, menantu terhina, urban.

100 % fiksi, murni karangan author. mohon like dan komen nya ya kalau berkenan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Hari sudah sangat siang, “brrrm,” Mark dan Amanda berhenti di depan rumahnya, Suriwati yang kebetulan baru masuk setelah menjemput Andika pulang, langsung berlari lagi ke pagar untuk membukakan pintu,

“Kalian dari mana ?” tanya nya.

“Dari bank sama mall mak,” jawab Mark.

“Oh kirain kemana, lain kali kunci rumah ya, sampe kaget emak pas pulang nganterin Andika ga ada orang dan pintu terbuka,” ujar Suriwati sambil membukakan pagar.

“Oh...lupa ya, maaf ya mak,” balas Mark.

“Iya, Manda juga lupa mak,” tambah Amanda.

Amanda membuka helmnya dan membuat Suriwati terkesiap sampai melompat sedikit dengan tangannya di mulutnya,

“Kamu...Amanda ?” tanya Suriwati pangling.

“Idih emak, ya iyalah, emang siapa lagi,” jawab Amanda kesal.

“Maaf maaf emak kaget hehehe, oh iya, ada yang mau emak omongin sama kalian di dalem ya,” ujar Suriwati.

“Ok mak,” balas Mark.

Setelah memasukkan motor ke dalam dan mengunci pagar, keduanya duduk di ruang tengah bersama Suriwati yang menghidangkan minuman untuk mereka. Setelah Suriwati duduk,

“Dika mana mak ?” tanya Amanda.

“Di belakang, biasa maen sama si Belang,” jawab Suriwati.

“Trus mau ngomong apa mak ?” tanya Mark.

“Jadi gini, tadi waktu emak lagi nunggu Dika keluar di sekolah, kakak emak telepon, dia bilang karena dua hari lagi hari minggu, keretanya penuh, jadi emak perginya besok,” ujar Suriwati.

“Hah,” ujar Mark dan Amanda bersamaan.

“Kok malah jadi maju mak ?” tanya Amanda.

“Mau gimana lagi, bapak dan ibu emak sudah tua dan sudah ingin banget ketemu emak, begitu juga emak, soal sekolah Dika, sudah emak urus semuanya hari ini, di sana udah di urus juga sama kakak emak,” jawab Suriwati.

Mark menoleh melihat Amanda yang menunduk, dia memegang tangan Amanda dengan lembut, kemudian Amanda menoleh melihat Mark,

“Kamu ga apa apa ?” tanya Mark lembut.

Amanda tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian dia kembali menatap Suriwati yang nampak sedang senang di depannya.

“Ya udah kalo gitu mak, tapi kita berdua anter ke stasiun ya, besok jam berapa ?” tanya Amanda.

“Jam 9 pagi, emak siap siap dulu ya,” ujar Suriwati berdiri.

Dia langsung berjalan ke kamarnya dan menutup pintunya, Mark dan Amanda masih duduk mematung, tapi tiba tiba “hup,” Andika melompat ke pangkuan Mark yang langsung memeluknya, kemudian Amanda mencondongkan tubuhnya kesamping memeluk Andika yang nampak bingung melihat Amanda.

“Loh...kakak siapa ?” tanya Andika polos.

“Ih...ini lagi, ya kakak mu lah,” jawab Amanda kencang.

“Oh...kok lain ?” tanya Andika.

“Kan abis di permak hehe,” jawab Mark.

“Oh...di permak ?” tanya Andika bingung.

“Udah ah, ini kakak, masa kamu ga ngenalin sih,” jawab Amanda.

“Iya kenal kok kak hehe, oh ya, boleh ga Belang Dika bawa ?” tanya Andika yang memegang Belang.

“Hmm memang naik kereta boleh bawa peliharaan ?” tanya Mark.

“Boleh sih mas, yang bawa ayam aja boleh,” jawab Amanda.

“Tapi harus di kandangin ya ?” tanya Mark.

“Iya sih, biasanya gitu,” jawab Amanda.

“Boleh ya,” pinta Andika memelas.

“Ya udah, tapi kita beli kurungan nya dulu yuk,” ujar Mark.

“Iya ayuk,” balas Andika antusias.

“Kamu bantu emak berberes ya, aku ke pet shop dulu sama Dika bentar, naik motor,” ujar Mark.

“Iya mas, trus masalah buku ini gimana,” balas Amanda.

“Kamu langsung kasih aja, mumpung aku dan Dika ga ada kan,” balas Mark tersenyum dan mengedipkan mata.

“Iya deh,” balas Amanda tersenyum.

Langsung saja Mark berdiri menggendong Andika kemudian berjalan ke garasi. Setelah menutup pagar untuk Mark dan Andika, Amanda mengambil si Belang dan masuk ke dalam kemudian berjalan ke belakang untuk menaruh si Belang pada tempatnya. Setelah cuci tangan, dia menghampiri kamar Suriwati.

Amanda terlihat ragu ragu dan membuka kembali buku tabungan di tangannya untuk melihat jumlahnya, kemudian dia mengumpulkan keberaniannya dam membuka pintu,

“Mak,” panggil Amanda di depan pintu yang sudah terbuka lebar.

“Eh kamu, sini bantuin emak berberes...atau kamu bantu beresin barang Andika deh,” ujar Suriwati.

Tiba tiba Amanda mendekat dan memeluk Suriwati dari belakang, karena kaget Suriwati berbalik membalas pelukan Amanda,

“Kenapa Manda ? kamu ga membujuk emak tinggal di sini kan ?” tanya Suriwati.

“Enggak mak, Manda cuman mau memeluk emak saja,” jawab Amanda.

“Dasar kamu, masih manja aja,” balas Suriwati tersenyum namun mempererat pelukannya.

Setelah beberapa saat berpelukan dan melepaskannya, Amanda mengambil tangan Suriwati dan memberikan buku tabungan atas namanya lengkap dengan kartu atm dan secarik kertas berisi pin nya. Wajah Suriwati berubah menjadi kaget,

“Apa ini Manda ?” tanya Suriwati.

“Buka aja mak, buat emak,” jawab Amanda tersenyum.

Suriwati membuka bukunya dan matanya membulat seketika begitu melihat saldo yang tertulis di baris kedua. Tangannya langsung naik ke mulutnya dan air matanya tidak terbendung, tapi tiba tiba dia menghapus air matanya dan menarik tangan Amanda, dia menaruh lagi bukunya di tangan Amanda.

“Loh kenapa mak ?” tanya Amanda.

“Buat kamu saja, kamu kan baru menikah, tentunya kamu perlu dana cadangan kan ? jadi kamu pegang aja, buat masa depan kamu, emak gampang,” jawab Suriwati tersenyum sambil membersihkan air matanya.

“Tidak mak, ini dari aku dan mas Mark, buat emak, tolong di terima niat kita berdua membalas budi emak yang sudah mengasuh dan membesarkan aku dari kecil sampai sekarang,” ujar Amanda tersenyum dengan mata berkaca kaca.

Suriwati terdiam, dia menatap buku di tangan Amanda, kemudian dia menatap Amanda yang ekspresinya tidak berubah sama sekali tanpa ada keraguan di wajahnya, tangannya naik perlahan dan mengambilnya, “huuuu....huuuu,” Suriwati tidak bisa lagi membendung air matanya yang berjatuhan, dia menutup mulutnya dan menangis sejadi jadinya. Tangannya terentang memeluk Amanda di depannya.

“Semoga kamu bahagia selalu bersama Mark, kalian pasti sukses dan mudah rejeki, emak selalu doakan kalian,” ujar Suriwati terisak.

“T..terima kasih mak hik....hik,” balas Amanda yang juga mulai menangis.

“Jangan lupa kunjungi emak sekali sekali ya Manda, tetap kontak sama emak,” balas Suriwati.

“Pasti mak, nanti aku main ke kampung emak sama mas Mark,” balas Amanda.

“Ingat ya Manda, walau badai menerpa rumah tangga kalian, tetap bersatu dan kamu harus tetap dukung Mark apapun yang terjadi,” ujar Suriwati.

“Pasti mak, Manda mencintai mas Mark dan tidak mungkin Manda meninggalkan mas Mark sendirian,” ujar Amanda.

“Kalau ada apa apa cerita sama emak ya,” balas Suriwati.

“Iya, makasih ya mak, Manda pasti sering kontak emak,” balas Amanda.

Keduanya melorot turun sampai duduk dan berpelukan di lantai sambil terus mengeluarkan air mata namun raut wajah mereka nampak bahagia. Setelah selesai, keduanya bangun dan mulai membereskan barang barang milik Suriwati dengan ceria dan mengobrol santai.

1
NiynAyiem💖🥰💖
tambah bab min
NiynAyiem💖🥰💖
cerita seru nihh
NiynAyiem💖🥰💖
tambah bab min
Ryan Hidayat
kalo bisa 2 episode per hari
tapi juga jangan lupa jaga kesehatan dan kebarokahan diri sendiri
Ryan Hidayat
gass 2 episode enak nih
Ryan Hidayat
siapa yang taruh bawang di sinih?!!!?
Syaeful Husna70
mc terlalu baik penjahatnya jd enak ga seru
Alfin Faturrizky: hargain yg buat bang
total 1 replies
Rizky Fadillah
lu pintar atau tidak thor,lu tau kan ini Indonesia klo buat novel itu pakai bahasa Indonesia aja,ga semua orng bisa bahasa Indonesia tolol bat dh
Alfathir Paulina: lah ini kasusnya gimana orang indonesia g ngerti bahasa indonesia terus ngertinya bahasa kalbu mungkin ya thor😂😂😂semangat thor orang ini mungkin lagi kehilangan khodamnya🤣🤣🤣🤣🤣
Eka Uderayana: sabar Thor... orang ini kayaknya mengalami masalah kejiwaan... suka menghina orang... pasti hidup nya berantakan.... semangat berkarya buat author 💪
total 3 replies
♅ᴇᴍᴘᴇʀᴏʀ♅
suami yang kau sia siakan sudah mendapatkan istri baru😏
♅ᴇᴍᴘᴇʀᴏʀ♅
semangat thor 💪💪🔥🔥🔥
♅ᴇᴍᴘᴇʀᴏʀ♅
Steady 👍🔥🔥
Ling
mau lanjut ga nih novel?
Ling: jgn terlalu lama updatenya
Mobs Jinsei: yup, makasih support nya
total 2 replies
Eli Setiyowati
bagiku cerita ini terlalu miris ,karena ceritanya sangat menyentuh hati .kenapa ada seorang istri yg dengan kejamnya melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang perempuan.
Mobs Jinsei: Makasih support nya kak /Pray/
total 1 replies
Oe Din
Luar biasa
Mobs Jinsei: thanks kaka
total 1 replies
Syari Andrian
Baru tau rasa kan
Syari Andrian
Huuhuhuhu
Syari Andrian
Ngpain juga nyari Marlon kalau gak cinta. Malah di caci maki doang
Syari Andrian
Waaah ternyata
Ryan Hidayat: gelo⁴ 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Syari Andrian
Enknya punta suami kaya, lngsung glow up
Syari Andrian
Mark kurang tegas, kurang cool... Terlalu gugup badahal udah berubah😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!