Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Vidio
"apa yang ingin kau lakukan..kenapa kau mendekat..."ucapku sambil mundur hingga tubuhku membentur pintu di belakang, lalu Arion langsung mengunci pintu dengan tangan satunya sedangkan tangan satunya mengunci ku agar tidak bisa menjauh lagi,
"Ara... kau benar-benar tidak ingin dekat dengan ku lagi..."ucapnya yang kini sudah mendekatkan wajahnya ke wajahku, sontak aku mendorongnya dengan keras lalu menghindari nya berdiri di dekat ranjang ku, .
"Berhentilah bersikap seperti ini Arion, bersikaplah normal, seperti biasa yang kau lakukan di rumah"ucapku Dengan nada yang sedikit emosi, dengan tiba-tiba Arion menarik lenganku, memaksaku agar meghadap kearahnya,
"Kau yang maunya apa.. aku bersikap dingin salah, setelah aku ingin bersikap seperti yang kau inginkan juga salah, kenapa wanita selalu menjadi hal yang menyulitkan...."ucap Arion dengan tak kalah melototi ku,
"Aku duku memang mengharapkan kau membalas akan setiap sikapku, tapi bukan seperti ini Arion .. aku mau hatimu, bukan egomu, sekarang aku malah jijik melihat sikapmu seperti ini, Berhentilah... berhentilah bersikap sperti laki-laki kurang ajar"ucapku sambil terus menatapnya, mendengar kata-kata ku Arion langsung melepaskan pegangan tangannya di lenganku, lalu ia duduk, menunduk dengan kedua tangannya menopang dahinya,
ku lihat ke arahnya, kulihat dia penuh dengan penyesalan dan kebingungan,
"Apa yang harus aku lakukan Ara,agar kau bisa menerima maaf ku, aku janji akan memperbaiki semuanya,"ucapnya sambil tetap dengan posisi nya, aku menyerah aku duduk di sampingnya,
"Apa yang ingin kau perbaiki, semuanya... kau akan memulainya dari mana...dan dengan dasar apa kau melakukan ini, kenapa Arion... kenapa kau begini disaat aku sudah menyerah akan dirimu, apakah kau belum puas menyiksaku,menyakitiku, apakah kau tahu, membuat keputusan untuk pergi darimu adalah keputusan paling besar yang pernah aku ambil, tapi kau... kau dengan mudahnya mengatakan agar aku tidak pergi..."ucapku dengan nada penuh kesedihan, tiba-tiba Arion melihat ke arahku mengambil tanganku dan menggenggamnya,
"Ara, aku tau, sikapku sudah terlalu menyakitimu, menyakiti keluargamu dan juga menyakiti keluargaku, tapi jujur, semua yang aku katakan pada bapak adalah hal yang benar, dan masalah Tania, dan kebersamaan aku dengannya ada hal yang tidak bisa aku jelaskan sekarang, namun aku janji akan segera aku selesaikan dan maslaah postingan itu, aku akan membersihkan nama baik hubungan kita, Ara, aku tidak bersikap hangat kepadamu karena aku punya alasan, dan kau tau, aku juga sama tersiksanya melakukan itu, dan kamu pasti bertanya mengapa aku bisa sedekat itu dengan tania, bahkan bisa se intim itu berpegangan tangan dan bahkan aku memeluknya, itu karena aku tidak punya perasaan apapun kepadanya, akun hanya menganggap dia sebagi adik yang harus aku lindungi" ucapnya berusaha menjelaskan, namun mengapa hatiku masih sakit saat mendengar kata itu, menganggapnya adik, hah sepenting itukah kedudukan seorang adik...di bandingkan seorang istri....???
"Adik...adik yang harus kau lindungi.... dan istri yang harus kau abaikan ..kau acuhkan... kau telantarkan... dan kau injak harga dirinya dengan terang-terangan...?"ucapku sambil menahan sesak di dada, seketika Arion mencium bibirku dengan sangat lama, tidak ada reaksi hanya saja dia menempelkan bibirnya ke bibirku, menghentikan aku yang ingin meneruskan kata-kataku,
ini... apa ini ciuman... ini adalah ciuman pertamaku... Arion menciumiku ..apakah ini bukan mimpi
mataku masih terbelalak dengan ciuman dadakan arion, saat Arion menyadari ketegangan ku ia melepaskan ciumannya dan mengusap air mata yang berjatuhan di pipi ku,
"Ara... beri aku kesempatan, kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku, aku tidak pernah punya niatan untuk menyakitimu, aku harap kau bisa mempertimbangkan permintaanku agar di beri kesempatan, jika aku dan Tania benar-benar ada hubungan aku tidak akan capek-capek kemari untuk menemuimu, bahkan minta maaf padamu, pikirkan orang tua kita jika kita mengambil keputusan besar itu, kamu pegang kata-kata ku, jika aku tidak bisa memperbaiki semuanya, kau boleh pergi jauh dariku,"ucapnya dengan masih menggenggam tanganku, aku beranikan diri untuk menatap matanya,mata yang dari dulu selalu memandangku dengan pandangan yang tidak bisa aku tebak, pria yang dari dulu tidak pernah bicara denganku, bersikap dingin kepadaku, kini telah memohon maaf padaku, dan meminta kesempatan agar aku bisa bertahan dengannya, mengingat kata-kata nya tentang orang tua, aku juga tidak ingin berpisah dari Arion, mengingat semua jasa orang tua Arion terhadap orang tuaku, hutang keluarga ku ke orang tua Arion, aku sungguh tidak bisa membalas semuanya,
"Aku ingin istirahat... kau keluarlah..carilah kamar sendiri..."ucapku sambil memecahkan keheningan yang sedari tadi terjadi antara aku dan Arion,
"Apakah kau benar-benar tidak ingin sekamar dengan ku...?"tanya Arion, yang langsung aku balas dengan anggukan kepala ku,
"Baiklah kalau begitu... aku keluar aku akan tidur di ruang tamu"ucapnya yang sambil berdiri dari sampingku, entah kenapa hatiku sakit saat melihatnya pergi, ingin aku tahan tapi rasa sakitku langsung datang kepada ku dan menghalangiku untuk menahannya pergi, sesat aku sudah tidak melihat arion di kamarku, aku termenung sambil menidurkan tubuhku, menangisi setiap perkataan yang keluar dari mulut Arion,apakah itu kebenaran... atau kebohongan seperti kejadian di studio itu... saat aku pergi... Arion tiba-tiba bersikap beda denganku, ia begitu banyak bicara dan tingkahnya 100 kali lipat berbeda dengan dirumah, itu yang membuatku masih meragukannya,
apakah aku salah... apakah keputusanku salah...apakah sikapku keterlaluan... lalu bagaiman dengan sakit hatiku, kecemburuanku, dan harga diriku, aku bahkan sampai mempermalukan diriku sendiri di hadapannya, dan dia menolak ku secara terang-terangan, saat itu...betapa hancurnya hati, perasaan dan harga diriku olehnya, apakah dia tidak mengingat hal itu, apakah itu hanya angin lalu baginya, semudah itukah dia minta maaf dan meminta agar aku bertahan dan kembali padanya, seegois itukan laki-laki?
*****
Kini sang Surya sudah bersinar menggantikan rembulan malam, saat aku bangun dari tidurku, aku sudah melihat Arion yang tengah sibuk dengan laptopnya di ruang tamu, entah dia menyadari keberadaan ku atau tidak tiba-tiba ia langsung melihat ke arahku dan tersenyum padaku,
"Kenapa kau berpakaian seperti itu?"ucapnya yang melihat baju ku, ya hari ini aku ada pemotretan di kantor Daniel denah tema baju China yang di desain oleh perusahaan Daniel, yang sengaja ingin di promosikan,
"Ara hari ini ada pemotretan memakai baju seperti itu"ucap Daniel yang tiba-tiba ada di belakangku,
"Apakah kau memanfaatkan istriku..."ucap Arion dengan sinis,
"Tentu...dia karyawan ku sekarang, tentu dia harus bekerja denganku,"ucap Daniel sambil duduk di samping Arion, namun arion langsung bangun dan menghampiriku,
"Kau lihatlah vidio ini"ucap Arion sambil menujukkan sebuah Vidio yang berhasil membuat Ara tersenyum,
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅