NovelToon NovelToon
Ketika Hati Salah Memilih

Ketika Hati Salah Memilih

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fauzi rema

Andrew selalu percaya bahwa hidup adalah tentang tanggung jawab.
Sebagai pewaris perusahaan keluarga, ia memilih diam, bersifat logis, dan selalu mengalah,bahkan pada perasaannya sendiri.
sedangkan adiknya, Ares adalah kebalikannya.
Ares hidup lebih Bebas, bersinar, dan hidup di bawah sorotan dunia hiburan. Ia bisa mencintai dengan mudah, tertawa tanpa beban, dan memiliki seorang kekasih yang sempurna.
Sempurna… sampai Andrew menyadari satu hal yang tak seharusnya ia rasakan:
ia jatuh cinta pada wanita yang dicintai adiknya sendiri.
Di antara ikatan darah, loyalitas, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Andrew terjebak dalam pilihan paling kejam,
apa Andrew harus mengorbankan dirinya,
atau menghancurkan segalanya.
Ketika cinta datang di waktu yang salah,
siapa yang harus melepaskan lebih dulu?

Novel ini adalah lanjutan dari Novel berjudul "Istri simpananku, canduku" happy reading...semoga kalian menyukainya ✨️🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fauzi rema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Enam bulan setelah kepulangan mereka ke Jakarta, Ares kembali ke lokasi syuting untuk film terbesarnya. Andrew, yang biasanya hanya memantau dari kantor, sore itu terpaksa datang ke lokasi syuting di sebuah gedung tua bersejarah untuk mengantarkan obat Ares yang tertinggal.

Andrew berjalan dengan langkah tegap, mengenakan kemeja slim-fit abu-abu yang terlihat sempurna, wajahnya kaku seperti biasanya.

​Saat ia melewati area catering, ia melihat seorang wanita yang membelakanginya. Wanita itu memiliki rambut hitam legam yang panjang dan sangat halus, mengenakan gaun bunga-bunga yang feminin dan ramping. Penampilannya sangat elegan, seperti model iklan kelas atas.

​Namun, kedamaian itu pecah saat wanita itu berbalik dan berteriak pada seorang asisten.

​"Mas! Ini sambalnya mana? Masak makan ayam goreng nggak pakai sambal itu kayak nonton film horor tapi lampunya nyala, nggak ada gregetnya!"

​Andrew mengernyit. Suaranya melengking, ceria, tapi sangat berisik.

​Andrew mencoba mengabaikan wanita itu dan terus berjalan. Namun, di lantai yang licin karena bekas tumpahan air mineral, langkah Andrew goyah. Di saat yang sama, wanita itu berbalik dengan cepat sambil membawa piring berisi ayam goreng.

​Bruk!

​Andrew berhasil menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh, tapi tidak dengan kemeja mahalnya. Sepotong paha ayam mendarat tepat di dadanya, meninggalkan noda minyak yang lebar.

​"Waduh! Mas! Hati-hati dong, ini ayamnya kan belum sempat aku gigit, kasihan dia mati sia-sia di baju Mas!" seru wanita itu tanpa rasa bersalah.

​Andrew menatap noda di kemejanya, lalu menatap wanita di depannya dengan tatapan mematikan. "Anda... apa Anda tidak punya mata? Lihat kemeja saya."

​Wanita itu, yang ternyata adalah Elena Valeska, bukannya minta maaf dengan anggun, malah mendekat dan mengendus baju Andrew. "Hmm, kemejanya mahal ya? Bau parfumnya juga kayak bau orang kaya yang nggak pernah kena debu knalpot. Tenang, Mas, nanti aku kasih tips ilangin noda pakai sabun cuci piring, ampuh banget sumpah!"

​"Saya tidak butuh tips mencuci Anda. Saya butuh Anda diam dan minggir dari jalan saya," jawab Andrew dingin, suaranya rendah dan mengancam.

​Elena berkacak pinggang. "Lho, kok galak? Mas ini ganteng-ganteng kok mukanya kayak orang lagi nahan cicilan KPR sih? Senyum dikit kenapa. Padahal aku ini Elena Valeska lho, orang-orang antre mau foto sama aku, Masnya malah marah-marah sama aku."

​"Saya tidak peduli Anda siapa. Anda berisik, ceroboh, dan... harusnya anda minta maaf, anda membuat baju saya kotor!" Andrew memicingkan mata.

​"Heh, minta maaf ? Mas yang harusnya yang minta maaf, Mas kan yang nabrak saya, Ayam goreng saya jadi mubazir yuh. Masnya pasti tipe-tipe yang kalau di rumah sikat giginya harus dijajarin sesuai warna ya? Kaku banget kayak kanebo kering!" balas Elena ceplas-ceplos.

​Ares yang baru saja selesai break langsung berlari menghampiri saat melihat kakaknya berhadapan dengan lawan mainnya.

​"Kak Andrew! El ! Ada apa ini?"

​"Ares, singkirkan wanita ini dari hadapan gue sebelum gue membeli rumah produksi ini hanya untuk memecatnya," ucap Andrew tanpa ekspresi namun penuh penekanan.

​Elena tertawa kencang, sebuah tawa yang sangat cantik tapi entah kenapa terasa menyebalkan di telinga Andrew. "Halah, mainnya ancam beli perusahaan. Sultan mah bebas ya, Res? Kakak lo ini emang begini tiap hari? Kasihan ya yang jadi istrinya nanti, pasti tiap hari sarapannya makan peraturan perusahaan."

​Andrew tidak membalas lagi. Ia memberikan botol obat pada Ares dengan kasar, lalu berbalik pergi menuju mobilnya.

​"Mas Kanebo! Jangan lupa dicuci ya bajunya! Kalau nggak bisa, panggil aku aja, tarifku murah kok, cuma bayar pakai seblak!" teriak Elena sambil melambaikan tangan, senyumnya yang manis tetap menghiasi wajahnya yang luar biasa cantik.

​Andrew masuk ke mobilnya dan mencengkeram kemudi. "Gadis gila," gumamnya. Namun, tanpa ia sadari, ia sempat melihat bayangan wajah Elena di spion, wanita paling berisik dan menyebalkan yang pernah ia temui.

​Di sisi lain, Elena kembali memakan ayam gorengnya dengan santai. "Gila ya, dia yang nabrak, sampai ayam goreng gue jatuh, eh dia yang marah-marah."

Ares tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan langka di depannya. Belum pernah ia melihat Andrew, pria yang bahkan bisa membuat dewan direksi gemetar hanya dengan satu dehaman, mendadak kehilangan kata-kata karena paha ayam dan ocehan seorang wanita.

​"Res, kakak lo ganteng sih, tapi kayaknya dia butuh rukyah deh biar nggak marah-marah terus," celoteh Elena sambil santai mengelap jarinya yang berminyak dengan tisu.

​Ares menggeleng-gelengkan kepalanya. "El, hati-hati. Kak Andrew itu ibarat kulkas dua pintu. Dingin, kaku, dan kalau kamu macem-macem, kamu bisa dibekuin dalam sekejap. Dia nggak punya kamus receh di otaknya."

​Elena malah menjentikkan jarinya, matanya berkilat jahil. "Halah, kulkas kalau nggak dicolokin listrik juga nggak bakal dingin, Res. Kakak lo itu cuma butuh kejutan biar sistemnya error sedikit. Sayang banget wajah se-ganteng itu cuma dipakai buat melotot."

​Ares menyeringai, ia tiba-tiba mendapat ide gila untuk menjahili kakaknya sendiri. "Oh ya? Lo yakin bisa? Gue tantang lo, El. Kalau lo bisa bikin Kak Andrew tersenyum, nggak usah ketawa deh, senyum tipis aja di depan lo dalam waktu sebulan syuting ini, gue bakal traktir lo seblak paling enak di Jakarta setiap hari selama setahun."

​Mata Elena membulat. "Wah, meremehkan kekuatan charms Elena Valeska ya? Oke, challenge accepted! Seblak setahun adalah motivasi hidupku. Mas Kanebo itu bakal luluh, lihat aja nanti. Dia bakal senyum sampai gigi gerahamnya kelihatan!"

​----

​Andrew sudah berada di dalam mobilnya, mencoba membersihkan noda minyak di kemejanya dengan tisu basah sambil menggerutu. Namun, tiba-tiba ponselnya bergetar hebat. Notifikasi Instagram masuk bertubi-tubi.

​Saat ia membukanya, wajah Andrew memerah padam. Elena baru saja mengunggah sebuah Instagram Story. Di foto itu, Elena berpose duckface yang sangat cantik, sementara di latar belakangnya yang sedikit blur, tampak Andrew yang sedang menatap noda ayam di dadanya dengan wajah sangat marah.

​Caption-nya tertulis:

​"Ketemu 'Mas Kanebo' di lokasi. Bajunya jadi korban paha ayam gorengku yang meronta-ronta. Doain ya guys semoga aku nggak dipecat sama Sultan ini! 🍗😂 #AyamGorengLoveStory #MasKanenoTapiGanteng"

​"Wanita ini... dia benar-benar cari mati," desis Andrew.

​---

​Beberapa hari kemudian, Andrew kembali ke lokasi syuting karena dipaksa Papi Adrian untuk membicarakan kontrak brand ambassador terbaru dengan Elena Valeska.

Andrew sudah menyiapkan mental untuk menghadapi "mulut mercon" gadis itu.

​Namun, saat ia sampai di area belakang set yang sepi, Andrew terhenti. Di bawah pohon kamboja yang rimbun, ia melihat Elena. Tidak ada tawa melengking, tidak ada celetukannya yang menyebalkan.

​Elena duduk di kursi lipat, menunduk dalam. Bahunya bergetar kecil. Ia sedang memegang ponselnya, menatap sebuah komentar jahat dari netizen tentang kemampuan aktingnya yang dianggap hanya bermodal tampang. Air mata jatuh di pipi mulusnya yang biasanya selalu dihiasi senyum ceria.

​Andrew terdiam. Sisi pelindungnya yang selama ini hanya untuk Ares dan Alesya, tiba-tiba terusik. Ia mendekat perlahan, tanpa suara sepatu yang biasanya keras.

​"Sabun cuci piring ternyata nggak bisa hilangin noda air mata, ya?" ucap Andrew datar, mencoba mencairkan suasana dengan gaya "dingin"-nya.

​Elena tersentak, cepat-cepat menghapus air matanya dan mencoba kembali ke mode cerianya yang palsu. "Eh, Mas Kanebo! Ngapain di sini? Mau nagih ganti rugi kemeja lagi? Tenang, aku baru gajian kok!"

​Andrew tidak membalas candaan itu. Ia malah mengulurkan sapu tangan kain miliknya yang berwarna biru navy ke arah Elena. "Berhenti pura-pura berisik kalau hatimu sedang berisik karena hal lain. Pakai ini. Dan jangan posting foto sapu tangan saya di Instagram kamu."

​Elena terpaku menatap sapu tangan itu, lalu menatap Andrew. Untuk pertama kalinya, ia melihat kelembutan di balik mata es pria itu. Ia mengambil sapu tangan itu, lalu tersenyum, kali ini senyum yang tulus, bukan senyum cerianya yang biasa.

​"Makasih ya, Mas Kanebo. Ternyata kulkasnya punya pemanas di dalemnya," bisik Elena pelan.

​Andrew hanya berdeham, memalingkan wajah untuk menyembunyikan semburat merah di telinganya. "Ayo cepat bersihkan wajahmu. Saya tidak mau bicara kontrak dengan aktris yang matanya bengkak seperti habis disengat lebah."

​Tanpa disadari keduanya, Ares memperhatikan dari jauh sambil tersenyum penuh kemenangan. Sepertinya stok seblak setahun untuk Elena mulai terancam benar-benar harus ia beli.

...🌼...

...🌼...

...🌼...

...Bersambung......

1
Lilis Yuanita
bgus lnjut
Herman Lim
aduh Thor kog kasian bgt sih buat 2 sodara berdarah2 Krn 1 cew
Herman Lim
kyk bakalan perang sodara ne moga aja setelah ini Ares yg mau ngalah buat KK nya
muna aprilia
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!