pernikahan gadis miskin dengan orang yang kaya, ia bisa menikmati seluruh kekayaannya namun ia terkurung dalam sebuah rumah mewah dengan segala harta yang berlimpah namun hidupnya terkekang bagai di dalam sangkar emas dan harus terluka karna suaminya tak mencintainya, hingga kebahagian hadir setelah suaminya sadar akan cintanya namun semua harus terhalang saat flora mengetahui masa lalunya yang sebenarnya, siapakah yang akan flora pilih masa lalunya atau orang baru, semua masih menjadi misteri yang harus di rahasiakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuma lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Dia terlihat mengurung diri di kamar, saat tau kamu nggak Dateng
Elgio yang biasa ada di pinggir danau kini hanya mengurung dirinya di kamar
"kakek bisa saja, mungkin memang kakak ipar lagi pengen di kamar aja" sahut flora sambi memainkan tangannya
Mereka lalu melanjutkan makannya hingga ponsel Angga berdering, segera ia meraih ponselnya yang ternyata dari Elzio
"halo" ucap Angga terdengar di telinga flora, entah apa yang di katakan Elzio hingga Angga menganggukan kepala lalu ia meminta ijin pada Elzio untuk mengajak flora bermain di rumah utama, entah apa yang di katakan Alvaro lagi hingga kakek tersenyum ke arah flora dan mematikan ponselnya.
setelah ponsel itu mati kakek lalu melanjutkan makanya,
cukup lama makan, mereka akhirnya selesai, Angga lalu meminta flora untuk ikut d nganga, wajah flora kembali berbinar, ikut dengan Angga membuatnya bisa berinteraksi dengan orang-orang di sana meskipun hanya pelayan
meskipun hidup bergelimang harta, itu tak serta merta membuat flora sombong apalagi merasa risih dengan pelayan di sana, ia malah lebih senang berkumpul dengan mereka, itu yang membuat para pelayan sangat senang jika flora datang ke rumah utama meskipun Angga telah mewanti-wanti mereka agar tau batasan jika sekarang flora adalah nyonya di rumah ini
cukup lama di dalam mobil menuju rumah utama, flora hanya menatap ke arah luar yang memperlihatkan berbagai pohon dan ruko-ruko besar di pinggir jalan
kini mobil tersebut telah Samapi di Mansion Angga, segera sang membukakan pintu mobil agar flora dan Angga bisa turun dengan mudah
Angga turun dengan penuh wibawa, beberapa di ikuti oleh flora, beberapa bodyguard di sana memberi salam hormat pada Angga dan flora yang baru datang.
Angga lalu pamit ke ruang kerjanya sementara flora langsung menuju taman bunga mawar kesukaannya
di taman itu terlihat dua orang pelayan sedang membersihkan bunga-bunga yang mulai lagi karna tak di petik
"hei semua" ucap flora datang dari balik tembok menuju taman
kedua orang itu tersentak karna kehadiran mereka, kali ini flora tumben dagang lebih siang, mereka pikir flora tak akan datang lagi ke mansion utama
"hai nyonya " sapa mereka dengan ramah sambil menundukkan kepala
"boleh aku bantu?" tanya flora mengedipkan mata, menunggu jawaban dari ke dua orang pelayan itu yang bernama ayu dan Tata
" jangan nyonya nanti tangan nyonya kotor, kami bisa di marah sama tuan besar" kata tata dengan suara rendah agar tak menyinggung hati flora yang selembut kapas
flora mulai kesal " ini sih sama saja dengan di rumah" batin flora
ia lalu melangkah pergi tanpa berkata apapun menuju ruang kerja Angga
sesampainya di depan ruang kerja Angga, flora langsung mengetik pintu
pintu itu langsung terbuka sendiri menggunakan remote control, dapat flora lihat jika Angga saat ini sedang duduk di singgasana kebesarannya
"kakek" sapa flora
"duduklah, ada apa lagi hingga kamu mencari kakek?"
flora mencoba memberanikan diri takut di bilang lancang
" maaf kek, flora mau tanya kenapa flora nggak boleh Deket sama ayu dan tata, flora hanya ingin berinteraksi dengan lain tapi mereka seolah menjauh, dan flora tak boleh melakukan. apapun,"
"duduklah, mulai sekarang kamu itu adalah nyonya dan bermain dengan pelayan akan membuat mu terlihat sama seperti mereka" . suara itu terdengar tegas dan tak ingin di bantah
flora malah dengan sedikit keraguan membantahnya " tapi kek, "
wajah Angga sudah tidak bersahabat lagi membuat flora sedikit takut, ia menggigit bibir bawahnya dan memilin-milin bajunya