📍Start: 30-08-2020
📍Finish: 10-01-2021
Kedatangan seorang siswi baru di SMA KEBANGSAAN menarik perhatian dan kegegeran hampir seluruh warga sekolah, karena bisa membuat dua musuh bebuyutan memperebutkannya. Angkasa dan Rahen, dua remaja nakal langganan BK yang berumusuhan hanya karena ingin dianggap jagoan dan menang sendiri.
"Apa yang mereka suka dari gue sih? Kalem enggak, murid pintar dan teladan juga enggak, aneh, sengklek kali ya otak mereka sampai suka orang kaya gue," ucap Naura.
Siapakah yang akan dipilihnya?
Simak kisah selengkapnya~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imell mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Senja perlahan tenggelam di ujung sana.
"Dek lo ngapain sih lentang-lentung kayak orang gak punya kerjaan? cepetan mandi gih ntar abis maghrib kita ke nikahannya Gia!" ucap Kenzo seraya mengusap wajahnya yang basah.
"Emang gue gak punya kerjaan. Lo aja bang yang kesana sampein salam gue maaf gabisa dateng, gue gak kuat liat calon kakak ipar nikah!" balas Naura lesu seraya menghempaskan badan ke sofa.
"Drama banget! gue aja biasa aja tuh."
"Serah, gue mending nonton kartun di kamar enak." ucap Naura dan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Makin tinggi kadar gilanya." guman Kenzo dalam hatinya.
**********
Kenzo kini sudah rapi dengan setelan non formalnya untuk menghadiri pernikahan.
"Lo beneran gak ikut dek?" tanya Kenzo sebelum membuka pintu utama rumahnya.
"Nanya terus sih kek wartawan! gue bilang enggak ya enggak musti berapa kali lagi gue jawab?" balas Naura sewot.
"Baru jawab dua kali juga, lagian gue cuma nanya gak ikut yaudah!" ucap Kenzo seraya mengangkat bahu. "Gue berangkat."
"Silahkan." balas Naura cuek. Setelah memastikan hadiah darinya juga Naura dibawa, Kenzo segera menjalankan mobilnya keluar dari pelataran rumahnya.
"Gila macet banget jalannya! masa musti puter balik nih?!" ucap Kenzo seraya memukul stir mobilnya kesal. Dirinya memutuskan memutar balik dari jalan raya ke jalan lainnya supaya lebih cepat sampai.
"Akadnya sore tadi, pas lah gue dateng malem." ucap Kenzo saat melihat undangan di tengannya. Ponselnya berdering terlihat satu panggilan masuk dari Naura, segera di angkatnya.
"Udah sampe bang?"
"Lagi di Jalan, macet!"
"Jangan lupa foto kalo udah sampe sana!"
"Diajak nolak, sekarang kepo juga tuh."
"Kan gue cuma mastiin, siapa tau lo boong gak hadir ke sana bang ke!!!"
"Gakguna juga boong." balas Kenzo dan mematikan telponnya. Namun, tanpa sengaja pandangannya mengarah ke seorang perempuan cantik yang memakai gaun pernihakan di depan ruko kosong sambil duduk dan menangis tersedu-sedu.
"Kayak kenal sih gue." ucap Kenzo seraya menepikan mobilnya ke perempuan tersebut.
"Gia!" pekik Kenzo saat melihat jelas wajah perempuan tersebut, segera dihampirinya.
"Iiiyaa....," balas Gia dengan suara bergetar seraya mengusap air matanya.
"Ngapain disini? gue mau ngehadirin nikahan lo nih!" tanya Kenzo bingung.
"Saya lagi nangis malah ditanya, harusnya ditenanginnnn!" jawab Gia emosi.
"Baru ngerasain serba salahnya kalo perempuan nangis gue, jadi bingung* musti apa*." Batin Kenzo seraya menggaruk tengkuknya.
"Ya maap gue gak pernah nenangin cewek nangis." ucap Kenzo cengengesan.
"Harrssnya saya yang curhatt kenaap jdii mas Kenzo!!" balas Gia terbata-bata karna air matanya semakin deras.
"Salah lagi gue, oke maap!" ucap Kenzo,
Gia tak membalasnya hanya terus mengusap air mata juga ingusnya.
"Nginep di rumah gue dulu yuk! kasian gue liat lo disini kayak gelandangan." ajak Kenzo.
"Boleh, jangan ngeledek!" jawab Gia dan tiba-tiba saja memeluknya, membuat Kenzo kaget.
"Hiks hiks huhuhu." teriak Gia.
"Baru tau gue Gia yang se kalem itu sifatnya bisa nyebelin gini juga." guman Kenzo lirih.
"Nggomong appa?" tanya Gia bergetar.
"Nggak gue diem." balas Kenzo cuek,
kemudian Gia langsung melepaskan pelukannya dan mengusap air mata juga ingusnya.
"Maafff bajunya kotor karrna air mata sama inggus syya." ucap Gia tersenyum dengan mata sipitnya karna sembab.
"HAH? KEMEJA GUE!" pekik Kenzo refleks melepas kemejanya namun dihalagi Gia.
"Lohh mau ngaapain mas Kenzo? jangan lepas bajuu dssini." jawab Gia seraya menutupi matanya.
"Pikiran lo kotor amat! gue masih pake kaos ogeb!" ucap Kenzo seraya melepas kemejanya lalu menjitak kening Gia dan taklama Gia malah cengo.
"Terpesona sama lekuk tubuh gue?" tanya Kenzo meledek.
"Apaan sih ngayal!" balas Gia dengan pipi merah.
"Halah muka lo aja merona tuh, udah yuk buruan katanya mau ikut gue pulang!" ajak Kenzo seraya memasuki mobil diikukuti Gia.
**********
Di dalam mobil tidak ada percakapan sedikitpun, hanya suara Gia yang menangis semakin keras. Kenzo yang bosan akhirnya melajukan mobilnya dengan cepat sampai rumahnya.
"Woi gue pulang!!" pekik Kenzo seraya mengetuk pintu rumahnya, tak lama pintu terbuka lebar.
"Heem cepet amat....," jawab Naura terkejut. "Lo apain mbak Gia sampe nangis?" tanyanya.
"Ngaco lo!"
"Ayo masuk mbak." ajak Naura dan Gia hanya mengangguk lemah kemudian ambruk pingsan, tentu saja Kenzo langsung membopongnya menuju kamar tamu.
"Bik tolong ganti bajunya! biarin dia tidur." ucap Kenzo pada pembantu nya seraya keluar kamar itu.
"Iya."
"Mbak Gia lo apain sih?" tanya Naura.
"Dia tadi nangis di depan ruko kosong kayak gelandangan, makannya gue bawa pulang nih. Curiga mulu lo!" balas
Kenzo.
"Tapi kenapa nangis?" tanya Naura lagi.
"Besok lo tanya sendiri sono!" jawab Kenzo.
**********
Fajar mulai datang dari arah timur, bulan dari arah utara telah tenggelam. Di tengah perjalanan Naura menuju kelas tiba-tiba saja dihadang Samudra.
"Ra berhenti bentar, gue mau ngomong!" titah Samudra seraya melambaikan tangannya.
"Ngomong aja!" balas Naura.
"Sebenarnya gue....," perkataan Samudra terpotong Angkasa yang tiba-tiba datang.
"Tugas numpuk!!" ucap Angkasa seraya menyerahkan tas nya.
"Lah, ngapain tas lo titipin ke gue?" tanya Naura.
"Gue gak pake seragam." balas Angkasa.
"Seragam di dalem tas gini, alesan lo! pasti mau bolos kan?" tanya Naura lagi.
"Kerjain tugas! bacot mulu!" titah Angkasa kemudian menuju parkiran.
"Ra gue itu....," sahut Samudra.
"Ambigu banget! santai aja napa." jawab Naura.
"Tugasnya dikumpulin jam pertama hari ini." ucap Angkasa kembali menghampirinya.
"Woi monyet salju! lo pikir tangan gue mesin!!!" teriak Naura dengan kesal.
"Sebenernya gue suka sama lo!" guman Samudra lirih, Angkasa mendengarnya namun tidak dengan Naura.
"Kerjain di kelas gue sekarang!" titah Angkasa lalu menarik tangan Naura, entah kenapa dirinya tak suka saat mendengar perkataan Samudra ke Naura.
"Kenapa tadi gue gak ngomong langsung aja sih?!" ucap Samudra kesal.
"Lo tinggal ngomong susah amat!" sahut David seraya menghampirinya.
"Tapi kayaknya Angkasa denger lo ngomong gitu, makannya dia narik tangan Naura ngejauh dari lo!" sahut Viren seraya menepuk bahu Samudra.
"Kayaknya emang dia denger." jawab Samudra.
"Jangan-jangan Angkasa juga suka ke Naura." ucap David menebak.
"Kalo emang bener Angkasa juga suka ke Naura. Lo bakalan susah, soalnya pasti notabe Naura yang emang asistennya, bakal diguna'in buat ngejauhin dia dari lo!" sahut Viren.
"Huaah gue suka sama lo Nauraaa." teriak Samudra kencang, sampai terdengar ke Lifia yang kebetulan lewat.
"Sialan cari masalah emang, lo bakal abis di tangan gue ra!" guman Lifia seraya mengepalkan tangannya. Dirinya langsung menghubungi seseorang untuk menjankan sebuah rencana.
"Tunggu gue di acara kemah besok Naura!!!" guman Lifia seraya tersenyum licik.
**********
Naura baru saja menyelesaikan tugas yang diberikan Angkasa kepadanya.
"Sa tugas lo udah selese!" ucap Naura seraya keluar kelas menghampirinya, namun Angkasa hanya diam.
"Woi monyet! kuping lo di makan rayap apa?!" pekik Naura kesal. Angkasa hanya menatapnya datar, kemudian masuk kelasnya.
"Kesambet apaan tuh monyet salju?" guman Naura lirih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
Jangan Lupakan Like, Vote, and Coment.
💜💜💜💜💜💜💕💕💕💕💕
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
7in1
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa mampir ya di
"Morning Glory Family"
1000% bakalan ketagihan deh:v.
banyak pelajaran yang di ambil tentang hubungan kakak adek. cocok untuk haluan anak tunggal hehe