Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 28
Eps 28
“mamahkan udah bilang dari awal seharusnya kamu nggak usah nikahin mita, sekarang kamu kerasa sendirikan akibatnya” ucap via mamahnya arun yang berada di teras belakang dapur dakat kolam.
Mita yang ingin manuju kesanapun menghentikan langkahnya mendengarkan apa yang dikatakan mertuanya. Dan bersembunyi di balik tembok agar bisa mendengar apa yang meraka obrolkan.
“mamah ko bicaranya kaya gitu si? Aku bahagia ko nikah sama mita, dan mita juga memperlakukan aku dangan sangat baik” ucap arun lembut mencoba tidak tarbawa emosi.
“tapi tetap saja mita tidak mencintai kamu, di hatinya itu hanya ada mantan kekasihnya mamah bisa lihat dimatanya tidak ada cinta sama sekali untuk kamu arun” ucap via tegas penuh tekanan
“aku tidak paduli mita masih mencintai mantannya atau tidak yang penting mita melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik” arun menghembuskan napasnya dengan berat, dari awal saat papahnya menawarkan perjodohan ini, via sudah menentangnya dengan tegas karena tahu apa alasan dari perjodohan putranya hanya untuk menggantikan kekasih mita yang kabur. Dan menurut via itu tidak adil untuk putranya. Seperti ibu pada umumnya via juga ingin anaknya menikah dengan wanita yang mencintai putranya bukan menggatikan pangantin pria yang kabur.
Awalnya juga arun protes tidak menerima akan perjodohan itu tapi setelah mendengar kebaikan dan pengorbanan ayahnya mita yang begitu luar biasa pada papahnya arun, membuat arun jadi luluh dan menerima perjodohan tersebut. Papahnya mita begitu baik pada papahnya arun sampai rela mengorbankan hartanya untuk membantu keluarga arun saat perusahaan ayahnya hampir bangkrut apalagi saat itu via sedang hamil besar anak keduanya yang tak lain adalah arun yang sedang ada dalam rahim via.
Dan satu hal yang membuat arun yakin menerima perjodohan tersebut, jika ayahnya mita begitu baik dan tulus menolong keluarga arun pasti anaknya juga akan sebaik papahnya, hatinya akan semulia papahnya karena buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
“naif sekali ternyata anak-ku ini, sebaik apapun mita memperlakukan kamu kalau hatinya tidak mencintai kamu tetap saja hati kamu tidak akan merasa puas tidak merasakan kebahagiaan didalamnya, seperti sayur tanpa garam rasanya akan hambar”
Arun beranjak dari duduknya kemudian meletakan lututnya di lantai di hadapan mamahnya, memegang kedua tangannya erat “aku tahu mamah khawatir sama kebahagiaan aku, aku tahu mamah hanya ingin memberikan yang terbaik untuk aku, tapi aku mohon sama mamah jangan bahas ini lagi ya. Rumah tangga aku dan mita juga baru satu bulan lamanya, mungkin semakin kami bersama mengerti satu sama lain akan ada tumbuh cinta di antara kami. Kitakan tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari mah” ucap arun penuh kelembutan tak ingin jika perkataanya menyakiti hati mamahnya. Arun mencium kedua punggung tangan mamahnya penuh sayang.
“kalau kamu udah nggak tahan sama mita, kamu tinggalin saja dia. Jangan terlalu memaksakan diri kamu” ujar via masih tak menyerah, dihatinya masih ada kekhawatiran akan kebahagiaan anaknya ini.
“aku sayang sama mamah” kata arun sambil meletakan kepalanya di pahanya via
“mah elus kepala aku, udah lama aku nggak ngerasain mamah mengelus kepala aku”
Via terkekeh, bagi via putranya ini masih seperti anak kecil umur lima tahun yang manja, yang nakal, yang selalu bergantung pada via dan selalu mita kepalanya di elus ketika akan tidur.
Via mengelus kepala arun lembut “mamah juga sayang sama putra mamah yang susah mandi ini” kekeh via lalu mencium puncak kepala putranya penuh sayang.
“mamah itukan waktu aku masih kecil banget, sekarangkan udah enggak” rengek arun tak terima. Via tertawa ringan kemudian arunpun ikut tertawa.
Mita membalikan badannya menjauh dari teras belakang, sepertinya dirinya tak usah mengganggu kebersamaan arun dan mamahnya. Mita menghela napas berat, sekarang mita tahu apa penyebab mamahnya arun kurang ramah terhadap dirinya. Kalau mita jadi mamahnya arunpun pasti akan mengkhawatirkan kebahagiaan putranya jadi tidak ada alasan buat mita untuk tidak menyukai mamahnya arun dan yang di katakan via juga ada benarnya bahwa mita memang tidak mencintai arun atau lebih pantasnya belum mencintai arun.
Lebih baik aku ke kamar arun saja, menunggu arun di sana. Mita melangkahkan kakinya menuju kamar arun saat melewati ruang keluarga mita melihat yola masih berada disana memainkan ponselnya.
“udah ketemu arunnya?” tanya yola saat melihat mita dari arah teras balakang
“udah ka” jawab mita singkat “zoia kemana ka?” tanya mita balik
“lagi main sama papah di taman, zoia kalau udah main ke rumah ini nggak bisa lepas dari papah maunya ngintilin papah mulu”
“wajar si kak, zoiakan cucu satu-satunya di keluarga ini pasti di manjain bengat sama papah.”
“nah, kamu kapan ngasih cucu ke papah mamah?”
“hehe aku ke kamar dulu ya ka” mita langsung meninggalkan yola tanpa menunggu yola berbicara lagi, apalagi kakak ipanya itu mulai berbicara mengarah ke urusan ranjang. Mita tak ingin lagi membahas itu dengan yola.
“mit disini aja duduk bareng aku, kita lanjutin ngobrol yang tadi” teriak yola.
yola menggeleng-gelengkan kepalanya terkekeh melihat mita yang berjalan cepat menaiki tangga.
Ternyata adik ipanya ini wanita pemalu padahal dia tidak tahu saja kalau yola hanya ingin menjailinya. Pertamanya yola ragu-ragu adiknya menikahi mita dan yola juga tahu apa alasan pernikahan itu, walaupun dirinya terlihat sangat menyebalkan di mata arun tapi yola sangat menyayangi adiknya itu sama seperti mamahnya khawatir akan kebahagiaan arun.
Apalagi arun yang belum tahu mita wanita baik-baik atau tidak pada saat itu, yola takut arun akan dibodoh-bodohi oleh mita di manfaatkan oleh mita apalagi arun yang minim sekali pengetahuannya tentang wanita, di otaknya itu hanya kerja-kerja dan kekuasaan.
Takut adik kesayangannya merasakan sakit hati yang menyakitkan, sama seperti kakak-kakak pada umumnya yola ingin melindungi adiknya dari hal-hal yang membuatnya sakit. Tapi setelah melihat dan mengenal mita secara dekat begini, keraguan di hati yola hilang. yola yakin kalau mita itu wanita baik-baik, melihat mita yang begitu telaten melayani arun di meja makan, manatap arun panuh kelembutan menandakan mita wanita baik-baik.
Walaupun yola tahu di mata mita belum ada cinta untuk arun tapi yola yakin akan tumbuh cinta di hati mita nanti. Apalagi melihat adiknya yang sudah mulai menaruh perasaan kepada mita.
Dari mana yola tahu jika adiknya sudah menaruh perasaan pada mita.? Ikatan batin adik kakak itu sangat kuat begitupun yola dengan arun tanpa arun memberi tahunya, yola sudah bisa merasakan kebahagiaan dan kesedihan adiknya itu.
Dari mulai arun menatap mita, saat kulit mereka bersantuhan dan interaksi keduanya, itu semua tak luput dari pendangan yola. Ia memperhatikan itu semua. Apalagi saat yola memergoki saat mereka ciuman di kamar tadi, yola melihat mata arun yang sangat tajam menatapnya penuh kesal, seperti menatap musuh yang siap untuk di bunuh. Joya tambah yakin kalau di hati arun mulai tumbuh cinta untuk mita. Semoga cinta adiknya itu tidak bertepuk sebelah tangan.
...----------------...
Makasih yang udah baca cerita ini, tanpa kalian cerita ini tidak ada apa-apanya. jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen dan vote sama hadiahnya juga ya wkwkkw.🥰🤗