Xiao Lung, gadis cantik, pandai dan baik hati terpaksa harus menjalani pernikahan dengan seorang Komandan Pasukan Kerajaan Ming bernama Souji yang terkenal kejam dan haus darah.
Mampukah Xiao Lung menjalani takdirnya, atau berusaha melepaskan diri dari benang takdir yang melilitnya?
Ini kisah cinta dua manusia yang berbeda sifat dan kepribadian yang harus menyatu dalam suatu pernikahan yang di atur oleh penguasa. Apakah wanita di zaman itu ditakdirkan hidup hanya untuk menjadi pemuas nafsu dan mesin pembuat anak semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nova Shi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 : Pencarian Chin Ming
Xiao Guang menatap Souji. "Kalau begitu kita tunggu apa lagi, Komandan? Mari kita segera berangkat ke perkebunan kerajaan untuk mencari tikus kecil itu!"
"Sebentar Xiao Guang, aku akan menyelesaikan satu urusan lagi disini sebelum kita berangkat ke perkebunan kerajaan!" kata Souji.
Tiba-tiba seorang pengawal muncul dan menyeret seorang laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah Ashen, tukang surat kerajaan yang tadi pagi mengantarkan surat untuk Souji.
"Tuan Komandan, inilah Ashen. Dia yang tadi pagi kesini mengantarkan surat untuk Anda" lapor pengawal itu lalu menyeret Ashen lebih dekat kehadapan Souji.
'Bruk!' Ashen jatuh tersungkur di kaki Souji. Orang tua itu begitu ketakutan karena seumur hidupnya belum pernah di panggil penguasa hanya karena mengantarkan sepucuk surat.
Dengan tanpa perasaan Souji menginjak dada orang tua yang sudah mengabdikan hidupnya selama 30 tahun untuk mengantarkan surat ke seluruh pelosok Kerajaan Ming. Bahkan pada saat kerajaan masih di pimpin oleh Kaisar Ming Han.
"Ampun Tuan Komandan... Ampun..." ratap Ashen takut sekaligus merasa sakit di bagian dadanya yang diinjak Souji.
Tapi Souji hanya menyeringai. Mana mungkin Souji mau mengerti akan penderitaan orang lain!
Ashen terengah-engah sambil coba menggeser kaki Souji yang menginjak dadanya tapi kaki Komandan Pasukan Kerajaan Ming itu tidak bergeser sedikitpun malah terasa semakin berat!
"Jadi kau yang tadi pagi mengantarkan surat itu untukku?! Dari siapa surat yang kau kirimkan untukku itu?!" bentak Souji.
"Ampun Tuan Komandan... Aku... Aku tidak tahu... Hah... Hah... Surat tersebut sudah... Sudah ada... di atas meja kerja ku... Tadi... Tadi pagi..." dengan susah payah Ashen menyelesaikan kata-katanya.
"Ini upahmu karena sudah berani mengantarkan surat sialan itu kepadaku!!" bentak Souji dan 'Krek!' Dengan sekali gilasan kaki di dadanya, putuslah nyawa Ashen!
Souji menyeringai dan melirik pengawal yang tadi membawa Ashen kehadapan nya. "Bereskan mayat tukang surat itu!" katanya enteng sekali.
*******
Pada hari itu juga, Komandan Souji dan Xiao Guang langsung pergi ke perkebunan kerajaan untuk menemui kepala perkebunan kerajaan yang bernama Cao Chong.
Saat bertemu dengan Cao Chong, tanpa basa-basi Souji langsung menanyakan keberadaan Chin Ming.
"Apa benar kau memiliki seorang buruh perkebunan kerajaan yang bernama Chin Ming?!"
Cao Chong tampak kaget. " lya Tuan Komandan, ada apa gerangan Tuan mencarinya?" tanya Cao Chong.
"Kau jangan banyak bertanya! Apa aku perlu menjawab pertanyaan mu?! Bawa dia sekarang kehadapanku! Atau ku bunuh semua buruh yang bekerja di perkebunan kerajaan ini!"
"B... Baik Tuan Komandan" kata Cao Chong takut lalu segera pergi ke kebun kerajaan untuk menemui Chin Ming.
Chin Ming saat itu memang berada di kebun dan sedang memupuk tanaman buah-buahan bersama Shin Pit.
"Chin Ming! Cepat kemari!" seru Cao Chong.
Chin Ming menghentikan pekerjaannya lalu segera menghampiri Cao Chong dan bertanya. "Ada apa Paman Chong?"
"Sekarang juga kau harus pergi dari perkebunan ini! Pergi yang jauh! Jangan juga kau kembali ke pabrik tenun Hye Shen!" kata Cao Chong dengan nada panik!
"Ada apa Paman menyuruhku pergi?" tanya Chin Ming bingung.
"Saat ini ada Komandan Pasukan Kerajaan di ruang kerja ku! Dia sedang mencari-cari mu!"
"Komandan Souji maksud Paman?"
"Ya! Dan sorot matanya sangat menunjukkan amarah! Mengerikan! Dia menyuruhku untuk membawa mu kehadapan nya! Kalau tidak, dia mengancam akan membunuh semua buruh yang ada di perkebunan ini!"
"Apa?!" Chin Ming melenggak kaget! "Ada apa dia mencari ku kesini?!"
"Aku sendiri tidak tahu! Yang jelas kau segeralah pergi dari sini! Jangan sampai Komandan Souji menemukan mu! Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu! Kau anak baik, Chin Ming! Masa depanmu masih panjang! Aku tak mau kalau kau sampai terbunuh oleh Komandan Souji!"
"Tapi Paman-"
"Sudahlah! Jangan banyak bicara! Waktuku tidak banyak! Aku akan segera menemuinya dan mengatakan kalau kau tidak ada di perkebunan ini!"
Cao Chong segera beranjak pergi tapi Chin Ming masih termangu dalam kebingungan.
"Chin Ming! Kau tunggu apa lagi?! Kau harus segera pergi dari sini!" kata Shin Pit khawatir dan tegang.
"Tapi Pit, ada apa Komandan Souji sampai datang kesini untuk mencari ku?!"
"Mungkin dia sudah tahu, kau sering mengganggu istri kupu-kupu nya itu!"
"Bagaimana dia bisa tahu?!"
"Bisa saja kupu-kupu itu yang telah mengadukan mu pada suaminya!"
"Tidak mungkin..." desis Chin Ming.
"Tidak ada waktu untuk menganalisa nya sekarang! Sekarang kau pergi saja dari sini! Jangan sia-siakan pengorbanan Paman Chong yang sudah berusaha untuk melindungi mu!"
"Tapi apa tidak sebaiknya aku menemui Souji dan berhadapan langsung dengan nya saat ini juga?"
"Tidak Chin Ming! Saat ini bukan saat yang tepat untuk berhadapan langsung dengan nya! Pergilah Chin Ming! Kau bawa juga ibumu dari pabrik tenun! Komandan Souji pasti akan segera mencari mu kesana kalau dia tidak menemukan mu disini! Cepat!"
"Tapi aku harus pergi kemana Pit?!"
"Kau bisa membawa ibumu dan bersembunyi di rumah ku! Di desa sebelah pabrik tenun! Kau pernah beberapa kali kesana kan?! Jangan sampai Souji menemukan kalian! Kau adalah Pangeran Kerajaan Ming! Masa depan Kerajaan Ming yang cerah berada di tangan mu!"
"Baiklah! Terima kasih kawan!" Chin Ming memeluk Shin Pit dan segera pergi dari perkebunan itu.
Sementara Cao Chong dengan tergopoh-gopoh menemui Souji yang tengah duduk di ruang kerjanya sambil mengangkat kedua kakinya keatas meja dan Xiao Guang tampak sibuk memijit bahunya.
"Mana buruh perkebunan yang bernama Chin Ming itu?!" bentak Souji saat melihat Cao Chong yang datang sendirian.
"Maaf Tuan Komandan... Aku tidak menemukan nya di perkebunan ini..." jawab Cao Chong.
"Apa?!!" mata Souji membelalak marah! Dia menurunkan kedua kakinya dari atas meja dan menghampiri Cao Chong lalu meremas bahunya! "Apa kau bilang?! Kau tidak menemukan nya?! Bagaimana mungkin?! Tidak ada satupun buruh yang boleh libur di perkebunan ini bukan?!"
"Ta... Tadi pagi aku melihat dia masih bekerja di perkebunan ini! Tapi saat barusan aku mencarinya, dia sudah tidak ada lagi di perkebunan! Maafkan aku Tuan..."
"Kurang ajar!" Souji merasa geram sekali lalu berfikir sebentar sampai akhirnya dia mengambil sebuah keputusan. "Sekarang juga kau kumpulkan semua buruh perkebunan kerajaan di halaman! Aku ingin memeriksa semuanya satu persatu!" perintah Souji.
"B... Baik Tuan Komandan... Aku akan segera memanggil semua buruh yang ada di perkebunan ini atas perintah mu" kata Cao Chong lalu membunyikan lonceng yang ada di ruang kerjanya sebanyak 3 kali yang menandakan kalau dia memanggil semua buruh perkebunan agar berkumpul di halaman.