NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sosok itu berhenti mendadak begitu menyadari Lin Liu sedang menatapnya. Cahaya lampu jalan yang temaram menampakkan wajah yang sangat dikenalinya—Ah Long, dengan kantong plastik yang sangat familiar tergantung di tangannya.

"Ah Long?!" Lin Liu berdiri cepat, menunjuk kantong plastik itu dengan tangan gemetar antara marah dan lega. "Itu kan kantong belanjaan yang tadi ilang!"

Ah Long membeku, wajahnya pucat pasi seperti maling yang tertangkap basah—memang begitu kenyataannya. "Ini... ini bukan seperti yang kau pikirkan—"

"Bukan yang aku pikirkan gimana?! Itu jelas-jelas kantong punya Pak Chen Lei!" Lin Liu melangkah maju, emosi yang tertahan seharian akhirnya meledak. "Kau yang mengambilnya, terus kau malah menuduhku di depan Kak Su Yan? kau tega banget!"

"Aku... aku cuma pengen lo dipecat," Ah Long akhirnya mengaku, suaranya melemah, ekspresinya campuran antara takut dan malu. "Tiga tahun aku kerja di sini, terus tiba-tiba kau muncul, Kak Su Yan jadi lebih perhatian sama kau. Aku takut posisi diriku digantikan."

Lin Liu menatap Ah Long dengan campuran rasa marah dan iba. Sebelum dia sempat berkata lebih jauh, suara langkah kaki lain terdengar mendekat dari arah pintu toko yang ternyata belum sepenuhnya terkunci.

"Ah Long?" Su Yan muncul dengan wajah kaget, matanya bergantian menatap Ah Long, kantong plastik di tangannya, dan Lin Liu yang berdiri dengan ekspresi campur aduk. "Jadi... ini yang sebenarnya terjadi?"

Ah Long menunduk dalam, tidak sanggup lagi membantah dengan bukti yang begitu jelas tergantung di tangannya sendiri. "Maaf, Kak Su Yan. Aku yang ambil. Aku sengaja menyembunyikan di gang agar Lin Liu yang disalahkan."

Su Yan menghela napas panjang, wajahnya menunjukkan kekecewaan mendalam. "Ah Long, Aku kecewa berat sama kau. Besok kita bicarakan soal pekerjaan ini. Sekarang, kembalikan barang itu, dan minta maaf dengan Lin Liu."

Setelah permintaan maaf yang kaku dan penuh rasa malu dari Ah Long, Su Yan berbalik ke arah Lin Liu, menyerahkan sebuah amplop kecil. "Ini bayaran kamu yang tadi aku tahan. Maaf udah salah sangka."

Lin Liu menerima amplop itu dengan tangan gemetar, mengucapkan terima kasih berkali-kali, dadanya terasa hangat oleh kelegaan yang meluap. Namun begitu dia membuka amplop itu di bawah cahaya lampu jalan setelah berpisah dengan Su Yan, senyumnya perlahan pudar.

Jumlahnya masih kurang. Ditambah dengan uang yang sudah dia kumpulkan sebelumnya, totalnya baru mencapai Rp430.000, waktu misi tersisa masih dua hari lagi.

Keesokan harinya dia kembali ke tempat Su Yan. Tapi, toko itu malah tutup untuk beberapa hari karena kak Su Yan sedang pergi berlibur. Keesokkan harinya masih sama toko itu tetap tutup. Di malam harinya Lin Liu bersandar di depan toko Su Yan.

Lalu dia membuka layar sistem dan melihat waktu misi tinggal beberapa jam lagi.

"Kurang tujuh puluh ribu lagi," gumamnya panik, menghitung ulang uang di tangannya. Dia menggeledah seluruh kantong celana dan tasnya, berharap menemukan sisa uang yang terlupakan, namun nihil.

Dalam keputusasaan, matanya tanpa sengaja melirik ke pergelangan tangannya—sebuah jam tangan tua, satu-satunya barang peninggalan ibunya yang masih dia simpan selama ini, yang selalu dia jaga meskipun sudah berkali-kali ditawar tinggi oleh tukang loak.

Dia menatap jam itu lama, jantungnya bergejolak antara sayang dan kebutuhan mendesak. Setelah menghela napas panjang dan menahan rasa perih di dadanya, dia berlari menuju toko emas kecil yang masih buka di ujung jalan.

"Kam, ini jam tangan bisa laku berapa?" tanyanya, suaranya nyaris pecah.

Pemilik toko memeriksa sejenak, lalu menyebutkan angka yang cukup—bahkan lebih dari cukup. Lin Liu menerima uang itu dengan tangan gemetar, matanya berkaca-kaca menatap pergelangan tangannya yang kini kosong, sebelum berlari kembali ke arah kosnya sambil menghitung waktu yang tersisa.

Tepat saat dia duduk terengah-engah di depan pintu kosnya, layar sistem muncul kembali.

...[MISI "MODAL AWAL" TELAH DISELESAIKAN.]...

...[TOTAL TERKUMPUL: Rp512.000]...

...[HADIAH: KARTU DISKON 10% TELAH DIBERIKAN.]...

Sebuah kartu bercahaya kecil muncul melayang di depan matanya, dengan tulisan "DISKON 10%" tertera jelas di permukaannya. Lin Liu tersenyum lega, meskipun matanya masih berkaca-kaca karena kehilangan jam tangan ibunya.

...[PERINGATAN: KARTU DISKON HANYA BERLAKU UNTUK TRANSAKSI PEMBELIAN BARANG ATAU JASA YANG DIAKUI SISTEM SEBAGAI "SAH". KARTU TIDAK DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGURANGI HUTANG PRIBADI SECARA LANGSUNG.]...

Senyum Lin Liu langsung lenyap. "Tunggu... jadi kartu ini nggak bisa aKu pakai buat bayar Hutang ku ke A-Wei?"

...[BENAR, HOST. SILAKAN CARI CARA LAIN UNTUK MEMANFAATKAN KARTU INI.]...

Lin Liu terduduk lemas di depan pintu kosnya, tertawa getir menatap langit malam. Baru saja dia merasa sedikit lega, kenyataan kembali menampar wajahnya. Dan tepat saat itu, ponsel butut miliknya berbunyi—sebuah pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal.

"Besok malam, jam 8. Bawa sepuluh juta ke tempat biasa. Kalau nggak, lo tahu sendiri akibatnya. – A-Wei"

Lin Liu menatap layar ponselnya dalam diam, tangannya mengepal erat, menyadari bahwa pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!