NovelToon NovelToon
Obsesi Mr.Mafia

Obsesi Mr.Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Satu malam dengan seorang Mafia sama dengan maut?

Myra Mahira tak pernah menyangka liburan singkat di Bali akan mempertemukannya kembali dengan Al—anak laki-laki menyebalkan yang dulu menghilangkan cincin peninggalan ibunya.

Namun Al bukan lagi bocah badung yang ia kenal. Kini ia adalah Silas Al Wolfe, pria tampan, dingin, dan penuh rahasia yang mampu membeli apa pun dengan kekuasaan dan uang.

Saat hidup Myra hancur karena hutang 500 juta, Silas menawarkan jalan keluar yang tak pernah ia bayangkan.

Sebuah kesepakatan yang seharusnya berakhir dalam semalam berubah menjadi pernikahan yang tak pernah Myra inginkan. Dibawa ke New York membuatnya tahu siapa Silas Al Wolfe sebenarnya.

Bagi Silas, Myra bukan sekadar istri. Dia adalah obsesi yang tak akan pernah ia lepaskan.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMM — BAB 23

MENCARI PELAKU

Di dalam mobil hitam yang melaju pelan di jalanan sepi, Markie duduk di kursi belakang dengan kedua tangan yang terkepal di atas pangkuannya. Tatapannya kosong menembus kaca jendela, namun pikirannya jauh. Di kediaman Bianco.

Ia belum sempat berpamitan dengan Elina. Gadis kecil itu masih tertidur ketika ia memutuskan pergi. Alasannya sederhana, ia harus menemui Fernando terlebih dahulu. Memberi kabar, berpamitan, dan menutup satu babak dalam hidupnya yang selama ini dipenuhi kebohongan.

Namun dada Markie terasa sesak. Bukan karena rencana itu, melainkan karena bayangan wajah Elina yang mungkin akan mencarinya saat bangun dan tidak menemukannya.

"Berhenti."

Suara sopirnya memecah lamunan. Markie seketika menegakkan tubuh. Di depan mereka, sebuah mobil SUV berwarna gelap melintang di tengah jalan, memblokir sepenuhnya.

"Ada yang menghalangi kita, Nyonya." ujar sopir itu dengan nada rendah dan waspada.

Markie tidak menjawab. Matanya menyipit. Instingnya yang sudah terlatih bertahun-tahun di dunia gelap itu kembali bekerja. Tanpa suara, ia meraih pistol dari balik jaketnya, memeriksa pelurunya, lalu mengokang pelan.

"Tetap di tempat. Jangan keluar." perintahnya singkat.

Belum sempat sopir itu menjawab, dua orang pria bertubuh besar turun dari SUV tersebut. Wajah mereka tertutup masker hitam. Tanpa aba-aba, salah satu dari mereka langsung mengangkat senjata dan menembak ke arah kaca depan mobil Markie.

Darr! Darr! Darr!

Kaca depan retak seketika. Markie dan sopirnya refleks merunduk. Pecahan kaca berhamburan ke dalam.

"Turunkan mobilnya!" teriak Markie.

Dengan satu gerakan cepat, ia membuka pintu dan menggelinding keluar, berlindung di balik pintu mobil yang terbuka. Tanpa ragu, ia membalas tembakan.

Dor! Dor! Dor!

Suara tembakan beradu di udara malam. Pelurunya tepat mengenai bahu salah satu pria. Pria itu terjatuh dengan erangan tertahan. Rekannya segera menariknya ke belakang mobil dan terus menembak membabi buta.

Markie menoleh cepat ke arah sopirnya yang masih menunduk di dalam mobil.

"Jalan! Sekarang! Sekencang mungkin!" bentaknya.

Sopir itu tidak membuang waktu. Mesin meraung, ban berdecit, dan mobil melesat meninggalkan tempat itu, menabrak sedikit bagian belakang SUV yang menghalang. Tembakan masih terdengar di belakang mereka hingga jarak semakin jauh.

Markie bersandar di jok, napasnya memburu. Tangannya masih menggenggam pistol dengan erat. Ia menutup mata sejenak, menahan perih di dadanya yang bukan karena peluru. Ia tidak tahu siapa yang mengirim orang-orang itu. Namun satu hal yang pasti, permainan ini belum selesai. Dan ia belum bisa mati sebelum bertemu Elina sekali lagi.

.

.

.

Sementara itu, di dalam mansion Silas, suasana di ruang kerja terasa begitu dingin. Lampu gantung kristal memantulkan cahaya redup di atas meja mahoni yang panjang.

Silas duduk di kursi utamanya. Jasnya sudah ia lepas, namun raut wajahnya tetap setegar biasanya. Di hadapannya berdiri Hana dan Pikkey. Keduanya menanti dengan sikap siaga.

"Jadi bukan Valen." kata Hana pelan, memecah keheningan.

Silas menggeleng. "Valen Moreau memang menculik Elion. Itu benar. Tapi dia bukan orang yang menghabisinya ataupun mengirim bom itu."

Pintu terbuka. Kael, asisten pribadinya, masuk dengan membawa map berisi berkas dan beberapa foto. Ia meletakkannya di atas meja lalu mundur satu langkah.

"Ini rekaman dari CCTV sekolah dan kesaksian anak buah Valen yang masih hidup, Tuan." jelas Kael.

Silas membuka berkas itu. Di dalamnya terlihat jelas bagaimana anak buah Valen Moreau membawa Elion keluar dari sekolah dengan tenang, tanpa paksaan. Anak itu bahkan tampak menurut.

"Jadi memang benar." ujar Silas, menatap lekat ke satu foto. "Setelah dibawa keluar, mobil Valen dicegat di jalan. Dua orang tidak dikenal menembak mati anak buahnya dan membawa Elion pergi. Sejak saat itu, Valen tidak pernah melihat Elion lagi."

Hana mengerutkan kening. "Lalu siapa yang mengambil ahli?"

"Tidak ada jejak." jawab Silas datar. "Orang yang mampu membunuh anak buah Valen dan menghilang tanpa bekas... bukan orang sembarangan."

Pikkey mengepalkan tangan. "Bajingan mana yang berani bermain seperti ini di wilayah kita? Apalagi menghabisi anak kecil, sialan!”

Silas tidak menjawab. Ia menyandarkan punggung ke kursi, kedua jarinya mengetuk meja perlahan. Matanya menatap tajam ke arah berkas, namun pikirannya melayang jauh.

Beberapa detik kemudian, ia mengangkat wajah dan menatap Kael.

"Bagaimana dengan wanita itu? Apakah dia masih di tempatnya?"

Kael mengangguk. "Masih, Tuan. Sesuai perintah. Tidak ke mana-mana."

Pikkey yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara. "Tuan... jika boleh bertanya. Wanita yang Tuan dan Kael maksud itu siapa?"

Silas menutup map itu dengan pelan. Suaranya terdengar enteng, namun mengandung penekanan yang membuat ruangan semakin dingin.

"Myra."

Nama itu menggantung di udara.

Hana dan Pikkey saling bertatapan. Tidak ada yang berani bertanya lebih jauh. Namun di dalam hati mereka, tanda tanya yang sama muncul.

Mengapa di tengah kekacauan ini, nama Myra yang disebut pertama kali oleh Tuan mereka? Atau memang itu hanya pengalihan saja.

...°°°...

Hai guysss!!!! Maaf ya kemarin gak sempat update, dan kali ini aku juga update sedikit, so .... Semoga kalian masih betah dan suka sama ceritanya 🫩😁

Dan semoga aja ceritanya bagus sesuai dengan penantian kalian huhuhu!!!!

Bagi kalian yang mau visual pemain OMM, bisa cek di my Ig virgo_fm. Jangan lupa like and follow me 😜

Jangan lupa tinggalkan jejak semangatnya!!!!

Thanks and See Ya ^•^

1
Kinara Widya
lanjut..
Tiara Bella
okey gpp Thor ....ada kita baca gk ada ya is okey....😍
Tiara Bella
oh begono ceritanya markie....
Four.: ho,oh begono
total 1 replies
vnablu
ayoo Thor semangat uppo nyaa 😄😄😄
Four.: wokayyy😁
total 1 replies
vnablu
jadii Silas sama Markie itu iparr tapi siapa sihh suaminya Markie apakah suaminya Markie itu kakak kandung Silas atauu hanya kayak sebatas mengganggap bahwa saudara.... banyak banget teka-teki nihh🤔🤔🤔
Four.: suami Markie itu Cassian
total 1 replies
Eci Rahmayati
banyakkkk bgt musuhnya 🤔
Four.: sedikit kok /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
semangat terusss upp kak author
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
vnablu
siapa lagii sihh dalang di balik kejadian yang terjadi pada Elion... kasihan tauu padahal Elion anak kecil yang nggak berdosa 😔😔
Four.: ho,oh/Sweat/
total 1 replies
Kinara Widya
Pedro kah
Four.: 😱😱 mungkin aja, tapi.... emang iye
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
giliran anak nya udh mati elion markie ibu kandungnya br datang dia....dan siapa yg bunuh elion klu bukan Valen....
Four.: yakinnn Valennnn /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
selalu semangat yaaa thorr berkarya nyaa ak selalu support kamuu dehh untuk setiap cerita.... apalagi kalau tentang mafiaa tambah sukaaa akuuu 😄😄😄... pokoknya semangat terusss yaa dan jagaaa kesehatan buat othor
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
vnablu
bisa-bisanya orang itu menjadikan seorang anak kecil korban yang untuk cuma menjadi alat balas dendam pastii nihh orangnya yang kemarin kannn ... tunggu ajaaa ya kamu nanti pokoknya jangan kasih ampun tuhh orang.. padahal kan Elion nggak salah apaa" 😭😭
Four.: iya, gimana Elina nyaaaa pasti kena mental /Sweat/
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
biad444p bisa bisanya anak tidak berdosa di bunuh mana di depan adeknya lagi
Four.: tau tuh
total 1 replies
Tiara Bella
kasian Elion meledak.... kejam bngt anak kecil dijadiin sasaran....
Four.: ho,oh/Toasted/
total 1 replies
Eci Rahmayati
ngeriiii ny
Four.: /Panic//Panic//Panic//Sweat/
total 1 replies
Eci Rahmayati
itu lah mengapa silassss memilih kamu myra.. karna kamu seperti singa 🦁 betina segoll bacokk🤣🤭
Four.: ah bisa aja
total 1 replies
Tiara Bella
gk ada takutnya km myra....
Four.: dibuat santai saja 😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
aku kamu mah bangg suka isenggg GK di kasih tau wanitanya tua 🤣🤭
Four.: hahaha iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
wah silas km manas² myra ya....
Four.: tau tuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!