NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Bintang Jatuh

Setelah sampai di depan pintu, Chen er melesat cepat memasuki ruangan aula utama Paviliun Seribu Obat, langsung menghampiri Ning Wushuang yang masih duduk tenang di balik meja batu juri bersama beberapa orang tetua pengawas klan.

"Selamat pagi Nona Ning, apakah pihak paviliun memiliki kereta kuda spiritual tercepat yang bisa segera mengantarku menuju ke gerbang Kota Bintang Jatuh?" tanya Luo Chen

"Tentu saja ada, Tuan Chen. Kami memiliki tiga kereta kuda spiritual terbaik klan yang selalu siap digunakan kapan saja," jawab Ning Wushuang menganggukkan kepalanya pelan, ekspresi wajahnya kembali memancarkan keseriusan yang mantap.

Sambil merapikan janggut putih panjangnya, Tetua Ran melangkah maju satu langkah untuk mendekati posisi Luo Chen. "Tuan Chen, Kota Bintang Jatuh adalah pusat perdagangan bebas terbesar di benua ini. Di sana banyak berkumpul para praktisi tangguh dari sekte-sekte pusat yang rata-rata berada di tingkat Manifestasi Qi.

Anda harus sangat berhati-hati menjaga sirkulasi energi fisik Anda selama berada di luar wilayah pengawasan kami."

"Terima kasih atas seluruh peringatan dan kekhawatiran Anda, Tetua Ran. Aku akan selalu menjaga fokus pertahanan fisikku dengan sangat baik," sahut Luo Chen

menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda pamit.

Satu keputusan cepat segera diambil oleh Ning Wushuang setelah mendengar jawaban mantap dari pemuda tersebut.

"Tetua Gu, perintahkan bawahanmu di garis belakang untuk segera menyiapkan kereta kuda spiritual tercepat dan paling kokoh untuk mengantarkan Tuan Chen hari ini juga," perintah Ning Wushuang dengan nada suara tegas yang memotong kesunyian aula.

"Baik, Nona Ning. Aku akan mengaturnya sekarang juga," sahut Tetua Gu membungkuk hormat sebelum segera melangkah cepat keluar menuju ke halaman belakang paviliun obat.

Setelah berpamitan dengan Ning Wushuang dan para tetua juri lainnya, ia melangkah tegap menaiki kereta kuda spiritual tertutup yang telah dipersiapkan di depan gerbang paviliun, bersiap untuk segera memulai perjalanannya yang panjang.

Perjalanan melintasi jalur perbatasan wilayah luar menuju ke arah pusat perdagangan bebas tersebut berlangsung selama tujuh hari penuh tanpa ada jeda istirahat yang lama. Roda kereta kuda spiritual terus berguncang keras melintasi padatnya jalanan batu kasar yang menanjak, meninggalkan debu-debu kering yang membubung

tinggi di sepanjang jalur perbatasan bukit berbatu.

Kereta kuda spiritual tersebut akhirnya menghentikan laju larinya tepat di depan pintu gerbang utama Kota Bintang Jatuh yang menjulang kokoh setinggi sepuluh meter dengan struktur lempengan batu hitam tebal.

"Sudah cukup sampai di sini saja. Kau bisa segera memutar balik kereta dan kembali pulang menuju ke Kota Qingfeng sekarang," ujar Luo Chen melompat turun dari dalam kereta kuda tertutup tersebut dengan gerakan fisik yang ringan.

"Baik, Tuan Chen. Tolong berhati-hatilah selama berjalan sendirian di dalam kota pusat perdagangan bebas ini," sahut pelayan klan Lin yang bertindak sebagai kusir kereta membungkuk hormat dari atas kursi kemudi sebelum segera memutar arah keretanya kembali pulang.

Sambil merapikan baju nya yang sedikit berdebu akibat perjalanan panjang itu, ia melangkah masuk melewati pintu gerbang besar batu hitam Kota Bintang Jatuh yang dijaga ketat oleh belasan pengawal zirah besi.

"Kota Bintang Jatuh ini benar-benar memiliki wilayah yang luar biasa luas dan megah. Para praktisi di sepanjang jalan ini bahkan mengendarai binatang spiritual tingkat menengah dan terbang melayang bebas menggunakan pedang Qi murni," batin Luo Chen memandangi bayangan-bayangan pedang terbang yang melintas cepat membelah langit kota, berbicara langsung di dalam batinnya dengan pandangan mata keemasan yang tajam. "Jumlah kepadatan energi Qi luar di tempat ini juga terasa jauh lebih tebal dari Kota Qingfeng."

Di sepanjang jalan utama pusat kota yang ramai, ia melangkah perlahan di antara kerumunan praktisi berbaju zirah mewah, mengamati pergerakan tunggangan harimau api dan serigala spiritual yang melintas di sekitarnya.

"Aduh, air putih dingin ini benar-benar membuat lambungku terasa sangat mulas dan pusing! Hanya guci arak keras beracun ini yang bisa membuat seluruh jalur meridianku tetap waras dan sadar!" teriak seorang pemuda berpakaian berantakan berjalan terhuyung-huyung mendekatinya dengan memegangi sebuah guci tanah liat besar di tangan kanannya. "Semakin banyak aku meminum racun arak ini, semakin jelas pula pandangan mataku untuk melihat arah jalan yang berliku tajam ini!"

Sambil menghentikan langkah kakinya sejenak, Luo Chen menatap gerakan pemuda pengembara dekil tersebut yang mendadak menghentikan langkahnya tepat satu meter di hadapannya dengan seringai lebar yang aneh.

"Hei, Tuan Muda berjubah biru bersulam emas yang sangat bersih. Aku adalah Li Xuan, seorang pengembara bebas tanpa tujuan hidup," ujar pemuda dekil itu menyodorkan gucinya dengan gerakan terhuyung yang kocak. "Aku melihatmu berjalan sendirian dengan pandangan mata yang terlalu sadar. Apakah kau ingin mencicipi seteguk racun penawar yang sangat menyehatkan ini?"

"Aku Luo Chen. Terima kasih atas tawarannya, tetapi aku tidak biasa mengonsumsi minuman keras," sahut Luo Chen menolak tawaran tersebut dengan nada suara datar yang tetap tenang.

"Bagus! Orang yang selalu berada dalam kondisi sadar dan menolak minum biasanya adalah orang yang paling mabuk oleh kenyataan hidup yang pahit!" seru Li Xuan dengan tawa keras dan sesekali meneguk araknya kembali, memancarkan pertanyaan yang amat aneh dalam setiap kalimatnya.

"Jadi, ke mana arah langkah kakimu yang terlalu sadar dan tidak mabuk ini akan pergi melangkah di kota yang berisik ini, Tuan Chen?" tanya Li Xuan

menyandarkan tubuhnya secara malas pada tiang kayu toko obat di pinggir jalan. "Aku berniat untuk pergi ke arah utara menuju ke Hutan Seribu Jaring untuk mencari pintu masuk ke dimensi Medan Perang Kuno," jawab Luo Chen sambil menatap mata pemuda pengembara itu dengan pandangan mata yang lurus.

"Kebetulan sekali! Aku juga sedang berjalan ke arah utara untuk mencari kematian... maksudku, mencari peruntungan hidup di dalam dimensi Medan Perang

Kuno yang sangat berbahaya itu!" seru Li Xuan menepuk guci araknya dengan gembira, matanya berkilau tajam dengan senyum lebar yang aneh. "Bagaimana kalau

kita berjalan beriringan bersama menuju ke sana? Berjalan berdua di sepanjang hutan belantara yang sepi akan terasa jauh lebih sepi daripada berjalan sendirian!"

"Baiklah. Kita bisa berjalan bersama menuju ke arah utara," sahut Luo Chen menganggukkan kepalanya perlahan, menyetujui tawaran persahabatan aneh dari kultivator aneh tersebut.

Setelah menyepakati perjalanan bersama mereka, kedua praktisi muda itu segera mengayunkan langkah kaki mereka meninggalkan area pusat kota, melangkah tegap

menuju ke arah perbatasan luar yang mengarah lurus ke rimbunnya kawasan Hutan Seribu Jaring.

Mata Chen er berbinar terang penuh semangat seolah-olah tidak perduli bahaya yang sedang menunggunya didepan sana "Medan Perang Kuno, Aku datang..!!"

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!