Harap sopan dalam berkomentar, Author juga punya hati dan perasaan 🙏🙏
Vania Clarissa gadis cantik yang berusia 21 tahun, dia biasa dipanggil dengan sebutan Risa. Risa terpaksa menerima perjodohan dengan Denis Kusuma laki-laki yang berusia 25 tahun, yang bersifat angkuh, kejam dan sangat Sombong untuk melunasi hutang orang tuanya pada keluarga Denis. perjodohan ini menjadi masalah besar untuk Denis karena Denis sudah punya kekasih yang bernama Maya Calista gadis cantik yang berusia 23 tahun.
Ini novel dewasa ya 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Kedatangan mama
Setelah selesai memindahkan semua barang Risa ke kamarnya Denis, Risa pun merebahkan tubuhnya diatas sofa.
"Mandi, sana kamu bau Ris" kata Denis.
Risa pun mencium keteknya
Bau darimananya? itu memang alasan kamu saja untuk mencari masalah biar bisa berdebat denganku.
Risa tidak menghiraukan perkataan Denis dan langsung pergi meninggalkan Denis untuk mandi.
"Dasar wanita kurang ajar tidak ada sopannya sama sekali terhadap suami."gumam Denis.
Denis merebahkan tubuhnya di sofa sambil menonton televisi. tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok..tok..
"Siapa sih masih jam segini sudah bertamu.?" gumam denis sambil bangun dari tidurnya.
"Tunggu sebentar!!" jawab denis
Denis pun membukakan pintu rumahnya dan ternyata mamanya datang.
"Ma..mama!!" kaget Denis.
"Kok kamu kaget gitu sih nak" tanya Mama Rasti.
"Gak kok Ma, ayo Ma mari masuk" ajak Denis, Denis pun membawakan koper Mamanya masuk kedalam rumahnya.
"Mana istri kamu nak?" tanya Mama Rasti sambil melihat-lihat karena Risa tidak ada disekitar ruangan.
"Risa sedang mandi Ma, sebentar Denis panggil Ma.Mama duduk dulu ya!!" kata Denis, Denis pergi meninggalkan Mamanya ke kamar.
Didalam kamar Risa masih berdiri tubuhnya masih terbalut handuk dan tiba-tiba Denis masuk tanpa mengetuk pintu dulu.
"Ahhhcchhh.. Denis kenapa kamu tidak mengentuk pintu terlebih dahulu?" tanya Risa.
Denis membungkam mulut Risa dengan tangannya, karena tidak mau Mamanya mendengar teriakan Risa dan beruntungnya kamar Denis itu kedap suara.
"Diamlah, Mama sudah datang. awas saja kalau sampai bikin Mama curiga akan Aku jadikan pecahan gelas Kamu" Kata Denis penuh kekesalan.
Risa yang tidak sadar ternyata handuk terlepas dan jatuh kelantai, membuat Risa kaget dan merasa sangat malu sekali pada Denis dan saat ini tubuh Risa begitu polos tanpa sehelai benang sedikitpun.
Denis yang melihat pemandangan didepannya. membuat denis menalan ludahnya dengan kasar.
Sangat indah dan bagian itu masih terlihat kencang, Aku yakin Risa menjaga semuanya dengan baik dan merawat semuanya dengan baik. apa yang Aku pikirkan? Denis berhentilah berpikir yang tidak-tidak!! ingat kamu sudah punya Maya yang jauh lebih cantik. Gumam Denis dengan penuh pikiran tidak jelas.
"Keluarlah Denis!!" teriak Risa yang sudah memakai kembali handuknya.
Mau ditaruh dimana mukaku ini? kenapa bisa-bisanya ada kejadian seperti ini?? sekarang aku begitu malu.
Denis menghampiri Mamanya yang sedang duduk.
"Sebentar ya Ma, Risa sedang ganti baju dulu" kata Denis sambil duduk disamping Mamanya.
Setelah beberapa saat Risa turun dari kamarnya dan segera menemui mertuanya.
"Mama!!" sapa Risa,
Risa pun langsung menghampiri Mamanya lalu mencium punggung tangan mamanya.
"Mama apa kabar?" tanya Risa, yang saat ini sudah duduk disofa.
"Mama baik nak, kamu sendiri bagaimana?" tanya Mama Rasti pada Risa.
"Risa juga baik Ma, Risa bikin minum dulu ya Mama" kata Risa, dan langsung menuju dapur
Setelah beberapa menit Risa pun keluar dengan nampan yang berisi 3 gelas teh dan beberapa cemilan, Risa menaruh semuanya diatas meja.
"Den, Risa cantik sekali ya" puji Mama Rasti.
"Iya Mama, Risa cantik." jawab denis
Cantik darimananya? cantikan juga maya. namun tiba-tiba Denis memikirkan kejadian dikamar tadi. tapi Risa memang cantik tubuhnya sangat indah. kenapa Aku semakin bodoh gara-gara kejadian tadi.? Denis pun mengutuki diri sendiri dengan kekesalannya.
"Risa, Mama mau menginap disini ya soalnya Papa sedang diluar negeri jadi Mama kesepian dirumah" kata Mama Rasti pada Risa.
"Iya Mama, Denis sudah bilang Risa juga menyiapkan kamar untuk Mama, udah Risa bersihkan Ma" jawab Risa.
"Kamu membersihkan kamar sendiri?" tanya Mama Rasti pada Risa.
"Iya Ma, semuanya Risa sendiri yang mengerjakan" jawab Risa.
Aduh bodoh sekali kenapa aku bisa keceplosan seperti ini, jika Mama tau Denis tidak mempunyai asisten rumah tangga dirumahnya pasti Mama akan menyalakan Denis dan Denis akan menghukumku gara-gara mulutku yang tidak bisa dijaga ini. keluh Risa penuh penyesalan.
"Apa Denis tidak memperkerjakan asisten rumah tangga dirumahnya, Ris?" tanya Mama Rasti dengan nada agak kesal.
Dasar wanita bodoh, kamu sengaja biar mama marah padaku ya. awas saja nanti!!
"Tidak Ma, Risa yang mau karena Risa juga masih cutti kuliah jadi Risa mau mengerjakan semuanya sendiri Ma. biar bisa terus berduaan sama Denis juga ma, kalau ada orang takutnya risih Ma" jawab Risa penuh alasan yang begitu masuk akal.
Mama pun hanya tersenyum penuh arti pada anak dan menantunya saat ini.
"Wajar nak, namanya pengantin baru jadi pinginnya berduaan terus" ledek Mama Rasti.
Mama tidak tau saja bagaimana kekejaman anak mama ini, jika tau mama juga pasti akan menyambut Denis sebagai ahli warisnya.
"Mama bisa saja" jawab Denis.
Aku sangat muak tiap hari harus melihat wajah gadis bodoh ini, kalau bukan karena ini syarat dari papa untuk mendapatkan warisan. aku tidak sudah tinggal satu rumah dengan gadis bodoh itu Mama.
"Iya mungkin Ma" ucap Risa dengan senyum terpaksa pada mamanya.
"Mama, diminum dulu teh nya!!" ucap risa
Mama pun meminum teh nya, setelah selesai meminum teh risa dan denis langsung mengantarkan mama ke kamarnya.
"Mama istirahatlah dulu, risa mau masak buat makan siang kita" ucap risa, sebelum pergi risa pun memerapikan baju mama ke dalam lemari pakaian.
"Istirahatlah ma, ayo den bantuin aku masak biar mama istirahat dulu" ucap risa yang sudah selesai merapikan baju mama ke dalam lemari.
Risa dan Denis langsung keluar dari kamar mama, risa langsung menuju ke dapur untuk masak sedangkan denis malah asik main ponsel sambil tersenyum-senyum melihat foto maya diponselnya.
Dasar laki-laki gila, sekarang dia seperti sudah tidak waras. lihat saja dia senyum-senyum sendiri pada ponselnya, apa itu tidak gila?? sebentar baik, sebentar kejam, sebentar bersikap manis, pokoknya kamu itu labil sekali denis. Gerutu risa yang penuh sumpah serapah untuk denis.
Risa melanjutkan memasaknya dan tidak melihat ke arah denis lagi atau dirinya akan terkena tekanan darah tinggi lagi seperti biasanya.
Bersambung...
Terimakasih para pembaca setia 😊
kalau next chapter Denis sadar kalau yg dirasakan pada Maya itu bukan cinta ..lu harus buat kalimat itu bilang gini "ternyata selama ini aku tdk mencintai Maya"
baru deh nyambung kalau Denis emng gak tau rasanya jatuh cinta
sukses
semangt
mksh