NovelToon NovelToon
JODOHKU PEMBANTUKU

JODOHKU PEMBANTUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elizabetgultom191100

Aqira yang awalnya merupakan seorang pelayan di sebuah rumah mewah yang dihuni oleh keluarga Charles, harus terjerat dalam pernikahan yang direncakan oleh Tuan dan Nyonya Charles.
Mereka berencana menikahkan Aqira, gadis belia sembilan belas tahun dengan putra sulung mereka, Brian Charles.

Brian yang notabenenya adalah pria dingin dan sombong harus menikahi seorang gadis yang merupakan pelayan di rumahnya. Bagaimanakah sikap Brian pada gadis pelayan itu? Apakah cinta mereka akan bersemi seiring berjalannya waktu.

Baca terus novel ini jika ingin tau kelanjutannya.


FOLLOW IG AUTHOR : Lisa_gultom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku

Selamat Membaca

Ajak yang lain baca juga ya😀

Hari ini Aqira pulang lebih cepat dari biasanya, dikarenakan dosen yang mengampu hari ini sedang sakit.

Aqira memutuskan pulang naik angkutan umum, karena supir yang mengantar jemputnya belum datang.

Jika berangkat kuliah Aqira akan berangkat bersama Brian, dan siang akan dijemput supir.

Sejak Aqira mulai masuk kuliah, Brian mencarikan seorang supir pribadi untuknya, sebenarnya Aqira menolak, tapi Brian bersikeras, dan selalu mengancam Aqira jika menolak.

Aqira duduk di halte depan kampus yang selalu terlihat ramai, menunggu bus selanjutnya.

Untung saja Aqira mendapat tempat duduk di sana, sehingga dia bisa terhindar dari hujan yang menerpa sedari pagi. Aqira memandang jalanan di depannya yang sudah dibasahi air hujan. Entah kenapa, setiap hujan turun, Aqira selalu teringat saat Brian meninggalkannya di jalanan sepi waktu itu.

Di sela lamunannya, seseorang menepuk pundaknya, Aqira menoleh, "Hai, kita bertemu lagi." laki laki itu tersenyum lebar pada Aqira.

Entah dari mana laki laki ini muncul, Aqira bingung.

Aqira tersenyum kikuk karena tidak mengenal laki laki ini. "Em.. Hai.."

"Kau tidak mengingatku?"

"Maaf?"

"Kenalkan namaku Dave, aku mahasiswa semester akhir di sini." Dave menjulurkan tangannya ingin menjabat Aqira.

Aqira hanya melihat tangan itu menggantung di depannya, ragu karena kalau sampai suaminya tau, dia pasti akan marah besar.

"Maaf sepertinya aku mengganggumu ya."

Tangan laki laki itu hampir ditarik kembali.

Aqira menjadi merasa bersalah, dan dengan cepat menyahut tangan itu, "Maaf, aku tidak bermaksud. Em.. kenalkan aku Aqira mahasiswa baru di sini." Semoga saja Brian tidak tau gumamnya.

"Pantas saja aku tidak pernah melihatmu, ternyata masih baru.

"Ini aku, orang yang tidak sengaja menabrakmu tempo hari di sana, ingat tidak?" menunjuk tempat mereka tidak sengaja bertemu beberapa hari yang lalu.

Aqira terlihat berpikir, mencoba mengingat, "Oh aku ingat, ternyata itu kau." tapi mata Aqira melihat ke sekitarnya, siapa tau Brian melihatnya, karena Brian itu bagaikan hantu bagi Aqira, selalu saja muncul tiba tiba.

"Apa yang kau cari, kau sedang menunggu seseorang?" tanya Dave.

"Ah tidak, aku hanya menunggu busku."

"Kau ingin pulang?" Aqira mengangguk.

"Ini masih pukul sebelas, bukankah terlalu cepat untuk pulang?"

"Ada yang ingin kukerjakan di rumah, makanya aku harus cepat."

Tiba tiba Dave menutupi tubuh Aqira saat sebuah motor melaju dengan kencang, menyebabkan air yang tergenang di jalanan terciprat ke arah orang orang yang ada di halte itu.

Dengan posisi mereka yang seperti ini, jika dilihat dari jauh mereka terlihat seperti berpelukan.

Aqira terjengkit kaget saat Dave tiba tiba sedekat ini dengannya. "Maaf. Aku hanya melindungimu supaya air tidak mengenaimu." Dave memposisikan kembali tubuhnya.

"Iya tidak apa-apa. Terima kasih sudah melindungiku." raut wajah Aqira terlihat cemas.

"Sama sama. Em.... kalau begitu ayo kuantar kau pulang, sepertinya busmu masih lama." tawar Dave.

"Ah jangan, aku tidak mau merepotkanmu aku bisa pulang sendiri." Aqira menolak. "Kalau sampai Brian tau, mungkin ini akan menjadi hari terakhirku kuliah". batinnya.

"Sama sekali tidak merepotkan, ayo kuantar pulang." Dave memegang tangan Aqira.

Seketika Aqira menghempas tangan laki laki itu, "Maaf aku tidak sengaja." ucap Dave. Saat itu juga kesempatan datang pada Aqira, busnya sudah sampai, "Tidak apa apa, maaf aku harus pergi." Aqira langsung meninggalkan laki laki itu.

Dave masih melihat bus yang dimasuki oleh Aqira, "Menarik, sangat susah didekati." menarik senyum simpul di bibirnya.

Bus mulai melaju, Aqira duduk di dekat kaca jendela bis, "Huh..pria itu agresif sekali, semoga saja Brian tidak tau." gumamnya.

•••

Malam ini Aqira dan Brian terlihat sedang menikmati makan malam mereka. Apalagi Brian, pria itu sangat suka masakan Aqira.

"Bagaimana kuliahmu hari ini?" Brian membuka perbincangan disela makan malam mereka.

"Menyenangkan." singkat Aqira.

"Menyenangkan?"

"Mmm." Aqira mengangguk kecil.

"Kenapa menyenangkan?"

Aqira tersenyum, "Karena menyenangkan."

"Bicara yang serius."

"Baiklah, aku serius. Menyenangkan karena teman temanku semuanya baik padaku, dan aku bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Puas?"

"Tidak ada pria yang kau dekati bukan?" mata Brian menyelidik wajah Aqira.

Aqira mencebik kesal, "Kau pikir aku gadis macam apa? Lagi pula pria mana yang mau kedekati, satu kelas saja isinya perempuan."

Brian terkekeh, "Maaf. Aku hanya bercanda."

Mereka kembali melanjutkan makan malamnya.

Beberapa saat kemudian, ponsel Brian bergetar di kantong celananya. Sebuah pesan dari orang suruhannya untuk mengawasi Aqira.

Brian langsung membuka pesan itu, berisi foto foto Aqira bersama Dave di halte depan kampus tadi siang.

Brian masih memandang foto foto itu disertai darahnya yang mulai mendidih menahan amarah, pria itu orang yang sama dengan orang yang menabrak Aqira beberapa hari yang lalu.

Brian langsung mendekati Aqira yang duduk di sebrangnya. Kemudian meletakkan ponselnya dengan kasar di meja depan Aqira, "Apa ini?!!" bentak Brian.

Seketika mata Aqira membulat, tidak menyangka Brian akan mengetahuinya. Menelan makanan yang masih di mulutnya saja terasa sangat susah.

"Aku bisa menjelaskannya, ini tidak seperti yang kau pikirkan." ucap Aqira ketakutan saat melihat wajah Brian yang diliputi kemarahan. Aqira merutuki Brian dalam hati, kenapa pria ini sangat pemarah.

"Tidak usah kau jelaskan, sudah berapa kali kau melanggar peraturanku, kali ini aku akan memberimu pelajaran."

"Ikut aku!" Brian menyeret paksa tangan Aqira.

Aqira berusaha melepaskan tangannya, "Apa yang akan kau lakukan. Lepaskan!

Aku bisa menjelaskannya." Aqira memberontak dari cengkraman Brian.

Melihat perlawanan Aqira, Brian langsung membopong tubuh mungil Aqira.

Membawa Aqira ke kamar mereka lalu menghempaskan Aqira dengan kasar di atas ranjang.

"Apa yang kau lakukan Brian." teriak Aqira. Brian menindih tubuh mungil Aqira, "Aku ingin mengingatkanmu akan statusmu. Supaya kau ingat siapa pemilikmu di luar sana."

Tanpa aba aba, Brian mencium bibir Aqira dengan kasar, sedangkan tangannya tidak tinggal diam, Brian merobek baju tipis yang melekat di tubuh Aqira dengan kasar.

Air mata Aqira meleleh seketika, isak tangisnya tercekat oleh ciuman kasar pria itu. Pria itu semakin brutal, meraba setiap inci tubuh mungil itu dengan kasar.

"Lepaskan aku.... Aku mohon..." teriak Aqira saat bibir Brian berpindah ke bagian tubuhnya yang lain.

Tangis Aqira menggelegar di dalam kamar itu.

Mendengar tangisan gadis itu, membuat Brian terhenti dari aksinya.

"Apa yang sudah kulakukan, aku hampir melukainya." batin Brian.

Brian melihat tubuh Aqira yang setengah telanjang, yang sudah dipenuhi bekas merah di sekujur tubuhnya.

Jantungnya serasa diremas, melihat Aqira terlihat begitu menyedihkan seperti ini.

"Maaf. Maafkan aku, sayang." Brian menutup tubuh Aqira dengan selimut lalu merengkuh tubuh Aqira dalam pelukannya.

Gadis itu masih setia dalam tangisannya, dadanya naik turun bersamaan dengan tangisannya, sepertinya gadis itu masih syok akibat perbuatan Brian baru saja.

"Maafkan aku. Aku terbawa emosi." Brian masih memeluk erat tubuh Aqira.

Brian lega saat mendengar tangisan Aqira yang sudah mereda. "Maafkan aku, aku tidak sengaja." Aqira tidak bergeming.

Brian semakin panik saat merasakan tubuh Aqira tidak bergerak sama sekali.

"Aqira..." untuk pertama kalinya Brian memanggil nama sang istri.

"Aqira.." Brian melihat wajah Aqira dalam pelukannya. Mata gadis itu tertutup rapat, "Aqira kau kenapa, heii...." Aqira tidak bergeming, gadis itu pingsan.

.

.

.

.

.

Jangan lupa vote yang banyak banyak ya😀😀

.

.

.

.

.

.

.

Love you all😗😘

1
Diana Resnawati
seru ceritanya
Diana Resnawati
mampir thor...
Marlina
buat cerai sama Bryan,biar dia tau arti kehilangan &dimarah habis2 an sama ortunya
MuhammadSatrya Ananami
yg no2 aku syuka 😍😍😍
MuhammadSatrya Ananami
keren Thor...lanjut😍😍😍
Enyzubaidah
masih sering salah tulis nama Brian dan hans
Siti Rukayah
yg prtma thor
Sri Susilowati
crtanya bagus alurnya rapi
Hasanah
yg kedua lebih pas
Ros Lina
update kelanjutannya thor
Nana Bati
akhirnya bahagia.... selamat thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuu .... mulai bucin Brian....
semangat thor👍👍👍
bunda dinda
kayaknya Brian lagi ekting
bunda dinda
salam kenal Thor aku baru baca...yang ke 2 lebih ok kyknya👍🤗😘
Zai Nuddin
hans tau bran
Zai Nuddin
bukanya hans
Jas Wati
udah tinggalin aja tu cowok meyeballan
Jas Wati
dasar pria kejam
Jas Wati
tuan muda yang kejam
Jas Wati
tuan muda yang munafik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!