Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
"Belum di jawab juga Jun? "
"Belum Pri, si Jono sama Rizal gue telfon juga nggak ada yang angkat. "
Sedangkan di sana Andre, Jono, Rizal dan Ahmad masih kebingungan untuk keluar dari hutan itu.
Keringat sudah membasahi tubuh Andre dan yang lainnya wajah mereka pun terlihat kusut sekali.
"Capek banget gue, ini udah dimana sih perasaan nggak keluar keluar dari hutan. " Andre terlihat sedikit putus asa.
"Kayaknya kita nyasar ini bos. " Jono melihat sekeliling hutan.
"Udah capek banget gue. " keluh Rizal.
"Sama Zal gue juga. " Ucap Ahmad sambil menyenderkan tubuhnya di pohon yang cukup besar.
"Terus kita lewat mana lagi? " tanya Andre kepada yang lainnya.
"Feeling gue kesana bos. " Rizal menunjuk ke arah yang dimaksud.
Mereka mencoba untuk menelusuri jalan yang di maksud Rizal harapan mereka semoga jalan yang Rizal maksud memang jalan untuk keluar dari hutan ini.
Setelah menelusuri jalan tersebut akhirnya mereka pun keluar juga dari hutan itu.
"Akhirnya kita keluar hutan juga. "
"Iya bos, untung jalan yang Rizal tunjukin benar ya. "
"Terus mobilnya dimana bos? " Ahmad melihat sekitar dia tidak menemukan mobil itu.
"Hadeh sekarang kita nyari mobil. Tadi ada yang ingat nggak parkir dimana? "
"Seingat gue mah parkir dekat pohon paling gede bos yang ada di pinggir jalan. "
"Yaudah kita jalan aja semoga nanti ketemu. "
Dengan terpaksa mereka pun berjalan kaki mencari mobil yang entah dimana.
"Eh kuncinya dimana? kan itu mobil bisa di bunyiin kalau di pencet. "
Rizal merogoh kantongnya mencoba untuk mencari kunci tersebut. Ia pun segera menekan kunci itu namun tidak ada suara disekitar mereka.
"Mana bos nggak ada yang bunyi. "
"Yaudah jalan lagi yuk, sambil pencet pencet aja tombol nya Zal. "
"Baik bos. "
Mereka pun terus berjalan menelusuri jalan yang ada di pinggir hutan. Mobil mereka pun tak kunjung ditemukan, wajah lelah terlihat sekali di ke empat pemuda itu.
"Gimana ini, mobil juga entah dimana adanya. Kenapa kita malah jadi soal begini ya. "
"Abis dari rumah ki Ageng kenapa malah tambah sial ya. " kesal Jono.
"Apa kita dikerjain ki Ageng ya? " Rizal pun jadi berburuk sangka.
"Tau gini gue nggak mau kesana. "
"Sudah terlanjur bos. " Jono terlihat sangat menyesal juga karena sudah menyarankan untuk pergi kerumah Ki Ageng.
Rizal pun mencoba untuk menekan nekan tombol di remot mobil yang ia kendarai namun tak lama terdengar suara bunyi alarm mobil itu.
"Eh dengar dengar deh ini kaya suara alam rmh mobil. "
"Berarti dah deket mobilnya. "
"Ayok cari, gue udah capek banget. "
Mereka pun terus berjalan ke arah sumber suara itu, akhirnya terlihat juga mobil yang terparkir di sisi jalan di tepi hutan.
"Akhirnya ketemu juga ini mobil. " Andre pun menyenderkan tubuh nya di badan mobilnya.
"Buka Zal., ayok kita balik. "
"Terus Raka gimana bos? "
"Raka besok kita cari lagi Zal. "
"Yaudah ayok kita balik dulu. "
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan pulang tanpa Raka. Bukannya tega meninggalkan Raka yang entah dimana namun mereka ingin meminta bantuan kepada yang lainnya untuk mempermudah pencarian.
Saat diperjalanan ponsel Andre pun berdering. Panggilan dari Juna pun masuk.
"Halo Jun , Ada apa? "
"Bos dimana? baik baik aja kan? "
"Lagi dijalan mau pulang Jun. Kenapa?"
"Ini Raka udah sampe duluan bos. "
"Hah, serius Raka udah sampe duluan? "
"Iya bos, Raka udah dirumah tapi kondisinya mengenaskan. "
"Yaudah tunggu gue balik, bentar lagi juga sampe. "
"Baik bos. "
Telfon pun terputus, Andre pun bingung ko bisa Raka sudah sampai dirumah.
"Kenapa bos? "
"Raka udah sampai dirumah kata Juna tadi. "
"Lah pulang naik apa dia? "
"Mangkanya itu gue juga bingung. Ditambah tadi Juna bilang kondisi Raka mengenaskan. "
"Aneh apa Raka di kerjain setan juga ya? " tebak Jono.
"Bisa jadi Jon, yaudah ayok buru ah pulang. "
Disepanjang jalan mereka pun bergelut dengan pikiran masing-masing. Tidak masuk diakal Raka yang bersama mereka tiba-tiba sudah tiba dirumah terlebih dahulu. Sedangkan jalan yang mereka lalui tidak ada satu kendaraan pun yang melintas kecuali kendaraan mereka.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai di kediaman Andre.
Juna pun terlihat menghampiri mobil yang baru terparkir di halaman rumah Andre, ia sangat penasaran apa yang sudah terjadi kepada teman-temannya.
"Bos."
"Ambilin minum Jun. "
Juna pun langsung mengambil minum untuk teman-temannya.
"Ko bisa Raka sudah sampai duluan? "
"Entah bos, Raka sudah tergeletak di depan. Itu juga anak anak yang nemuin. "
"Sekarang dia ada dimana? "
"Di kamar bos masih belum sadar. "
Saat mereka sedang asik ngobrol tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar Raka yang mengejutkan teman temannya.
"Arrrggggghhh..... "