"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 1. First sight.
"Hhh! Hhh! Hhh!"
Seorang gadis sedang berlari dengan rambut panjang bergelombang nya yang berkibar berantakan, dia menggunakan jaket hitam dan celana hitam dan berlari melompati apa saja yang ada di depan nya, bahkan tembok pembatas sekalipun.
Dari cara nya berlari dan melompati tembok satu ke tembok lain nya, dia sudah ahli melakukan itu, tapi dia terus memegangi perut nya yang ternyata sudah terluka dan mengeluarkan darah segar.
"Bang Lex lu bener - bener brengsek! Kabur duluan, banci!" Gumam nya sambil berlari, dia adalah Billie.
Dan sementara itu, saat ini seorang laki - laki juga sedang berlari menghindari pengejaran. Laki - laki ini sama seperti gadis tadi, dia melompati tembok satu ke tembok lain dan kepalanya berdarah. Tidak hanya kepala tapi lengan dan bahunya juga berdarah.
"Sialan! beraninya main licik!" Gumam nya, dia adalah Noah.
Noah melihat sebuah gang yang sempit dan akhir nya dia masuk kedalam sana untuk sembunyi.
"Hh.. Hh.. Hh.." Nafas nya terengah - engah.
"Drap! Drap! Drap!"
Noah menahan nafas nya saat mendengar suara langkah kaki yang berlarian, itu adalah orang - orang yang mengejar nya.
"Kemana dia!?" Ucap salah seorang pria.
"Nggak mungkin dia bisa lari jauh, badan nya udah babak belur. Ayo terus ke sana, jangan ganggu warga setempat!" Ucap yang lain.
"Go!"
"Drap! Drap! Drap!"
Akhir nya suara orang - orang yang mengejar nya itu pergi, Noah menghembuskan nafas nya lega. Tapi baru saja dia bernafas lega tiba - tiba ada perempuan yang datang dengan panik, dan saat melihat Noah berdiri perempuan itu tiba - tiba membekap mulut Noah, dia adalah Billie.
"Hmp!" Noah memberontak.
"Jangan gerak!" Ucap Billie, dia terus menunduk karena kesakitan.
"Kamu siapa?" Tanya Noah.
"Diam, kalo nggak mau mati konyol!" Ucap Billie, dia membekap mulut Noah.
"Drap! Drap! Drap!"
Kembali terdengar suara langkah kaki orang yang sedang berlari, Billie makin merapatkan tubuh nya pada Noah sambil terus menunduk. Dalam posisi itu, mereka seperti sedang berpelukan hanya Noah tidak bisa melihat wajah Billie, tapi dia mencium bau wangi tangan Billie yang membekap nya, wangi nya membuat Noah tenang.
Noah juga menyadari tangan Billie gemetar, dan nafas nya terengah - engah, tanda Billie juga sedang di kejar - kejar orang.
"Nggak ada bos! Cepet banget itu cewek lari nya." Ucap salah seorang di luar sana.
"Kejar ke depan, dia nggak bakal bisa lari jauh, perut nya udah ke tusuk belati gue." Ucap salah satu pria.
'Dia ketusuk.' Batin Noah.
Orang - orang tadi juga berlari menjauh dari tempat Noah dan Billie sembunyi, dan saat mereka sudah menjauh Billie pun melepas bekapan tangan nya dari Noah dan menunduk kesakitan.
"Ugh!" Billie memegangi perut nya.
"Kamu luka?" Tanya Noah.
Billie menoleh sesaat menatap Noah, tapi karena gelap Noah tidak bisa melihat wajah Billie dengan jelas.
"Thanks ya." Ucap Billie, lalu kembali lari dari sana.
Noah hendak menahan tangan Billie tapi Billie tidak bisa di raih dan dia pergi dari sana meninggalkan Noah yang terluka parah.
"Ugh!" Noah merosot ke tanah dengan lemas.
Noah mengeluarkan hp nya dan mengirimi pesan pada seseorang sebelum akhir nya dia kehilangan kesadaran.
____________________
Noah sudah berada di ranjang besar dengam perban di kepala dan dan perban di bahu juga lengan nya, tubuh kekar nya hanya di tutup selimut sebatas dada saja.
"Untung nggak kena titik vital nya, ni orang bener - bener batu nggak pernah mau pake pelindung." Ucap dokter yang sepertinya seumuran dengan Noah yang baru selesai mem- perban Noah, Guntur.
"Nggak mati aja udah untung." Ucap laki - laki seumur Noah yang berdiri, teman Noah.. Vincent.
Noah yang semula tidak sadar tiba - tiba membuka matanya dan yang di lihat tentu dua orang tadi.
"Gue selamat?" Tanya nya.
"Gue kasih tau lu, kalo bukan karena gue dateng tepat waktu jemput lu, lu udah jadi bangke manusia." Ucap Vincent, Noah hanya tersenyum dingin dan berucap..
"Buktinya enggak." Ucap Noah, dia berusaha bangun.
"Eit! Diem dulu napa, ini perban baru juga kelar gue ganti." Ucap Guntur.
Akhir nya Noah diam dan menatap kedua taman nya itu dengan tatapan kesal, tapi memang tubuh nya juga masih sangat lemas.
"Nggak usah sok galak, lu pasien harus nurut." Ucap Guntur.
"Kok bisa - bisa nya lu nyangkut di gang perkampungan pinggir kota gitu, Bre? Kan janjian nya nggak di sono." Ucap Vincent.
"Di jebak." Ucap Noah singkat.
"Brengsek! Pasti si Raka itu sengaja sekongkol sama rombongan Bondan." Ucap Vincent kesal.
Noah terdiam, tiba - tiba yang ada di ingatan nya sekarang gadis yang membekap nya malam itu. Noah terngiang - ngiang dengan wangi tangan gadis yang entah datang dari mana itu.. Dua teman nya yang melihat Noah diam pun agak cemas karena tidak biasanya Noah melamun.
"Bre! Lu nggak geger otak kan?" Tanya Vincent.
"Nggak lah, gue yang periksa dia masa gue nggak tau dia geger otak!" Guntur yang menjawab. Noah lalu menatap kedua teman nya dan menghembuskan nafas nya kesal.
"Selidiki kasus ini, tangkep Raka terus bawa ke markas." Ucap Noah.
"Lah udah, bre. Lu nggak sadar tiga hari, Raka udah gue tangkep kemaren cuma belom ngaku aja tuh orang." Ucap Vincent, Noah tertegun.
"Tiga hari!?" Tanya Noah dengan wajah terkejut.
"Iya, tiga hari." Jawab Guntur, Noah terdiam kaget..
Noah.. bernama lengkap Noah Christian, seorang pria tampan berusia 27 tahun, tinggi badan nya 190 cm dan berwajah blasteran Indonesia - Jerman, adalah ketua dari kelompok mafia tersembunyi yang baru - baru ini menggemparkan karena berhasil merajai atau mengakui sisi salah satu kelompok mafia di Jakarta.
Dia sangat low profile sehingga tidak banyak yang tau rupa asli dari pria muda yang di juluki sebagai DEMON itu, di usia nya yang baru 27 tahun dia sudah membuat lawan ketar - ketir dengan keberadaan kelompok nya.
Banyak yang mengira Noah adalah pria tua paruh baya berkepala botak dan ber perut buncit dengan bibir tebal, karena dia selalu bersih dalam bertindak. Siapa yang akan menyangka Noah adalah bos muda di perusahaan besar yang baru berdiri sekitar 5 tahun, perusahaan yang di beri nama FLY yang di gerakan oleh Vincent.
"Tolong bantu cari seseorang." Ucap Noah.
"Siapa lagi?" Tanya Vincent.
"Perempuan.." Ucap Noah.
"HAH!!?" Vincent dan Guntur kaget bersamaan.
"Sejak kapan lu tertarik sama cewek!?" Tanya Guntur, Noah melirik sinis sambil mendengus kesal.
"Maksud lu gue nggak normal!?" Ucap Noah, Guntur menyengir seketika.
"Hehe, ya nggak gitu.. siapa yang nggak tau lu nggak pernah deket sama cewek manapun. Dua puluh tujuh taun lu nggak pernah ungkit satu cewek pun depan kita, apa lagi jawaban nya kalo lu nggak normal." Ucap Guntur.
"Coba ngomong lagi." Ucap Noah masih memandang Guntur dengan tatapan sinis nya.
"Hehehe, sorry - sorry." Ucap Guntur, Vincent terkekeh.
"Oke - oke, mana foto nya?" Tanya Vincent, Vincent sangat antusias karena itu adalah kali pertama Noah membahas tentang perempuan.
"Nggak ada." Jawab Noah, Vincent dan Guntur saling pandang.
"Ciri - ciri nya deh, dia dari kota mana?" Tanya Vincent.
"Nggak tau dari kota mana, tinggi nya mungkin seratus enam puluh, rambut nya panjang bergelombang." Ucap Noah, Vincent dan Guntur kembali saling pandang.
"Gitu doang?" Tanya Guntur, Noah mengangguk.
"Hm." Jawab Noah. Dua teman nya menepuk kening bersamaan.
"Bre, yang bener dikit lah semua cewek di jalanan juga bisa jadi ciri - ciri cewek yang lu sebutin." Ucap Vincent.
"Muka nya gimana?" Tanya Guntur.
"Mmm.. kasih gue kertas sama pensil, gue gambarin." Ucap Noah, Vincent pun pergi mengambil kertas yang Noan minta.
Noah dengan serius menggambarkan ciri - ciri gadis yang membekap mulut nya di malam pelarian itu, tiap goresan nya dia buat dengan sangat serius.. Noah adalah salah satu orang yang memiliki bakat melukis paling real bahkan mendekati sempurna, dan tak lama gambar nya pun jadi.
"Nah." Ucap nya memberikan gambar nya pada Vincent dan Guntur.
Vincent dan Guntur melihat gambar yang Noah buat dan tatapan kedua nya seketika makin terlihat frustasi karena yang Noah gambar adalah gadis yang bahkan wajah nya tidak terlihat sama sekali kecuali rambut nya yang panjang bergelombang.
"Ya Tuhan Noah, lu suruh gue cari cewek gini dimana.." Ucap Vincent frustasi.
"Pokok nya cari dia." Ucap Noah, Vincent meringis sebal mendengar perintah teman nya yang sekonyong - konyong.
"Haish!!"
"Oh iya, tangan nya wangi." Ucap Noah, Guntur menahan tawa nya sementara Vincent makin frustasi.
Tangan nya wangi, manusia mana yang tangan nya tidak akan wangi kalau pakai produk pewangi seperti parfum.. itu adalah rahasia umum bahwa manusia menyukai wewangian. Dan makhluk bernama Noah itu menyebutkan tangan gadis yang di cari nya itu bau wangi, itu sama saja menyuruh Vincent mencari jarum di dasar laut.
"Lu boleh kirim gue ke perbatasan aja deh buat pimpin kelompok dari pada lu suruh gue nyari ini cewek." Ucap Vincent.
"Gak! Cariin dia buat gue!" Ucap Noah kukuh.
'Dia pakai wangi apa sampe aku nggak bisa lupa, wangi nya nggak pernah aku cium wangi seperti itu dari sekian juta banyaknya parfum mewah yang aku tau.' Batin Noah
"YA TUHAN, TOLONG BAWA AKU PERGI DARI SINI!!" Teriak Vincent tiba - tiba, dan itu membuat Noah terlonjak kaget.
"Gila ya!!"
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅