Awalnya Su Lingyu adalah penggarap spiritual dari zaman modern. Namun karena sebuah kecelakaan konyol, ia terpaksa memasuki sebuah dunia novel percintaan zaman kuno, menjadi selir Pangeran Bupati Bo Mingchen sekaligus karakter penjahat wanita yang akan berakhir menyedihkan.
Su Lingyu tidak mau berakhir menyedihkan. Jadi dia dengan patuh menandatangani perjanjian perceraian lalu pergi. Dengan tubuh koi nya yang makmur, Su Lingyu berhasil melalui semua masalah yang timbul setelah bergesekan dengan pemeran utama wanita.
Namun, kenapa rasanya ada yang salah dengan plotnya? Dan apa yang salah dengan Bo Mingchen yang perlahan menipunya kembali ke istana pangeran bupati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Ganas dari pada Harimau
Kiwi tahu jika dirinya pasti diminta untuk bertindak lagi. Meski dia tidak senang karena dilemparkan begitu saja, harimau jantan itu juga lumayan untuk ditangkap. Ini harta!
Jadi Kiwi langsung mendarat di wajah harimau. Membuat binatang buas itu ketakutan ketika melihatnya.
Mengaum!!
Harimau mengira jika Kiwi adalah seekor tikus. Jadi berusaha sekeras mungkin untuk menyingkirkannya. Ia tidak lagi peduli dengan manusia itu.
“Kiwi, gigit dia!” Su Lingyu menyemangatinya tanpa rasa takut. Ia bahkan mengabaikan rusa mati di sampingnya.
Kiwi mencicit, mencakar wajah harimau dan menggigit hidungnya. Auman harimau semakin keras hingga mengagetkan semua burung dan binatang di sekitarnya.
Karena panik, harimau itu berlari kencang untuk menyingkirkan Kiwi yang tak mau meninggalkan wajah nya.
"Harimau jelek! Kamu tidak beruntung bertemu tuanku. Kamu hanya bisa berakhir di tangan tuanku, ha ha ha ..." Kiwi tertawa jahat.
Di mata Bo Mingchen, Sikong Lian dan Lu Tian, kiwi mencicit berulang kali seperti sedang menakuti harimau.
Harimau jantan yang sepertinya mengerti arti perkataan Kiwi sebagai sesama binatang, bahkan lebih takut. Dia hanya mencoba berburu seekor rusa untuk makan siang nanti. Kenapa kini dirinya yang menjadi buruan manusia?
Kiwi mencakar wajah harimau berulang kali sebelum akhirnya melompat ke tanah. Namun harimau itu tidak berhenti berlari hingga tidak sadar menabrak pohon besar di depannya.
Kepala harimau jantan itu pusing, tubuhnya sempoyongan hingga akhirnya pingsan. Jika digambarkan, rasanya ada banyak bintang berputar di atas kepala.
"Kiwi, kamu luar biasa!" Su Lingyu memujinya sama seperti yang sering dilakukan di zaman modern.
Kiwi mencicit lagi, senang.
Gadis itu berlari menghampiri harimau, mengeluarkan tali entah dari mana lalu mengikat keempat kaki harimau dengan erat. Tak lupa, mulutnya juga diikat.
Jangan sampai harimau itu menggigit ketika bangun nanti.
Aksi ini lebih tepat seperti menculik harimau alih-alih memburunya.
Semua aksi ini jatuh ke mata tiga pria di belakangnya. Sikong Lian sudah lama gemetar karena takut. Itu harimau jantan yang gemuk dan besar.
"Sejak kapan harimau takut dengan tikus?" tanyanya.
Lu Tian meralat perkataannya. "Itu hamster, bukan tikus."
"Tidak ada bedanya bukan?"
"Ekor hamster lebih pendek. Tidakkah kamu tahu itu?"
Siapa yang tahu, aku tidak memerhatikan ekornya, batin Sikong Lian.
Bo Mingchen sudah menghampiri Su Lingyu yang mengelus bulu harimau sesuka hati. Gadis itu terlihat sangat senang. Tidakkah ia sadar bahwa beberapa saat yang lalu, dirinya hampir menjadi makanan harimau.
"Su Lingyu! Kamu benar-benar membuat orang khawatir. Siapa yang memintamu turun dari kuda dan berlarian?" Bo Mingchen marah tapi juga terkejut.
"Tidak ada yang memintaku berlarian. Kenapa aku harus berlarian hanya ketika disuruh? Aku bukan anjing gembala!"
Bo Mingchen ingin muntah darah. Gadis ini sudah mulai lagi untuk membalas perkataannya seperti orang bodoh.
"Bukan itu maksudku. Tidakkah kamu memikirkan hal lain lebih dulu? Lihatlah, harimau ini contohnya. Ini bukan taman istana, ini hutan!"
Bukan hanya ada harimau saja di hutan ini tapi juga serigala dan ular berbisa. Salah selangkah sudah dipastikan dalam bahaya.
"Jadi apa? Harimau ini tidak memakanku. Aku yang akan makan harimau!" Su Lingyu memutar bola matanya. Lalu dia menggelengkan kepala. "Tidak, tidak! Jangan makan harimau. Aku akan memelihara harimau ini di rumahku. Jadilah penjaga kebun sayur ku."
"Penjaga kebun sayur? Nona Su, kamu pasti sudah gila." Sikong Lian telah pulih dari keterkejutannya. Ia juga penasaran ingin melihat harimau lebih dekat.
Menjadikan harimau sebagai penjaga kebun sayur? Siapa yang akan melakukan hal itu? Hanya Su Lingyu yang pertama.
"Harimau ini sangat besar. Pasti makan enak sepanjang tahun, ck!" Sikong Lian sedikit mencibir.
Tanpa diduga, harimau yang pingsan itu sedikit mendengus dalam pingsannya.
"Ahh!"
Sikong Lian kaget setengah mati. Dia langsung melompat ke pelukan Lu Tian yang ada di sampingnya.
Suasana menjadi hening. Semua mata tertuju padanya. Tak terkecuali Lu Tian yang dipeluk olehnya. Kedua kali Sikong Lian melingkari pinggangnya. Benar-benar pria besar!
Sikong Lian sangat malu. Dia segera melepaskan Lu Tian dan berdeham. "Aku hanya kaget!"
Sudut mulut Su Lingyu berkedut. "Kagetmu luar biasa. Orang lain mengira kamu akan takut setengah mati ketika mendengar suara tangisan wanita di malam yang gelap."
"Bukankah normal untuk takut? Ini harimau, bukan kucing. Siapa tahu kamu tidak mengikatnya dengan kencang!" Sikong Lian tidak mau mengakuinya jika dia takut.
"Bukankah harimau juga kucing hutan? Kamu benar-benar pria pengecut!"
Diejek oleh Su Lingyu, Sikong Lian sangat marah. Mulut Su Lingyu bukan hanya pedas tapi juga lebih ganas dari pada harimau. Ia malas berdebat dengannya lagi, jadi melirik Bo Mingchen.
"Apa yang akan dilakukan dengan harimau ini? Ini harimau hidup, kita tidak mungkin membawanya sepanjang perjalanan, bukan?"
Jangan bercanda. Siapa yang akan berdampingan dengan harimau hidup saat berburu. Jika singa adalah raja hutan, maka harimau adalah pangerannya.
Mereka menangkap pangeran hutan, bukankah rajanya juga akan datang?
Su Lingyu khawatir Bo Mingchen akan menyingkirkan harimau itu, jadi dia memeluk tubuh berbulu itu seperti harta yang dijaga.
"Tidak! Jangan membunuhnya. Jangan membawanya pergi juga. Aku akan menjaga harimau saat kalian berburu. Yakinlah."
Kiwi memberi tahu Su Lingyu jika harimau itu tidak akan menggigit orang atau mengamuk. Ia sudah mengubah pola pikir ganas harimau itu. Jadi sekarang, harimau jantan itu tak ada bedanya dengan kucing peliharaan.
"Tidak mungkin!" Bo Mingchen tidak setuju. "Harimau adalah predator. Semua hewan akan lari ketika melihatnya. Kita akan kembali dulu untuk mengurung harimau ini."
"Pokoknya tidak mau! Jika kamu tetap tidak setuju, aku akan pergi sendiri saja!"
Su Lingyu tidak peduli. Bukannya dia tidak bisa pergi sendiri. Jadi dia mencoba mengangkat tubuh harimau dengan kedua tangannya.
Sikong Lian berpikir jika gadis itu tidak akan bisa mengangkat harimau sama sekali. Tapi ia salah menebak. Su Lingyu bukan hanya bisa mengangkat tubuh harimau tapi juga berjalan santai.
Melihat bahwa gadis itu tetap keras kepala, Bo Mingchen pusing. Ia mendesah kasar dan menghentikannya.
"Apakah kamu yakin harimau itu tidak akan mengganggu?" tanyanya menegaskan lagi.
"Tentu saja aku yakin! Kiwi sangat pandai menjinakkan harimau."
Sudut mulut Bo Mingchen berkedut. Hanya hewan kecil itu, menjinakkan harimau?
Bahkan Sikong Lian pun tertawa. "Nona Su, berhentilah bercanda. Seekor tikus tidak mungkin menjinakkan harimau meski berhasil menakutinya. Ini hanya kebetulan saja."
Kiwi mencicit tidak senang. "Aku bukan tikus! Kenapa dia selalu menyebutku tikus?!"
Su Lingyu hanya mendengkus. Jika tidak percaya maka baik-baik saja. Jangan meminta bantuan Kiwi di masa depan jika sesuatu terjadi padanya.
Gadis itu meletakkan harimau di punggung kuda. Sedangkan Lu Tian sudah membawa rusa mati, mengikatnya dengan baik.
Mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Karena hewan buruan begitu melimpah di hutan ini, tidak sulit bagi mereka untuk mendapatkan lebih banyak.