NovelToon NovelToon
Mamaku Single Mom Muda

Mamaku Single Mom Muda

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Single Mom / Anak Genius / CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:727k
Nilai: 4.7
Nama Author: Byiaaps

Selma, seorang perempuan yang baru saja lulus SMA, harus mengubur impiannya untuk kuliah dengan beasiswa. Pacaran yang terlampau batas, membuatnya harus menanggung kehamilan bayi kembar di usia dini.

Sementara orang tua Radit, pacar yang juga teman sekolah Selma, hanya ingin bertanggung jawab dengan memberikan sejumlah uang, bukan dengan menikahkan anak mereka karena Radit harus kuliah di luar negri demi masa depannya. Hubungan mereka harus kandas begitu saja tanpa saling mengetahui kabar masing-masing.

Hingga 8 tahun kemudian, Radit yang sudah menikah, bertemu kembali dengan anak kembarnya tanpa disengaja dan tanpa ia tahu.

Apakah mereka akan kembali bersatu, atau kembali menjalankan kehidupan masing-masing?

Ikuti kisah selengkapnya di sini ya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beda Asuh

Dengan panik, Selma menghubungi Radit untuk mengabarkan hal ini. Radit dengan cepat bergegas menjemput Selma untuk bersama-sama ke sekolah Rayi. Sementara Selma bersiap dan berpamitan pada Lia karena meninggalkan toko sebentar.

Tak berselang lama, mobil Radit sampai di depan toko, Selma pun segera masuk ke dalam mobil.

“Tenang ya, bagaimana cerita awalnya?” Radit meminta Selma menceritakan kembali laporan Bu Nurul.

Selma memaparkan bahwa wali kelas Rayi itu mengabarkan bahwa Rayi sedang dipanggil di ruang BK karena terlibat pertengkaran dengan temannya. Menurutnya, hal ini terdengar janggal karena Rayi tak pernah berbuat seperti itu. Meski Rayi sering bertengkar dengan Raya, tapi hanya bertengkar kecil dan lucu, bukan sampai pada pertengkaran fisik. Selma juga tak pernah melihat anak lelakinya itu kasar pada siapa pun.

15 menit kemudian, mobil Radit tiba di parkiran sekolah dan mereka bergegas menuju ke ruang BK.

“Mama, Papaaa.” Rayi menghampiri Selma dan memeluknya.

Selma dan Radit kemudian dipersilakan duduk karena Bu Nurul dan salah satu guru BK akan berbicara pada mereka. Kebetulan, orang tua siswa yang dikabarkan bertengkar dengan Rayi juga berada di sana. Bu Nurul kembali memaparkan apa yang terjadi.

“Rayi memukul Leo karena tak terima diolok-olok tak punya uang. Hal itu bermula ketika Rayi tak membawa kertas bergambar yang diminta gurunya, lalu Rayi marah dan memukul Leo hingga Leo membalas memukul Rayi dan mereka pun saling bertengkar.”

Rayi kemudian menyahutnya. "Tapi Rayi tidak pernah mulai duluan, Ma. Leo yang mulai memukul Rayi. Rayi juga hanya mendorong Leo yang terus pukul-pukul Rayi pakai penggaris besi. ‘Kan Mama pernah bilang kalau Rayi tidak boleh main tangan. Rayi memang lupa membawa buku bergambarnya, bukan karena tak punya.”

Radit seakan tak terima dengan guratan bekas penggaris di tangan Rayi. Ia kemudian meminta Leo menunjukkan bukti bahwa Rayi memukulnya. Benar saja, tak ada bekas pukulan di tubuh Leo. Itu artinya, Rayi tak memukul Leo dan hanya mendorongnya untuk membela diri. Ia kemudian protes pada 2 gurunya karena jelas Rayi yang menjadi korban kenakalan Leo.

Mendapati sikap Radit, orang tua Leo tak terima.

Lalu, tiba-tiba Raya dan 1 teman perempuannya masuk ke ruang BK.

“Papa, Mama, Rayi dipukul duluan tadi sama Leo. Bu Guru sedang keluar kelas tadi, jadi tidak tahu,” teriak Raya.

“Iya, Bu Guru, Leo duluan tadi. Semenjak punya penggaris besi, Leo memang suka pukul-pukul teman-temannya, dia nakal, Bu Guru," sahut teman Raya yang ikut dengannya.

Mendengar pengakuan Raya dan temannya, Radit semakin tidak terima Rayi diperlakukan seperti ini. Ia kemudian meminta pertanggung jawaban pada orang tua Leo atas perilaku anaknya. Radit juga mengtakan bahwa guru kembar tak profesional.

"Apa tidak ada CCTV di kelas? Sekolah macam apa ini. Ibu Guru kalau tidak tahu, lebih baik mencari tahu dulu dari anak-anak 1 kelasnya, mereka pasti tahu. Andai Raya dan temannya tidak mengaku, pasti orang tua Leo juga akan bersikeras. Dengan masalah ini, bisa membuat saya menuntut sekolah ini! Saya tidak terima anak saya jadi korban kenakalan anak lain!" Radit mulai emosi.

Selma pun menenangkan suaminya agar tak marah-marah di sekolah kembar.

2 guru kembar tersebut kemudian meminta maaf atas apa yang terjadi, dan berjanji akan lebih tegas dan lebih bijak dalam menangani permasalahan anak-anak.

Radit juga meminta orang tua Leo untuk mendidik anaknya agar tak nakal di sekolah.

"Apa Leo juga sering mengolok-olok Rayi?” tanya Radit ingin menindak tegas.

Rayi mengangguk.

“Saat membayar biaya sekolah kembar beberapa bulan lalu, saya juga menyumbang untuk sekolah ini. Hingga saat ini, saya juga masih menjadi donatur di sekolah ini. Apa kalian tidak bisa lebih menjaga anak-anak saya dari kenakalan anak lain? Kalau tidak bisa, itu artinya kalian akan kehilangan donatur terbesar di sekolah ini!” ucap Radit sembari pergi meninggalkan ruangan dan mengajak kembar juga mamanya.

“Radit, maksudnya apa? Apa tidak bisa bicara baik-baik dulu?” tanya Selma yang tak paham maksud suaminya.

“Kita pindahkan kembar dari sekolah buruk ini!”

Bu Nurul mengejar Radit dan Selma yang membawa kembar pergi dari sekolah.

“Pak Radit, Bu Selma, tunggu,” teriak Bu Nurul sembari berlari.

Selma meminta Radit berhenti melangkah dan dengan hormat menanyakan keperluan Bu Nurul yang seakan ingin berbicara pada mereka.

“Maafkan kami, Pak, Bu. Ini semua terjadi atas kesalah pahaman dan kelalaian, karena tadi tidak ada guru yang menjaga saat Leo dan Rayi bertengkar. Kami bisa jamin bahwa tak akan ada kejadian seperti ini lagi yang menimpa Rayi maupun Raya," ujar Bu Nurul setengah memohon agar kembar tak dipindahkan dari sekolah mereka.

“Bukan hanya Raya dan Rayi, tapi saya mau semua murid tidak ada yang mengalami hal memalukan seperti ini tadi. Anda adalah wali kelasnya, pengganti kami sebagai orang tua ketika di sekolah, sudah seharusnya bersikap bijak dan melindungi anak-anak didik Anda, juga mengajarkan bagaimana berteman yang baik!" tegur Radit tanpa basa-basi.

Bu Nurul pun kembali meminta maaf dan berjanji bahwa mereka akan lebih menjaga anak-anak agar tak ada lagi yang bertingkah berkuasa di sekolah ini.

Setelah Selma membujuk Radit agar tak memperpanjang masalah ini, Radit pun akhirnya mau jika kembar tetap sekolah di sana. Lagi pula, Raya dan Rayi juga seakan tak nyaman bila pindah ke sekolah baru. Hal itu juga bisa mengganggu konsentrasi belajarnya.

Selma kemudian juga meminta maaf pada Bu Nurul atas perdebatan yang terjadi. Lalu, mereka pun berpamitan untuk pulang. Sementara kembar kembali diantar ke kelasnya.

###

“Loh, Mama kok tidak ada kabar mau ke sini?” tanya Radit saat mamanya tiba-tiba ke rumah sendirian malam ini.

“Memangnya harus izin dulu kalau mau jenguk anaknya? Kemarin-kemarin saja tidak seperti itu kok. Lagi pula Mama ‘kan mau bertemu kembar,” jawab mama Radit menyelonong masuk ke dalam rumah.

Selma yang baru saja menyiapkan makanan di meja makan, bergegas menghampiri mertuanya untuk mencium tangannya, namun, Bu Yuri cepat-cepat menghempaskan tangannya agar tak lama-lama dicium oleh menantunya itu.

Mereka berlima kemudian duduk untuk makan, setelah Selma menawarkan mertuanya makan malam bersama.

“Lihat Oma bawa apa ini, coklaaat. Mama Radit mengeluarkan 2 batang coklat besar dan memberikannya pada kembar.

Tentu, kembar dengan senang hati dan bersorak gembira menerima coklat pemberian omanya. Namun, Selma dengan sopan meminta agar kembar memakan coklat selesai mereka makan malam karena jika mereka memakan coklat terlebih dahulu, nasi yang masuk akan lebih sedikit. Kembar pun seketika memasang muka cemberut. Bu Yuri sontak membantah perintah Selma dan menyuruh cucu kembarnya untuk memakan coklatnya.

“Sedikit saja tak apa-apa kok. Sisanya dimakan besok. Ini coklat mahal, jadi tetap menyehatkan,” ucap Bu Yuri pada kembar.

Selma hanya bisa pasrah atas sikap mertuanya ini.

...****************...

1
RithaMartinE
luar biasa
Siti Nur Janah
semoga tidak terjadi apapun pada rayi
Siti Nur Janah
Ya Allah sungguh mulia hati Bu winta semoga Husnul khatimah
Siti Nur Janah
Ya Allah sungguh mulia hati Bu winta semoga Husnul khatimah
Siti Nur Janah
apa apa dgn bude winta?
Siti Nur Janah
mulutnya gak punya rem nyinyir trs
Siti Nur Janah
good selma kamu harus lawan tu omongan mertua yg nyinyir itu
Siti Nur Janah
wah apa mama Radit mengundang shereen?
Siti Nur Janah
good q mendukung mu opanya kembar
Siti Nur Janah
matilah dan siap siap lah untuk hancur kau gita
Siti Nur Janah
pasti itu orang suruhan mamanya Radit
Siti Nur Janah
makannya kamu bicara terus terang saja ma Radit kalau kamu pernah dpt pesan yg berupa ancaman dr seseorang
Siti Nur Janah
pasti itu no mamanya Radit dulu aja kalau sudah lahir suruh kasih orang lain sekarang mau diminta uh dasar
Siti Nur Janah
istri Radit selingkuh
Siti Nur Janah
kasian banget selma udah di campakan keluarga Radit dan malah ibunya meninggal kamu pasti bakal menyesal Radit TDK mau menentang orang tuamu dan tidak mau mempertanggungkan perbuatan mu
Mazree Gati
liat endingnya balikan sama radit..ga jadi baca,,
pipi gemoy
nunggu banyak bab nya Thor
byiaaps: siap, jgn lupa subscribe dulu yah
total 1 replies
Leng Loy
Dasar pengen menang sendiri Radit sm keluarganya
Leng Loy
Sepertinya Radit ga mau bertanggung jawab
Naraa 🌻
Sukurin, karma kalian itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!