Beana Hermawan adalah seorang gadis cantik berhijab berusia 16 tahun. Dia lahir dari keluarga yang cukup sederhana.Berkat kecerdasannya dia mendapatkan beasiswa dari sekolah SMA terbaik di Jakarta.
Di sinilah masalah di mulai.Diam-diam Sehan Adifta Setiawan sang ketos sekaligus anak pemilik yayasan di sekolah itu mulai menyukai nya dan melakukan pelecehan yang membuat nya hamil dan terpaksa menjadi orang tua tunggal karena sang pelaku tidak mau bertanggung jawab.
Bisakah dia menjadi ibu yang baik untuk anaknya nanti ataukah dia akan menggugurkan bayinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airina Nu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Kejadian pengusiran oleh sang guru yang di alami Beana terus saja terjadi, hampir semua guru yang mengajar di kelasnya melakukan nya.Seperti kali ini dirinya lagi dan lagi mengalaminya.
Hampir semua guru memberikan alasan yang sama yaitu dirinya melamun dan mengacuhkan gurunya lalu yang terakhir adalah gadis itu sama sekali tidak mendengarkan sang guru pada saat mereka menjelaskan materi pelajaran.
Ini sudah kesekian kalinya dirinya mendapatkan teguran dari sang guru tapi gadis itu pun hanya terdiam dan terdiam.
Gadis mencoba memahami kemarahan semua guru kepadanya memang dalam tahap sewajarnya itu bermula dari dirinya,ya ini semua adalah salahnya jadi dia pun tidak bisa membela dirinya.
Hingga pagi itu Beana pun akhirnya di panggil oleh kepala sekolah untuk menghadap.
Dengan langkah gontai gadis itu berjalan ke ruangan kepala sekolah.
Sampailah kini dirinya di depan pintu
Tok... tok... tok
(suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".ucap seseorang dari dalam ruangan.
Beana membuka pintu lalu dia pun melangkah mendekati meja sang kepala sekolah yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
Beana masih berdiri di hadapan laki-laki itu dan laki-laki itupun langsung melihat ke arah nya.
Dan tanpa banyak kata Laki-laki separuh baya itupun menyuruh gadis itu untuk duduk.
"Duduklah".
Gadis itupun menurutinya untuk duduk di kursi kosong tepat berada di hadapan laki-laki itu yang hanya terhalangi meja.
Laki-laki itu memberikan semua amplop putih kepada gadis itu.
" Buka dan bacalah!perintah nya dengan suara yang sangat tegas.
Gadis yang sedari tadi hanya terdiam itu pun dengan pelan langsung membuka nya.
"Surat peringatan 1? mengapa saya mendapatkan surat peringatan pak? Salah saya apa?
" Kamu masih bertanya kesalahan apa yang kamu perbuat!ucapnya dengan sorot mata penuh intimidasi dan membuat gadis yang ada di hadapan nya menjadi tertunduk.
"Bukankah kamu adalah salah satu siswi penerima beasiswa bukan?
Gadis itupun mengangguk.
" Bukankah kamu sudah tau peraturan bagi para siswa-siswi yang menerima beasiswa?
Gadis itu pun teringat dengan peraturan sebagai siswi penerima beasiswa adalah bahwa setiap siswa-siswi yang bersekolah melalui jalur beasiswa,mereka di wajibkan untuk mendapatkan nilai di atas rata-rata siswa-siswi yang bersekolah dengan dana pribadi.
Jadi selama nilai-nilai akademik sekolahnya bagus maka beasiswa akan tetap berlanjut selama siswa-siswi berprestasi tapi jika siswa-siswi yang mendapatkan nilai yang di bawah standar maka pihak yang memberikan beasiswa akan mencabutnya.
Beana sejenak pun terdiam lalu tanpa kata gadis itupun langsung berdiri dari duduknya dan tanpa mengucapkan kata pamit gadis itupun keluar dari ruangan kepala sekolah dengan hati yang sedikit sok.
Laki-laki separuh baya itupun hanya bisa melihat sosok gadis itu pergi dalam keadaan hati tidak baik hingga laki-laki itupun mersa bersalah tapi dirinya menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang kepala sekolah dan yang berhak untuk membuat keputusan adalah pihak yayasan di mana kini dirinya bekerja.
Beana berjalan sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba begitu sok saat mendapatkan surat teguran.
Dalam suasana hati yang sedang galau diapun tidak kembali ke kelas.
Langkahnya menuju kearah Mushola.Sampai di sana gadis itu langsung mengambil air wudhu setelah selesai dia pun berjalan ke dalam Mushola.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".salamnya.
Di angkatlah kedua tangannya dengan mata sedikit basah dengan air mata lalu dia pun memanjatkan doa.
" Ya Allah ampunilah dosa hamba, dosa kedua orang tua hamba dan sayangilah keduanya seperti mereka menyayangi ku sewaktu aku.
Kuatkan hati hamba ya Allah dalam menghadapi masalah ini. beri hamba kesabaran dan ketabahan.Aamiin ".doanya sambil menggenggam tasbih itu dengan air mata yang kini sudah membasahi kedua pipinya.
Dan lagi-lagi kini dirinya merasakan kepahitan dalam hidupnya.
" Kapan penderitaan ini akan berakhir ya Allah, hamba benar-benar tidak kuat untuk menanggung nya".ucapnya sambil terisak.
bersambung