NovelToon NovelToon
Pengkhianatanmu Kebahagiaan Bagiku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Bagiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Single Mom / Selingkuh / Angst / Tamat
Popularitas:210.5k
Nilai: 5
Nama Author: el Putri

Madu itu manis namun berbeda dengan madu yang aku rasakan, rasanya sungguh pahit, membuat hati yang baik-baik saja menjadi terluka, membuat hati dilema antara bertahan atau menyerah hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan mengakhiri semuanya.

Dari sinilah aku menjadi wanita kuat karena harus berjuang untuk sang buah hati dan akhirnya aku bertemu dengan pria yang tulus mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelakaan

Ya begitulah kehidupan, tak selamanya roda itu selalu di atas ada kalanya berada di bawah, seperti kehidupan Reza yang dimulai dari nol, sedikit demi sedikit merangkak naik, namun ketika di atas dia malah lupa diri dan membuang aku yang selama ini selalu bersamanya.

Tuhan tidak tidur, meski aku diperlakukan tidak baik oleh Reza tapi Tuhan telah menyiapkan David untukku, seseorang yang jauh di atas Reza.

Waktu terus berlalu, Viona tidak lagi mengganggu David, meski dia harus kontrol dan sebagainya namun kali ini tidak ada tanda-tanda caper ataupun sejenisnya dan ini membuat aku senang.

"Ra, maafkan aku jika selama ini aku telah melukai hati kamu," kata Viona.

Aku menatap David, kulihat David mengangguk yang artinya dia meminta aku untuk memaafkan Viona.

"Maafkan aku juga Viona yang mungkin punya salah padamu," sahutku.

Kami berdua saling berpelukan, memang hidup ini indah bila tidak ada permusuhan.

***********

Hari berlalu dengan cepat, tak terasa sudah setahun aku dan David menikah. Pagi ini aku merasa mual-mual, kepalaku juga sangat pusing, apakah aku hamil?

"Kamu kenapa sayang?" tanya David.

"Ga tau mas, kepalaku sangat pusing, perutku juga rasanya diaduk-aduk," jawabku.

David langsung menggendongku, dia mengeluarkan peralatan tempurnya untuk memeriksa perutku.

"Sayang kamu hamil," David berteriak bahagia.

Tak hanya David aku juga sangat bahagia, David langsung saja menghubungi kedua orang tuanya dan bilang kalau aku hamil dan benar saja beberapa waktu kemudian kedua orang tuanya datang ke rumah kami.

"Selamat ya Melati, akhrinya kamu hamil," kata Mama David lalu memeluk aku.

Papanya tak mau kalah, beliau juga mengucapkan selamat padaku atas kehamilan pertama dengan David.

"David jaga baik-baik mantu papa," pesan papa.

Selama aku hamil aku diperlakukan sangat istimewa, kedua mertuaku lebih sering berkunjung, tak hanya kedua mertuaku, dua orang tuaku juga sama, mereka sering datang untuk mengunjungi aku.

"Sayang, makan makanan ini ya," David memberiku makanan yang tidak aku suka.

"Mas aku ga makanan itu, aku maunya itu bakso," sahutku.

"Ya sudah nanti aku akan meminta bibi untuk membuatkan bakso," ucapnya.

"Nggak mau, aku pengennya bakso yang dijual Abang-abang pinggir jalan, terus yang makannya langsung dari plastiknya." Aku bersikeras.

David tentu tidak menyetujui kemauanku menurutnya makanan yang dijual di tepi jalan itu tidak higienis belum lagi saos yang dipake.

Kami berdua akhrinya debat, aku yang tetap bersikeras tidak mendengarkan ucapan David aku malah membandingkan antara warga kelas menengah ke bawah dan kelas menengah ke atas yang menurutku orang kelas menengah ke atas lebih gampang sakit daripada orang kelas menengah ke bawah.

"Mana ada seperti itu, semua penyakit yang muncul itu karena gaya hidup dan pola makan, lihat aja di rumah sakit, kelas biasa terisi penuh dibanding kelas VIP maupun kelas VVIP," ungkap David.

"Itu tandanya kelas menengah ke bawah lebih sering sakit daripada kelas menengah ke atas," sambungnya.

Aku hanya terdiam, memang benar sih tapi jumlah kelas VIP juga tak kalah banyak.

Kami terus debat hingga aku yang kesal kemudian menangis, ingin makan bakso saja harus debat kusir seperti ini.

"Kamu memang nggak sayang aku mas," kataku lalu aku duduk di tepi ranjang.

David turut mengikuti aku, akhirnya dia kalah lalu menuruti kemauan ku.

"Tapi kamu tunggu di rumah ya, biar aku yang belikan." Dia masih saja bernegosiasi denganku.

"Nggak, aku mau ikut," kataku.

David menghela nafas, sebelum mencari Abang tukang baksonya, dia mengajak aku beli aneka saos di sebuah mini market, dia tidak ingin aku malah saos yang disediakan Abang tukang baksonya.

Setelah membeli aneka saos kami melihat seorang kakek-kakek yang mendorong gerobaknya, kebetulan kakek tersebut menjual bakso.

"Jangan lupa saosnya bawa ya mas," kataku lalu turun begitu saja meninggalkan David yang masih harus memarkirkan mobilnya.

Saliva ku mengucur deras, ingin rasanya aku memborong bakso yang dijual kakek-kakek tersebut.

"Kek pesan dua porsi ya, satunya di mangkok satunya di plastik," kataku.

David yang baru datang langsung menyahut, dia telah sangka padaku.

"Aku nggak usah sayang," katanya.

Aku menatapnya dengan tatapan tak biasa, gr sekali, aku memesan untuk diri aku sendiri.

"Itu aku pesan untuk aku sendiri mas bukan untuk kamu," sahutku.

David tertawa, lalu dia mencubit pipiku. Seusai makan kami memutuskan untuk pulang, di dalam mobil aku lanjutkan lagi makan bakso yang di plastik.

David melihatku sambil menelan salivanya, kelihatanya dia tertarik dengan bakso yang aku makan.

'Kamu pengen kan?" Aku melirik David.

"Nggak kok, cuma tergiur saja melihat kamu," sahutnya.

Aku tau dia pengen tapi David terlanjur bilang kalau makanan di pinggir jalan tidak higienis jadi dia mau meminta.

Hari berlalu dengan cepat, usia kandunganku telah memasuki lima bulan, bayi di dalam perutku sungguh aktif, setiap kali mendengar suara papa dan kakaknya dia pasti menendang dengan kuat sekaan ingin keluar.

"Sabar napa dek, empat bulan lagi kamu keluar kok nanti kita main bersama ya," kataku sembari mengelus perutku.

Pagi ini aku ingin menyiapkan sarapan untuk David, sudah lama semenjak usia kandunganku menginjak tiga bulan David melarang aku untuk melayaninya. Dia tidak ingin aku lelah sehingga dia sekali meminta aku untuk istirahat saja.

Saat akan menuruni tangga tiba-tiba aku terpeleset berguling ke bawah dan tengkurap di ujung tangga.

Aaaaaaaaa

Aku berteriak sekencang-kencangnya dan setelah itu aku tidak tau lagi.

Bangun-bangun aku sudah melihat David dengan mata membasah di sampingku, dia menggenggam tanganku dengan erat.

"Ada apa mas?" tanyaku yang heran melihatnya bersedih.

"Kamu harus kuat ya sayang, jangan bersedih," jawabnya.

Aku semakin bingung, apa terjadi hal yang buruk? hingga tatapanku tertuju pada perutku yang sudah Rara.

Air mataku lolos begitu saja, apa karena ini David meminta aku untuk tidak bersedih?

"Anak kita mana mas?" tanyaku.

"Anak kita meninggal sayang, benturan keras membuatnya tidak bisa bertahan dan tak hanya itu," jawaban David menggantung membuat aku penasaran.

Ada apa lagi? kenapa jawaban David menggantung?

David menggeleng, lalu dia menghujaniku dengan banyak kecupan, kedua orang tua David datang untuk menghibur aku.

"Yang sabar ya Mel, lain kali kalian masih bisa memiliki anak lagi," hibur mama David.

Aku mengangguk, aku tau mama dan Papa pasti sangat kecewa karena bagaimanapun juga mereka telah menunggu anggota keluarga yang baru.

Selepas kepulangan mereka semua, aku memejamkan mata, sebenarnya aku tidak tidur hanya saja mataku lelah sehingga aku mengistirahatkannya sejenak.

Samar-samar aku mendengar David berbicara dengan seseorang.

"Tolong Dok jangan bilang pada istri saya kalau dia tidak bisa hamil lagi,"

1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
berlebihan jadinya, takut nanti buat David risih😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Seharusnya sebelum cerai fikir dulu yg kedepan, terutama tmpt tinggal..
Yati Syahira
mantul buat reza aadil buat ega dan amel
Yati Syahira
good melati jgn mau rujuk dgn rezaaaa buang
Yati Syahira
gimana tdk setrws hamil kaqsih maadu pahit keguguraan pasti lebih baaik cerai
Yati Syahira
ada laki egois brul cerai sdaja
Nelly Hidayati
Luar biasa
yuyunn 2706
jadi wanita hrs kuat jgn sbntar2 telp suami
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bukannya viona dg andre ya thor? kok disini dg daniel?
el Putriᵉˡ̳༆: Aku lupa kak 🤧🤧
total 1 replies
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
sdh tau hamil knp gak pindah kamar bawah aj sih
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita nya
Muliahati Ziliwu
Ceroboh
Muliahati Ziliwu
Terlalu curiga pd suami apalg sampai ikut campur ke tmpt kerjaan ya ga bener suami yg td y ga punya pikiran negatif lm2 jengkel
Ida Susiana
lanjut thor
💞🖤Icha
Kenapa belum d selesaikan author karya Renata..sm menanti Dito aq..wkwkwkw
Sehat dan semangat berkarya author...
Good job 😘😘
el Putriᵉˡ̳༆: siap kak Icha 💕
total 1 replies
Dewi Rukmini
jadikan melati yg kuat jangan bisanya nangis aja thor
el Putriᵉˡ̳༆: siap kak
total 1 replies
Dewi Dama
cerita nya bagus tidak ber tele2...
Dewi Dama
hhhh...kenapa pengacara nya hotman prancis..jadi lucuuu
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
buang kelaut aja viona.. ngapain balik lagi bekas sana bekas sini😤
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
congrats melati n david.. coming soon baby boy or girl🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!