NovelToon NovelToon
Duke, Tolong Minggir

Duke, Tolong Minggir

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Menjadi NPC / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leel K

Masuk ke dalam dunia novel seharusnya menjadi impian setiap pembaca. Kecuali jika novel itu adalah "Tears of the Caged Bird"—sebuah kisah dark romance di mana pemeran utamanya adalah Duke sosiopat yang hobi meneror gadis yatim piatu.

Sialnya, itulah nasib Vivienne.

Terbangun sebagai sepupu miskin dari tunangan sang Duke, Vivienne seharusnya hanya menjadi figuran yang diam dan mati muda. Tapi, melihat Freya Lark (si female lead) terus-terusan menangis dan Damian von Hart (si male lead) terus-terusan bertingkah seperti penguntit elit, kesabaran Vivienne habis.

Persetan dengan alur asli!

Jika penulis aslinya ingin drama, Vivienne akan memberinya komedi.
Jika Duke ingin bermain dark romance, Vivienne akan menyiramnya dengan air pel.

"Maaf, Duke. Anda menghalangi jalan saya menuju kebebasan finansial. Tolong minggir, atau saya tagih biaya parkir."

Selamat datang di Hartfield, di mana romansa sudah mati, dan digantikan oleh chaos yang sangat menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leel K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Maut

Pagi itu di Hartfield dimulai dengan tenang. Burung berkicau, matahari bersinar, dan aku baru saja menghabiskan sarapan kedua di kamar (karena sarapan pertama di ruang makan terlalu sedikit).

Namun, ketenangan itu hancur ketika pintu kamarku diketuk. Bukan ketukan ragu-ragu ala Marie, tapi ketukan berirama, tegas, dan berwibawa.

Tok. Tok. Jeda. Tok.

Marie, yang sedang merapikan tempat tidur, langsung memucat. "Itu... itu Tuan Sebastian," bisiknya horor.

Tuan Sebastian adalah kepala pelayan utama Hartfield (Butler). Tangan kanan Nenek Hart. Kalau dia turun gunung, berarti ada bencana alam atau titah kerajaan.

"Masuk," kataku santai sambil menyembunyikan sisa croissant di balik bantal.

Pintu terbuka. Masuklah seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam kaku, rambut yang disisir klimis ke belakang tanpa sehelai pun yang mencuat, dan tatapan yang bisa membekukan air mendidih.

"Nona Vivienne," katanya tanpa basa-basi. "Grand Duchess Victoria von Hart mengundang Anda untuk minum teh sore ini. Pukul tiga tepat. Di Ruang Hijau."

Suaranya datar, tanpa emosi. Tapi pesannya jelas. Ini bukan undangan ramah tamah. Ini panggilan pengadilan.

Marie di belakangku menahan napas. Di Hartfield, dipanggil minum teh berdua saja dengan Nenek Hart biasanya berarti satu dari dua hal: Kamu akan dimarahi habis-habisan karena melanggar etiket, atau kamu akan diusir secara halus dari estate.

"Oh, Nenek kangen sama saya?" tanyaku dengan senyum manis yang kubuat-buat.

Sebastian tidak berkedip. "Grand Duchess ingin... berbincang mengenai perilaku Anda belakangan ini. Terutama insiden di rumah kaca dan keributan di dapur malam sebelumnya."

Ups.Ternyata insiden "Anti Hama" sudah sampai ke telinga Big Boss.

"Baiklah. Sampaikan pada Nenek, saya akan datang. Saya juga kangen ngobrol sama beliau," jawabku.

Sebastian mengangguk kaku, lalu berbalik dan pergi dengan gerakan militer. Pintu tertutup.

Marie langsung lemas. "Nona! Tamatlah riwayat kita! Grand Duchess pasti marah soal Duke yang basah kuyup! Nona harus segera minta maaf! Nona harus pakai baju hitam tanda penyesalan!"

Aku berdiri, menepuk-nepuk remah roti di gaunku.

"Baju hitam? Enak aja," cibirku. "Marie, ini perang. Dan dalam perang, kita tidak mengibarkan bendera putih atau pakai baju berkabung sebelum mayatnya ada."

Aku berjalan menuju lemari pakaian, membukanya lebar-lebar.

"Nenek Hart itu tipe bully kelas atas. Kalau aku datang dengan kepala tertunduk dan baju suram, dia bakal makin injak-injak aku. Aku harus datang sebagai lawan yang sepadan."

Mataku memindai deretan gaun. Aku butuh sesuatu yang mencolok. Sesuatu yang berteriak "Saya tidak takut".

Pilihanku jatuh pada sebuah gaun sutra berwarna Fuschia (merah muda terang keunguan). Warnanya sangat nge-jreng, sangat tidak sopan untuk acara minum teh sore yang biasanya didominasi warna pastel lembut. Ditambah lagi, aku memilih topi dengan hiasan bulu merak yang panjangnya agak tidak masuk akal.

"Nona..." Marie menatap gaun itu dengan mata berkaca-kaca. "Anda... Anda ingin membuat Grand Duchess serangan jantung?"

"Nggak, Marie. Aku mau tes mata beliau. Masih awas atau nggak," kataku sambil menyeringai. "Siapkan bedak tebal. Hari ini kita akan main drama kolosal."

Pukul tiga kurang lima menit, aku sudah siap. Aku melihat pantulan diriku di cermin.

Vivienne di cermin terlihat seperti burung kakaktua yang baru menang lotre. Norak? Sedikit. Berani? Banget.

"Ayo, Marie," ajakku sambil melangkah keluar kamar. "Mari kita temui Final Boss."

1
dunia isekai
lucuuu
dunia isekai
halo kak! ceritanya lucu banget! Mau saling mampir like dan komen di cerita masing masing? Mampir di ceritaku The Legend Of Roseanne ya!
takeru lukcy
lanjut thorrrrrr kl gak lanjut aku samper nihh kerumah🤭🤭bagusss 👍
takeru lukcy
baguss cokk bacaa ajaa dehh dijamin gak bakal nyesel
takeru lukcy
thorrr lanjutin gak bagus lohhh😍😍gak bosen aku bacanyaaa
Leel K: aaaa makasih bangetttt 😆😍
total 1 replies
takeru lukcy
lanjut thor
takeru lukcy
anjayy otw bacaa sampe habis nihh😍
takeru lukcy
thorrr bagusss lanjutinn ahh 😍😍😍
Puch🍒❄
astaga akhirnya aku mendapatkan novel yg kusukaaaaaaaaaaaaa yg konyol2 gini nih yg kusuka tp sisi romantisnya jg harus ada pokoknya seru deh bikin gk bosen😌
takeru lukcy: pliss ini novel ke4 yang gue suka suka bangett😍😍
total 1 replies
Puch🍒❄
anjg lucu lg bangke😂🤣😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!