Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Mata Indah Itu Lagi
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kini sudah 2 tahun lamanya Bella tinggal di Bali. Dia membeli villa di perbatasan Badung dan Gianyar. Jadi jaraknya di tengah-tengah bila ingin ke hotel yang ada di Ubud serta bila ingin ke pusat kota Denpasar.
Setiap pagi, Elea kan pergi ke sekolah TK yang ada di Denpasar. Setelahnya Elea akan menyusul Bella ke hotel. Begitu terus setiap hari dan Elea sangat menyukainya. Apalagi lokasi hotel yang strategis dan masih sejuk membuat Elea puas bermain-main.
Kadang-kadang Erlan berkunjung ke hotel untuk menemui anak dan mantan istrinya itu. Padahal Bella sudah meminta Erlan untuk datang bersama Belinda tapi dia lebih memilih datang sendiri karena Belinda akan kesal bila Erlan mengajaknya menemui Elea.
Sebenarnya Belinda bukan kesal pada Elea hanya saja Belinda tidak terima karena Erlan masih saja menaruh hati pada mantan istrinya itu. Walau sikap Erlan sudah lebih bisa menerima dirinya tapi bayang-bayang Bella masih saja ada di hubungan pernikahan mereka dan itu membuat Belinda tidak suka. Apalagi sampai saat ini pernikahan mereka belum didaftarkan secara hukum.
"Belinda gak diajak mas?" tanya Bella saat menyapa kedatangan Erlan di kantornya. Ruangan Bella di design dengan sangat apik. Ada tempat beristirahat untuk Elea juga tempat bermain yang luas. Daniel melakukan yang terbaik untuk cucu kesayangannya.
Erlan menggeleng.
"Dia ada kuliah" jawab Erlan beralasan. Padahal Belinda yang tidak mau untuk ikut.
"Oo.. Kalau gitu aku tinggal kerja ya mas. Mas kalau mau ajak Elea jalan-jalan juga boleh mas" ucap Bella tersenyum. Kini Bella sudah perlahan-lahan melupakan nama Erlan di hatinya.Dia sudah tidak sakit hati lagi bila melihat Erlan bersama Belinda.
Pernah suatu hari, Bella dan Elea kembali ke Mina untuk menghadiri pernikahan sepupunya, anak tertua dari tante Fraya. Saat itu dengan sengaja Belinda memperlihatkan kemesraannya tapi untung saja Bella sudah mulai terbiasa dan tidak cemburu atau marah lagi.
Bella sudah semakin dewasa dalam menjalani hidupnya dan bisa menerima perceraiannya dengan Erlan.
Tapi tidak dengan Erlan. Setiap malam dia selalu merindukan sosok Bella. Dia akan mengingat bagaimana malam panas dan juga malam-malam yang dipenuhi obrolan dari hati ke hati yang mereka biasa lakukan.
"Mas akan ajak Elea ke taman bermain ya? Nanti sore mas antar langsung ke Villa" ucap Erlan meminta ijin.
"Iya mas, jaga Elea baik-baik ya mas. Dia sekarang sudah semakin tidak bisa diam" jelas Bella.
Erlan pun mengangguk. Dia kemudian mengajak Elea dan suster untuk mengunjungi Playground yang ada di kota Denpasar.
Sepanjang perjalanan banyak yang Erlan dan putrinya bicarakan. Elea sangat rindu dengan Daddynya karena sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu walau hampir setiap malam mereka akan melakukan panggilan video call.
45 Menit kemudian mereka telah tiba di salah satu playground yang cukup terkenal di Denpasar. Elea dengan riangnya mencoba semua permainan yang ada disana. Dari tempat duduknya, Erlan mengabadikan potret keceriaan putri kecilnya. Tak lupa dia juga membuat story di akun sosial medianya.
"Makin hari kamu semakin mirip Mommy nak. Sedikit pun tidak ada bagian Daddy disana" ucap Erlan pelan sambil memandangi Elea yang berlarian kesana kemari.
"Sus, jagain Elea dulu ya. Saya ke toilet sebentar" ucap Erlan pada suster.
"Baik pak" jawab Suster patuh.
Erlan kemudian bangkit dari duduknya hendak ke toilet.
...
Sean baru saja tiba di Playground mengantar keponakannya bermain. Keluarga dari Ibu Sean memang tinggal di Bali.
Keponakan laki-laki Sean yang usianya sudah 5 tahun itu berjalan dengan melipat tangan di dada saat memasuki tempat itu.
"Uncle Ron, I Wanna play it (Paman Ron, Aku ingin bermain itu" tunjuk Keponakan Sean yang bernama Mike pada salah satu wahana.
"Iya, hati-hati" sahut Sean.
Sean memperhatikan keponakannya dari jauh hingga dia menangkap bayangan anak kecil yang pernah mencuri perhatiannya dua tahun yang lalu.
"Elea" gumam Sean pelan yang sangat ingat nama gadis kecil bermata indah itu.
"Akhirnya aku bertemu mata indah itu lagi" gumam Sean pelan.
Sean mendekat ke arah Elea.
"Hi Darling" sapa Sean saat dia sudah berada di sebelah Elea.
Elea mengerutkan kening karena dia tidak ingat sama sekali dengan Sean.
Menyadari itu membuat Sean berniat memperkenalkan diri.
"My name is Ronald. Kamu bisa panggil aku Uncle Ron" ucap Sean.
Elea menerima uluran tangan itu.
"Hi uncle Ron. My name is Elea" ucap Elea memperkenalkan diri.
Suster yang melihat itu menjadi takut dan langsung mendekat. Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Elea apalagi sekarang Erlan masih di toilet.
"Sayang... Sini" panggil suster.
Sean tidak tersinggung sama sekali dia paham karena memang dijaman seperti sekarang harus berhati-hati terhadap penculikan.
"Oh.. Halo bu. Nama saya Ronald" ucap Sean sambil mengulurkan tangannya.
Suster pun menerima uluran tangan itu.
"Saya kesini mengantar keponakan" ucap Sean sambil menunjuk pada Mike.
Suster pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Sampai jumpa Elea" ucap Sean sambil melambai pada Elea.
"Bye Uncle Ron. Nice to see you" balas Elea sambil melambaikan tangannya.
Saat Sean sudah kembali pada keponakannya, Erlan datang dan mengajak Elea untuk makan siang.
"I wanna eat pizza ,Daddy" rengek Elea manja.
"Oke sayang, Ayo kita makan pizza" sahut Erlan sambil menggendong putrinya keluar dari Playground.
Saat Sean hendak menyapa Elea kembali, dia mencari kesana kemari tapi ternyata Elea sudah tidak ada.
"Kemana ya gadis itu?" batin Sean.
"Uncle cari siapa?" tanya Mike terheran.
"Tidak ada nak. Ayo lanjut main " ucap Sean kemudian.
Bersambung...