Blurb
Bisma Putra Prasetyo berniat menghadiri sebuah pesta yang sejujurnya tak ingin didatanginya. Acara perayaan yang sudah pasti membuka kembali perihnya luka lama. Sebuah undangan pesta anniversary dari mantan istri dan mantan sahabat karibnya, dua orang pengkhianat yang menghancurkan pernikahan juga perusahaan yang diwarisinya dari sang ayah hingga habis tak tersisa.
Dia berencana datang membawa pasangan guna mematahkan keangkuhan si mantan istri, Prita Arhdya. Namun, dia kebingungan sekarang. Selama dua tahun ini dirinya menutup diri, tak pernah berminat dekat lagi dengan wanita manapun terlebih lagi menjalin hubungan serius. Masih didera trauma ketika ketulusan sepenuh hatinya dulu dicampakkan ibarat sampah, melukainya hingga ke titik sanubari terdalamnya.
Bisma memutuskan mencari wanita bayaran yang akan dimintanya berpura-pura menjadi kekasihnya. Dan dalam usahanya mencari kekasih palsu membawanya bertemu dengan Tya. Si kupu-kupu bersayap noda dan dosa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SA Bab 28
Sinful Angel Bab 28
Hujan deras mengguyur daerah Bogor di hari Jum’at siang ini. Air hujan tumpah ruah, menggenangi jalanan, menaikkan volume di setiap aliran got dan sungai.
Fortuner putih yang dikemudikan Bisma bak siput. Merayap sedikit demi sedikit beruntun dengan kendaraan lainnya. Melajukan kendaraannya dengan sabar mengambil lajur gerbang tol Jagorawi yang berjarak sekitar dua kilo meter di depan.
Bisma bisa saja menepi mencari tempat beristirahat. Melepas penat pikiran dan tubuhnya yang pasti lelah selepas melakukan survey lahan di Kabupaten Bogor tepatnya di daerah kaki Gunung Salak. Juga, menyetir dalam kondisi jalanan banjir memiliki risiko tersendiri. Bisa merusak mesin mobil kalau banjirnya semakin tinggi, juga berpotensi terseret arus jika air meluap naik menderas.
Namun, Bisma sudah memiliki janji jam lima sore nanti dengan Tya. Tak lupa mengirim pesan pada Tya bahwa dirinya sedang on the way menuju Jakarta. Pesan yang dikirim sudah centang dua, sampai dengan lancar ke nomor si penerima hanya saja belum dibaca. Sembari menyetir, sesekali Bisma melirik gawai persegi panjangnya dan masih belum terlihat tanda-tanda mendapat balasan.
Janji temunya kali ini selain terkait urusan pengembalian cincin, Bisma juga sudah membulatkan tekad hendak bernegosiasi serius dengan Tya sebelum kerunyaman yang meletus tak sengaja ini semakin semrawut. Berharap Tya bersedia disewa jasanya menjadi istri sementara untuknya.
“Tumben Tya masih belum balas pesanku? Biasanya gercep,” ucap Bisma bermonolog sendiri sembari menginjak pedal gas pelan, sedang mengantre masuk di gerbang tol. Pasalnya baru kali ini Tya telat membaca dan membalas pesannya.
“Jangan-jangan Tya lupa kalau sudah ada janji denganku? Atau mungkinkah, dia sedang menemani klien?” Bisma bertanya-tanya pada udara. Sejumput rasa aneh mengganggu menyelinap ke dalam sanubarinya saat membayangkan Tya kemungkinan tengah bekerja, sedang memainkan peran sebagai kekasih pria lain.
“Tapi dia bilang baru ada pekerjaan hari Sabtu dan mengatakan Jum’at sore ini free. Rasanya enggak mungkin kalau Tya membual,” gumamnya resah sendiri.
Air langit berhenti mengucur ketika si Fortuner putih sudah membaur di tol dalam Kota Jakarta. Bisma Menggunakan aplikasi peta digital mencari alamat kedai bakso yang dikirimkan Tya semalam, menghidupkan maps sebagai pembimbing jalan, bergegas sebab penunjuk waktu hampir merapat ke angka lima.
Bisma akhirnya tiba di tempat tujuan sepuluh menit sebelum pukul lima tepat. Membuang napas lega telah berhasil sampai tepat waktu. Kedai baksonya bersih juga luas. Walaupun banyak pengunjung, suasana di dalamnya tetap nyaman meski bukan tempat mewah.
Memeriksa ponselnya lagi begitu masuk ke dalam kedai, Bisma menghentikan langkah kaki saat mendapati pesan yang dikirimkan sejak pukul satu siang tadi masih belum dibaca Tya. Bisma menyapukan pandangan mencari-cari Tya di dalam kedai, tetapi wanita cantik bermata teduh itu tak ditemukannya.
Bisma memutuskan menelepon Tya secara langsung saja untuk memberitahu bahwa dia sudah sampai. Tak butuh waktu lama teleponnya di angkat.
Wajah Bisma berubah ekspresinya, hilang keceriaannya begitu mendengar suara yang mengangkat telepon. Bukan suara Tya, melainkan orang lain. Mendadak Bisma memutar badan, melangkah lebar menuju mobilnya yang terparkir setengah berlari setelah mendengar penjelasan si penerima telepon.
"Maaf, Pak. Yang punya ponsel ini mengalami kecelakaan lalu lintas bersama dengan adiknya. Adiknya meninggal di tempat, sedangkan kakaknya terluka parah, keduanya dibawa ke RSUD Kebayoran Baru."
Bersambung.
BISMA, TYA, BUNDA VIONA MAAFKAN PRITA DAN CABUT LAPORAN KE POLISI KARENA KASIHAN SAMA RENDRA ANAKNYA PRITA YG MASIH BAYI 🙂, DAN PRITA JUGA TOBAT DAN MINTA MAAF KE BISMA, TYA DAN BUNDA VIONA 🙂.
RADIKHA DAN CYRA NIKAH SIRI, BANGKRUT DAN KENA HIV 😓.
AYAHNYA PRITA SAKIT STROKE DAN KOMA KARENA KEBANYAKAN MINUM OBAT KUAT 😓😓😓,
BISMA LAPORKAN PRITA 😡,
PRITA BENERAN HANCUR 😏
RADHIKA JUAL 3 KEBUN TEH TANPA SEPENGETAHUAN PRITA 😏.
PRITA DAN RADHIKA BERSIAP MASUK KE PENJARA DEH 😡😏
UNTUNG BISMA PUNYA KARTU TRUF UNTUK ANCAM MARKUS 😏😡
& MINTA TYA TINGGAL BERSAMA BUNDA VIONA 😓😰
TAPI BUNDA VIONA CUEK DAN BILANG SUDAH TAU, TAPI PRITA MARAH-MARAH & BILANG BAKAL BILANG KE MEDIA, TAPI BUNDA VIONA ANCAM BALIK 😡😏
AKHIRNYA HAPPY SEMUA 😭😂
TYA MERASA MIMPI INDAH DI PELUK DAN DI KISS BISMA 😊