NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGUMUMAN

Halo...

Halooo.... Untuk para pembaca sekalian 👋,, yang masih terus lanjut dicerita ini author ucapan banyak sekali terimakasih. Untuk segala dukungan yang kalian berikan membuat author masih bisa melanjutkan bab sampai dengan sekarang ini.

Kali ini author ingin mencoba untuk mengikuti lomba dengan tema kreatif #Mandul. Author sangat berharap kalian bisa mengikuti juga ceritanya sampai akhir, dan jangan lupa untuk ikut meramaikannya ya....💞💞

Untuk novel ini, author akan tetap lanjutkan dan mengisahkan sampai Tamat. Terimakasih banyak

💋💋

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sinopsis:

Pernikahan yang telah dijalani selama tiga tahun seharusnya menjadi tempat paling nyaman bagi Zelline Alexandra. Namun kenyataannya, ia hanya hidup dalam luka dan penghinaan.

Karena tak kunjung memiliki anak, keluarga besar Ethan Arcasha terus menuduhnya mandul. Tak peduli seberapa keras Zelline bertahan, tak seorang pun mau mendengarkan penjelasannya. Bahkan Ethan, suaminya sendiri, memilih diam dan membiarkannya menghadapi semuanya seorang diri.

Hingga suatu malam, rasa sakit dan putus asa membawa Zelline ke sebuah club.

Ia hanya ingin melupakan semua beban untuk sesaat. Namun pria yang menemaninya malam itu ternyata bukan orang asing.

Zavier Regantara Arcasha.

Paman dari suaminya sendiri.

Satu malam yang seharusnya menjadi rahasia justru mengubah seluruh hidupnya. Terlebih ketika sebuah kenyataan mengejutkan mulai terungkap, membuat Zelline terjebak di antara pernikahan yang nyaris hancur dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.

...

Episode 1 ~ Bagaimana Jika Kita Melakukannya?

"Malam ini aku lembur, tidak perlu menungguku pulang."

Pesan singkat itu baru saja selesai Zelline Alexandra baca saat ia meletakkan hidangan terakhir di atas meja makan dan masuk kedalam kamarnya. Matanya menatap layar ponsel cukup lama.

Satu menit.

Dua menit. Lalu perlahan ia mematikan layar ponselnya dan menghembuskan napas panjang.

Lagi. Sudah entah berapa kali suaminya, Ethan Arcasha mengirimkan pesan serupa dalam satu tahun terakhir.

Lembur, rapat, perjalanan bisnis keluar kota, selalu itu alasannya. Padahal dulu, pria itu bahkan tidak selalu memiliki banyak waktu untuknya.

Padahal Zelline sudah menyiapkan makan malam sejak tadi. Meja makan itu kini telah dia siapkan dengan rapi. Ada sup hangat, ayam panggang favorit Ethan, dan beberapa lauk lain yang sengaja ia masak sendiri sejak sore.

Tapi mungkin kini semuanya hanya akan menjadi santapan dingin. Sama seperti hubungan mereka, entah sejak kapan Ethan mulai berubah.

Yang Zelline tahu, perubahan itu terjadi perlahan hingga tanpa sadar telah menciptakan jarak yang begitu jauh di antara mereka. Bahkan sudah lebih dari satu tahun Ethan tidak pernah menyentuhnya sebagai seorang suami.

Awalnya Zelline berpikir suaminya memang sedang sibuk. Namun semakin lama, alasan itu terdengar semakin sulit untuk dipercaya.

Tok.

Tok.

Tok.

Suara ketukan pintu disusul panggilan dari luar membuatnya segera tersadar dari lamunannya.

Ia mengusap sudut matanya yang terasa sedikit panas sebelum berjalan menuju pintu.

"Nona Zelline!"

Begitu pintu dibuka, seorang pelayan wanita berdiri dengan sikap sopan dan kepala sedikit menunduk kebawah.

"Maaf mengganggu, Nona. Nyonya Sandra dan Tuan Edmund sudah menunggu di ruang makan."

Zelline tersenyum tipis. "Baik. Aku akan segera turun."

"Kalau begitu saya permisi." Pelayan itu mengangguk hormat sebelum pergi.

Setelah sosoknya menghilang, senyum tipis di wajah Zelline perlahan memudar.

Makan malam bersama keluarga Arcasha. Entah kenapa, akhir-akhir ini kegiatan itu terasa lebih seperti hukuman daripada momen kebersamaan. Namun sebagai menantu, ia tidak memiliki alasan untuk menolak.

Dengan menarik napas panjang, Zelline akhirnya melangkah keluar dari kamar menuju lantai bawah. Dari kejauhan, ia sudah bisa melihat Nyonya Sandra dan Tuan Edmund duduk di meja makan yang cukup panjang.

Satu kursi masih kosong, tentu saja itu adalah kursi milik Ethan. Dan seperti biasa, kursi itu akan tetap kosong malam ini.

Zelline menarik kursinya dan duduk di hadapan kedua mertuanya. Baru saja ia meraih sendok, suara Nyonya Sandra tiba-tiba terdengar.

"Ethan masih belum pulang?" tanya Nyonya Sandra, meskipun dia sudah tau jawabannya.

Gerakan Zelline terhenti. Ia mengangkat wajahnya memberikan seulas senyum tipis dan menjawab dengan sopan.

"Mas Ethan baru saja mengirim pesan. Katanya masih lembur malam ini."

Tuan Edmund menghela napas pelan. "Anak itu akhir-akhir ini terlalu keras pada dirinya sendiri. Kerjaannya tidak ada habisnya."

Nyonya Sandra menoleh ke arah suaminya. "Mau bagaimana lagi? itulah pentingnya memiliki anak." Wanita itu kemudian melirik Zelline sekilas sebelum melanjutkan ucapannya.

Jemari Zelline yang memegang sendok perlahan mengencang, rasa sesak langsung menyeruak masuk kedalam dadanya.

"Terkadang anak bisa menjadi alasan utama seorang suami untuk pulang lebih awal dan betah berada di rumah." lanjutnya.

Suasana meja makan langsung terasa berbeda. Zelline tahu kalimat itu memang ditujukan kepadanya.

Selama beberapa bulan terakhir, Nyonya Sandra tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menyinggung soal cucu. Seolah satu-satunya alasan Ethan jarang pulang adalah karena rumah ini belum memiliki tangisan seorang anak. Padahal kenyataannya jauh lebih rumit dari itu.

"Semua itu akan datang pada waktunya nanti. Kita tidak bisa terus menerus menekan Zelline, biarkan dia menikmati hidupnya terlebih dahulu," ucap Tuan Edmund mencoba untuk mencarikan suasana.

Tapi Nyonya Sandra hanya mendecih pelan.

"Menikmati hidup? Mau sampai kapan? Mereka sudah menikah tiga tahun. Apa menunggu sampai aku sakit-sakitan dan tidak kuat lagi untuk menggendong cucuku sendiri, begitu?"

"Kau ini bicara apa? Jangan berlebihan." Tuan Edmund langsung menyela.

Pria paruh baya itu kemudian menoleh ke arah menantunya.

"Mereka juga pasti sedang berusaha. Jangan membuat Zelline memiliki terlalu banyak beban seperti ini. Justru itu akan membuatnya stres dan semakin sulit untuk hamil."

Meski dalam hati Tuan Edmund juga mendambakan kehadiran seorang cucu, ia masih cukup bijaksana untuk memahami bahwa hal tersebut bukan perkara mudah. Bukan hanya bagi Zelline, tetapi juga bagi Ethan.

Sementara itu, Zelline hanya menundukkan pandangannya. Nafsu makannya yang memang sudah tidak banyak sejak menerima pesan Ethan kini benar-benar menghilang. Ia menatap piring di hadapannya tanpa benar-benar melihat isinya.

Setiap kali pembahasan mengenai anak muncul, rasanya seperti ada batu besar yang menekan dadanya. Bukan karena ia tidak menginginkannya. Justru sebaliknya, tidak ada yang lebih ia inginkan selain membangun keluarga kecil bersama Ethan.

Namun bagaimana semua itu bisa terwujud, jika suaminya bahkan sudah lebih dari satu tahun tidak pernah menyentuhnya?

Nyonya Sandra memang tidak melanjutkan ucapannya, tetapi ekspresi wajahnya sudah lebih dari cukup untuk membuat Zelline kehilangan selera makan.

Ia memaksa dirinya menyantap beberapa suap makanan sebelum akhirnya meletakkan sendok. "Ma, Pa, kalau tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, aku permisi dulu untuk istirahat."

Tuan Edmund mengangguk pelan.

"Hem. Pergilah,"

Sedangkan Nyonya Sandra tidak menjawabnya. Wanita itu memilih diam dan hanya menatap wajah Zelline sesaat, lalu langsung mengalihkannya dengan kesal.

Zelline bangkit dari kursinya. Langkahnya terdengar pelan saat menaiki anak tangga menuju lantai dua. kakinya terasa begitu berat untuk menapaki satu persatu tangga rumah tersebut. Dadanya masih begitu sesak sejak tadi.

Begitu tiba di kamar, ia segera menutup pintu dan menyandarkan tubuhnya di sana. Untuk beberapa saat, ia hanya diam, membiarkan kesunyian menyelimuti dirinya.

Sampai akhirnya pukul sebelas malam, barulah mobil Ethan terlihat memasuki area halaman rumah.

Zelline yang sedari tadi berdiri di dekat jendela langsung menghentikan kegiatannya. Matanya mengikuti setiap pergerakan mobil tersebut hingga berhenti tepat di depan pintu utama.

Suaminya pulang. Tanpa sadar, jemarinya meremas ujung piyama yang dikenakannya.

Malam ini Zelline sengaja memilih piyama tipis berwarna nude yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Kain lembut itu jatuh mengikuti lekuk tubuhnya yang indah dan berisi, memperlihatkan siluet yang selama ini begitu Ethan sukai.

Rambut panjangnya juga ia biarkan tergerai, membuat penampilannya terlihat jauh berbeda.

Sudah lebih dari satu tahun Ethan tidak menyentuhnya. Lebih dari satu tahun pula Zelline berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua itu terjadi karena kesibukan pekerjaan.

Namun malam ini dia ingin berhenti berbohong pada dirinya sendiri. Jika memang masih ada cinta di antara mereka, maka Ethan pasti akan melihatnya.

Tatapannya kembali jatuh ke arah halaman. Jantungnya berdegup semakin cepat ketika melihat sosok Ethan keluar dari dalam mobil lalu masuk ke dalam rumah.

Zelline segera merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Jantungnya berdebar ketika mendengar suara langkah kaki mendekati kamar.

Cklek. Pintu terbuka.

Sosok Ethan akhirnya masuk ke dalam ruangan. Pria itu sempat menghentikan langkahnya. Tatapannya beralih ke arah Zelline, lalu turun pada pakaian yang dikenakan sang istri.

Untuk sesaat, Ethan terlihat sedikit terkejut. Ia tidak ingat kapan terakhir kali melihat Zelline berdandan seperti ini.

Atau mungkin... Dialah yang sudah terlalu lama berhenti memperhatikannya.

"Mas sudah pulang?" sapa Zelline sambil berjalan mendekat dan mengambil tas kerja dari tangan suaminya.

"Hm. Tumben sekali kamu berpakaian seperti itu." Ethan melepaskan jasnya.

Zelline tersenyum tipis. "Mama tadi kembali membahas soal cucu. Jadi aku pikir kita harus berusaha lebih keras."

Gerakan Ethan yang sedang melonggarkan dasi seketika terhenti.

"Malam ini.. Bagaimana jika kita melakukannya?"

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!