Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Es krim gue
________
Koridor lantai dua...
Pak harto dan bu rina tengah berjalan berdampingan sambil membawa beberapa berkas.
Dari kejauhan,tampak seseorang melompati tembok belakang sekolah dengan begitu lincah.
Pak harto spontan menghentikan langkahnya.ia mencuramkan alisnya,menurunkan sedikit kacamatanya."Anak itu?.."bu rina ikut menoleh ke arah halaman.
Benar saja.
Laki-laki itu menepuk kedua telapak tangannya, merapikan tas di pundak,lalu berjalan santai menuju gedung sekolah tanpa menyadari kalau dirinya sedang diperhatikan dari atas.
Pak harto langsung berbalik."Berani nya anak itu lompat tembok!"serunya,ia sangat tidak suka melihat ada murid zhs yang tak disiplin.
Baru saja ia hendak berjalan,bu rina buru-buru menahan lengannya.
"Pak,tunggu."
"Kenapa kamu tahan?jelas-jelas anak itu melanggar peraruran sekolah."
Bu Rina mengembuskan napas pelan."Sudahlah,biarkan saja."hal itu membuat pak harto darah tinggi."Sudah bagaimana? aturan ya tetap aturan."
"Bapak pasti tahu,keluarga anak itu sudah banyak membantu sekolah ini.banyak fasilitas yang berdiri berkat donasi mereka."
Pak harto mendengus pelan."Itu bukan alasan untuk membiarkan murid melanggar tata tertib."ia menatap punggung Galen yang kini menghilang.
"Lagi pula..."ucapnya dingin,"buat apa murid pintar kalau etika dan kedisiplinannya tidak ada."setelah berkata demikian,pak harto berlalu meninggalkan koridor.
Bu rina hanya terdiam memandangi arah kepergian galen,tatapannya berubah sendu.
"Dia bukan anak yang buruk..."ia menghela napas panjang.
"Cuma...kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya."pandangannya masih tertuju ke arah tembok tempat galen menghilang.
"Kalau saja orang-orang tahu apa yang sebenarnya dia rasakan..."bu rina menggeleng pelan.
"Anak itu pasti tidak akan tumbuh sekeras sekarang."
_________
Syakila menggenggam dasi berwarna biru tua itu erat-erat.jantungnya berdetak nggak karuan setiap kali matanya menangkap sosok zayyan yang sedang berkeliling mengecek lingkungan sekolah.
Laki-laki itu sesekali berhenti menyapa murid yang lewat,menegur siswa yang bajunya belum rapi,lalu kembali berjalan sambil mencatat sesuatu.
Syakila menarik napas panjang."Bismillah... cuma balikin dasi doang kok.kenapa deg-degan banget,sih?"batinnya.
Perlahan ia melangkah mendekat."K-kak..."zayyan menoleh.begitu melihat syakila,senyum tipis langsung terbit di wajahnya.
"Eh,syakila.ada apa?"
Syakila langsung menunduk.tangannya berkeringat."I-ini...dasi kakak.maaf ya...baru sempat balikin."ia menyodorkan dasi itu dengan kedua tangan.
Zayyan menerimanya pelan."Oh...makasih ya."laki-laki itu memperhatikan dasinya sebentar lalu tersenyum.
"Gue kira udah hilang."
Syakila langsung menggeleng cepat."N-nggak kok! g-gue si-simpan baik-baik."
"Iya,kelihatan banget.bahkan wangi parfumnya lebih mahal dari dasinya."syakila membeku.
'Mati...ketahuan gue semprotin parfum.'
"P-parfumnya kebanyakan ya kak?"tanyanya kaku.
Zayyan malah terkekeh kecil."Nggak kok!justru enak wanginya."kalimat sesederhana itu sukses bikin pipi syakila memanas.
"Ka-kalau gitu...gue duluan ya,kak."
"Ya.hati-hati."
Syakila mengangguk cepat lalu hampir setengah berlari meninggalkan zayyan.begitu sudah cukup jauh...
"YESSS!"
Ia mengepalkan kedua tangan kecilnya sambil loncat pelan,senyumnya merekah begitu saja. "Pagi-pagi udah disenyumin kak zayyan!hari ini pasti hoki!"tiba-tiba langkahnya terhenti.
Di depan pintu kelas.galen duduk sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana. tatapannya datar,tapi entah kenapa terasa menusuk.
Mata mereka sempat bertemu.syakila refleks mengalihkan pandangan seolah tak terjadi apa-apa.
Di dalam kelas ternyata jauh lebih ramai.lea duduk di atas meja paling depan sambil memetik gitar.
♪♪ "Serpihan hati ini....."♪♪
♪♪"Ku peluk erat..."♪♪
Seketika satu kelas ikut bernyanyi.
Ada yang menepuk meja mengikuti irama,ada yang mengangkat tangan seperti sedang konser, bahkan beberapa murid sudah berdiri melambaikan tangan.syakila tersenyum kecil lalu berjalan menghampiri mereka.
Baru beberapa langkah...
BRAK!
Suara kayu menghantam papan tulis membuat semua orang sedikit menoleh.alaska berdiri di depan kelas sambil membawa penggaris kayu panjang.
"WOI! BESTY-BESTY~DENGERIN GUE DULU!"
Yang menoleh cuma tiga orang,sisanya tetap lanjut nyanyi.hal itu membuat alaska menghela napas panjang.
"Pasrah gue ya allah...susah amat ngatur manusia."saat itu lea muncul dari belakang sambil menyerahkan gitarnya ke salah satu teman.
"Tuh,lanjutin."
Begitu gitar berpindah tangan,lea menghampiri Alaska."Cara lo aja yang salah."alaska mendelik.
"Salah lo bilang,lo belum tahu aja rasanya gimana jadi gue."ketusnya.
"Belum juga seminggu gue jadi ketua kelas,udah mau pensiun rasanya."
Lea terkekeh."Awas!"ucapnya menyuruh alaska minggir."Nih ya... liat."
Lea mengambil speaker kecil milik temannya lalu menyambungkannya ke ponsel.beberapa detik kemudian musik bersuara.gadis itu mengangkat mic itu tinggi-tinggi.
"HEYYY...YANG DI SANA!YANG DI SINI!YANG PALING GANTENG,PALING CANTIK,YANG PALING BAU KETIAK...GOYANG-GOYANG BANG JALI,SEMOANYA JADI HAPPY!"
Seketika satu kelas berhenti bernyanyi.semua kepala menoleh ke arah lea.
Lea langsung nyengir lebar."Nah...gitu."ucapnya ke alaska.membuat laki-laki itu melongo.
"Loh... kok bisa?"
Lea menyenggol bahunya pelan."Makanya~ngatur orang itu jangan pakai marah-marah."
"Terus?"
"Pakai suara yang lebih berisik dari mereka."
Alaska cuma bisa merolling bola mata.padahal ia kan sudah berteriak-teriak dari tadi.
_______
Syakila berjalan pelan menyusuri trotoar.tas ranselnya hanya bertengger di satu bahu, sementara langkahnya terasa lesu.
Seperti biasa,tak ada yang menjemputnya.mama sibuk dengan bisnis kecantikannya.sedangkan papanya tenggelam dalam urusan kantor.dan dirinya...harus berjalan kaki menuju halte bus setiap pulang sekolah.
"Huft..."ia mengembuskan napas panjang.
"Kapan ya...sekali aja dijemput?"batinnya lirih.
Angin sore berembus pelan,tetapi panas matahari masih terasa menyengat. tenggorokannya mulai kering,saat itulah matanya menangkap sebuah kedai es krim yang baru buka di pinggir jalan.
Balon warna-warni menghiasi depan toko. Sebuah spanduk besar bertuliskan GRAND OPENING bergoyang tertiup angin.
Begitu gadis itu melangkah masuk,lonceng kecil di atas pintu berbunyi.
Ting...
"Selamat datang,kak!"sapa seorang pegawai dengan ramah.
Syakila membalas senyum kecil."Halo,mbak."
Matanya langsung sibuk menelusuri papan menu yang penuh warna.begitu banyak varian yang membuatnya mengelap mulutnya dengan punggung tangan.sampai pandangannya berhenti pada satu menu yang fotonya terlihat paling menggoda.
Chocolate Special with Strawberry Filling.
Mata Syakila berbinar."Wah..."ia sampai menelan ludah.'Kayaknya enak banget...'
Tangannya buru-buru merogoh saku rok, menghitung uang yang ia bawa.satu lembar,dua lembar,tiga lembar.
Senyumnya perlahan memudar."Kurang."ia mengembuskan napas pelan.
"Yaudah deh...yang cone biasa aja."
Beberapa menit kemudian,pesanan selesai dibuat.pegawai itu berjalan menghampirinya sambil membawa es krim cokelat dengan topping meses.
"Ini es krimnya,kak.selamat menikmati."ucap sang penjual memberikan es krim itu ke syakila.
Gadis itu mengulurkan tangannya,jari-jarinya tinggal beberapa senti lagi menyentuh cone itu.
"Makasih,pa-"
Hap!
Sebuah tangan lebih dulu merebut cone itu dari hadapannya dengan gerakan yang begitu cepat.syakila hanya sempat melihat bayangan tangan itu lewat di depan matanya.
Tangannya masih menggantung di udara.ia berkedip pelan,lalu menoleh perlahan ke samping.begitu juga pegawai kedai yang ikut melongo.
Di sana...
Seseorang sudah berdiri santai sambil menggigit ujung es krim itu seolah memang miliknya sejak awal.
"Hm..."laki-laki itu mengunyah pelan.
"Lumayan juga."
Bersambung~