Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 19
Setelah makan siang selesai, Ghina dan Andrian kembali ke mobil.
Namun kali ini Ghina dalam masalah besar.
Karena ia lupa mencari tahu di mana Bastian tinggal.
" Matilah aku, kenapa aku bisa tidak cari tahu dulu alamat pak bastian, bisa di cekek aku sama kak Andrian " gumam Ghina dalam hati.
Andrian yang sedang menyetir melirik Ghina yang duduk di kursi penumpang dan telihat gelisah.
" Ghin.."
"Hm...iya kak "
" Tujuan selanjutnya?"
Ghina berkedip.
" Lanjut jalan-jalan." kata Ghina.
" Jalan-jalan ?"
" Apa maksudmu jalan-jalan?"
" Kita jalan-jalan ke mall dulu kak, di map tak jauh dari sini ada mall besar, kita ngadem di sana dulu " kata Ghina sambil cengegesan.
" Kodok, yang bener kalau ngomong ya !! , aku gantung kamu di lampu merah "
" Cepat katakan di mana alamat calon suamimu itu, biar nanti kita nggak kemalaman pulangnya "
Ghina masih Diam, sambil mencoba mencari sesuatu di ponselnya.
"..."
Andrian mulai curiga.
"Jangan bilang kamu belum tahu alamatnya ."
Ghina tertawa canggung.
"Hehehe."
Andrian langsung memukul setir pelan.
" Ghina!"
" Iya kak ?" sahut Ghina cepat.
Ghina tahu Andrian sedang kesal.
" Kita datang dari Kota X ke Kota Y."
" lya."
" Perjalanan hampir berjam-jam."
" Iya."
" Dan kamu belum tahu mau ke mana?"
Ghina langsung menunduk.
" Sedikit lupa membuat rencana." kata Ghina.
Andrian memijat dahinya.
" Kadang aku heran bagaimana kamu bisa bertahan hidup sampai sekarang."
" Kan ada Ghani dan kakak " sahut Ghina.
" Jangan menjawab terus, cepat cari cara untuk mencari alamat pria itu, keburu malam kita "
Beberapa menit kemudian.
Ghina akhirnya mencoba mencari informasi di ponselnya.
" Aku cari dulu."
" Cari apa?"
" Informasi."
" Tentang siapa? "
" Tentu saja tentang Bastian, masak tentang kakak "
" Ghina...!!!"
" Iya aku diam "
Ghina mulai membuka media sosial.
Mencari nama Bastian.
Mencari akun perusahaan.
Mencari berita bisnis.
Mencari apa saja yang berhubungan dengan pria itu.
Namun hasilnya nihil.
Bastian hampir tidak memiliki jejak pribadi di media sosial.
Yang ada hanya informasi perusahaan dan beberapa berita bisnis.
Tidak ada foto keluarga.
Tidak ada alamat.
Tidak ada kehidupan pribadi.
" Kenapa sulit sekali dicari sih..."
gumam Ghina.
Andrian yang mendengar langsung menyipitkan mata.
" Bagaimana???"
" Nihil " sahut Ghina
" Maksudmu "
" Tak ada jejak digital nya di media "
Andrian menghela napas.
" Sepertinya ia menyembunyikan identitasnya kak "
" Terus bagaimana?" tanya Andrian masih dengan tangan di kemudi.
" Kenapa Kita tidak minta bantuan Ghani saja?" kata Andrian.
Mendengar nama itu, Ghina langsung menggeleng keras.
" Tidak!"
" Kenapa?"
" Karena Ghani antek-antek Daddy."
Andrian tertawa.
" Itu saudara kembarmu."
"Justru itu."
" Kalau Ghani tahu, lima menit kemudian Daddy juga tahu."
" Kalau Daddy tahu aku ke kota Ini untuk mencari tahu tentang kehidupan pak Bastian, Bisa mati aku di tangan si belangnya uncle Rain "
Andrian memikirkan itu sejenak.
Kemudian mengangguk.
" Masuk akal."
Karena tidak menemukan petunjuk apa pun, akhirnya mereka memutuskan menghabiskan waktu di sebuah pusat perbelanjaan besar.
" Daripada bingung, mending jalan-jalan." kata Ghina.
" Ini rencana paling tidak efektif yang pernah kudengar."
jawab Andrian.
Namun mereka tetap masuk ke mal.
akhirnya keduanya menyusuri setiap koridor mall yang ramai dengan lalu lalang orang.
Mereka menyusuri dari satu toko ke toko yang lain.
Dari satu lantai ke lantai berikutnya.
Sampai sore hari.
Menjelang petang.
Mereka tiba di area permainan keluarga.
Tempat yang dipenuhi mesin permainan dan anak-anak yang sedang tertawa.
Andrian sedang mencoba permainan basket elektronik.
Sedangkan Ghina berjalan santai sambil membawa minuman.
Lalu...
Langkahnya berhenti.
Matanya membelalak.
Jantungnya mendadak berdetak lebih cepat.
" Eh, bukankah itu...??"
Beberapa meter di depannya.
Seorang pria tinggi sedang berdiri di dekat mesin permainan capit boneka.
Pria itu mengenakan pakaian santai.
Jauh berbeda dari penampilannya di kantor.
Namun Ghina mengenalinya dalam sekejap.
Bastian.
"Ya Tuhan...pucuk di cinta ulampun tiba"
" Benar kata pepatah kalau jodoh tak akan kemana "
bisiknya pelan.
Di samping Bastian berdiri seorang gadis kecil yang mungkin berusia sekitar empat atau lima tahunan.
Anak itu tertawa riang, saat pria itu bisa mendapatkan sebuah boneka kelinci.
" Daddy, Lagi..Lagi...lagi !"
" Baik tuan putri "
jawab Bastian sambil tersenyum.
Senyum yang belum pernah dilihat Ghina sebelumnya.
Hangat.
Lembut.
Dan penuh kasih sayang.
" Vallen mau mencoba?"
Gadis itu mengangguk senang.
Kemudian Bastian membantu putrinya memainkan salah satu permainan.
Anak kecil itu tertawa keras saat menang.
Sedangkan Bastian ikut tertawa.
Momen sederhana.
Namun entah kenapa membuat Ghina terdiam cukup lama.
Ia baru menyadari sesuatu.
Selama ini ia hanya mengenal Bastian sebagai bos yang tenang dan karismatik.
Namun sekarang...
Ia melihat sisi lain pria itu.
Sebagai seorang ayah.
Dan pemandangan itu justru membuat hatinya terasa aneh.
" Kenapa diam?"
Andrian tiba-tiba muncul di sampingnya.
Lalu mengikuti arah pandangan Ghina.
Beberapa detik kemudian.
" Pak Bastian " gumam Ghina pelan.
Ia langsung mengerti.
" Jadi Itu dia ?"
Ghina tidak menjawab.
Tatapannya masih tertuju pada Bastian dan putrinya.
Andrian ikut memperhatikan beberapa saat.
Kemudian tersenyum tipis.
" Kelihatannya dia ayah yang baik."
Ghina mengangguk pelan.
" Iya."
" Ghina, kamu janji padaku tadi, setelah kamu mengetahui tentang keluarga dia, kamu tidak akan mengusik rumah tangga mereka "
Ghina hanya mengangguk pelan.
Ia ingat janjinya tadi saat di perjalanan, Ghina mengatakan tujuan dan maksudnya, Andrian sempat terkejut dan menolak untuk mengantar ke kota Y.
Tatapan Ghina masih terus terpaku ke arah Bastian, Ghina yakin gadis kecil itu pasti putrinya.
Ghina tersenyum tipis saat melihat gadis kecil itu melonjak senang saat ia bisa mendapatkan sebuah boneka lagi.
Dan Untuk pertama kalinya sejak mengetahui Bastian telah menikah, ia tidak merasa sedih.
Justru ada rasa tenang melihat kebahagiaan kecil itu.
Namun tetap saja...
Rasa penasarannya belum hilang.
Beberapa menit kemudian.
Ghina menarik napas panjang.
Lalu merapikan rambutnya.
Sejenak mata Ghina menelusuri area itu untuk melihat di mana istrinya Bastian.
Andrian langsung menatap curiga.
" Kamu mau apa?"
Ghina tersenyum saat melihat tak ada pergerakan wanita lain yang berada di sekitar keduannya.
" Ghina..."
" Kakak tetap di sini saja "
" Aku akan melakukan sesuatu yang sangat natural."
" Itu kalimat yang mengkhawatirkan." kata Andrian.
" Aku hanya akan berpura-pura bertemu tidak sengaja."
Andrian langsung menutup wajahnya.
" Ghina..."
" Apa?"
" Apa dia sudah mengenalimu di kantor "
"Iya jelas tahu lah " sahut Ghina.
" Dia tahu siapa kamu."
" Iya."
"Jadi tidak mungkin ini benar-benar tidak sengaja."
Ghina berpikir beberapa detik.
Kemudian mengangguk.
" Benar juga."
" Lalu?"
" Tidak apa-apa."
Ia tersenyum cerah.
" Aku tetap akan pura-pura terkejut."
" Karena hanya ini cara yang bisa aku lakukan "
Andrian menghela napas panjang.
Sangat panjang.
Karena ia tahu tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menghentikan Ghina saat gadis itu sudah memiliki ide di kepalanya.
Dan beberapa meter di depan mereka, Bastian sama sekali belum menyadari bahwa salah satu staf paling absurd di perusahaannya sedang bersiap menjalankan sebuah "pertemuan tidak sengaja" yang sebenarnya telah direncanakan selama lima menit penuh.
#####
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘