NovelToon NovelToon
Menjerat Sang Pengawal

Menjerat Sang Pengawal

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Obsesi / One Night Stand / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itta Haruka07

Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.

Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MSP # Bab 29

Kondisi Vincent ternyata tidak membaik meski operasinya sudah lewat. Laki-laki itu akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit yang sama dengan tempat Ellena dirawat.

Ellena sebenarnya bahagia mendengar kabar kematian laki-laki yang sudah menculik dan hampir meleecehkannya itu. Namun, sebagai manusia, hati nuraninya juga masih bisa merasakan kasihan pada laki-laki itu.

“Baguslah dia mati tanpa campur tangan kita. Dia adalah ancaman terbesar kita dan mungkin sebentar lagi kita bisa terbebas,” bisik Tuan Aland setelah menghadiri upacara kremasi jenazah Vincent. Bukan apa-apa mereka datang, itu semua untuk memastikan bahwa Vincent benar-benar sudah mati dan kini menjadi abu.

Marco melirik ayah mertuanya. Laki-laki itu tetap memakai jas khusus yang menjadi seragam pengawal. Jika sudah melebur bersama dengan para pengawal yang lain, tidak akan ada yang tahu bahwa dia adalah menantu Tuan Aland.

“Benar, Tuan. Kematian Vincent disebabkan karena peluru milik anak buahnya sendiri. Jadi, itu tidak ada hubungannya dengan kita, apalagi kelompok mereka juga sudah tidak mempermasalahkan lagi dendam pribadinya itu,” sahut Jackson ikut memberi komentar.

“Kalau begitu, apa aku dan Kak Marco sudah bisa lepas dari pengawalan, Pa?” tanya Ellena sembari melirik suaminya.

Marco memicingkan mata karena pertanyaan istrinya itu. “Ke-kenapa?” tanyanya dengan gugup.

Ellena mengulas senyum manja. Anggap saja wanita itu sedang menggoda suaminya. Bukankah ini saat yang tepat untuk berbulan madu?

Jackson membaca gelagat nonanya itu. Dia lalu menyenggol bahu Marco untuk menggoda temannya itu. “Apa kalian akan berbulan madu di sini?”

Tuan Aland menunduk dengan senyum bahagia. Sementara Marco menatap beberapa pengawal yang saat ini sedang menatapnya dengan senyum malu-malu juga.

“Bulan madu apanya? Kami juga baru berduka karena kehilangan calon anak kami,” balas Marco dengan wajah tegang. Dia benar-benar merasa tidak enak hati dengan sang mertua karena sedari tadi para pengawal lain terutama Jackson terus-terusan menggodanya.

“Justru itu. Bukankah tugas kamu mengawal dan membuat Nona Ellena bahagia. Kamu harus bisa menghibur Nona dong,” sahut Jackson yang tak henti-hentinya menggoda Marco.

Ellena menarik tangan Marco dan terus memandanginya dengan senyum-senyum. Hal itu membuat Marco benar-benar salah tingkah, apalagi saat ini dia masih bertugas mengawal istri dan mertuanya sendiri.

Tuan Aland angkat bicara karena sedari tadi melihat menantunya yang masih malu-malu. “Kalian berdua boleh pergi, tapi akan ada dua pengawal lain yang menjaga kalian. Kita tidak tahu apa yang terjadi dari kejauhan, kan? Makanya kalian akan diikuti pengawal bayangan.”

Papa Elena itu memutuskan sesuatu yang membuat Ellena dan Marco tidak akan bisa bebas sesuka hati mereka.

“Papa kok begitu sih. Aku sama Kak Marco ‘kan mau berduaan. Kalau dikawal nggak bisa bebas dong!” protes Ellena yang tentu saja keberatan dengan keputusan ayahnya itu.

‘“Mereka akan menjaga dari kejauhan kok. Kamu tenang saja! Nggak apa-apa ‘kan Marco?”

Pertanyaan Tuan Aland itu membuat Marco diambang kebimbangan. Di satu sisi dia sangat menghormati Tuan Aland yang sudah memberinya kesempatan untuk ikut menyelamatkan Ellena, padahal bisa saja Tuan Aland menolak permintaannya itu. Di satu sisi, Marco juga merasa tidak bebas jika diawasi.

“Em ... saya pikir lebih baik kalau kita juga ikut pulang saja, Pa,” jawab Marco yang pada akhirnya bingung sendiri.

“Kok pulang sih, Kak!” protes Ellena.

Marco hanya bisa mengangkat kedua bahunya dan hal itu membuat Ellena jadi kesal. “Ya sudah iya ada pengawal nggak apa-apa. Aku kan masih mau menghabiskan waktu dengan Kak Marco,” putus Ellena yang akhirnya harus mengalah dengan ayahnya sendiri.

“Hem, cie yang mau bulan madu. Sayangnya, itu senjata masih harus puasa loh. Apa kata dokternya Nona masih ingat, ‘kan?” bisik Jackson yang kian gencar menggoda sahabatnya itu.

**

**

Marco dan Ellena akhirnya mengantarkan Tuan Aland ke bandara. Setelah itu, kedua pasangan yang masih pengantin baru itu akhirnya memulai acara bulan madu mereka.

“Kita mau ke mana?” tanya Marco sambil mengemudikan mobil milik bibi Ellena yang memang tinggal di negara itu.

Ellena menatap suaminya tanpa henti. Dia merasa bahagia karena hubungannya dengan Marco sudah sangat membaik.

“Bagaimana kalau London Eye?” usul Ellena dengan antusias.

London Eye adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia. Bangunan yang menyerupai kincir raksasa itu berputar di atas sungai Thames yang sangat ikonik. Tempat yang wajib dikunjungi saat pergi ke London.

“Oke. Kita akan ke sana!” jawab Marco. Kemudian, laki-laki itu menghubungi dua pengawal bayangan yang mengikuti mereka. Marco memberi informasi bahwa dia dan Ellena akan pergi ke London Eye sekarang.

“Kak Marco. Kamu benar-benar sudah maafin aku?” tanya Ellena ragu-ragu. Namun, hatinya terus menerus memikirkan hal itu dan takut jika Marco hanya merasa tidak enak hati saja usai kehilangan calon anak mereka.

Marco menatap Ellena sembari mengulas senyum. Dia ingin membalas dengan rayuan dan pujian yang masih tersusun di kepalanya, tapi sayangnya suara ponsel membuat ucapannya tertunda.

“Aku angkat telepon sebentar!” ucap Marco yang kemudian menjawab panggilan telepon itu setelah Ellena mengangguk.

“Halo, Bu!”

“Marco, bagaimana keadaan istrimu?” tanya ibu dari Marco.

Wanita itu diam-diam sering menghubungi Marco karena merasa khawatir dengan putra dan menantunya itu. Apalagi Marco sudah menceritakan semua pada sang ibu bahwa Ellena sempat diculik dan membuat mereka kehilangan calon buah hati.

“Ellena baik-baik saja, Bu. Apa Ibu ingin bicara dengannya?” tanya Marco sembari melirik sang istri sekaligus membagi konsentrasinya dengan setir bundar di depannya.

“Boleh, kalau dia mau.”

“Ibu mertuamu cari-cari kamu dari kemarin.” Marco menyerahkan ponsel miliknya kepada sang istri yang menatapnya dengan bingung.

“Kenapa?” tanya Ellena dengan berbisik.

Tiba-tiba saja Ellena merasa gugup karena harus berbicara dengan ibu mertuanya. Terakhir mereka berkomunikasi, saat mereka baru menikah dan mengabarkan pernikahan pada orang tua Marco yang berujung pengusiran. Tentu saja Ellena takut jika ibu mertuanya akan memaki-maki dirinya.

Marco hanya mengedikkan bahu dan terus mengayunkan ponselnya supaya wanita itu mau mengambil alih.

“Ha-halo!”

“Halo Ellena. Ini ibunya suamimu. Bagaimana keadaanmu?” tanya wanita itu pada sang menantu.

Ellena merasa terharu karena pertanyaan sederhana yang menjadi wujud perhatian dari mertuanya itu. “A-aku, aku baik, Bu. Ibu apa kabar?”

“Ibu telepon siapa?”

Suara bariton itu terdengar jelas di telinga Ellena saat ini. Ellena jelas tahu suara siapa yang sedang bertanya di belakang ibu mertuanya itu.

***

Kembang kopinya jangan lupa 💋💋

1
nobita
keputusan yg bener papa Arland
nobita
merebutkan kamu Marco
nobita
Naina mungkin yg datang.. tunangannya Marco
nobita
tuhhh kan berhasil... ayah dan anak kompak.. menjebak Marco
nobita
aku mampir kak
Linda Liddia
Jgn mewek harus kudu ikhlas kan salah lo sendiri yg udah jebak marco
Linda Liddia
Ini nih versi cewek tolol kalo gak mau kebohongannya ketauan aturan noda darah itu ia tutupin jgn sampe Marco tau lah ini kagak ada persiapan apa2 syukurin tanggung resikonya dari ketololan hakiki
Linda Liddia
Egois bnr ellena ini gak sabar lg kayak mana kalo marco tau kebenarannya
Linda Liddia
Siap2 ya elena resiko yg kamu tanggung nyonya setelah kebenaran terungkap pasti Marco kecewa bgt sm kamu & ayahmu gegara permainan licik kamu,,Marco harus bertengkar & di usir oleh ortunya
Heriyani Lawi
emang obat perangsang ada dijual di apotikkah?
Dandelion
hmmmm
Si Memeh
Luar biasa
Kurnaesih
mantap Thor 🥰
Kurnaesih
berhasil hore🥳
Kurnaesih
belum kelar ngulang baca Nathan ..pindah lagi ke El ..kangen karya kanitta selalu simpel bga banyak tapi bagus banget 🥰 sehat 2 ya KA🥰😘💪
Sweet Girl
Wes ojok ngeyel koe Gib...
sana sama Otor aja... pasti mau dia...
Sweet Girl
Lllhaaaa mosok thoooo, kok aku gak ro ....
Sweet Girl
kecil dong... klo belut...
Sweet Girl
Sopo Mane....???
Sweet Girl
Bisa semakin dendam nieee si pincen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!