Luke Marit dan Tien Marit adalah Kakak Adik pengidap hypersex. Bila Tien memiliki seorang wanita simpanan untuk melampiaskan hasratnya, Luke justru mau mengobati penyakit anehnya tersebut. Namun, parahnya Luke tak bisa setia hanya dengan satu wanita.
Lolin Baldev adalah wanita berusia 29 tahun yang rela hamil di luar nikah agar pernikahan yang direncanakan oleh kedua orangtuanya dibatalkan. Namun, siapa sangka lelaki yang akan dinikahinya adalah ....
***
"Aku menginginkan seorang Suami yang tidak merengut kebebasanku." Lolin Baldev.
"Aku menginginkan seorang Istri yang tidak melarang ketika wanita lain melayaniku." Luke Marit.
Keduanya sama-sama tak menyukai ikatan pernikahan. Apa jadinya bila dua insan beda karekter sama prinsip disatukan dalam pernikahan paksa? Akankah pandangan keduanya berubah? Atau justru semakin parah.
Follow IG Author : @Oniya_99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 ~ Penyatuan!
Dengan terburu-buru Luke melepaskan ikat pinggang yang melingkar di pinggangnya, Kemudian menurunkan resleting celananya dengan cepat. Lolin tak tinggal diam, dia juga turut membantu dengan menyingkirkan ikat pinggang yang Luke lepaskan.
"Waw," seketika Lolin menutup mulut dengan kedua tangannya, saat dibuat kaget sekaligus kagum dengan senjata Luke yang memiliki ukuran di luar ekspektasinya.
"Kamu pasti akan menyukainya," sahut Luke yang kini mulai mengeluarkan benda keras itu dari tempat persembunyiannya.
"Astaga, apa yang pria ini konsumsi?" batin Lolin. Nyalinya seketika menciut melihat benda dengan ukuran tak biasa itu. Tapi, Lolin ingat kata-kata sahabatnya ketika di luar negeri, di mana mereka mengatakan akan semakin terasa enak bila ukurannya semakin besar. Kemudian, Lolin teringat lagi akan perkataan temannya yang lain, di mana perempuan akan kesakitan saat melakukannya pertama kali.
Saat ini, Lolin berada di posisi yang sangat sulit baginya. Di mana mundur atau maju sama saja akibatnya. Lolin ingat tujuannya datang dan menemui Luke. Tujuan yang akan membuatnya batal menikah. Lolin akan melakukan hal itu apa pun konsekuensinya, karena Lolin sangat yakin akan pilihannya.
"Tidak perlu takut, karena ini pertama bagimu. Aku akan melakukannya dengan perlahan. Namun, sebelum itu, apa kamu ingin merasakannya lebih dahulu?" tawar Luke tanpa merasa malu memperlihatkan senjatanya kepada Lolin.
"Tidak perlu dan aku tidak takut. Cepat, lakukan sekarang juga," desak Lolin karena tidak ingin berlama-lama. Keputusannya sudah bulat, maka harus bulat pula hasilnya kelak.
"Baiklah, sesuai keinginanmu," jawab Luke mulai memposisikan diri, mengukung tubuh Lolin, dan mengarahkan senjatanya di bawah sana.
Sementara Lolin sibuk mengatur napasnya, menunggu benda keras itu mengoyak bagian intinya. Dari raut wajahnya, Lolin tampak sangat tegang. Melihat hal itu, Luke ragu untuk meneruskan, namun tak rela untuk mengakhiri. Keduanya sama-sama dilema, tapi juga sama-sama menginginkan.
"Tidak perlu tegang, aku berjanji tidak akan menyakitimu," bisik Luke membuat Lolin merinding. Bukannya merasa tenang, bisikan Luke justru membuat detak jantungnya kian tak beraturan.
"Ahh ...." lenguh Lolin saat Luke menggesek-gesekkan benda keras itu di bagian intinya, Lolin mulai kembali rileks. Walau Luke bukan pria pertama yang memainkan bagian intinya, tapi Luke adalah pria pertama yang akan menembus pertahanannya, untuk itulah Lolin merasa sedikit gugup.
Tapi beruntungnya, Luke menepati janjinya, menyingkirkan nafsunya dan bermain perlahan karena mengerti bagaimana perasaan Lolin saat ini. "Kau tidak akan menyesal dan menyalahkanku, bukan? tanya Luke memastikan, sebelum memulai penyatuan.
"Tidak akan, keputusanku sudah bulat, aku tidak akan menyesalinya," balas Lolin tegas dan yakin.
"Baiklah," jawab Luke sedikit maju ke bagian di bawah sana. Lolin menelan saliva, dia mengalihkan pandangannya, merasa takut untuk melihat bagaimana benda di bawah sana menyakitinya.
"Ahhh ..." lenguh Lolin merasakan benda panjang, besar dan keras itu menyeruak masuk secara perlahan. Tubuh Lolin meresponnya dengan bergerak tak karuan.
Lolin lagi-lagi melenguh saat Luke kembali menarik. Melihat ekspresi serta mendengar suara erotis Lolin, hasrat Luke semakin menggelora, tak sabar ingin merasakan hal yang lebih dari kenikmatan saat ini.
"Baru kepala," ujar Luke menggoda Lolin.
"Benarkah?" tanya Lolin penasaran, dan langsung melihat ke bawah sana. Tubuh Lolin terkulai lemas saat membuktikan apa yang Luke katakan adalah benar. Baru kepala katanya, baru kepala saja sakit serta nikmat itu hampir membuatnya menggila.
"Ayo cepat lakukan. Mau kepala, badan, buntut sekalipun sakitnya sama saja!" desak Lolin dengan sekali tarikan napas. Dia benar sudah tak tahan lagi, pria kekar di bawa sana, memang sengaja membuatnya memohon.
Luke tak merespon keluhan Lolin, dia tetap fokus akan apa yang kini dirinya lakukan. Mendorong perlahan, lalu menariknya lagi perlahan. Suara merdu Lolin membuatnya tak ingin mengakhiri malam panjang itu.
Beberapa detik kemudian, Luke akhirnya memutuskan untuk melakukan permainan inti itu ketika keringat Lolin mulai bercucuran. Pada akhirnya, Luke tak lagi menarik. Melainkan hanya mendorong dengan perlahan namun pasti. Butuh waktu bagi Luke untuk menembus pertahanan Lolin.
"Uuuhhhhh ...."
.
.
.
ceritanya campur2, lucu, ada romantisnya, tapi ada jg nyebelinnya.
tapi yg paling mendominasi ya sisi hot nya.. 😁😁😁
sehat2 trus ya kak,
semangat terus untuk berkarya.. 😘😍🤩🥰
Tapi kejujuranmu menyakitkan hati Nora.
Astaghfirullah.. tingkahnya bikin darting aja. 😂