Alur slow.
Tidak suka silahkan skip
WARNING !! BANYAK TYPO...
MASIH PROSES PERBAIKAN PUEBI
Di mohon untuk tidak berkomentar negatif. Hargai jerih payah penulis.
Awalnya rumah tangga Naina Dan Bagas berjalan seperti biasa. Mereka memiliki buah hati bernama Hasna Nabila. Bagas begitu menyayangi keluarga kecilnya itu.
Hingga sebuah ujian menerpa rumah tangga Naina Dan Bagas, yang mana Naina harus menelan pil kekecewaan.
Bagas telah menikah lagi, tanpa sepengetahuan Naina. Bahkan Orang tua Bagas juga ikut andil dalam hal itu.
Apa yang akan di lakukan Naina selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran Bagas - Naina
Di meja makan...
Sela dan Lolita merasa ada yang berbeda.
Jika dulu setiap makan bersama keluarganya akan saling bercanda tawa tapi hari ini mereka makan dalam diam.
" Hei, apakah kau melihat ada sesuatu yang terjadi diantara Kak Bagas dan juga kakak ipar?" Tanya Sela kepada Lolita setelah selesai sarapan.
" Entahlah. Aku juga tidak tahu apa menurutmu telah terjadi sesuatu kepada mereka?" Jawap Lolita.
" Aku rasa." Ucap Sela.
" Lalu apa yang akan kau lakukan apakah kau berniat mencari tahu apa yang terjadi kepada mereka?"
" Ide bagus. Bagaimana jika sekarang kita temui kakak ipar?. Aku rasa kak Bagas sudah berangkat bekerja."
" Ayo."
Sela dan Lolita segera keluar kamar dan berniat menuju kamar Naina.
Namun saat mereka baru saja sampai di depan pintu kamar Naina, mereka mendengar suara perdebatan dari keduanya.
" Naina dengar sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan mu, karena kamu adalah istri ku dan aku mencintaimu juga Hasna."
" Maaf mas, tapi keputusanku sudah bulat. Aku ingin cerai dari mas."
" Naina, kau harus tahu saat itu aku tidak berdaya dan aku tidak tahu jika aku menerima pernikahan ini."
" Kalau begitu Mas harus tahu jika aku juga tidak berdaya dan aku terpaksa menuntut cerai dari mas."
Bagas berlutut di hadapan Naina.
" Mas, apa yang kau lakukan?"
" Naina, tidak ada yang mampu aku lakukan lagi selain memohon kepadamu untuk tetap berada di sisiku dan mengurungkan niat untuk meminta cerai dariku. Naina aku memohon dari hatiku, tetaplah berada di sini. Di sampingku, kaulah segalanya bagiku."
" Tidak, aku bukan lagi segalanya bagimu Mas."
" Apa maksud mu?"
" Mas, saat kau memutuskan untuk menikahi Clara. Maka saat itu juga aku bukan lagi segalanya bagimu. Dan apakah kau memikirkan tentang aku dan juga Hasna saat kau menerima pernikahan itu?"
" Naina, saat itu situasinya sangat berbeda. Aku tidak menyadari berkas yang aku tanda tangani adalah berkas pernikahan. Karena saat itu pikiran ku hanya tertuju padamu."
" Dan, apakah kau punya hak untuk menyembunyikannya dariku?, bahkan kedua orang tuamu juga merahasiakan hal sebesar ini dari ku. Kenapa mas?"
" Maaf Naina. Aku juga tidak tahu bahwa hal ini akan terjadi. Ini terjadi begitu cepat.
" Benarkah?"
" Nai, Aku tidak bisa berbuat apapun saat itu. Pak Danu sudah memberikan perusahaan segala nya. Dia bahkan mempromosikan perusahaanku kepada perusahaan yang lain. Naina..." Bagas memegang kedua tangan Naina.
" Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Untuk sementara bertahanlah dalam situasi sekarang."
" Apa kau sudah gila Mas. Kau memintaku untuk bertahan dalam situasi seperti sekarang. Situasi di mana kau telah mencintai wanita lain?"
" Naina..."
" Sudahlah mas, jangan mengelak lagi aku tahu jika kau sudah berpaling hati dan mencintai Clara."
" Tapi aku masih mencintaimu Nai.."
" Cukup mas, Aku tidak ingin lagi mendengar apapun darimu. Keputusanku sudah bulat. Aku ingin berpisah darimu Mas. Dan aku akan membawanya Hasna bersamaku, karena aku tidak sudi Hasna hidup dan tinggal bersama perempuan lain selain aku ibunya."
" Naina jangan egois. Pikirkan perasaan Hasna, juga perasaan ku. Kau jangan mementingkan perasaan mu yang terluka. Di sini aku juga terluka Naina. Disini aku yang paling terluka?" Ucap Bagas sambil kembali berdiri memandangi Naina.
" Ohya?, Kau terluka atau telah jatuh cinta?"
" Naina?, tetaplah berada di sini. Aku janji akan bersikap adil pada kalian, aku.., aku akan membelikanmu rumah seperti yang pernah kau inginkan. Rumah impian yang pernah kau ceritakan padaku."
Naina tersenyum kecut.
" Ibu dan anak sama saja."
" Naina apa maksud mu?"
" Apa kau tahu, Ibu mu juga menawariku segala kemewahan dan fasilitas jika aku tetap berada di sini dan tidak menuntut cerai darimu. Ibu juga menganggap bahwa aku hanya menggertak mu agar kau meninggalkan Clara, keluargamu berpikir aku hanya sosok yang menumpang hidup mewah denganmu Mas. Dan lihatlah sekarang kau bahkan juga menawariku sebuah rumah demi tetap membuatku berada di sisimu?"
"Aku tidak bermaksud seperti itu, maksudku adalah aku ingin bersikap adil kepada kalian. Dulu aku tidak bisa membelikan rumah karena aku tidak mampu membelinya. Tapi sekarang aku bisa membelikannya untukmu. Kau hanya tinggal bilang saja ingin rumah seperti apa."
" Maaf mas, aku tidak bisa. Aku menginginkan kebahagiaan yang pernah kita rasakan dulu."
" Naina, aku janji kita akan bahagia seperti dulu tapi berhentilah untuk meminta cerai dariku."
" Dan aku tidak bisa jika harus bertahan dalam situasi seperti ini mas. Aku tidak rela kau membagi cinta dengan perempuan lain."
" Aku tidak memintamu untuk tinggal bersama dengan Clara kan. Kalian akan tinggal berpisah."
" Sekalipun aku tidak tinggal bersama dia aku tetap tidak sudi memiliki seorang madu."
" Baiklah, jika kau tetap menuntut cerai dari ku maka aku tidak akan memberi nafkah untuk Hasna. Selamanya."
" Jadi apa sekarang kau mengancamku?" Ucap Naina yang kembali tersenyum kecut mendengar Bagas yang mengatakan jika Naina tetap menuntut cerai maka dia tidak akan memberi nafkah untuk putrinya sendiri.
" Bukan. Bukan maksudku seperti itu."
" Sudahlah mas, Kau lagi Bagas yang aku kenal dulu. Kau telah berubah Mas, sepertinya kekuasaan yang Kau dapatkan telah merubah seluruh aspek dari dirimu."
" Naina kapan kau akan mengerti tentang posisiku. Apa kau tau betapa sulitnya aku membangun perusahaan ini?. Apa kau tahu tentang perjuangan ku untuk memulihkan perusahaan yang ternyata tidak ada hasilnya. Dan sekarang ada seseorang yang telah membantuku memulihkan perusahaan bahkan membuatnya menjadi lebih besar berkali-kali lipat. Seharusnya kau berterima kasih kepada seseorang itu karena telah membantu itu kita selamat dari kemiskinan."
" Haruskah aku berterima kasih kepada seseorang yang kini menjadi maduku?"
" Naina." Bentak Bagas.
" Cukup mas, Aku sudah muak dan kau tadi mengatakan apa?, jika aku tetap menuntut cerai maka kau tidak akan menafkahi Hasna. Aku terima."
" Naina."
" Pergi mas."
" Nai..."
" Pergilah mas.." Teriak Naina.
" Baik, Aku akan pergi tapi aku mohon pikirkan tentang ini sekali lagi. Karena sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan mu."
Setelah mengatakan itu Bagas segera keluar dari kamar.
Sela dan Lolita yang mengetahui jika Bagas akan keluar segera berbalik masuk ke dalam kamarnya lagi.
Mereka tidak ingin Bagas mengetahui jika mereka berada di depan pintu kamar.
Naina merasakan lemas di kaki nya dia duduk dan menangis.
Ceklek....
Naina menoleh dan segera menghapus air matanya begitu dia tahu Sela dan Lolita masuk kedalam kamar.
" Hei, apa yang kalian lakukan di sini?" Ucap Naina dengan senyuman.
" Maaf kakak ipar, tapi kami sudah mendengar semuanya." Ucap Sela.
" Apa?"
...----------------...
...****************...
...----------------...
...****************...
......................
...****************...
...----------------...
kamu cantik naina bisa dapat lebih tampan lebih segalanya ....
kalau jadi naina jijik sumpahh 😏
hanya bulsit baru disuguhkan nikmat nya lupa dengan istri sah mu 😏😏
beda dengan Kamila masih pacaran sah² saja merebut toh masih pacaran 😂😂
entah kenapa Thor sosok pelakor berasa tokoh utama Clara dan amelia 😀🤭🤣🤣🤣🤣
laki² punya hati lembut emang mudahh diperdaya dibohongi
kayak mantan pacar ku terlalu baik semua orang sama perempuan sampai² tega menyakiti ku
orang lembut lebih bahaya Jika sudah menyakiti....
kadang isting ibu tajam na
tapi kadang pilihan ibu juga salah
hanya kita² lebih berhati² memilih pasangan....
setiap orang punya cara masing² menjalankan biduk rumah tangga
apalagi sifat naina seperti ku lembut pada pasangan selalu mempercayai pasangan
jika mencurigai laki² pasti bosan ya gakk ..biar lah waktu yang jawab
tau takdir seseorang tidak akan salah
apalagi jika dipisahkanitu tanda bukan jodoh yang baik untuk kita beress 😁
soal penghianat sudah penyakit