NovelToon NovelToon
CAMPUS COUPLE

CAMPUS COUPLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:344
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Laila

Menjadi mahasiswa Arsitektur semester tiga dan aktif dalam kegiatan himpunan sudah cukup menguras energi Gea. Kehadiran Jay yang manis terasa seperti tempat peristirahatan di tengah penatnya kegiatan. Pertama kali menjalin kasih, Gea fikir akan berjalan mulus, penuh rasa menggelitik, dan menyenangkan. Namun, kisah romansanya tidak berjalan mulus seperti yang dia bayangkan.
Kecemburuan dan kekangan dari Jay terasa semakin menyesakkan. Kuliah di jurusan yang di dominasi oleh pria, Gea tidak bisa bebas berinteraksi dengan pria, bahkan dengan sahabat dan sepupunya sendiri. Membuat keretakan dan hubungan mereka pun harus kandas.
Saat Gea tidak berpikir untuk menjalin hubungan baru, atau membuka hatinya untuk orang baru, dia dipertemukan dengan seseorang yang menawarkan kenyamanan yang berbeda. Seseorang yang hadir tanpa menuntut.
Bisakah Gea melepaskan luka masa lalunya dan menyambut dengan utuh seseorang yang datang di waktu yang dia tak sangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE EVENT - Part 2

Rangkaian acara besar di semester empat akhirnya selesai. Festival musik sebagai penutup rangkaian acara pun rampung saat jarum jam sudah melewati tengah malam. Di tengah rasa lelah dan kantuk, para panitia bergerak bersama membersihkan apa saja yang bisa mereka bereskan malam itu. Panggung utama baru akan di bongkar esok hari, disusul dengan rapat evaluasi.

Dengan langkah gontai, Gea dan ketiga sahabatnya berjalan beriringan sembari memeluk sisa-sisa perlengkapan dekorasi dan logistik yang harus mereka simpan di himpunan sebelum pulang.

"Geee,” suara familier memanggil dari arah depan himpunan. Itu Kian, yang datang menjemput adiknya.

“Abaaaaang…,” panggil Gea manja, suaranya terdengar sengau karena lelah dan rasa kantuk. Ia langsung mempercepat langkah kaki.

Kian tersenyum melihat wajah kusut adiknya, lalu mengacak rambut Gea pelan. Gea, Karin, Nindy, dan rekan-rekan himpunan lainnya, meletakkan barang-barang yang mereka bawa ke dalam himpunan. Setelah selesai, ketiga perempuan itu keluar sekre dan menghampiri Kian yang masih berdiri selasar himpunan.

“Udah selesai? Yuk, pulang. Temen-temen kamu gimana pulangnya?”

“Risa tadi udah di jemput sama Masnya, Abang. Kalau Nindy nanti nginep di Karin katanya. Gak kuat bawa mobil pulang ke kosannya sendiri, udah ngantuk dia.”

“Oh, okay,” ucap Kian, beralih menatap sahabat-sahabat adiknya. “Nin,” sapa Kian.

“Eh, Bang Kian,” sapa Nindy lesu.

“Masih kuat bawa sampe kosan Karin? Kata Gea lo balik ke kosan Karin malam ini,” tanya Kian memastikan.

“Masih kok, Bang,” jawab Nindy dibarengi kekehan pelan, berusaha mengusir kantuk dimatanya.

Kian merangkul pundak Gea yang sudah terlihat lemas dan siap tumbang kapan saja.

“Nanti kita buntutin Nindy sama Karin sampe kosan dulu ya, Ge,” ucap Kian.

“Iya, Abang,” Gea mengangguk setuju, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu tegap sang abang.

“Eh, gak usah repot-repo, Bang,” tolak Nindy sungkan.

“Udah, santai. Biar gue tenang juga di jalan. Kalian udah pada capek dan ngantuk gini. Gue cuma mau memastikan kalian sampe dengan selamat,” tukas Kian tegas namun perhatian.

“Aduh, Bang Kian makin ganteng deh jadinya,” guyon Karin, membuat mereka tertawa.

“Bang Kian,” sebuah suara lain menginterupsi suara tawa mereka. Jay yang baru datang, melangkah menghampiri kerumunan di depan selasar himpunan itu.

Kian menoleh, dan menurunkan rangkulannya dari pundak Gea. “Jay.”

“Jemput Gea, Bang?” tanya Jay.

“Iya. Udah tengah malem ini,” jawab Kian singkat.

“Padahal gue bisa nganter Gea kok, Bang.”

Sudut bibir Kian terangkat, membentuk senyum tipis yang sekilas tampak ramah namun sarat akan ketegasan.

“It’s okay. Kasian lo juga udah capek. Pasti pengen langsung balik dan istirahat.”

“Abang jadi repot sampe harus jemput malem-malem gini ke kampus. Titip Gea ya, Bang. Anaknya udah ngantuk banget itu,” ucap Jay kasual, mengelus belakang kepala Gea.

Detik itu juga, senyum miring tergambar di wajah Kian. Ada rasa geli sekaligus sinis di matanya setelah mendengar kalimat Jay barusan.

“Gea adek gue, Jay. Lo tenang aja,” jawabnya santai, namun intonasinya memberikan penekanan yang jelas pada kata ‘adek gue’.

Jay sempat tertegun selama satu detik, seolah baru menyadari kalau kalimatnya barusan mungkin terdengar kurang pas di telinga kakak pacarnya. Namun, ia cepat-cepat menguasai ekspresi wajahnya kembali.

“Ay, aku pulang ya. Nanti kabarin aku kalo udah sampe rumah,” pamit Gea pada Jay.

“Iya, Ya. Kamu juga. langsung istirahat, ya,” balas Jay lembut, menutupi kekeliruan kalimatnya

tadi.

“Duluan ya, Jay,” timpal Karin cepat. Tanpa menunggu lama, dia langsung mengapit tangan Gea dan Nindy, mengajak kedua sahabatnya berjalan menuju area parkiran fakultas, meninggalkan Kian dan Jay yang melempar anggukan pamit terakhir.

...****************...

“Ge, lari pagi yuk,” ajak Kian di Senin pagi, tepat saat Gea baru saja melangkah keluar dari kamarnya.

Gea mengerutkan kenung sembari merenggangkan otot-ototnya yang masih kaku.

“Aku ada kelas jam sepuluh nanti, Bang.”

“Nanti abang anter.”

“Abang gak kerja?”

“Off day.”

Gea langsung tersenyum lebar, berkata, “Owkay. Sekalian beli nasduk yuk, Bang! Tapi abang yang

beliin”

Kian tertawa ringan sambil menggelengkan kepalanya, “ayo.”

Berlari mengitari jogging track di taman komplek perumahan adalah rencana awal Kian. Namun, rencana itu terpaksa berakhir hanya dalam tiga putaran karena adik bungsunya sudah mengeluh kehabisan napas, capek, dan memilih duduk di salah satu bangku taman.

Kian tertawa melihat bagaiman napas adiknya begitu ngos-ngosan, mengingat pace lari mereka sejak tadi benar-benar santai seperti orang sedang berjalan cepat.

“Kamu tuh bener-bener harus olahraga rutin, Ge. Payah banget baru juga tiga puteran udah kayak mau pingsan” ledek Kian sembari menyodorkan sebotol air minum yang ia bawa.

“Sibuk kuliah, Bang. Gak sempet olahraga,” protes Gea manja sebelum meneguk minumannya.

“Yang dulu pilates sama temen-temen kamu itu gak lanjut?”

Gea menggeleng lesu.

“Kenapa gak lanjut?”

“Mahal tau, Bang, reformer pilates gitu,” keluh Gea, sukses membuat Kian tertawa lagi.

“Daftar aja, nanti Abang bayarin.”

Sepasang mata Gea seketika berkedip berbinar bak bintang di malam hari mendengar kalimat itu keluar dari mulut abangnya.

“Tapi aku udah minta Papa buat ikut kurus freediving.”

“Kamu mau freedive?”

“Iya. Abis kayaknya seru kalo liat abang freedive. Aku juga pengen bisa ngeliat bawah laut. Berenang sama lele jumbo,” canda Gea, berhasil membuat abangnya tertawa. Lele jumbo yang dimaksud Gea adalah whale shark.

“Ya udah, ikut aja. Kamu mau daftar di mana? Di tempat abang kemaren aja, instrukturnya bagus.”

“Iya, emang rencananya mau di tempat Abang.”

“Sip. Nanti Abang temenin kalo mau latihan. Yang pilatesnya juga ikut,” tagih Kian.

Gea yang langsung merengut, berkata, “banyak banget, males ah. Capek.”

Kian mendecakkan lidahnya, menatap sang adik dengan pandangan yang perlahan berubah serius namun tetap santai. “Capek pilates yang bikin sehat aja males. Tapi nemenin orang latihan futsal sampai malam jalan terus.”

Gea tersentak kecil. Ia langsung menoleh, menatap abangnya yang kini sedang menatap lurus ke arah jalanan taman dengan ekspresi tenang. Gea tahu persis ke mana arah pembicaraan Kian. Sebelum Gea sempat membuka suara untuk membela diri, Kian sudah lebih dulu mengacak rambut adiknya pelan, memotong potensi perdebatan di antara mereka.

“Nanti kamu tanya Nindy ya bayar berapa. Biar abang tf langsung,” ucap Kian, mengalihkan topik seolah kalimat sindiran barusan tidak pernah ada.

Gea yang masih tertegun akhirnya hanya bisa mencibir pelan, berkata, “Ish, kebanyakan duit banget.”

Kian tertawa puas sembari bangkit dari bangku taman, dan menjawab, “emang. Makanya dimanfaatin mumpung Abang lagi baik. Yuk, beli nasi uduk, keburu siang, nanti kamu telat masuk kelas.”

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!