NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi lain Dewa saat bangun tidur

Aza tersenyum lembut, ia tatap pias mata bulat indah yang menatapnya polos itu. Begitu menggemaskan hingga ia ingin sekali memeluknya erat.

Aza merunduk perlahan, lalu mengangkat tubuh Azka kecil itu ke dalam dekapannya. Memeluknya begitu erat hingga Azka terkekeh karena geli.

"Kak, putra kakak lucu sekali." lirih Azalea, tersenyum lembut ke arah Seraphine.

"Benarkan? Itulah putraku." balasnya dengan bangga.

Azka dengan berani mengecup pipi Aza tanpa ragu, membuat semua orang disana melotot bersamaan. Lalu menoleh ragu ke arah Dewa.

Benar saja, lihat mata legam tertutup poni itu. Serta nafasnya yang pendek-pendek dengan dada membusung, serta rahangnya yang tiba-tiba mengetat. Sial, Seraphine segera berjalan mendekat ke arah putranya, lalu mengambil putranya itu dengan gugup.

"Ahahaha....Maaf yah, Azka jadi ganggu kamu." kekeh Seraphine canggung.

Aza tersenyum menggeleng, wanita itu tatap lekat manik mata indah yang juga menatapnya. Tangannya terulur lembut, membelai pipi chubby itu perlahan.

"Azka tidak menggangguku kak. Dia sangat manis. Aku jadi ingin memiliki putra semanis Azka." ucap Aza tanpa sadar.

Dewa langsung terbatuk, semua orang langsung tertawa lirih. Sadar akan reaksi putranya yang cukup terkejut itu.

"Pasti dong...nanti kamu pasti akan memiliki banyak anak dengan Dewa, iyakan?" sela Nyonya Ziya tiba-tiba, semakin membuat tenggorokan Dewa rasanya tercekik, hingga terbatuk.

"Sial." decak Dewa lirih. Mencoba mengalihkan wajah memalukan itu dari pandangan mereka.

Seraphine tak mampu menahan tawanya, mendekatkan bibirnya di telinga ibunya, "Lihat, Bu. Putramu salting."

Nyonya Ziya mengangguk antusias, "Dia malu-malu itu, aslinya mau."

Sementara Aza hanya tertawa canggung, menatap Dewa yang berbalik membelakanginya itu gugup.

"Anu...."

Sadar akan sesuatu, Nyonya Ziya dan Seraphine lantas buru-buru mengambil tas masing-masing di sofa.

"Ahh...yasudah, karena sudah malam. Kami izin pulang dulu. Babay!" seru Nyonya Ziya dan Seraphine berdampingan. Keluar dengan langkah sedikit terburu-buru menuju pintu.

Aza dan Adam tatap melongo mereka bertiga yang tampak buru-buru keluar dari rumah. Dewa menepuk dahi, menggeleng pelan.

Sementara Aza refleks terkekeh, menutup mulutnya geli, mendongak menatap Dewa yang juga tersenyum menggeleng itu.

"Mereka ini, datang tanpa diundang, pergi seenaknya." kekeh pria itu.

"Tapi orang tua kamu lucu, Dewa. Mereka sangat humoris." balas Aza tersenyum kecut.

Melihat akunya keluarga Dewa, Aza jadi kepikiran tentang rumahnya yang hancur. Keluarganya bahkan tak menganggap dirinya putri mereka lagi. Alangkah indahnya memiliki keluarga yang menyayangi dan menghargai kehadiran kita bukan?"

Dewa rengkuh bahu Aza, memeluknya dari belakang dengan erat, membisikkan sesuatu di telinganya lembut.

"Mulai sekarang mereka juga keluargamu, Aza. Ini rumahmu."

Sepasang mata Aza langsung berkaca-kaca. Ia berbalik cepat, memeluk tubuh Dewa erat. Tubuhnya yang mungil seolah termakan oleh tubuh Dewa yang tinggi dan tegap.

"Tersenyumlah, Aza. mulai sekarang aku tidak akan membiarkan air mata penderitaan mengalir dari kedua bola matamu."

Aza mengangguk dibalik dekapan Dewa. Terisak kecil dengan rasa penuh akan kebahagiaan.

"Tolong jangan tinggalkan aku, Dewa. Cuma kamu tempat aku pulang sekarang."

Dewa mengangguk antusias. Seringaian tipis terbit di bibir maskulinnya, "Pasti. Selamanya kamu akan tetap menjadi milikku. Meski suatu saat takdir tak menyatukan kita. Aku yang akan mematahkan takdir itu sendiri."

***

Tidur Aza terusik saat merasakan lengan kekar menindih pinggangnya. Ia menggeliat kecil, berbalik arah. Ia tertegun saat merasakan bendak keras, kenyal dan panas di genggamannya. Saat ia membuka mata, alangkah terkejutnya Aza disitu. Ternyata tangannya menyentuh dada bidang Dewa yang kokoh dan kekar di depannya. Refleks bangkit. Menatap kosong tanpa berkedip.

Ia remat sprai di bawah, menggigit bibir menatap Dewa yang tertidur lelap dengan bertelanjang dada. Ia refleks mengecek dirinya sendiri, menghela nafas lega karena terbukti mereka tidak melakukan hal tidak-tidak tadi malam.

"Sudah puas memandangi wajahku, sayang?"

Aza terkejut, relfeks membulat. Menatap wajah Dewa yang tampan itu mulai membuka mata, tersenyum tipis ke arahnya. Lengannya yang kekar itu menarik pinggang Aza kembali tidur. Memeluknya dengan erat.

"Ini masih jam 4 pagi sayang. Kenapa kamu bangun...." suara Dewa yang agak berat dan serak sukses membuat bahu Aza meremang, relfeks terjingkit.

Ia buru-buru bangkit kembali, agak memberi jarak. Mengatur jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih kencang itu.

"De-Dewa, kenapa kamu tidur di kamarku?" cicit wanita itu gemetaran.

Dewa buka matanya kembali perlahan. Bangkit duduk di depan Aza. Makin melotot Aza disitu saat melihat tubuh Dewa yang tinggi, ototnya yang kekar, serta bahu dan lengan yang kokoh bersinar itu, sukses membuat Aza telan ludah.

Pandangannya tak lekang dari roti sobek di perut Dewa. Membuat pria itu tersenyum miring, merunduk kan wajahnya mendekat ke wajah Aza, menatap wanita itu intens. Aza spontan tahan nafas. Membuat Dewa tak mampu menahan tawanya.

Ia sugarkan rambutnya ke belakang sambil mendesah pelan, "Kenapa sayang? Apa kamu mulai menyadari pesonaku?"

Aza menelan ludah susah payah, refleks memalingkan muka. Memejam kuat, "Ku mohon pakai bajumu!" seru wanita itu setelah sekian lama bungkam.

Dewa tersenyum saja. Pria itu lantas mendekat, memeluk tubuh Aza sambil mendesah pelan, "Tidak mau, seperti ini lebih nyaman."

"Iya kamu nyaman tapi aku jantungan!" batin Aza gemetaran. Postur bahu Dewa yang lebar dan kokoh begitu menyita matanya. Ia sampai tak bisa berkedip saat tonjolan-tonjolan otot di bahunya itu terlihat. Ditambah rambutnya yang berantakan jatuh ke dahi, nyaris menutupi mata itu, membuat iman Aza langsung goyah. Dibandingkan dengan Ramdan yang suka mengorok dan jarang berganti baju, Dewa jauh lebih sempurna.

"Ku mohon pakailah bajumu, Dewa!" seru Aza memejam kuat.

Dewa tersenyum tipis, menghela nafas sebelum akhirnya ia raih kembali baju di ujung bawah kakinya, memakainya dengan pergerakan santai, "Sudah."

Aza pun memberanikan diri menatap Dewa kembali. Ia akhirnya bisa bernafas lega. Sampai akhirnya Dewa mendorong bahunya hingga tertidur, dengan Dewa yang menahan di atasnya. Tatapannya yang tajam setajam silet itu menelisik setiap inci tubuh Aza, hingga kembawah. Membuat Aza melotot, reflesk mengulurkan tangannya ke bawah, menutup area miliknya cepat.

"Apa yang kamu lihat?!" seru Aza, pipinya memerah karena malu.

Dewa tersenyum menggeleng. Ia kikis jarak di antara mereka. Hingga kini tubuh mereka saling menempel. Dewa seka anak rambut Aza ke belakang, tersenyum maskulin, menatap intens wajah yang kikuk di bawahnya itu. Kecupan dalam mendadak di sudut bibirnya. Sukses membuat Aza makin merinding dibuatnya.

"Dewa kamu mau ngapain?!" Seru Aza gemetaran.

Dewa tersenyum menggeleng, lalu wajahnya turun ke leher, menggigit singkat leher Aza hingga wanita itu meringis, mengerang kecil.

"Kenapa menunggu massa idahmu itu lama sekali, Lea. Aku sudah tak tahan ingin menikahimu sekarang. Dan menanamkan milikku di perut kecil ini." bisiknya, sambil meraba perut Aza hingga wanita itu membola, relfeks menahan tangan Dewa yang semakin merangkak naik.

"Dewa kamu—!"

CUP!

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!