NovelToon NovelToon
Crazy Rich

Crazy Rich

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Balas dendam. / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Demi harta warisan, Gadhiata rela menikahi gadis cupu pilihan sang kakek. Pernikahan sandiwara yang akan mereka jalani apakah berjalan sesuai rencana? Apa Hanum sang calon istri akan diam saja saat mengetahui dia hanya dipakai sebagai alat? Bagaimana jika Hanum marah, apakah gadis cupu itu akan menjadi suhu? Hanya untuk membalas dendam pada perlakuan Arrogant Gadhiata selama ini padanya yang memandang sebelah mata.

Baca juga novel Sept yang lain :

Rahim Bayaran
Suami Satu Malam
Dinikahi Milyader
Suamiku Pria Tulen
Dea I love you
My boss my Husband
Pernikahan Tanpa rasa
Menikahi pria dewasa
Cinta yang terbelah
Wanita Pilihan CEO
The Lost Mafia Boy
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena
KANINA yang Ternoda

IG Sept_September2020
Fb Sept September

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Digigit

Crazy Rich Bagian 29

Oleh Sept

'Aku rasa kakek sudah menjebakku sampai sejauh ini!' batin Gadhi sambil menegang gelas. Pria itu kemudian minum sebentar, menata otak sejenak. Syarat dari kakek sungguh berat. Karena Gadhi sudah melakukan perjanjian pra nikah lebih dulu dengan Hanum. Di mana di sana Hanum menuliskan pasal tentang tanpa kontak fisik. Kalau begini ceritanya, ia benar-benar tidak akan pernah dapat warisan dari sang kakek.

'Sialll!' umpatnya dalam hati.

"Acara sudah akan dimulai, Kakek mau kamu siap-siap. Kakek akan temui beberapa tamu penting lagi," ucap kakek Mahindra kemudian beranjak dari tempat duduknya. Pria itu berjalan sembari diikuti sang asisten dari belakang.

Sementara itu, Gadhi terdiam. Ia masih tertegun memikirkan apa yang harus ia lakukan nanti. Mendengar persyaratan kakek, dia langsung ingin menyerah.

"Apa aku harus membangun perusahaan sendiri? Agar kakek tidak banyak ikut campur dalam hidupku?" gumamnya setengah putus asa.

Tap tap tap

Derap langkah pelan yang dihasilkan oleh high heel yang mendekati Gadhi, membuat pria itu menghentikan lamunanya. Ia lalu menatap sang mama yang sudah cantik, anggun, elegant dan berkelas.

"Mama lihat tadi kakek bicara dengan wajah serius padamu, kakek bicara apa?" tanya Nyonya Geni yang ternyata ratu kepo sama seperti putranya.

"Masalah bisnis," jawab Gadhi bohong.

Jika ia jujur, masalah akan jadi panjang. Apalagi ini dalam acara penting. Bisa-bisa sang mama melakukan yang bukan-bukan. Gadhi tahu betul karakter sang mama. Makanya, lebih baik ia rahasiakan masalah ini dari kakek.

"Oh, acara pernikahan masih saja membicarakan bisnis. Semua selalu bernilai bisnis di depan kakekmu!" gerutu Nyonya Geni sembari merapikan bulu mata yang terasa sedikit miring. Mungkin karena terlalu tebal, membuatnya jadi kurang simetris.

"Ya sudah, acara mau dimulai. Yang menikahkan kalian juga sudah siap. Tinggal nunggu si Hanum keluar. Heran, didandani seperti apa, dari tadi tidak keluar-keluar. Mama sebenarnya malu, banyak temen Mama mau kenal sama calon menantu Mama. Jangan sampai mereka tahu siapa si Hanum itu!" ucap Nyonya Geni mewanti-wanti dengan gaya sundul langit.

Gadhi hanya memijit pelipisnya, pusing dengan syarat Kakek, ditambah dengan celotehan sang mama. Mereka berdua bagai air dan api, tidak akan pernah bersatu.

"Tuan ... acaranya mau dimulai," ucap sekretaris Jo yang mendekati keduanya.

Nyonya Geni pun mengangguk pada Gadhi, dan putranya pun menuju ke sebuah tempat di mana akan diadakan prosesi pernikahan antara dirinya dan Hanum. Si gadis yang tidak disukai sang mama tapi sepertinya disayang oleh kakeknya.

Sekarang, Gadhi sudah duduk di depan Pak penghulu. Ada dua saksi, satu presidenn, satunya lagi adalah pengusaha terkenal yang selama ini ikut andil dalam binis Tourshine Groups.

Ada kakek Mahindra juga, beliau duduk sambil mengamati ekspresi gelisah cucunya.

'Mulai sekarang, kamu harus ikuti aturan dari kakek!' ucap kakek dalam hati.

Sesaat kemudian, semua mata undangan tertuju pada sosok pengantin wanita yang berjalan masuk di atas taburan bunga mawar. Hanum berjalan masuk digandeng madam Li yang juga tampil dengan balutan baju yang elegant.

"Nona, angkat wajah Nona sedikit! Nona sekarang gadis paling cantik di ruangan ini!" bisik madam Li pelan.

Perlahan Hanum mengangkat dagunya sedikit, ada rasa tidak nyaman ketika dirinya menjadi sorotan. Hanum bisa merasakan, banyak sorot mata yang mengarah pada dirinya.

"Berjalan pelan, penuh percaya diri. Anda cantik!" ucap madam Li lagi dengan lirih. Ia ingin hasil satu bulan ini tidak sia-sia.

Ketika Hanum berjalan melewati tamu demi tamu, banyak kasak-kusuk yang mulai terdengar seperti suara tawon.

[Cantik sekali calon pengantinnya]

[Dari keluarga mana? Pasti tidak kalah kaya dengan keluarga Prakash]

[Terlihat anggun, pasti orang kaya. Siapa dia? Mengapa tidak pernah terekspos? Apa selama ini tinggal di luar negeri?]

[Aku penasaran, latar belakang calon pengantin, dari keluarga mana dia berasal?]

[Pantas dia tidak pernah terlibat scandal, dia punya kekasih yang disembunyikan dan cukup cantik!]

Banyak suara sumbang, ada juga yang kagum, dan telinga madam Li mendengar itu semua. Tapi tidak dengan Hanum, telinganya mendadak tidak bisa mendengar apapun. Segalanya terasa seperti denggungan. Hanum sedang nervous berat. Gadis itu baru bisa mendengar dengan jelas ketika duduk di samping Gadhi. Pria yang sebentar lagi akan menikahi dirinya.

Gadhi hanya melirik sekilas ketika Hanum duduk di sebelahnya, pikirannya yang kacau membuatnya tidak fokus. Hingga dia tidak sadar, sedang duduk bersama wanita yang cantik. Tapi bagi Gadhi, cantiknya Hanum ya begitu saja. Standard, katena teman-temannya juga banyak yang lebih cantik.

"Bagaimana apa bisa dimulai?" tanya Pak penghulu.

Gadhi mengangguk pelan. Ada keterpaksaan pada wajahnya yang tampan tersebut.

***

....

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Hanum Bramantya binti Bramantya Arya dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”

Gadhi mengucap dengan satu kali tarikan napas, ada kegundahan. Berharap acara ini cepat selesai.

"Bagaimana para saksi? Sah?"

"SAH!"

Suara sah menggema, dan ada wajah kelegaan di paras kakek Mahindra yang penuh dengan keriput tersebut.

Sedangkan Hanum, ia seperti Gadhi. Wajahnya gelisah, gunda dan seperti orang bingung.

'Bagaimana ini? Pria ini sekarang adalah suamiku?' batin Hanum cemas.

'Apa kakek puas? Astaga! Bagaimana bisa aku membuatnya hamil? Kakek! Kakek benar-benar menyiksaku sampai akhir!' gerutu Gadhi.

"Ini cincinnya!" madam Li datang dengan sebuah kotak merah hati berbentuk love.

Gadhi pun meraih benda tersebut, dengan berat hati ia pasang cincin berlian asli di jari manis Hanum. Begitu juga sebaiknya, Hanum juga memasang cincin warna putih di jari manis suaminya, tentunya dengan hati yang sangat berat.

"Sekarang ciumm keningnya, Tuan!" bisik madam Li yang bagai obat nyamuk utusan Kakek Mahindra.

'Apa?'

Gadhi menatap tajam madam Li lewat ekor matanya. Tapi ia sepertinya harus melakukan ini, demi sesi photo. Lihat! Banyak kamera tertuju padanya! Siall!

Dengan sangat berat, Gadhi memajukan wajahnya. Perlahan kulit bibirnya menyentuh dahi Hanum untuk yang pertama kali.

CUP

'Astaga!'

Hanum bergidik, seperti deja Vu.

"Aku melakukan ini karena terpaksa!" bisik Gadhi.

Spontan Hanum mendongak, dan mata keduanya pun bertemu.

"Kamu pikir aku suka kau ciumm?" balas Hanum dengan berbisik pula.

"Ish ... itu bukan sebuah ciuamann!" desis Gadhi lirih.

"Tium!"

"Tium!"

"Tium!"

Terdengar suara riuh para tamu undangan meminta keduanya saling ciium. Sekilas mereka pikir Hanum dan Gadhi sedang bisik-bisik cinta, menggombal kata indah karena keduanya terlihat begitu intense saling menatap ketika bicara.

Gadhi menoleh, dilihatnya para tamu undangan meminta dirinya menciumm sang istri.

'Yang benar saja kalian ini!' gerutu Gadhi.

Ia pun akan duduk kembali, tapi matanya tanpa sengaja menatap sosok yang juga sedang melihat ke arahnya.

Gadhi yang baru akan duduk, langsung kembali berdiri tegap dan ...

CUP

Kali ini bukan mimpi, dan dia sudah melangar pasal 7.

Gadhi menempelkan bibirnya, membuat Hanum beringsut. Tangan gadis tersebut mencoba mendorong tubuh bidang Gadhi. Akan tetapi Gadhi malah merengkuh pinggangnya. Menyesap bibir ranum itu dengan rasa campur aduk.

'Apa ... apa yang kau lakukan?' batin Hanum meronta. Tapi Gadhi malah mengigitnya. BERSAMBUNG.

Terserah kamu babang! Wes mbuh. Hehehe

1
✨️ɛ.
Mak Geni kebanyakan nonton sinetron en teori konstipasi ini..
eh, konspirasi..
Ros Yusmiasih
suks2nya author lah
.....
Ros Yusmiasih
benar author ......bisa gak tamat2 ceritanya 😄😄
Ros Yusmiasih
kapok.mj Ghafi kakrk dilawan ....eh bulan author maksudnya😂😂😂
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
🤣🔥🔥🔥🔥
Andriyati
jangan bilang kalau ibu yg Hanum rawat mrninggal
Elly Rasmanawati
Luar biasa
Elly Rasmanawati: ceritanya mantap....tdk ber tele2....
total 1 replies
RossyNara
kan sudah ku duga, ternyata beberan si Hanum cucunya si kakek.
RossyNara
apa mungkin Hanum cucu kandungnya kakek y?
RossyNara
hati2 Gandi jangan buat Hanum marah dan berubah jadi hulk. /Smirk//Smirk/
RossyNara
ku tunggu kamu bucin parah sama Hanum, Gadhi. /Joyful//Joyful//Joyful/😈😈
Ruswa 123
Kecewa
Ruswa 123
Buruk
Hikmah
lho..lho...tidak sesuai dengN rencana./Drool/
Omha Achun
Luar biasa
Nurhayati Ningsih
gemes
N Wage
aamiin.
si sulung aku umur 8 th baru punya adek.
N Wage
masih penasaran dg cerita masalalu hanum.bagaimana cerita ibunya sampai meninggal dunia sehingga ia diasuh oleh ibunya yg sekarang beserta ayah sambung dan kk tirinya.
N Wage
seperti kemasan terigu saja...segitiga biru😂😂😂😂😂
N Wage
ada.
aku menyaksikan sendiri,walau bukan aku yg mengalami.ada keluarga yg boleh dikata mampu dan berkecukupan tapi masih juga resahndan ingin menguasai harta saudaranya yg lain.padahal sdh dibagi rata oleh orangtua mereka dulunya.sampai memutuskan tali silaturahmi dg saudara2nya yg lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!