Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.
Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.
Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.
Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.
Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.
Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?
Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CAFETARIA PENJARA
Ranum bangun dari tidurnya. Dia melihat dokter Lesley masih tidur di ranjang pasien. Ranum beranjak dari kursinya mengambil kunci pintu klinik yang ada di meja. Dia keluar untuk pergi ke ruang makan penjara. Saat tiba di ruang makan penjara, Ranum mengambil Ransum makanannya dan mulai mengambil makanan. Melvin memanggil Ranum untuk bergabung di mejanya. Ranum mengangguk lalu melangkah ke meja tersebut.
“Semalaman kamu tidak kembali, kamu kembali dibawa ke ruang eksekusi Mark?” Melvin bertanya.
Ranum menggeleng. “Aku tetap di penjara. Tapi kali ini lebih mengerikan.”
“Mengerikan bagaimana? Penjara blok C saja sudah lebih mengerikan dari blok penjara lainnya.” Octo ikut bertanya.
“Intinya lebih mengerikan dari yang kalian bayangkan. Aku tidak ingin membahasnya.” Ranum mulai menyantap makanan yang ada di Ransumnya. Begitu pula Melvin dan yang lainnya kembali menyantap makanan mereka, pun mereka tidak ingin memaksa Ranum untuk menceritakan lebih lanjut, mereka tidak ingin membuat Ranum marah. Seperti biasa Melvin memiliki segudang obrolan, dia mencari topik obrolan lain, membuat meja itu penuh canda tawa. Tapi tidak lama seorang wanita berjalan menuju meja mereka. Seluruh mata tertuju ke wanita tersebut. Tidak pernah ada wanita yang berani masuk ke ruang makan itu, termasuk wanita yang bekerja di penjara tersebut. Satu – satunya wanita yang ada dan berani berada di ruang makan itu hanya Mrs.Maddy, pun itu karena dia yang mengurus jatah makan tahanan, agar para tahanan tertib dan tidak ada yang mengambil lebih dari jatah yang sudah di tentukan. Mrs.Maddy juga sudah terlalu tua untuk mendapatkan godaan dari para tahanan, belum lagi tubuhnya yang dua kali lebih gemuk dari tubuh Alonso. Membuat para tahanan takut mendekatinya.
“Boleh aku bergabung?” Wanita itu bertanya.
Tangan Ranum yang sedang menyendok makanan terhenti, dia sangat kenal suara itu. Itu suara dokter Lesley. Mau apa dokter itu kemari? Apa aku harus mengganti lagi perbanku? Ranum bertanya dalam hatinya.
“Boleh dok, boleh.” Melvin menjawab cepat pertanyaan itu. Dia yang duduk di sebelah Ranum berdiri, memberikan tempatnya untuk dokter Lesley. Lalu pindah ke sebelah teman lainnya.
“Terima kasih.” Dokter Lesley tersenyum. “Hai Mark. Kenapa kamu kabur begitu saja?”
Ranum menelan ludah.
“Kabur bagaimana dok?” Melvin bertanya penasaran.
“Mungkin dia kabur dari penjara yang sangat mengerikan itu Melvin, jika aku jadi Mark, mungkin aku juga berusaha untuk kabur.” Octo memotong, lalu tertawa, diikuti yang lainnya.
“Penjara mengerikan?” Dokter Lesley bertanya ke Octo, wajahnya bingung.
Octo mengangguk. “Mark bilang tadi malam dia di penjara di tempat yang sangat mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan seberapa mengerikannya. Bagiku blok ini saja sudah seperti neraka.” Octo kembali tertawa.
Dokter Lesley tertawa kecil. “Jika klinik penjara ini dia sebut penjara paling mengerikan.” Dokter Lesley menatap Ranum, tersenyum. Ranum tetap menyantap makanan yang ada di depannya. Tidak mempedulikan obrolan yang lainnya.
“Apa!” Melvin berseru terkejut. Begitu juga yang lainnya. Juga ratusan pasang mata masih tertuju ke dokter Lesley
“Semalaman dia bersamamu di klinik dok?” Melvin bertanya tidak sabaran.
Dokter Lesley mengangguk.
“Kenapa kamu membiarkannya berada di klinik bersamamu?” Melvin semakin penasaran.
“Dia pasienku yang paling nakal, jadi aku tidak bisa membiarkannya berkeliaran dengan luka – lukanya itu.” Dokter Lesley mulai membuka kotak makannya.
“Beruntung sekali kamu Mark, aku sangat iri kepadamu.” Octo tertawa, diikuti yang lainnya.
“Dan dia masih bilang klinik itu penjara paling mengerikan.” Dokter Lesley bersungut – sungut.
“Jika aku Mark, tadi malam pasti akan menjadi malam paling membahagiakan dalam hidupku.” Melvin tertawa, diikuti yang lainnya.
Ranum hanya diam sambil menyantap makanan yang ada di depannya. Meja mereka penuh dengan obrolan – obrolan ringan, serta canda tawa. Tapi perbincangan di meja mereka terhenti saat Jose Phillips dan kelompoknya tiba – tiba mengambil alih meja Ranum dan kawan – kawan. Jose Phillips duduk di depan Ranum. Melvin dan yang lainnya terdiam, termasuk dokter Lesley.
“Setelah membunuh banyak tahanan, menyakiti kepala sipir, sekarang sedang berusaha mendekati wanita tercantik di penjara ini.” Jose mengambil buah yang ada di ransum Ranum, lalu memakan buah tersebut. Membuat Ranum berhenti makan.
“Apa maumu?” Ranum menatap Jose tajam.
Dokter Lesley memegang lembut lengan Ranum. Ranum mengerti maksud dokter Lesley, bahwa dia tidak boleh berkelahi lagi dengan tahanan lainnya. Ranum kembali menyantap makanannya.
“Nyalimu sungguh luar biasa anak muda. Tapi aku akan mengurusmu lain kali, aku ada urusan dengan dokter ini.” Jose tersenyum ke dokter Lesley. “Dok, lebih baik kamu memeriksaku sekarang. Ayo ikut denganku.” Jose menarik tangan dokter Lesley. Wajah dokter Lesley meringis kesakitan.
Ranum mecengkram tangan Jose sekuat tenaga. “Kamu terlihat sangat sehat. Sepertinya tidak ada yang perlu di periksa hari ini.” Ranum tersenyum ke Jose. Jose melepaskan dokter Lesley dari genggamannya. Ranum tetap mencengkram tangan Jose sekuat tenaganya.
“Bajingan kau!” Jose berseru, tangannya gesit mengambil ransum yang ada di hadapannya, ransum itu menghantam kepala Ranum.
Ranum menatap Jose sangat tajam. “Melvin, ajak temanmu yang lain untuk membawa dokter ini ke klinik. Jaga dia disana.” Ranum lompat ke atas meja. Lalu menendang tubuh Jose, membuatnya terpelanting kebelakang, menabrak meja di seberang.
Melvin dan empat orang lainnya, berusaha membawa dokter Lesley keluar dari ruang makan. Octo dan anak buahnya yang tersisa membantu Ranum melawan anak buah Jose yang mulai menyerang. Tahanan lain tidak tinggal diam, beberapa yang tidak suka dengan Jose, mulai menyerang tahanan yang berada di pihak Jose. Seketika ruang makan berubah menjadi ring tinju. Beberapa tahanan menahan sipir yang berusaha melerai. Tidak sedikit sipir yang dihajar habis – habisan oleh para tahanan.
Jose melayangkan tinju kiri, dengan mudah di tepis Ranum, menggunakan tangan kanannya. Tapi bukan itu niat Jose, tangan kanan Jose sangat cepat menangkap leher Ranum. Ranum tercekik, Jose mengangkat Ranum, kemudian di banting sangat kuat ke meja. Ranum meringis kesakitan, itu tenaga yang sangat kuat. Belum selesai merasakan sakit, Ranum menerima pukulan bertubi – tubi dari Jose. Ranum berusaha menahan semua serangan itu, sayangnya tenaga Jose terlalu besar untuk ditahan. Ranum terlempar ke dinding ruang makan. Dua orang tahanan lompat ke arah Ranum melepaskan pukulan ke arah wajah Ranum, kali ini Ranum berhasil menangkap pukulan itu. Ranum berdiri lalu menghajar dua kepala orang itu dengan lututnya. Dua orang itu langsung tergeletak di lantai. Satu orang berlari ke arah Ranum, lompat lalu melayangkan tendangan. Ranum berhasil menahan tendangan itu di pundaknya, Ranum menghantam lutut orang itu, kemudian melepaskan tinju sekeras mungkin ke wajah orang tersebut hingga terlempar ke udara setengah meter. Kali ini Jose sudah sangat dekat dengan Ranum, dia mencengkram kepala Ranum, mengangkat Ranum bagai mengangkat boneka, tangan kanannya melesat kencang melepas tinju ke arah perut Ranum. Membuat Ranum kembali terlempar dan terjatuh di kerumunan tahanan lain yang sedang bertarung. Tiga orang yang melihat Ranum sedang terbaring di lantai, langsung menyerang Ranum. satu pukulan mengenai wajah, satu lagi mengenai perut, dan tendangan terakhir berhasil mengenai pinggang Ranum.
“Sial!” Ranum menggerutu. Dia segera bangkit menghajar tiga tahanan itu secepat yang dia bisa, tiga tahanan itu langsung terkapar di lantai. Ranum meraih ransum yang ada di meja makan, dia menghantam siapapun yang ada di dekatnya, orang pertama, dia hantam menggunakan ransum hingga terjatuh, saat terjatuh Ranum langsung melayangkan tendangan ke arah wajahnya. Orang kedua mendapat pukulan di perut, dengan cepat Ranum menghantam wajah orang kedua dengan lututnya. Orang ketiga, tewas sangat cepat karena Ranum menancapkan ujung ransum di lehernya. Berlanjut ke orang keempat Ranum menghantam wajahnya sangat kencang, menendang betis kakinya. Lalu menghajar orang itu telak di wajahnya menggunakan ransum. Orang kelima terkena pukulan telak di rahang, seketika terkapar di lantai ruang makan. Hingga orang ke-67 berhasil dihajar dengan sekali pukulan di bagian wajah, gigi orang itu tanggal tiga terkena pukulan telak dari Ranum.
Napas Ranum tersengal setelah melawan puluhan tahanan. Di ujung ruang makan juga terlihat Jose yang sedang mengatur napasnya karena telah melawan tahanan yang tidak berada di pihaknya. Satu tahanan memukul Ranum dengan ransum, membuatnya terjatuh ke lantai. Orang itu langsung kembali menyerang Ranum dengan ransum, tapi Ranum segera mengelak, kaki Ranum cepat mengait kaki orang itu, membuatnya juga jatuh ke lantai. Ranum segera berdiri, lalu menginjak dada orang itu berkali – kali hingga hancur. Ranum menghantam tulang dada orang itu berkali kali hingga patah, mengambil dua buah tulang dada yang patah, lalu menggenggam tulang itu dengan teknik edge in. Ranum menghajar membabi – buta tahanan yang ada di sekelilingnya menggunakan tulang dada tersebut. tulang itu telak menusuk leher, dada, perut, kepala, pinggang, wajah, kaki. Apapun yang bisa di gapai secara cepat. Ranum kembali berhasil mengalahkan 49 tahanan dengan sangat cepat karena bantuan tulang tersebut.
Ranum menyeka keringatnya sambil meringis, menahan sakit akibat puluhan serangan yang dia dapat. Tiba – tiba pukulan sangat keras mengantam wajah Ranum, membuatnya terpelanting tiga meter. Jose berjalan santai, tersenyum ke arah Ranum sambil mengusap tangannya. Ranum membuang darah yang ada di dalam mulutnya, kemudian menyeka ujung bibirnya.
“Kemarilah babi kecil, aku akan menghancurkan tulangmu juga.” Jose menyeringai lebar.
Jose kembali mencengkram kepala Ranum, memukuli tubuh Ranum berkali – kali tanpa jeda. Kemudian kembali melempar Ranum ke dinding ruang makan. Ranum terkulai lemas, tubuhnya sudah mencapai batas, tubuhnya mengeluarkan darah sangat banyak karena luka lamanya terbuka kembali, di tambah dengan luka – luka baru. Ranum sudah tidak bisa bergerak banyak, dia hanya tergeletak di lantai. Tapi tidak di sangka, dari belakang Octo berlari, lalu melayangkan pukulan yang berhasil menghantam kepala Jose sangat kuat, membuatnya tersungkur ke lantai. Ranum melihat kesempatan di depannya, dia meraih tulang yang ada di depannya. Lalu menghunjam tulang – tulang itu ke kepala Jose dengan sisa tenaga yang ada. Jose seketika tewas, darah keluar sangat deras dari kepalanya, rambut mohawknya yang hitam berubah menjadi merah. Ranum langsung tergeletak pingsan di sebelah tubuh Jose. Kubu Ranum memenangkan pertarungan. Octo segera membawa Ranum yang pingsan keluar dari ruang makan.