Warning!
Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!
Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.
Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.
Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.
Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lokasi Misi : R
Berhari-hari Harley dan kedua teman wanitanya menjalankan rencananya dengan sangat baik, masing-masing dari mereka telah berhasil menyamar sebagai beberapa tokoh penting di sana.
Mereka harus bisa masuk kedalam mansion sekaligus markas besar D'Castello itu dengan mudah dan aman tanpa seorangpun yang mencurigai.
Jika setahun yang lalu mereka akan masuk dan menyamar sebagai salah satu anggota musuhnya untuk menghancurkan mereka dari dalam, kali ini mereka akan menyamar sebagai salah satu anggota parlemen nakal yang akan melakukan kerjasama dengan D'Castello.
Pagi ini setelah dua minggu akhirnya anggota parlemen satu bidang keamanan negara John Terry berhasil menemui D'Castello secara langsung, setelah sebelumnya dia hanya bisa menemui pengacaranya Rudolf untuk melakukan hubungan kerjasama kerja.
" Selamat pagi John, silahkan bergabung bersama kami" Ucap D'Castello disaat mereka baru akan memulai sarapan bersama.
Di sana John diperkenalkan dengan rekan bisnis D'Castello yang bernama Luis, seorang pria dengan kaki palsu robot nya. Pria itu terlihat tidak menyukai kedatangan John di sana.
"Terimakasih tuan" Ucap John lalu menduduki kursi kosong yang telah disediakan untuknya, sementara Rudolf duduk di kursi di samping kanan D'Castello.
Selesai dengan acara sarapan pagi bersama, perbincangan mereka berlanjut di halaman belakang mansion mewah itu bersama dengan para gadis yang mulai memasuki kolam renang dengan bikini warna-warni nya.
"John bergabunglah bersama kami" Ajak D'Castello saat pria tua itu sudah dikerumuni para gadis di kursinya.
"Terimakasih tuan D'Castello, saya harus segera kembali ke kantor...Anda tahu kan maksud saya " Kekeh John, sambil menggaruk tengkuknya.
"Jangan terlalu patuh John, kau akan rugi nanti " Pria tua itu tergelak hingga membuat perutnya bulatnya bergoyang.
John pun berpamitan setelah mereka mencapai kesepakatan bersama sebelumnya, mereka sepakat untuk menguji kehebatan senjata yang akan dibeli John dua malam lagi. John pun harus dengan segera menyiapkan uang yang telah disepakati jumlahnya, dan akan menyerahkan sebagian uang tersebut saat pengujian berlangsung nanti.
"Rudolf, beritahu Deluca untuk menemui ku dua malam lagi" Pinta D'Castello, lalu menyesap kembali cerutunya.
"Apa anda akan mempertemukan mereka nanti tuan? Tidakkah itu akan menjadi masalah?" Rudolf merasa heran dengan klien tetap nya ini, pasalnya Deluca dan John sama-sama anggota parlemen yang mengadakan kerjasama kerja dengannya di bidang pengadaan senjata api. Bedanya Deluca juga memesan satu ton barang haram kepada klien gilanya itu.
"Apa kamu mulai meragukan keputusan ku Rudolf?" Tanya pria tua itu dingin.
"Tidak tuan... Baiklah akan aku beritahu orang gila itu" Ucap Rudolf malas, lalu beranjak dari tempatnya menuju meja kerjanya.
"Jangan serakah orang tua, atau kau akan tahu akibatnya" Luis mendudukkan dirinya di atas kursi panjang dipinggir kolam di samping D'Castello.
"Jangan sok tahu bodoh! Kau bahkan tidak becus menjalankan bisnis ku setahun yang lalu!" D'Castello membuang saliva nya ke samping Luis.
"Andaikan anak buah ku tidak berhasil menyelamatkan mu, kau bahkan sudah hancur berkeping-keping waktu itu" Lanjutnya, lalu menyesap kembali cerutunya.
"Jadi mereka ini....Pantas saja...."
" Tuan... Minuman anda..." Seorang pelayan wanita berbikini merah meletakkan dua gelas cocktail di atas meja, Luis menatap bokong mulus milik pelayan itu lalu menepuk nya.
"Anda nakal tuan Luis" Bisik pelayan sexy itu , lalu mengedipkan sebelah matanya.
Luis beranjak dari duduknya lalu berjalan mengikuti langkah kaki pelayan itu setelah dia menenggak habis minumannya, dia mengepalkan tangannya setelah merasakan sensasi ditubuhnya.
Luis masih mengikuti langkah wanita itu meski saat ini pandangannya sudah sedikit kabur, hingga dia memasuki ruangan dimana para gadis biasa bercengkrama, mereka sedikit terkejut melihat kedatangan pria itu ke sana. Bahkan gadis yang diikutinya tadi pun langsung memutar tubuhnya saat teman-teman nya melihat kearah belakangnya.
"Tuan Luis?" Seketika wanita itu mengembangkan senyumnya, sambil mengulurkan tangannya kepada Luis dan menuntun nya ke tengah-tengah para gadis.
.
.
"Panggilkan Luis!" Seru D'Castello kepada kepala pelayannya, pria tua ini sangat kesal karena keponakan nya itu tidak juga bangun dari tidurnya.
"Dasar manusia tidak berguna!" Pekiknya sambil melemparkan gelas minuman yang ada ditangannya.
Tak lama sang kepala pelayan berlari memasuki ruangan dengan keadaan cemas.
"Tuan besar...Tuan Luis tidak sadarkan diri" Ucapnya terbata. Dia bahkan tidak berani menatap wajah majikannya itu.
D'Castello beranjak dari duduknya dan memerintahkan pelayan rumahnya itu untuk memanggil dokter keluarga, dia bergegas menuju ke kamar Luis dimana pria itu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
"Panggilkan siapapun yang terakhir kali bersama dengan nya!" Titah sang majikan kepada anak buahnya.
Tak lama dua orang dokter memasuki kamar Luis dan mulai memeriksa kondisi tubuhnya, sementara D'Castello masih menginterogasi para gadis yang kemarin menemaninya.
"Kami hanya menemani tuan Luis seperti biasanya tuan, tepat pada pukul 8 malam tuan Luis meminta saya untuk mengantar nya ke kamar" Jawab seorang gadis yang kemarin mengantarkan dua gelas minuman kehadapan D'Castello dan Luis.
" Apa kalian???" D'Castello menatap tajam wanita itu.
"Tidak tuan, saya langsung pergi setelah menyelimuti tuan Luis" Gadis itu tertunduk, dia mengerti arah pertanyaan tuannya. Bagaimana mungkin mereka melakukan hal itu jika tuan Luis sudah tidak memiliki alat tempur pikirnya.
"Kalian boleh pergi!" Titah pria tua itu setelah salah seorang pengawal nya membisikkan sesuatu ditelinga nya.
"Dasar bocah tidak berguna!" D'Castello geram setelah mengetahui bahwa Luis telah meminum obat perangsang dan melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang pria, apalagi setelah pengawal itu memperlihatkan sebuah rekaman cctv melalui ponselnya.
Keesokan malamnya.
John telah berada bersama dengan D'Castello serta Luis untuk menguji coba beberapa senjata yang akan dia pesan disebuah hangar kosong yang berlokasi di landasan pacu pribadi milik kartel terbesar di negara itu, saat Deluca menghampiri mereka dengan Rudolf.
"Apa maksudnya ini?!!" Ucap John saat Deluca menyapanya.
"Santai John! Kau tak perlu bertingkah seperti anak kecil begitu" Kekeh Deluca, lalu mendorong senjatanya ke kepala John.
"Apa yang kau lakukan brengsek!" Ucap John, pria itu mulai terlihat panik.
"Katakan siapa kamu sebenarnya John? Mengapa kamu saat ingin berada disini?" Deluca menarik pelatuk pistol nya.
"Apa maksud perkataan mu Deluca! Kau tahu siapa aku! Justru aku yang ingin tahu kenapa kamu tiba-tiba berada disini? Apa kamu datang bersama dengan pasukan mu?" Kekeh John, dia tidak mau termakan gertakan rekan sejawatnya itu.
Klak!
Klak!
Klak!
Seketika mereka saling menodongkan senjatanya setelah mengokang dan menarik pelatuk senjata-senjata mereka.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading 🤗
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
tolong pencerahannya pengarang cerita...