NovelToon NovelToon
CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:747.1k
Nilai: 4.2
Nama Author: Henny

Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.

Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lombok Part 1

Duduk di kelas bisnis saat ada dalam pesawat memang sudah biasa buat Yasmin. Namun duduk di samping orang yang sebenarnya tidak kita sukai, baru pertama ini Yasmin lakukan. Penghuni kelas bisnis hanya ada 8 orang. Bojes dan pacarnya justru duduk di kelas ekonomi.

Yasmin sedikit kesal karena sejak duduk di dalam pesawat, Erdana justru tidur. Yasmin merasa bosan namun tak bisa melakukan apa-apa. Mau menatap ke luar jendela pun rasanya tak menarik karena mereka take off saat saat jam sudah menunjukan pukul 7 malam.

Untunglah perjalanan yang ditempuh hanya memakan waktu 1 jam 50 menit sehingga Yasmin dapat mengusir rasa bosannya dengan mendengarkan lagu dari ponselnya.

Pesawat pun akhirnya mendarat di Lombok Internasional Airport.

"Ingat, begitu keluar dari pesawat, kita adalah pasangan suami istri." ujar Erdana saat ia sudah membuka seat belt nya.

Yasmin menatap Erdana dengan mengerutkan dahinya. Ia bingung bagaimana menjadi pasangan suami istri menurut versinya Erdana.

Bojes dan Gendis, kekasihnya sudah menunggu di ruangan tempat pengambilan bagasi. Bojes sudah memperkenalkan siapa Gendis pada Yasmin dan Erdana. Tentu saja Bojes menyimpan rapat rahasia pernikahan bosnya itu karena ia memang sangat loyal pada Erdana yang sangat baik padanya.

"Sayang, ayo kita pergi!" ajak Erdana sambil melingkarkan tangannya di pinggang Yasmin saat melihat orang yang menjemput mereka sudah datang.

Yasmin akan terkejut dan ingin melepaskan tangan Erdana yang seenaknya saja memeluk pinggangnya namun bisikan Erdana membuatnya mengurungkan niatnya.

"Ingat, apa yang ku katakan di pesawat tadi."

Apakah yang dia maksudkan sebagai pasangan suami istri yang sebenarnya adalah bersikap mesra di depan orang banyak? Tanya Yasmin dalam hati.

Perjalanan dari bandara ke hotel memakan waktu satu jam. Mereka berada di dekat salah satu pantai yang terkenal di Lombok ini. Sebuah hotel baru nampak berdiri kokoh di sana.

"Tuan Furkan, apa kabar?" Tonny, salah satu investor hotel ini langsung menyambut mereka saat datang.

"Alhamdulillah baik." Erdana menyambut uluran tangan Tonny.

"Di mana nona Mentari? Apakah dia tidak datang?" tanya Tonny. Ia sudah sangat mengenal Mentari karena saat mereka menjalin kerja sama hampir 3 tahun yang lalu, Mentari mendampingi Erdana.

"Eh, sayang......! Erdana menarik tangan Yasmin yang berdiri di belakangnya. "Perkenalkan ini istriku Yasmin Furkan."

Tonny nampak sangat terkejut. "Maafkan aku. Aku memang mendengar kalau tuan Furkan sudah menikah. Aku pikir dengan nona Mentari. Selamat datang nyonya Furkan!" Tonny langsung menyalami Yasmin.

Setelah basah-basih menyambut kedatangan mereka, Erdana langsung diajak berkeliling hotel sedangkan Yasmin diantar ke kamarnya karena ia beralasan sudah lelah.

Yasmin diantar ke kamar paling mewah di hotel itu, dimana ada ruang tamu dan dapur tersendiri.

Setelah mandi dan mengenakan baju tidurnya, Yasmin segera menghubungi teman-temannya. Ternyata mereka datangnya nanti besok dan mereka juga akan menginap di hotel yang sama dengan Yasmin.

"Ah, aku capek!" Yasmin pun memejamkan matanya.

Menjelang tengah malam, pintu kamar terbuka. Ternyata Erdana yang masuk. Melihat Yasmin yang sudah memadamkan lampu utama dan tidur dengan nyenyak, Erdana pun melangkah dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Ia membuka sepatunya. Walaupun selama perjalanan di pesawat tadi Erdana memejamkan matanya, namun sesungguhnya Erdana tak benar-benar tidur. Ia sengaja melakukan itu karena malas saja untuk memukai percakapan dengan Yasmin yang terkadang hanya membalasnya dengan suara ketus dan tatapan tajam.

Akhirnya, Erdana memilih untuk mandi dan ganti pakaian. Ia kemudian mengambil bantal dan segera tidur di atas sofa.

*********

Yasmin bangun dengan terburu-buru. Ia kebelet untuk buang air kecil. Dengan cepat ia melemparkan selimut yang menutupi tubuhnya dan berlari ke kamar mandi. Dengan cepat ia membuka pintu kamar mandi dan.....

"Akh.......!" teriakan keras keluar dari mulut Yasmin. Untuk yang kedua kalinya, ia menatap tubuh polos Erdana yang baru saja selesai mandi dan akan mengenakan baju dalamnya.

Gadis itu segera membalikkan tubuhnya sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.

"Cepat keluar, aku mau pipis." teriak Yasmin yang hampir tak bisa menahan ras ingin buang air kecil.

"Aku sedang ganti pakaian." kata Erdana sambil terus melanjutkan aktifitasnya menggunakan pakaian.

"Kenapa harus ada di kamar mandi ini?" tanya Yasmin kesal. Ia mencoba menoleh dan Erdana ternyata sementara mengenakan kaosnya. Lelaki itu langsung keluar dari kamar mandi tanpa memperdulikan tatapan mata Yasmin yang melotot kepadanya.

Erdana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Yasmin punya kebiasaan masuk kamar mandi tanpa mengetuk dulu.

Ia membuka walk in closet dan mengganti pakaiannya di sana.

Saat Erdana selesai ganti pakaian dan keluar dari walk in closet, Yasmin sudah berdiri di dekat tempat tidur sambil berkacak pinggang.

"Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya Yasmin tanpa bisa menahan rasa emosinya.

"Ganti pakaian. Memangnya kenapa?"

"Apakah tidak ada kamar lain sampai harus mandi dan ganti pakaian di tempat ini?"

Erdana tertawa mendengar pertanyaan Yasmin. "Kamar lain? Hallo, apakah kamu lupa dengan persyaratan yang aku berikan ketika setuju kamu akan ikut ke sini? Kita harus bersikap layaknya suami istri."

Yasmin terkejut. "Apakah dengan tidur di kamar yang sama?"

"Menurutmu? Apakah suami istri itu harus tidur di kamar yang berbeda?"

Mata Yasmin menatap sofa yang belum dirapikan. Masih ada bantal dan selimut yang digunakan oleh Erdana semalam.

"Tadi malam aku tidur di sofa. Nanti malam kau yang akan tidur di sana. Kita bergantian sampai kembali lagi ke Jakarta." ujar Erdana tegas lalu segera melangkah di depan meja rias. Ia menyisir rambutnya, memoleskan minyak rambut di rambutnya.

Yasmin memalingkan wajahnya ke tempat lain. Jujur, ia harus mengakui, Erdana tampan. Sial, kenapa aku harus mengagumi ketampanannya?

"Cepatlah mandi dan bersiap. Karena kita akan sarapan bersama dengan semua pemegang saham. Kebetulan, mereka semua juga membawa istrinya. Aku harap kau bisa bersikap manis walaupun mungkin kau yang termuda diantara mereka semua." kata Erdana yang sudah selesai dengan rambutnya.

"Tapi.....!"

"Tak ada kata tapi, Yasmin. Aku tahu tujuanmu datang ke tempat ini adalah untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu kan? Laksanakan tugasmu saat bersamaku dan aku tak akan mengusik kebersamaan mu dengan teman-temanmu."

Sekali lagi Yasmin tak dapat membantah. Ia segera ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap menemani Erdana sebagai istri yang baik.

**********

40 menit kemudian, Yasmin dan Erdana sudah bergabung dengan para dewan direksi dan pemilik saham untuk sarapan pagi bersama mereka.

Benar saja, Erdana dan Yasmin adalah yang paling muda diantara mereka. Beberapa orang justru bertanya tentang Mentari. Erdana terlihat begitu manis memperkenalkan Yasmin sebagai istrinya. Yasmin bahkan merasa kalau dirinya sudah ikut gila karena membiarkan Erdana melingkarkan tangganya di pinggangnya, dan menggenggam tangannya sambil mencium punggung tangannya saat ia berkata bahwa Yasmin adalah istrinya.

Akhirnya waktu sarapan bersama yang memakan waktu satu jam lebih itu pun selesai. Yasmin segera mengajak Gendis untuk jalan-jalan di sekita hotel karena Bojes dan Erdana akan melihat persiapan peresmian hotel ini besok malam.

"Jangan panggil aku dengan sebutan nyonya. Panggil saja Yasmin. Lagi pula usia kita mungkin tak beda jauh."

Gendis tersenyum. "Usiaku sudah 27 tahun."

"Aku 19 tahun. Beberapa hari lagi akan genap 20 tahun."

Gendis mengangguk. "Sudah aku duga. Nyonya masih sangat muda. Namun sangat cocok dengan tuan Erdana."

"Kak Gendis, panggil aku dengan sebutan Yasmin."

"Baiklah Yasmin."

Keduanya pun pergi ke beberapa tempat dan membeli beberapa cindera mata.

Bojes mengirim SMS, meminta Gendis dan Yasmin untuk makan siang saja tanpa mereka karena pekerjaan mereka masih banyak.

"Kak Gendis kenapa belum menikah dengan kak Bojes? Usia kalian kan sudah sama-sama dewasa?" tanya Yasmin saat mereka sedang menikmati makan siang berdua.

"Aku masih kerja di Malang. Aku memiliki kedudukan yang cukup penting di perusahaan ku. Sementara mas Bojes masih terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai asisten tuan Erdana di dua perusahaannya. Makanya aku yang sering datang berkunjung ke Jakarta jika kangen."

"Pacarannya sudah lama?"

"Hampir 3 tahun."

"Nggak takut kak Bojes selingkuh? Kalian kan LDR an."

Gendis hanya tersenyum. Wajahnya yang manis terlihat semakin manis. "Aku percaya sama mas Bojes."

"Aku nggak mau kalau pacaran LDR an. Takut nantinya sudah pacaran lama namun nggak jadian."

"Sama tuan Erdana pacarannya berapa lama? Maaf ya, aku bertanya. Soalnya setahu aku tuan Erdana pacaran sama Mentari."

Yasmin tersenyum kecut. "Kami dijodohkan."

"Oh...., tapi tuan Erdana kelihatannya baik dan sayang sama kamu. Semalam saja ingin cepat-cepat kembali ke kamar karena takut kamu sendiri katanya."

Pemain sandiwara! Geram Yasmin dalam hati.

Selesai makan siang, teman-teman Yasmin memberitahukan kalau mereka sudah ada di hotel. Yasmin lun permisi pada Gendis dan segera menemui mereka di lobby.

Andre sangat senang saat melihat Yasmin. Walaupun ia tahu kalau Yasmin datang bersama Erdana namun ia bahagia karena sudah menyiapkan kejutan untuk Yasmin dihari ulang tahunnya. Andre bertekad akan mendapatkan Yasmin kembali.

**********

"Kejutan......!"

Erdana terbelalak melihat saudara kembarnya ada di hadapannya.

"El, kok nggak bilang akan datang?" tanya Erdana sambil memeluk kakak kembarnya itu.

"Namanya mau kasih kejutan. Jadi mana mungkin aku bilang? Ini adalah proyek pertamamu yang besar dan sukses. Aku menolak semua tawaran kerja di Jakarta dan menerima ajakan Bojes untuk hadir di sini."

Erdana menatap Bojes dengan perasaan bahagia. "Kau selalu tahu apa yang terbaik untukku."

Bojes hanya tersenyum.

"Itu siapa? Pacar barumu?" tanya Erdana sambil menatap pria tampan yang ada di belakang Elmira.

"Oh... bodyguard ku."

"Terlalu tampan untuk menjadi bodyguard. Nggak takut tuh jatuh cinta sama dia?" goda Erdana membuat Elmira melotot ke arah adik kembarnya itu karena ia tahu pasti Nick mendengar perkataan adiknya itu.

"Mana Yasmin?" tanya Elmira.

Erdana baru saja akan menjawabnya namun terhenti saat mendengar gelak tawa dari sekelompok anak muda yang ada di lobby hotel itu. Dan Erdana melihat ada Yasmin di sana dengan teman-temannya.

Elmira pun mengalihkan pandangannya ke sana. "Belum ada kemajuan juga hubungan kalian?" bisik Elmira.

"Minum kopi, yuk!" ajak Erdana sambil melingkarkan tangannya ke pundak kakaknya dan mengajaknya ke restoran yang di lantai dua hotel itu.

************

Selamat sore semua....

semoga suka dengan part ini....

dukung emak terus ya guys

1
Hr sasuwe
👍
Misna Mii
kasihan mentariii
Misna Mii
kasihan juga mentari, melihat suaminya bersedih krna pr lain, kan mentari istri pertama
ayu cantik
bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
2x tamat ☕😁
pipi gemoy
gading🥀
pipi gemoy
visual ER suami mbak bulan
cakep Thor
pipi gemoy
baca ulang
barusan tamat baca para juragan
Wasista Mustika S.
waduuuuuhhh.. ini anak2 juragan wisnu koq serem pergaulannya? 😂😂😂
Wasista Mustika S.
kak Henny, koq aku ngerasa Erdana kurang memiliki rasa ke Mentari ya? Seharusnya waktu lihat mentari dan prayuda di lobi nampak berciuman, koq gk disamperin? Koq mlh ditinggal pergi? Khan Mentari sdh menjadi isterinya walau siri, dan prayuda juga menjadi saksi di pernikahan mereka... Knp gk diselesaikan? Erdana sah² aja lho kli seandainya mengajar prayuda.. Maaf itu pemikiranku, kak..🙏🏻😂😂
One Olaene: hal ini adalah
total 1 replies
Wasista Mustika S.
hadirrrr.. rumit.. rumit..🤣🤣
fitri
seru,.. walau kadang ikut mumet..
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
Elis Aszhika
kok bisa y org membagi² cinta,,,org begitu apakah termasuk kelainan? /Gosh/
Elis Aszhika
dr awal kan memang hrsy yasmin lngsg prg dr kehidupan erdan setelah anaky meninggal
Elis Aszhika
awal baca nyesek trus,,,smpe mo ending agak mendingan,,,dr awal q tim erdan mentari,,,tiap baca scen erdan yasmin sll nyesek,,,g rela baca kemesraan mrk berdua,,,krn q org yg paling benci poligami,,,bersyukur bgt yasmin akhiry pergi dr kehidupan erdana
Ulil
waduh kejar kejaran,,lari estafet booss 😁😁
ready
good Story 👍
ready
kyaaaa😍😍😍(≧▽≦) untung nya saya sampai lompat bab karena bener2 gak setu kalo Yasmin sama si Erdan, terima kasih sangat Thorrrrrr 💞💐
Ran Aulia
👍👍👍👍
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!