NovelToon NovelToon
Istri Tuan Anas

Istri Tuan Anas

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa Modern / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 1.9
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

Tuan Anas Mikail adalah laki-laki tua yang belum memiliki istri. Dalam hidupnya perempuan hanyalah benalu baginya. Hingga suatu hari datanglah seorang gadis menghampirinya dan membuat jatuh cinta kepadanya.

Siapakah gadis yang sudah membuat jatuh cinta seorang Tuan Anas Mikail?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Sayang. Kenapa kau pergi meninggalkan ku" Teriak Tuan Anas segera berlari dan meraih tangan Syuhada

"Lepaskan" Ucap Syuhada memberontak

"Maafkan aku" Jawab Tuan Anas segera memeluk Syuhada lalu mengusap air mata Syuhada

"Kau jahat" Ucap Syuhada kembali menangis di pelukan Tuan Anas

"Aku jahat" Jawab Tuan Anas dengan lirih mengulangi ucapan Syuhada

"Iya kau jahat! Kau tidak ingin memakan masakan ku" Ucap Syuhada melepaskan pelukannya dan segera pergi

"Hei sayang tunggu dulu bukan begitu maksud ku" Jawab Tuan Anas yang ingin menjelaskannya. Namun tidak di hiraukan oleh Syuhada

"Diam" Bentak Syuhada dengan membalikkan tubuhnya dan berkacak pinggang kepada Tuan Anas lalu kembali berjalan

"Astaga kau ini" Ucap Tuan Anas segera menggendong Syuhada ala bridal style

"Turunkan aku!" Perintah Syuhada

"Diamlah atau aku akan menjatuhkan mu" Ucap Tuan Anas dengan tersenyum

"Tuan" Sapa seorang karyawan yang melongo melihat Tuan Anas

"Iya" Jawabannya dengan lantang

"Siapa perempuan itu" Ucapnya saat melihat perempuan yang di gendong oleh Tuan Anas dan dirinya langsung pergi

Tuan Anas segera membawa Syuhada pulang ke rumahnya. Saat melewati lobi kantor, pandangan semua karyawan tertuju kepada Tuan Anas. Syuhada yang merasa risih saat di lihatnya. Dirinya hanya mampu menyembunyikan wajahnya di bawah ketiak Tuan Anas.

"Astaga perempuan itu" Ucap Emi dengan membelalakkan matanya

"Ada apa Emi?" Tanya Sila yang tidak mengerti

"Lihatlah Tuan Anas mengendong perempuan itu" Jawab Emi menunjukkan ke arah Tuan Anas

"Wah... Sweet ya" Ucap Sila dengan mata berbinar-binar

"Apa-apa sih" Jawab Emi mengusap wajah Sila dengan tangan miliknya

"Emi ma... Gak so sweet" Ucap Sila dengan memonyongkan bibirnya

"Woi... Lagi ngerumpi apa?" Tanya Linda dengan mengagetkan mereka berdua

"Kita sedang membicarakan tentang Raja dan Ratu. Yang di mana Raja adalah Tuan Anas dan Ratu adalah ya aku tidak mengetahuinya itu siapa dia" Jawab Emi menjelaskannya dan menunjukkannya ke arah Tuan Anas dan Syuhada

"Oh begitu rupanya. Apa kau benar tidak tau siapa perempuan yang beruntung itu" Bisik Linda dengan pelan

"Tidak" Teriak Sila dengan lantang

Sttt

"Perempuan itu adalah Jeng... Jeng... Jeng..." Ucap Linda begitu pelan

"Kelamaan" Ucap Emi dengan malas

"Dengarkan dulu ucapan ku" Jawab Linda

"Siapa?" Tanya Sila yang semakin penasaran di buatnya

"Perempuan itu adalah seorang kurir restoran Ranum" Jawab Linda dengan tertawa terbahak-bahak

"Tidak lucu" Ucap Emi langsung terdiam

"Iya bener, tidak lucu. Bercanda mu terlalu garing" Sambung Sila

"Apa kau tidak melihat wajah perempuan itu?" Tanya Linda dengan berkacak pinggang

"Tidak. Mana mungkin kita bisa melihat wajah perempuan itu. Sedangkan dia ngumpet di bawah ketiak Tuan Anas" Jawab Sila dengan memperagakannya

"Aku melihatnya tadi" Ucap Linda dengan tersenyum

"Mana mungkin Tuan Anas menyukai seorang kurir" Sambung Emi tidak percaya

"Namanya juga cinta. Datang dari mana saja tanpa mengenal status dan derajat" Jawab Linda dengan santai

"Iya benar itu" Sambung Sila

"Setahuku ini ya. Bukannya Tuan Anas itu suka perempuan cantik, anggun, manja, seksi, dan agresif" Ucap Emi

"Hm..." Suara seseorang sedang berdehem di belakang mereka

"Eh... Pak Dirly" Ucap Linda dengan mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal

"Mau pergi ke mana kalian?" Tanya Dirly dengan melipat kedua tangan miliknya saat melihat mereka akan pergi

"Pak" Ucap Sila dengan tersenyum

"Siapa yang kalian bicarakan?" Tanya Dirly

"Kita membicarakan tentang teman kita, Pak" Jawab Sila tersenyum lagi

"Teman siapa?" Tanya Dirly

"Ini Pak temannya, Linda" Jawab Emi dengan menyenggol tubuh Linda

"Kenapa bawa-bawa nama ku, sih" Ucap Linda dengan lirih

Sttt

"Hm" Pak Dirly kembali berdehem

"Pak" Ucap Linda tersenyum

"Aw..." Pekiknya saat Linda di cubit oleh Sila

"Jangan ganggu jodohku" Ucap Sila dengan memelototkan kedua bola matanya kepada Linda

"Iya" Bisik Linda

"Eh... Pak Dirly" Ucap Sila saat Pak Dirly memelototkan kedua bola matanya kepada Sila

"Saat kalian di kantor jangan bergosip ingat itu" Ucap Dirly

"Kita tidak bergosip" Jawab Sila

"Aku mendengarnya kalian sedang bergosip tentang Tuan Anas. Iya mungkin hari ini kalian akan lolos. Mungkin besok kalau Tuan Anas yang mendengarkannya kalian pasti akan di pecat langsung" Ucap Dirly dengan tegas

"Maaf Pak" Jawab mereka bersamaan

"Kalian jangan soh tau menilai orang lain. Asal kalian tau yang bersama dengan Tuan Anas tadi itu adalah Istrinya" Ucap Dirly menjelaskannya dan segera pergi

"What" Teriak Emi

"Syukurlah kalau begitu aku masih ada kesempatan untuk mendapatkan hati Pak Dirly" Ucap Sila membuang nafasnya dengan lega

.

.

"Sayang sudahlah jangan menangis terus. Aku tidak bisa fokus menyetir, maafkan aku ok" Ucap Tuan Anas sesekali mengelus tangan Syuhada

"Huaaa" Suara tangisan Syuhada semakin kencang

"Astaga perempuan ini" Ucap batin Tuan Anas dengan kesal

"Aku minta maaf, Sayang. Aku sungguh-sungguh minta maaf kepada mu Sayang dan apa yang harus aku lakukan agar dirimu berhenti menangis?" Tanya Tuan Anas dengan menepikan mobil miliknya

"Saat ini aku ingin kau memakan masakan yang berbahan dasar dari jengkol" Jawab Syuhada segera menghapus air mata miliknya dan bergembira kembali

"Aku tidak bisa melakukan itu" Teriak Tuan Anas dengan sangat frustasi

"Kau harus melakukannya" Ucap Syuhada dengan lirih dan bergelayut di lengan Tuan Anas

"Astaga ya Tuhan. Ada apa dengan wanitaku ini? Kenapa sejak tadi pagi dia selalu saja menyebalkan" Keluh Tuan Anas sangat kesal

"Iya sudah kita pulang saja" Ucap Syuhada dengan malas

"Iya bener kita pulang saja rasanya kepalaku sedikit pusing" Jawab Tuan Anas segera menyalakan mesin mobil miliknya

Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Sesampainya di rumah Syuhada segera Turun dari mobil Tuan Anas dan segera masuk ke dalam kamar miliknya. Tuan Anas berteriak memanggil nama Syuhada. Namun Syuhada tidak menjawabnya

"Apa dia marah lagi kepada ku" Ucap Tuan Anas dengan menunjuk ke arah Syuhada yang sudah masuk ke dalam rumah

"Iya mungkin saja dia lagi datang bulan" Ucap Tuan Anas segera mengikuti Syuhada

Syuhada yang sudah masuk ke dalam kamar miliknya melihat keadaan sekitarnya. Dirinya tidak menemukan barang-barang miliknya lagi di kamarnya.

"Dimana semua barang-barang ku" Ucap Syuhada

"Sayang kau sedang mencari apa?" Tanya Tuan Anas

"Di mana barang-barang milik ku. Tas ku, buku harian ku?" Tanya Syuhada yang tidak mengerti

"Semuanya ada di kamar ku dan mulai saat ini kita harus satu kamar" Jawab Tuan Anas menjelaskannya

"Aku tidak mau" Ucap Syuhada segera duduk di tepi ranjang miliknya

"Kenapa?" Tanya Tuan Anas segera duduk di samping Syuhada

"Iya aku tidak mau saja" Jawab Syuhada dengan memalingkan wajahnya

"Hei... Sayang lihatlah aku! Aku ini adalah suami mu dan kita harus berada dalam satu kamar" Ucap Tuan Anas dengan segera melihat wajah Syuhada dan langsung mencium bibir Syuhada. Dengan segera Syuhada mendorong tubuh Tuan Anas

"Jangan macam-macam dengan ku! Sebelum kau memakan masakan yang berbahan dasar jengkol" Jawab Syuhada segera berdiri dari tempat duduknya dan melipat kedua tangan miliknya di hadapan Tuan Anas

"Aku pikir kau sudah melupakan itu. Ternyata kau masih saja memaksaku" Ucap Tuan Anas dengan geram

"Ikuti perintah ku! Kalau tidak..." Jawab Syuhada dengan terbata-bata

"Kalau tidak apa?" Tanya Tuan Anas

"Aku tidak akan tidur satu kamar dengan mu" Jawab Syuhada

Tuan Anas segera pergi dari kamar Syuhada dan tidak ada tanggapan.

"Bi Mijah..." Teriak Tuan Anas dari lantai atas

"Iya Tuan" Ucap Bu Mijah dari lantai bawah

"Siapkan hidangan yang menunya jengkol!" Perintah Tuan Anas

"Siap Tuan" Ucap Bu Mijah dan melakukannya

"Aku tidak pernah membayangkan bagaimana setelah aku makan jengkol. Nafasku mungkin seperti naga" Ucap Tuan Anas segera turun ke lantai bawah dan masuk ke dalam kamar miliknya.

Bersambung... ✍️

1
Santi Rizal
kocak
Santi Rizal
tetangga bergibah
Santi Rizal
harusnya kamu kabur yang jauh Syu... menghilang lah.. biar gak ketangkap
Santi Rizal
si Anas kurang ajar
Santi Rizal
untung camer nya baik
Santi Rizal
tuan Anas maniak sexs
Santi Rizal
makanya nikahin...biar syuhada gak kabur
Santi Rizal
nikahin syuhada tuan
Santi Rizal
bapak kurang ajar
Mami Pihri An Nur
Syuhadanya juga cwk murahn sdh Satu kli diperkosa malah ketagihn,, di pake LG tnp memberontak
Indri Ani40
hadir , DN slm kenal
Nania Nia
Luar biasa
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Hahaha susu kuda galak
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Devano anak nya IIS DAHLIA 😂😂
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Nasib baik syu tidak ketangkap
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Kadang gw heran sama si syudaha ini, i kira dia pemeran ciwi yg paling OON dah,katanya pen bebas tp larinya kesitu² juga, yaaaa ke tahuan lah....pegii jauhh sana.


ihh gudeg jadinua
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Ceilehh bu Anna keyennn euyyy....
Zakiyah Saiful
best sgt jln ceritanya walaupn kdg ada typo..trskn brkarya..semoga brjaya
Sri Wahyuni
knp ga d tabunhin duit nya dsar oon
🐘🇲​🇦​🇾​
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!